Dear.

Dear.
58. Terungkap


__ADS_3

Satu tahun lamanya, Opa dan Oma Sheena terus mencari keberadaan menantu dan cucunya yang pergi meninggalkan rumah yang di bangun bersama Haris. Semenjak kejadian datangnya Rea, Angel pergi dengan Sheena yang masih duduk di sekolah dasar.


Sampai kabar keberadaan mereka telah di ketahui, tak menyangka mereka melihat kondisi menantu kesayangan Riana telah terbujur kaku di atas ranjang tidur sedangkan Sheena menangis di samping ibunya.


Dia menyesal baru mengetahui keberadaan nya. Hingga kabar kematian menantunya membuatnya tak bisa berkata-kata lagi.


“Sheena? ” Panggil Oma Riana.


“Oma? ” Sheena menoleh, menatap Omanya dengan mata yang sembab dan suara pun serak.


“Maaf kan Oma, Oma baru mengetahui kalian ada di sini. ”Ucapnya seraya memeluk Sheena, Riana tak kuat menahan tangis, air mata pun luruh dengan deras.


“Aku sudah memerintahkan seseorang untuk makamkan Angel. Hari ini juga harus selesai di makamkan. ”


“Bagaimana jika mengabari Haris terlebih dulu? ”


“Tidak perlu!! dia juga jangan sampai tau kalau Angel sudah tiada. ”


Riana pun hanya menuruti apa kata suaminya, Beberapa orang pun masuk ke dalam dan memulai prosesi untuk makamkan Angel.


Setelah selesai di makamkan, Mereka pergi meninggalkan pemakaman.


Di dalam mobil...


“Sheena, mama sudah tidak ada sekarang Sheena ikut Oma dan Opa di kota yah? Jangan khawatir Oma tidak akan membiarkan Papamu tau keberadaanmu dengan Oma dan Opa. ”


Sheena mengangguk, “Apa Sheena masih bisa bertemu mamah? ”


“Bisa sayang, kapan pun yang kamu mau Oma mempersilahkan. ”


Ardi menahan Amarah, mengetahui anaknya berhubungan lagi dengan wanita itu lagi, Ardi terus mengepalkan tangannya.


“Wanita itu terus bergentayangan di kehidupan kita. entah bagaimana caranya agar siluman itu lenyap!? ”


“Aku sudah memperingati Haris agar tidak lagi bersama Rea. Tapi susah sekali untuk membuatnya mengerti! Angel terus dibuatnya sakit hati dengan berulang-ulang aku tidak mengerti jalan fikirnya. ”


“Sudah bagus kita sembunyikan rahasia kita. Riana, cepat atau lambat kita harus bikin surat ahli waris dengan nama Sheena semuanya harus nama dia! kau mengerti?! ”


”Aku mengerti! ”


“Umur tidak ada yang tahu, entah kamu atau aku duluan yang tidak ada. kita beri semua hartanya hanya untuk Sheena. aku khawatir siluman itu juga ingin menguasai harta kita. ”


Flashback Of.


“Aku bersyukur pada saat bersamaan aku bertemu dengan Opa dan Oma. Mereka membawaku di kediamannya setelah kepergian mamaku untuk selamanya. Aku bersumpah atas kematikan mamaku, Aku akan membalas orang-orang yang telah menghancurkan duniaku... ”

__ADS_1


“..Hari ini, sumpahku akan terwujud. ”Sheena menyeringai, sikap arogannya terlihat kembali. Senyum sinisnya merupakan pertanda buruk! Kali ini, Sheena benar-benar ingin melihat wanita jahat itu mendapatkan balasan setimpal.


Sheena mengekspresikan rasa tidak suka terhadap Rea, senyum tipis disertai tatapan mata yang memberikan tampilan jijik.


