
Caffe ~
Gea dan Antika duduk di caffe menunggu kedatangan sheena. mereka sibuk dengan ponselnya masing-masing sesekali Gea melihat jam dan menatap keluar.
sheena mendorong pintu, lalu berjalan ke meja Antika dan Gea.
"Hai Guys! " sapa sheena.
"Hai juga shee~
" Sorry telat, Btw belum pesen makanan? "tanya sheena.
" Sudah! aku juga udah pesenin untuk kamu juga.. "ucap Gea.
" Woahh,, thank you Gea~"
"sama-sama."
tak lama pramusaji datang dengan membawa makanan yang di pesan, Hidangan diletakkan diatas meja makan yang telah ditata lengkap dengan peralatan makan yang diperlukan.
Mereka akan mengambil sendiri makanan tersebut dan menikmatinya di meja.
Tiba-tiba Gea menyodorkan surat putih di hadapan kan sheena. sheena menatap surat itu lalu dia meraihnya.
"Apa bajingan itu yang telah menghamili mu? " tanya Gea tanpa basa-basi lagi.
Sheena terdiam menatap ke bawah ~
"Jawab sheena! apa dia yang sudah membuat kamu hamil? kenapa kamu jadi gini sih!!!" teriak Gea, dengan sedikit emosi.
"Ge, jangan keras-keras. kita obrolin baik-baik gea! " ucap Antika.
"Kamu mau tau kenapa aku jadi seperti ini? hidupku hancur sudah lama gea! Dan aku tidak akan pernah melupakan kejadian waktu itu. Kalian nggak tau perasaan gue kaya gimana!!! " ucap sheena dengan emosi.
Gea dan Antika menatap sheena dengan iba, mereka tau perasaan sahabatnya ini. Tapi, bukan seperti ini yang mereka mau, merusak diri sendirinya mereka sangat kecewa dengan tindakan sheena yang seperti gadis liar.
"sheena! A-aku minta maaf.. " ucap gea.
"Maafkan kita shee, bukan maksud kita memojokkan lo. Tapi, yang kita khawatirkan bagaimana dengan nasib anak yang di dalam perut lo. " ucap Antika.
Ha Ha Ha ~ Sheena tertawa jahat, membuat Gea dan Antika menjadi takut.
"Ehm.!! anak aku akan tetap mempunyai Ayah. kalian tak usah khawatir dengan ku! "
"shee,, lambat laun perut lo akan membesar! Oma pasti akan tau dengan keadaan lo hamil, bagaimana kalau Oma shock? '"
" Aku tau! dan sekarang aku sedang memikirkan bagaimana menjelaskan ke Oma tentang kehamilan ini, Gea, Antika.!!.
"sheena, kamu yang sabar yah! kita pasti akan selalu ada kok untuk kamu. " ucap Antika memeluk sheena. Gea menahan amarahnya, sahabat nya telah di campakkan oleh seorang lelaki bajingan yang tak bertanggung jawab.
"Aku akan membalas siapa yang sudah menyakiti ku, aku akan meminta bayaran mahal dengan mereka yang telah menyakiti ku.!! " Ucap sheena tersenyum menyeringai, senyuman yang di tunjukkan raut wajah emosi, sekaligus rasa tidak suka. raut di wajah menyeringai menggambarkan senyum kaku dengan satu ujung bibir yang terangkat lebih tinggi diikuti dengan perpindahan bola mata.
__ADS_1
š„š„š„
Keesokan Harinya~
Di dalam kamar Hotel bintang lima. Rara sudah cantik dengan memakai gaun pengantin mewah warna grey. Rara menatap di cermin besarnya, memuji kecantikan dirinya.
Mamahnya menghampiri Rara yang sedang bercermin.
"Rara, sayang. " ucap Mama Rea.
"iya, bagaimana dengan ku hari ini mah. Cantik kan? " Rara membalikkan badannya lalu bertanya kepada mamahnya
"Cantik sayang, bahkan kamu sangat cantik! seperti ratu dalam dongeng. " puji mama Rea dengan tersenyum.
"Kak Barra Pasti terpesona melihat aku kan mah? "
"pasti dong! anak mamah ini kan cantik, siapa sih yang akan nolak pesona anak mamah ini hem? "
Rara tersenyum senang mendengar pujian dari mamahnya. lalu menatap di cermin kembali meneliti dirinya apakah sudah sempurna atau ada yang kurang.
"Apakah sudah siap? " tanya Haris tiba-tiba.
