Dear.

Dear.
22. Cemburu Buta..


__ADS_3

"Bukan urusan lo sialan!!! gue udah memperingati lo kemarin dan masih berani bertemu dengan calon istriku!? " teriak Barra begitu keras lalu mendorong Rama dengan begitu kuat, sheena memeluk tubuh Barra dengan erat menghalangi perkelahian di dalam caffe.


sheena menjadi takut dengan amarah Barra yang begitu besar. "stop! baeby.. " ucapan sheena membuat Barra berhenti memberontak ada rasa senang saat sheena memanggilnya sayang.


"kita pergi dari sini.. " sheena menarik tangan Barra agar keluar dari Caffe dia sangat malu di pertontonkan banyak orang.


Barra molototkan matanya ke Rama. "Aku minta maaf kejadian tak menyenangkan ini Rama, dan aku pamit pergi dulu. " ucap sheena.


"Kamu yakin mau pergi dengan dia? " tanya Rama, matanya menatap tajam Barra. sheena mengangguk mengambil tasnya lalu menarik tangan Barra ke luar caffe.


Rama tidak bisa berkutik saat gadis yang di sukai pergi bersama pria lain. melihat kepergian sheena dan Barra sampai hilang dari pandangan matanya.


sheena dan Barra sudah berada di dalam mobil Barra dan sheena belum juga membuka pembicaraan. mereka berdua terhanyut dalam fikiran nya masing-masing.


sheena menoleh kesamping melihat sorot mata kecemburuan Barra yang begitu besar merasa dirinya paling di cintainya.


Kata orang, cemburu memang hal yang wajar terjadi di antara pasangan. Atau bahkan ada yang bilang cara menunjukkan rasa kasih sayang yang begitu besar kepada pasangan.


Ada dampak positifnya, memang untuk menyadarkan pasangan untuk bisa lebih menghargai sebuah hubungan. Tetapi dampak negatifnya, jika tidak segera didiskusikan bersama akan berdampak pada permasalahan yang semakin banyak.


Dan seringkali permasalahan yang muncul hanya permasalahan yang tidak begitu penting sebenarnya.


“Kamu tau nggak dari beberapa hari aku diem? Aku sangat marah! karna kamu berbohong padaku dan ternyata kau sudah mempunyai wanita lain dan lebih mentingin gadis itu tapi tidak dengan ku?


lebih parahnya lagi kalian sudah bertunangan .” ucap sheena membuka pembicaraan setelah diam beberapa menit di dalam mobil.


Barra menatap sheena dengan sorot mata yang susah untuk di jelaskan.


“Aku cuma mau bilang kalau kemarin aku akui sangat cemburu. Setidaknya kamu hargailah waktu aku jika sudah tidak mau bersama ku setidaknya bicarakan dari awal dan bicara dengan baik-baik menjadi aku itu enggak gampang Barra...” sambung nya lagi.


"sayang aku minta maaf.. ini memang salah ku tidak membicarakan ini dari awal. Tapi, aku benar-benar tidak mencintai gadis itu serius! percaya sama aku yah.!?" ucap Barra menyakinkan Sheena.


sheena menahan untuk tidak menangis di depan Barra, dia tak mau menampakkan kelemahan nya di depan Barra. Sheena membuang muka ke arah jendela menyembunyikan rasa kecewa dan sakit hatinya.


"Hei.. kau kenapa? " Barra meraih tubuh sheena dan memaksa untuk melihat dirinya.

__ADS_1


"kau menangis..? Aku benar-benar minta maaf shee.. aku mohon maafkan aku!? " Ucap Barra dengan memohon kepada sheena agar memaafkan dirinya.


" Kenyataannya memang tak selalu beriringan dengan harapanku, tapi bukan berarti aku harus dilanda keputusasaan. segalanya berakhir karena sesuatu..


aku berharap setelah ini tidak akan pernah mengenalmu lagi Supaya aku tak perlu menginginkanmu dan terpuruk ketika akhirnya kau akan meninggalkanku juga. "setelah mengucapkan itu air mata sheena luruh, dia tak bisa membendung air matanya.