“Tuan Haris, apakah kau bodoh dan buta? Kau selama belasan tahun memberikan kemewahan untuk mereka. Tapi, apakah kau yakin jika Rara adalah anak kandungmu?. . ”


“.. Kau rela meninggalkan mamaku dan aku di kala itu hanya demi dia? mengabaikanku dan mamaku sehingga ajal datang membawa mamaku. Aku rasa kau orang terbodoh yang pernah aku tau! Tuan Haris, dalam nyata kau memang papa kandungku. Tapi aku tak sudi kalau kau adalah papaku, persetanan hubungan aku dan kau telah berakhir pada saat kau pergi dengan dia yang berdalih sedang mengandung anakmu! ”


“Astaga! kenapa dengan keluarga itu? ”


“Tak menyangka mereka begitu keji, apa lagi dengan wanita itu! dari aura wajahnya saja sudah ketebak bukan wanita baik-baik. ”


Bisik-bisik pun mulai terdengar di telinga mereka, Haris dan Rea tak bisa berkutik di kala Sheena terus menceritakan masa lalunya yang kelam.


Haris membeku, entah kenapa hatinya sangat sakit melihat anak yang ia abaikan belasan tahun bahkan sering ia tak ingat keberadaanya.


“Angel meninggal? ” Haris terkejut, padangannya mendadak kosong mengingat wanita yang ia abaikan sudah tiada?


Haris menatap anak perempuannya yang kini berdiri di atas sana dan memanggil dirinya Tuan? Aku ayah kandungnya, kenapa dia memanggil ku seperti orang lain bahkan kaliamat tak pantas pun ia keluarkan. Apakah aku menggores luka begitu dalam?


Rea pun begitu tegang, tak menyangka dia masih hidup. “Aku menyesal membiarkan dia hidup bebas!!! ” Ucap Rea dalam hati.


Semua orang menatap sepasang suami istri itu dengan pandangan menghina. Haris tak tahan dengan situasi seperti ini. kenapa hal seperti ini kembali terulang.


“Aku tidak menyangka jika Istrimu anak pak Haris, Barra? ”


“Maafkan aku untuk tamu yang sudah datang maaf dengan kejadian ini di acara yang seharusnya menikmati acaranya malah menjadi seperti ini dengan situasi yang tak baik. Bicaraku sampai di sini saja kalian nikmatilah acaranya, sekali lagi aku minta maaf dan selamat malam. ”


Setelah mengatakan itu di atas sana, Sheena turun dari podium dan pergi meninggalkan Aula perusahaan.


“Jadi, dia anak Haris? ” Ucap Maureen dengan lirih, tak sengaja ucapannya terdengar oleh suaminya.


“Apa kau mengenal dia? ”


“Aku pernah bertemu sekali di apartment Barra pi. ” Abrasam terheran.


“Apartment Barra? ”


“Ya! nanti kita bicarakan di rumah. ”


“Baiklah.”


Melihat Sheena sudah turun dari podium, dia langsung berdiri. “Mau kemana? ” Tanya Revan.


“Aku mau temui Sheena, aku pergi dulu. ”

__ADS_1


”Hati-hati, Bar! ” Barra hanya memberikan tanda ok! lalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


Sedangkan Oma Riana terus kepikiran cucunya tapi tak bisa mengejarnya karena harus stay di dalam acara.


🍁🍁🍁


Barra mencari keberadaan Sheena, matanya melihat kekanan dan kekiri mencari kemana arah istrinya berjalan.


Sedangkan Sheena telah berada di dalam mobil sports nya. Setelah menahan tangis di sepanjang acara, dan sekarang tak bisa membendungnya lagi air matanya jatuh dengan deras, entah ini sudah berakhir atau belum setidaknya ia telah membuang unek-uneknya.


Sheena menangis sesenggukan, dia terus menekan dadanya yang terasa begitu sakit.


Setelah mereda, Sheena mengusap air matanya dengan kasar lalu menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan area perusahaan.


Barra yang frustasi mencari istrinya, mencoba menelpon Sheena. Tapi tak di angkat juga oleh istrinya.


”Kamu di mana sayang? Ayo! angkat telephone nya. ”Barra terus berjalan menelusuri area perusahaan dan berakhir di parkiran mobil.


Sheena menatap handphonya, dia rasa butuh kesendirian malam ini. