Dear.

Dear.
7. Nembak..


__ADS_3

Sheena mengangkat kepala, mata nya melihat sekelilingnya. Hingga mata nya dengan mata Barra bertemu mereka menatap dengan lama.


Barra melihat sorot mata Sheena ada kesedihan yang mendalam. jantung nya berdebar-debar sangat kencang, kenapa saat melihatnya merasakan deg-degan.


Sheena tersenyum simpul, entah kenapa dia merasakan ke damaian saat melihat Barra. Hatinya terasa nyaman, untuk pertama kalinya dia lebih agresif dengan seorang pria.


Biasanya pria lah yang akan terus-terusan mendekati dirinya. mencari kesempatan untuk bisa dekat dengan nya. entah kenapa Sheena tergerak hatinya saat melihat Barra untuk pertama kali.


Sheena memutuskan menatap nya, dia beralih ke atas meja. semua minuman telah tersedia di atas meja. Sheena menuangkan minuman soju yang kadarnya rendah.


Minuman yang mengandung alkohol ini tak hanya hadir dengan varian yang beragam, namun juga kadar alkohol yang berbeda-beda pula.


Kadar alkohol yang terdapat pada minuman keras akan mempengaruhi respons tubuh setelah meminumnya. Sheena tidak meminum yang beralkohol kadar tinggi dalam konsentrasi tinggi akan berpotensi untuk mabuk hingga tak sadarkan diri.


Malam ini dia hanya ingin berkumpul dan menenangkan hatinya.


“Shee. .” anggil Antika.


“Apa? ”


“Besok mau berangkat kuliah nggak? ” tanyanya.


“Berangkat aja deh, males di rumah.” ucap Sheena menoleh ke Antika.


“Oke.”


Mereka bertiga tampak Asik mengobrol, tanpa mereka sadari ketiga pria itu juga menyimak obrolan mereka.


Tapi, pria tersebut hanya bisa mendengar kan obrolannya.


“Gimana kalo kita joget?” ucap Gea.


“Boleh, tuh. ” Ucap Antika.


“Mau berjoget dengan kami nggak? ” tanya Gea dan di angguki Antika.


Dean dan Revan langsung menyetujui ajakan dua gadis itu. mereka berjalan ke tengah-tengah lautan manusia. mulai berjoget dan menari-nari hentakan musik keras membangun semangat mereka untuk bernari.


sangking asiknya mereka, tanpa sadari Sheena masih duduk santai bersama Barra.


mereka tampak menatap satu sama lain. Barra berdiri lalu mendekati Sheena, membungkukkan badannya. menatap mata coklat Sheena, mata yang sangat indah.


“Apa kau sering ke sini? ”tanya Barra.


“ Ya! ”


Barra menatap bibir mungil Sheena, bibir yang membuat dirinya mabuk kepayang.


Barra tak tahan saat berlama-lama menatap gadis ini. ingin sekali menyerang dia, tapi mengingat masih di area terbuka dia menahan nya dulu.


Barra duduk di samping Sheena, Sheena hanya melihat nya saja.


“Aku ingin mengajak mu kencan, kapan kau ada waktu? ” tanya Barra.


“Waktu ku banyak, jika kau yang minta...


Aku akan mengatur waktu untuk mu nanti. ” ucap Sheena dengan jarinya yang menggoreskan di dada bidang Barra.


perlakuan Sheena membuat si kecil bangun, Barra menahan sesak di bawah celananya. ingin sekali mengahajar Sheena di atas ranjang dan membuatnya tidak bisa berjalan lagi.


“ jangan sungkan untuk menelpon ku, sayang. ” Barra membelai wajah Sheena yang sangat cantik.


Barra mendekat kan wajahnya, jarinya menyapu bibir Sheena.


Cup~

__ADS_1


“Jangan di sini.” bisik Sheena.


“ Aku sudah tak tahan, apa lagi melihat mu dengan memakai pakaian seksi. di bawah sini sudah ingin masuk sayang. ”


Sheena berdiri, lalu duduk di atas pangkuan Barra.


Barra Terkejut~~


“Jangan mulai, sayang. ”Barra memperingatkan Sheena agar tak memancing dirinya.


He he~ Sheena cengengesan.


Sheena menggoyang kan pantatnya, membuat Barra terpancing dengan kelakuan Sheena.


“Oh.. sh**ttt.!!!


“Why? kau suka seperti ini kan!? ” tanya Sheena.


“Kita lanjut nanti, sayang. ” Sheena turun dari pangkuan Barra, lalu duduk di sebelahnya.


