
𝐏𝐚𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐢..
“Kau sudah pulang, Barra? “Tanya Oma, saat ia melihat cucu mantunya dan Sheena yang berjalan mendekat ke meja makan.
“iya, Oma. “ Kata Barra sambil duduk di meja makan.
“Aku belikan sesuatu untuk Oma dari Jepang, Nanti biarkan Sheena yang akan mengambilnya untuk Oma. “
“Ya.. Terima kasih. "
“Buat kita mana? “Tanya Antika tiba-tiba, membuat Gea yang duduk di samping menginjak kakinya sehingga Antika mengaduh kesakitan.
“Auh.. sakit tau? “Ucap Antika sambil menatap Gea, Gea langsung melototkan matanya mengode agar tidak membuat malu di rumah orang.
“Ada, nanti istri ku yang akan membagikan nya. “Ucap Barra.
“Really?“
Barra mengangguk, Gea yang menahan malu terus menundukkan kepalanya. Entah mengapa sahabat satu ini membuatnya selalu waspada karena mulutnya yang tidak bisa di rem.
“Gea, kenapa kau menundukkan kepalanya saat makan? “Tanya Oma, Gea mendongakkan kepalanya menatap Oma.
“Makanan nya enak, Oma. “
“Benarkah? kalau begitu nambah lagi. “Gea menggeleng.
“Gea udah kenyang Oma. “
“Jangan menunduk saat makan Gea.. ”
“Baik, Oma. ”
ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ
𝐁𝐫𝐚𝐤𝐤..
Dean menatap berkas yang di lempar kan oleh papa nya di atas meja, lalu ia membolak-balikan isi di dalamnya tanpa ia baca dengan benar.
“Kencan buta lagi? ” Tanya Dean kepada papanya.
“Ya, kali ini papa tidak mau tau! Kamu tidak boleh gagal lagi. ini yang terakhir kalinya, Dean.
Mau sampai kapan kau akan menjadi bujangan? Umur papa sudah hampir 60 tahun, apa kau menunggu ku mati baru mau menikah? ”
“Bukan begitu, Dean bisa mencari calon istri sendiri pa. ” Ucap Dean melemah, dia memang malas sekali bertemu wanita yang dia atur papa nya. banyak yang ia tidak suka dengan kencan buta, ada beberapa hal yang tak sukai, termasuk wanita yang agresif.
“Apa kau lupa? Sudah beberapa puluh kali kau selalu gagal dalam kencan buta yang Papa atur? Papa malu Dean. ”
Dean mengerut keningnya sambil mengingat-ingat sudah beberapa banyak wanita yang papa nya kenalkan kepada nya.
Dean merasa malu saat mengingat kejadian-kejadian itu, Dean merasa trauma dengan kejadian di mana dia di suruh kencan buta oleh papanya.
Dari wanita kalangan bawah hingga kalangan atas, Dean tak menemukan wanita yang benar-benar tipenya.
__ADS_1
Kebanyakan yang ia temuin dari wajah hingga penampilan nya membuatnya mual dan berakhir meninggalkan wanita kencannya di tempat sendirian.
Mengingat itu Dean mendadak malu sendiri, dia meraup wajahnya kasar.
“Ayolah pa, Dean sudah dewasa. Aku bisa mencarinya sendiri tanpa papa pilihkan calonnya. ”
“Aku sudah tua Dean, papa ingin menimang cucu. pokoknya papa tidak mau tau, kamu harus temui dia besok malam papa akan kasih alamatnya. ”
Setelah mengatakan itu, papa Rendra pergi meninggalkan Dean yang merasa frustasi karena kencan buta.
ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ
Rara yang sebagai MABA “Mahasiswa Baru” sedikit lebih mengetahui informasi seputar kampus, minggu pertama kuliahnya merupakan penentu kehidupan kedepannya. Rara yang tidak tahu jika Sheena senior di kampus yang sama. mungkin jika ia mengetahui entah apa yang akan terjadi pada mereka berdua kedepannya?
“Ara! Ara! ” panggil Siska kepada Rara, itu panggilan Rara di kampus barunya.
Rara yang ingin menutupi identitasnya mengubah penampilan nya, dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Dia benar-benar ingin menutupi scandal dirinya yang tidur bersama Om-Om yang tersebar luas di sosial media.
“Ada apa? ” Ucap Rara dengan lembut, selain gaya penampilan nya yang ia rubah tutur kata pun ia di buat seperti gadis polos.
“Aku nyariin kamu dari tadi, ternyata di sini? ” Siska duduk di sebelah Rara, Rara langsung menutup buku yang ia baca.
“Ada apa kamu mencariku? ”
“Tidak ada, Aku hanya bosan saja dan karena kamu teman pertama ku di kampus jadi Aku nyari kamu lah. ” Ucap Siska dengan tersenyum.
Saat mereka sedang mengobrol, di belakang terus berbisik-bisik bahkan ada yang berteriak keras tanpa sadar.