"Hei.. kamu bicara apa? siapa yang akan meninggalkan kan mu! aku tidak akan pernah meninggalkan mu sayang. aku sudah jelaskan kemarin berulang-ulang aku benar-benar tidak ingin perjodohan itu terjadi sayang aku hanya terpaksa. "


"Masalahnya bukan hanya kebohongan saja Barra!!! ini masalah kepercayaan! kau sudah membawaku terbang tinggi dan setelah di atas kau juga menjatuhkan diriku dari ketinggian nya!


jika kau terpaksa atau apa alasannya.. seenggaknya kamu bicara dengan ku kalau kamu akan di jodohkan dengan gadis lain. Agar aku bisa tau diri dengan posisi aku, memposisikan aku akan seperti apa sekarang! " teriak sheena begitu melengking.


Dalam sebuah hubungan, pasti akan ada pasang surutnya. Tergantung pada bagaimana kita menyikapi pasang surut tersebut, hasil akhir dari sebuah hubungan memang tak selalu dapat diprediksi. Terkadang, perpisahan dapat menjadi jalan terbaik bagi keduanya.


Terlebih jika ada satu pihak yang telah menorehkan luka dan rasa sakit hati sedemikian rupa, maka pihak yang lain pasti tak akan gampang memaafkan. Perlu waktu untuk mencerna dan menerima semuanya, untuk lantas berdamai dengan keadaan.


"Tahukah kamu, rasaku amat mendalam, sekalipun ia telah hancur, irisan hatiku masih terukir namamu. aku sudah memberikan hati dengan sepenuhnya, namun yang kudapat sekarang hanyalah goresan luka." ucap sheena dengan lirih, tangannya mengusap air mata dengan kasar.


Barra meraih tengkuk leher sheena dan menciumnya dengan begitu rakus, membungkam mulutnya yang terus berbicara ngelantur. Barra menikmati rasa sensasinya ciuman bersama sheena, dia sangat rindu dengan adegan ini bersamanya.


Umm..!


Tak bisa di bohongi dengan bahasa tubuhnya sheena juga sangat suka dan menantikan hal ini.


Tak hanya itu Barra mencoba membuka ****** ***** sheena di dalam mobil, sheena yang tersadar masih di parkiran caffe mendorong Barra.


"Why?


Hahh Hahh.. Umm.. " sheena mengatur nafasnya.


"ini masih area parkiran caffe!" Barra melihat sekelilingnya lalu tanpa menjawab langsung menyalakan mesin mobilnya dan pergi dari caffe.


di perjalanan nya barra maupun sheena tidak lagi mengobrol. Mereka berpegangan tangan sepanjang perjalanan, sheena juga tidak bisa melepaskan tangannya yang di genggam Barra.


Beberapa menit di perjalanan~

__ADS_1


Mobil terhenti, Barra dan sheena turun dari mobil lalu Barra menggandeng tangan sheena dengan erat.


sheena di bawa oleh Barra ke apartemen pribadinya. mereka masuk ke dalam, bibi mutia yang sedang membersihkan apartemen terhenti saat bos mudanya membawa wanita ke dalam.


bibi sangat terkejut, baru pertama kalinya bos mudanya membawa wanita ke apartemen selama dia bekerja tidak pernah melihat Barra membawa wanita satu pun ke sini.


karena ini apartemen pribadinya, Barra membatasi seseorang yang akan menjadi tamunya. bahkan orang tuanya pun tidak pernah masuk ke dalam.


"Kenapa ke sini? ini apartemen siapa!? " tanya sheena.


"ini Apartemen aku! aku tinggal di sini mulai sekarang. " Ucap Barra, lalu menarik tangan sheena ke dalam kamar utamanya.


setelah membawa sheena ke dalam, Barra keluar kembali dan berjalan mendekat ke arah bibi mutia.


"Bibi hari ini belikan buah yang segar-segar. Ohya ini uangnya. " Barra memberikan beberapa lembar uang merah.


"Buah nya apa ya, tuan. "


"Umm.. apa sajalah bi tapi yang asam manis yah! "


"Oh baik, tuan. " Bibi mutia meletakan lap dan sapunya, lalu berjalan keluar apartemen sendirian.


Setelah kepergian bibi mutia, Barra masuk ke dalam kamar kembali. melihat sheena yang duduk di tepi ranjang, Barra berjalan mendekat lalu merebahkan sheena ke atas ranjang tidurnya.


Akhhhh...!!!


.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2