Sahabat-sahabat nya datang dan kedua pria itu. mereka tampak heran dengan ada nya Barra yang duduk di sebelah Sheena. Tapi, mereka tak mau bertanya apa yang mereka lakukan saat di tinggal.


“Shee..” panggil Gea.


“Emm.. kenapa? ” tanya Sheena, menatap Gea yang kecapean.


“Antika mabok parah, kita pulang yuk! ”


“Oh, ya baiklah. ” ucap Sheena.


Revan yang melihat Gea ke susahan berinisiatif untuk menggendong Antika.


“Biar Aku aja yang bawa dia. ” Ucap Revan menunjuk Antika yang sudah meracau.


”Oh,, baiklah Terima kasih. ” Gea melepaskan rangkulan tubuh Antika, Revan langsung membawanya ke luar clubbing.


“Bar, kita pulang aja. ” ucap Dean.


”Baiklah, kau bawa mobilku ini kunci mobilnya.” Barra melemparkan kunci mobil ke Dean.


Mereka keluar bersama dan menuju ke parkiran di mana mobil mereka terparkir.


Barra menepuk bahu Dean dan berbisik di telinga nya. “Gue mau anterin Sheena, nanti aku telpon lu jemput gue. ”


Dean menaikan alis, mereka sudah mulai dekat? kemarin malam ogah-ogahan sekarang mau anterin pulang. memang mulut sama kenyataan tak sejalan.


“Oke, Baiklah. ” Dean masuk ke dalam mobil Barra.


~~


Revan membaringkan tubuh Antika di kursi lalu memasang kan sabuk pengaman.


“Terima kasih. " ucap Gea.


“Sama-sama, dan hati-hati di jalan.” ucap Revan, Gea mengangguk.


“Ge, lu nggak papa Anterin Antika pulang sendirian?” tanya Sheena.


“Antika malam ini mau nginep di rumah gue, bokap nya belum pulang kan.” ucap Gea.


“Ya udah, Aku nggak bisa anterin lu pulang. nggak papa kan? ”


“Nggak papa, gue pulang dulu ya. Byeee Sheena. ”


”Byeee,, Hati-hati ge." ucap Sheena.

__ADS_1


Sheena berjalan menuju mobilnya, saat membuka mobil ada yang menepuk bahunya.


Sheena Menoleh..


“Barra? Ada apa? " tanya Sheena.


“Biar Aku anterin pulang yah? ”


“Aku bisa pulang sendiri. ”


“Nggak baik kalau gadis cantik ini pulang sendirian. ”Ucap Barra, menoel hidung Sheena.


“Bagaimana dengan mobil mu? ” tanya Sheena, mencari keberadaan mobil Barra.


“Nggak apa-apa, sini kunci mobilnya biar aku yang nyetir. ” Barra meraih kunci mobil Sheena di tangannya.


lalu membukakan pintu untuk Sheena terlebih dulu, Barra mengitari mobil lalu masuk ke dalam.


Brakk~ mobil tertutup.


Barra menyalakan mobil lalu melaju dengan dengan kecepatan sedang.


“Barra mau ngapain?” tanya Revan.


“Mau anterin Sheena, Ayo pulang besok aku ada banyak kerjaan.” Dean masuk ke dalam mobil milik Barra.


Revan juga berjalan ke mobilnya, mereka berdua menjalankan mobilnya dan meninggalkan area clubbing.


Di dalam mobil Sheena.


“Di mana rumah mu? ” tanya Barra.


“Perusahaan x. ”


Barra menoleh ke samping, Barra merasa kan Jika Sheena mempunyai masalah. Entah itu masalah apa Tapi, dia tak mau mempertanyakan Sheena.


Saat di perjalanan yang sepi, Barra menepikan mobilnya.


Sheena menatap Barra. “kenapa berhenti? ” tanya Sheena.


“Aku ingin bicara dengan mu.” ucap Barra.


“Tentang?? ”


“Kita.!! ”


“Kita? maksudnya gimana?” tanya Sheena keheranan.


“Aku menyukai mu, bagaimana jika kita menjalin hubungan? ” tanya Barra.


“Kau serius?? ”


“Ya, Bagaimana kau mau? . ”


Sheena menatap Barra, pria yang dia suka menembak dirinya. Sheena menggigit bibir dan menahan nafas saat dia berbicara.


Barra menantikan jawaban dari Sheena. bahkan menatap bibir Sheena jawaban apa yang akan keluar.


“Gimana? Yes Or No? ”


“A-aku.. Aku..


.


.

__ADS_1


.


Bersambung.....


__ADS_2