Dear.

Dear.
15. keluar rumah sakit.


__ADS_3

sheena menatap surat kehamilannya, lalu menghela nafas panjang. sheena bersandar di dinding menatap surat pemeriksaan kehamilan, tak ada raut wajah sedih atau pun marah. dia tersenyum dan menertawakan nasib kehidupannya yang tak beruntung seperti gadis remaja lainnya.


"mengandung janin milik laki-laki yang mempunyai wanita lain? Heh~ " sheena menertawakan dirinya sendiri.


"~Bagaimana jika dia tau kalau aku Hamil mengandung anaknya? bagaimana dengan reaksi wanita itu dan keluarga nya bahwa dia Telah mempunyai anak di perut ku? "


sheena berjalan menuju ke ruangan VIP, meletakan amplop besar dan tasnya di meja lalu membaringkan tubuhnya yang terasa capek. Hari ini memang sangat sibuk sehingga sangat lelah dan letih.


melihat Oma dan dua sahabat nya, hatinya merasa bersyukur dengan adanya mereka. Oma dan kedua sahabat nya lah yang dia punya sekarang dan yang selalu ada dan mensupport dirinya dalam ke adaan terpuruk.


šŸƒšŸƒšŸƒ


beberapa hari berlalu~


kondisi Oma sudah membaik dan sehat seperti sedia kala. ke dua sahabatnya pulang terlebih dahulu, bibi Nai membereskan semua barang-barang dan pakaian. Oma dan sheena siap untuk pulang ke rumah utama. Oma di pindahin ke kursi roda dan sheena mendorongnya dari belakang.


"Ayo! bibi nai sudah siap belum? " tanya sheena.


"sudah, nona sheena. "


mereka berjalan keluar dari ruang rawat inap nya. dan langsung menuju ke depan, mobil yang telah siap dan supir membukakan pintu untuk majikannya.


sheena dan Oma sudah berada di dalam mobil, bibi nai memasukan barang-barang ke dalam bagasi mobil. lalu naik ke dalam mobil, dan duduk di samping pengemudi.


"Oma lihat kamu selalu murung, ada apa shee? cerita sama Oma. " tanya Oma dia merasakan sedih melihat cucunya yang sering melamun dan tak ceria seperti pertama kali pulang ke rumah.


"Sheena, Baik Oma. Hanya saja sheena merasa lelah dan capek saja. Oma tak usah khawatir dengan sheena, aku baik-baik saja. "


"kamu gadis yang baik, Oma sayang banget sama kamu. jangan bersedih lagi ya sayang ada Oma yang akan selalu ada untuk kamu. jadilah gadis kuat, pemberani dan mandiri. "


"iya, Oma. sheena akan menjadi gadis yang kuat biar bisa melindungi Oma. "


sheena memeluk Oma dengan erat, sheena mulai berfikir ke depannya dan ingin menata kembali kepingan yang telah berserakan untuk ia satukan kembali.


sorot mata tajamnya, seperti ingin melubangi kepala seseorang.


šŸƒšŸƒšŸƒ


Oma dan Sheena sudah sampai di rumah utama. sheena berhenti berjalan lalu memutar tubuhnya menghadap ke Bibi Nai.


"Bibi Nai, siapakan makanan yang sehat. mulai sekarang kurangi masak yang berminyak. "


"Baik, Nona sheena. "


"Ohya.. Ada lagi! stok buah dan sayur-sayuran segar. Besok harus ada Buah yang bisa aku makan. "


"Maaf, Nona ingin buah yang seperti apa? agar bibi tidak salah membeli. "


"Banyakin buah yang mengandung air, Bibi yang atur saja nanti. "


"Baik, Nona. "


sheena mendorong Oma nya menuju ke ruang tamu. pelayan membatu untuk pindahin Oma ke sofa panjang agar Oma bisa duduk lebih leluasa.

__ADS_1


"Oma istirahat di sini, sheena mau naik ke atas dulu mau mandi. Nanti Sheena turun dan kita makan bareng "


"iya, sayang. "


sheena Naik ke lantai atas, berjalan menuju kamar tidurnya. meletakan tas, dia mencari sesuatu di dalam tas. mencari surat pemeriksaan untuk di simpan ke tempat yang aman.