Anak dan ibu itu menoleh.
"Papah! Rara cantik kan? "
"Wahh anak papa sangat cantik. " ucap Haris memuji anaknya.
"Ahh mamah juga cantik. " Goda haris.
"Bagaimana sudah selesai kan? kita harus ke bawah keluarga Abrasam pasti sudah sampai. "
" sudah kok pah, bentar Rara tambahin lipstik dulu. " Rara mempertebal lipstik nya. lalu berjalan dengan di gandeng mamahnya.
Mereka berjalan dan menuju lift, turun ke bawah Aula hotel di mana Rara dan Barra akan menikah hari ini.
Di Aula keluarga Abrasam sudah sampai dengan keluarga besarnya. mereka menyapa para tamu undangan dari berbagai negara Lebih banyak tamu kolage dan teman dekat.
keluarga Rara masuk ke dalam Aula, para tamu undangan berbisik-bisik saat mereka masuk. Memuji kecantikan Rara ada juga yang merasa iri dengan nya karena Raralah gadis satu-satunya yang berhasil mendapatkan Barra anak konglomerat yang di idolakan para gadis-gadis muda.
"wahh! cantik sekali pengantin wanitanya. Tak heran jika keluarga Abrasam memilih gadis muda itu, ternyata calonnya gadis muda dan cantik. "
"Benar! apa lagi, katanya dia gadis kaya juga. dua keluarga kaya akan menjadi satu itu akan menjadi keluarga yang sangat besar? "
"Dia sangat beruntung mendapatkan Abrasam el Barra.! "
"Gadis-gadis muda di kota ini akan patah hati, karena idola nya akan menikah hari ini bersama gadis itu. "
bisikan-bisikan para tamu undangan terdengar jelas di telinga Rara membuat gadis itu menjadi senang dengan pujian mereka.
Rara dan kedua Orang tuanya menghampiri keluarga Abrasam terutama kedua besannya yang sedang mengobrol dengan beberapa kolagenya.
__ADS_1
Abrasam dan Maureen menoleh saat Rara dan kedua Orang tuanya mendekati. Maureen tersenyum melihat Rara yang sangat cantik dan Anggun.
"Rara! "
"iya, tante. "
"Aduh, Rara Kamu cantik sekali sayang. beberapa waktu lagi, akan menjadi menantu keluarga Abrasam kami! " Maureen menyentuh dagu Rara, Rara tersenyum.
"Terima kasih tante, Oh ya di mana kak Barra? Rara lihat kok tidak muncul? " tanya Rara matanya mencari keberadaan Barra.
"Dia.. Mungkin sedang menyapa tamu di belakang Aula, Atau mungkin dia ke toilet. Tadi Barra bilang akan ke sini sebentar lagi! "
"Oh gitu yah? "
"Tidak usah khawatir, waktunya lumayan lama beberapa menit lagi akan di mulai. " ucap Maureen menenangkan Rara.
"Maureen aku senang sekali bisa berbesanan dengan anda. " ucap Rea.
"Aduh Rea, bukan hanya kamu aja yang bahagia kami juga bahagia dengan perjodohan ini. Tak menyangka mereka akan menerima perjodohan yang kita rencanakan. "
"Iya, aku juga bersyukur karena anak-anak kita mau dengan perjodohan ini. "
Setengah jam kemudian~~
Akhirnya Barra masuk ke dalam Aula Hotel, dia berjalan dengan langkah besarnya. Dia sangat tampan dengan memakai jas tuxedo berwarna gelap berjalan menghampiri ke keluarga nya.
"Selanjutnya persilahkan calon pengantin kita untuk duduk di tempat yang telah di sediakan. " ucap Mc.
Rara dan Barra duduk berdampingan, Orang tua keduanya juga duduk untuk menjadi wali nikah mereka.
Acara janji suci akan dimulai, penghulu persiapkan surat-surat nikah dan berdoa sebelum di mulai akadnya.
setelah berdo'a, pak Haris menjabat tangan Barra bersiap untuk mengucapkan akad nikah.
"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinangan mu, putriku Rara Andira dengan mahar 400 M di bayar tunai. "
" Saya Terima nikah dan Kawinnya~" ucapan Barra terhenti saat seorang wanita menyuruh menghentikan ucapan Barra.
Tunggu!!!
.
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1
Ada yang nungguin novel ini nggak sih? rasanya nggak semangat banget . karena nggak ada yang nyemangatin hua... š