“Aku juga tidak tau, Aku dengar sih kakak senior?”
“Kampungan banget sih mereka, berteriak sampai segitu nya. ini lagi, kenapa cowok-cowok bersiul-siul. Siapa sih yang mereka lihat? ” gumam Rara dalam hati, dia bercelingukkan penasaran siapa yang mereka puji-puji.
“Kakak seniornya Cantik banget, Ra. ” Siska menepuk bahu Rara tanpa henti, Rara yang sebal menyingkirkan tangannya.
“Mana? ”
“itu dia, yah dia sudah pergi. ” Rara hanya melihat sekilas tiga senior yang di bicarakan para mahasiswa baru, juga sebagian senior juga ikutan.
“Biasa aja, perasaan nggak begitu cantik-cantik amat.” Siska menoleh ke arah Rara, biasa saja? Apa karena dia memakai kacamata jadi tidak melihat jelas.
“Aku dengar dia itu senior paling populer dan mereka juga kalangan orang kaya, Ara. Coba kalau kita deketin mereka pasti kita juga ikut populer seperti mereka. ”
Rara begitu penasaran dengan ke tiga senior itu, walaupun dia Mahasiswa baru Dia juga ingin menjadi mahasiswa populer seperti mereka.
“Ayo kita masuk, sebentar lagi dosen masuk. ” Rara mengangguk, lalu mereka pergi berjalan beriringan masuk ke dalam kelas.
ෆᰔᩚෆ
“Lo kenapa dah? ” Tanya Antika pada Gea, tak biasanya dia melamun.
“Gue males banget tau kuliah. ”
“Sebentar lagi kita akan wisuda, Gea. berhenti bermalas-malasan dan juga jangan bolos kuliah terus. ” Ucapan Antika yang seperti emak-emak membuat Gea melototkan matanya.
__ADS_1
“Lu juga sama, lu lebih parah dari Gue yah? ”
“He He He.. ” Antika tertawa garing.
“Hehehe,, ”Gea menirukan tawaan Antika.
Sheena yang melihat mereka hanya tersenyum- senyum dengan kelakuan mereka.
𝐊𝐚𝐧𝐭𝐢𝐧 𝐊𝐚𝐦𝐩𝐮𝐬..
Bagi mahasiswa, kantin menjadi bagian penting, yang menemani mereka tumbuh hingga lulus kuliah.
Kantin pada umumnya memang selalu identik sebagai tempat makan.
Namun, lain cerita jika sudah membahas fungsi kantin di kampus-kampus. Kantin itu layaknya markas besar para mahasiswa untuk beraktivitas selain mengikuti mata kuliah di kelas masing-masing.
Mulai dari sekadar untuk makan siang, hingga jadi arena main kartu atau nongkrong-nongkrong, sudah pasti kantin menjadi pilihannya. Bisa dibilang, hampir sebagian besar aktivitas mahasiswa terpusat di kantin selama di kampus.
“Sheena, bukannya itu cewek mantan suami lo? ” Antika menunjukkan ke arah Rara yang sedang berjalan ke arah mereka.
Terbesit untuk mengerjai Rara, Sheena tersenyum jahat hingga Gea dan Antika merasa ngeri dengan senyuman Sheena.
Rara yang berjalan semakin dekat, Sheena segera mengulurkan kakinya sedikit saat Rara sudah berada tepat di samping Sheena dan..
𝐁𝐫𝐮𝐤𝐤 .. 𝐩𝐫𝐚𝐧𝐠 ..!!
“Huahahaha” tawa para mahasiswa yang tidak kuat menahan tawa melihat Rara terjatuh ke lantai dengan makanan yang dia bawa terjatuh mengenai tubuhnya.
Sheena cekikikan menahan tawanya, dia berusaha agar tidak mengeluarkan suaranya. Tapi, entah kenapa rasanya sangat puas sekali melihat wanita yang ia benci menjadi bahan lelucon.
“Oh my good,.. ” Gea dan Antika melongo, dia juga tak bisa menahan tawanya saat muka Rara ancur tak karuan.
“Hei culun, ngapain lu? tidur, ini tuh bukan kasur!Huahaha.. ” Ucap Adri yang melihat Rara yang jatuh di lantai bukan nya menolongnya mereka malah menertawakan bahkan menjadi bahan lelucon.
Adri yang mampu membuat tawa satu Kampus nampak tertawa terbahak-bahak. melihat wajah Rara yang penuh dengan tumpahan makanan.
Siska yang merasa kasihan kemudian berjalan sambil membungkukkan badan lalu mengulurkan tangannya membantu Rara untuk berdiri.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Siska, Rara yang menahan malu mengetatkan rahangnya dan matanya begitu merah karena marah.
𝐁𝐫𝐚𝐤𝐤!!!
Rara menggebrak meja Sheena dengan keras membuat semua orang terdiam melihat Rara yang berani menggebrak meja makan.
“Kau..? ” Ucapan Rara menggantung saat tau siapa yang berani menyandung kakinya..
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1