"Kok nggak ada? waktu itu aku masukin di dalam tas deh.! "


sheena terus mencari keberadaan surat pemeriksaan kehamilan.


"Apa ketinggalan yah? "


sheena berhenti mencari suratnya, dia masuk ke dalam kamar mandi tubuhnya sudah terasa lengket ingin segera mandi.


Beberapa menit, sheena keluar dari kamar mandi sekarang terasa segar setelah mandi.


sheena memakai pakaian santai yang agak kebesaran ingin berlanjut mencari suratnya, tapi tidak ketemu juga.


sheena sampai putus asa surat itu sangat penting, tapi bagaimana lagi suratnya sudah hilang. jika ketinggalan itu tidak mungkin, pasti bibi nai akan bilang karena dia lah yang membereskan kamar inapnya.


sheena turun ke bawah, dia berjalan sambil memikirkan surat nya ada rasa cemas dan gelisah jika Oma tau pasti akan sedih.


"Nona."


"Huh? iya kenapa bi. "


"makanan sudah siap, Nona. "


"Baik, nona. "


sheena langsung duduk di meja makan, melihat semua menu yang di sajikan di atas meja. semua makanan sehat dan tentunya bergizi, sheena mengelus perutnya.


"Mommy kasih makan yang sehat untuk kamu nak, agar kamu sehat dan kuat di dalam perut Mommy. " ucap sheena dalam hati.


Oma datang bersama Bibi Nai.


"Oma.. "


" Banyak sekali makanan di meja? " tanya Oma.


" Tidak apa-apa makan yang banyak Oma, biar Oma kuat dan sehat agar bisa jalan lagi. "


"Oma tidak bisa makan banyak sayang. "


sheena tersenyum lalu mengambil makanan untuk Oma nya. lalu mengambil untuk di piringnya sendiri.


sheena dan Oma memulai makan, tidak ada Obrolan lagi sheena sangat suka dengan masakan yang di hidangkan. sekarang, porsi makan Sheena lebih banyak dari sebelumnya.


šŸƒšŸƒšŸƒ


Di belahan lain~


Di Kediaman Keluarga Abrasam El Barra.

__ADS_1


ke dua orang tuanya mendiskusikan acara pernikahan Barra yang akan di selenggarakan besok.


"Bagaimana persiapan tempat acaranya mi? " tanya Abrasam.


"Sudah 90% pi kata WO nya, besok tinggal acaranya. "


"Barra, mulai hari ini kamu tidak usah bekerja sampai satu minggu. kamu harus istirahat cukup, besok acara pernikahan kamu sama Rara. "


Barra terdiam.


"Barra? " tanya Maureen.


"Ya, mi kenapa? "


"papi kamu sedang bicara sama kamu nak, kenapa diam saja? "


"Barra denger! "


"Jangan sampai mengecewakan papi, Barra. perjodohan ini sangat berarti, keluarga Rara sangat terpandang jika dua keluarga ini bersatu akan menjadi keluarga yang besar. "


"Iya.! "


Barra bangkit dari duduk nya.


"Kamu mau kemana, Nak? " tanya Maureen.


"Barra mau ke kamar.! "


"Baiklah! istirahat jangan capek-capek sayang. "


Barra berjalan meninggalkan ke dua orang tuanya di ruang tamu.


Argghhh.!!!


Barra menjambak rambutnya dengan kasar perjodohan tidak bisa dihindari. terpaksa harus menerima nya dengan berat.


Barra duduk di atas ranjang meraih handphone, menatap foto sheena yang di jadikan wallpaper di layar handphone nya.


"kamu di mana sayang? " Barra mengelus foto sheena. melihat galeri foto yang penuh dengan foto sheena, banyak sekali foto -foto sheena dengan memakai baju sexy. membuat Barra menjadi rindu dengan kekasih nya itu.


"Kamu pasti kecewakan? walaupun sebentar lagi aku akan menjadi suami wanita lain, kamu tetap di hatiku sayang. kamu tidak akan tergantikan dengan wanita manapun.!! "


Barra mencurahkan hatinya, dia benar-benar sangat rindu dengan sheena. wanita pertama yang telah berani mendekati dirinya tanpa takut, dan wanita pertama yang ada di hatinya.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2