
2 minggu telah berlalu...
Hari ini adalah hari dimana Sheena akan di perkenalkan sebagai cucu pertama dan ahli waris tunggal perusahaan milik Opa nya.
Entah kenapa Sheena menjadi gelisah, hari ini semuanya akan mengetahui siapa dirinya. Ada rasa takut jika Barra akan mengetahui masa lalu dirinya yang kelam.
“Ya tuhan, kenapa hatiku begitu gelisah?! .. ”
”... Aku takut jika hari ini semuanya akan berakhir tak semestinya. ”
“Sayang? ” panggil Barra, dia melihat ada keanehan dari Sheena.
“Ya? ”
“Kau kenapa? kenapa begitu gelisah dan apa itu, pucat! kau sakit? ” Barra terus bertanya tanpa henti membuat Sheena juga merasa lebih takut.
“It's Ok! ”
“Serious, Sayang? ”
“Aku hanya kelelahan saja! kau tak usah khawatir seperti itu. ”
“Sheena, mukamu sangat pucat bagaimana bisa aku tidak khawatir!? ”
“Aku tidak apa-apa beneran! mungkin aku harus istirahat dulu sebentar. ”
“Baiklah, kau tidur saja jangan sampai kelelahan aku takut kau kenapa-kenapa!? ”
Akhirnya Sheena pun membaringkan tubuhnya di sofa, bagaimana pun ia masih memikirkan nanti malam.
Entah kenapa dia menjadi ciut, takut semuanya tak berjalan dengan semestinya. rencana yang sudah ia bangun sejak kecil hari ini akan terwujud juga.
Setelah tenang, Sheena mengambil obat agar lebih baik dan kuat. Dia tak mau orang lain melihatnya lemah. Barra yang melihat Sheena yang sedang meminum obat melangkah Mendekati nya.
“Gimana? ”
“Apa nya? ”
“perasaannya? ”
“Baik. ”
“Syukurlah.. ”
“Ehm!! ”
Barra menyenderkan kepalanya di ranjang tidur, matanya menatap ke arah atas.
__ADS_1
“Kamu kenapa? ”Tanya Sheena, saat melihat Barra yang sedang melamun.
“Huff ” Barra menghela nafas.
“Nanti malam ada acara besar di salah satu perusahaan dan aku harus hadir. ”
“Terus? ”
Barra menatap Sheena dengan bingung. ” Terus?! ”
“Emh! lalu kenapa? ”
“Sayang, aku nggak bisa bawa kamu kesana. apa sebaiknya aku nggak usah datang saja? ”
“kamu datang saja, kenapa harus bawa aku? emangnya kamu harus sama siapa datangnya!! ”
“Dean dan Revan. ” Ucapnya sembari menatap Sheena.
“Aku di rumah aja, kamu pergi aja nggak usah khawatirin aku. ”
“Beneran kamu nggak papa?! ”Tanya Barra memastikan.
Sheena mengangguk, ”Iya ”
“Baiklah, aku kira kau akan kesal jika aku tidak membawamu. ”
Sheena tersenyum untuk mengurangi rasa bersalah suaminya. Barra pun merasa lega Sheena benar-benar istri yang pengertian.
Drrr...
Telephone Sheena bergetar, Dia melihat siapa yang menelphonya.
“Oma? ” Gumam Sheena.
“Angkat aja sayang siapa tau penting. ”
“Hallo, Oma. ”
“Kamu di mana sekarang, Sheena? ”
“Ada di rumah Barra, Oma. ”
“Nanti malam kau harus siap, jangan sampai ada halangan mengerti!? ” Ucap Oma Riana dengan Tegas.
“Ngerti, Oma. ” Sheena menatap Barra dengan rasa gelisah.
“Ada apa? ”Tanya Barra.
__ADS_1
“Oma hanya bertanya aku ada di mana saja.” Sheena menelan salivanya dengan susah payah dia pertama kalinya membohongi Barra.
“Baiklah, sekarang kita istirahat dulu. sini peluk aku! ” Barra merentangkan kedua tangannya Sheena langsung memeluknya
🤍🤍🤍
Malam hari pun tiba..
“Sayang, aku pergi dulu yah? ”
“Iya, Hati-hati di jalan. ” Barra mengangguk.
Setelah menunggu kepergian Barra, Sheena bergegas ke kamar dan bersiap untuk pergi.
Entah apa yang akan terjadi nanti semuanya sudah ia pasrahkan kepada tuhan. Sheena hanya bisa berdoa yang terbaik untuk masa depannya.
🍁🍁🍁
“Pengumuman datang pada malam ini A.S company yaitu pengenalan cucu tunggal dan serah terima ahli waris A.S Company Saham di semua industry akan di umumkan... ”
“Setelah kematian pemegang saham terbesar dan pemilik asli A.S company yang telah tiada. pada hari ini, akan dilakukan pengambil alih oleh ahli waris agar dapat diakui secara sah sebagai pemegang saham baru pada perseroan! Ahli waris telah membuat Surat Keterangan Waris dan akta yang pada pokoknya berisi kesepakatan antara ahli waris terkait dengan jumlah saham almarhum yang diterima oleh ahli waris tunggal. Namun namanya belum tercatat pada Daftar Pemegang Saham perseroan maupun data dalam Daftar Perseroan Kementerian Hukum dan HAM. ” Ucap juru bicara perusahaan.
Semua tamu yang datang menjadi penasaran siapa pemilik perusahaan itu? sekian lamanya perusahaan A.S tak mengadakan acara begitu besar.
“Kira-Kira siapa ahli warisnya?” Tanya Dean kepada kedua sahabatnya.
“Aku juga kurang tau! selama ini mereka hanya di wakili oleh seseorang sekarang ahli warisnya yang akan turun tangan. ” Jawab Revan.
“Kita dengarkan dulu, jangan mengobrol! ” Ucap Barra.
Tidak hanya mereka yang datang Haris dan Rea pun datang di acara tersebut. Rea terus memperhatikan meja Barra dengan kedua sahabatnya.
Abrasam dan Maureen pun turut datang di acara ini, semuanya datang karena undangan di setiap perusahaan merupakan kewajiban.
“Pih, Liat Barra di Sana? ”Tunjuk Maureen di meja Barra dengan kedua sahabatnya.
Abrasam menoleh, melihat putra semata wayangnya juga berada di sini berniat ingin mengajaknya pulang setelah selesai acaranya.
“Nanti kita ajak bicara dia, sudah lama sekali aku tak bertegur sapa dengannya. ” Ucapnya.
Maureen merasa bersalah pada suaminya, dia sudah mengetahui bahwa Anaknya telah menikah dan istrinya juga sedang mengandung. selama ini dia hanya berdiam dan tak ingin mencari tahu siapa Menantunya itu.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...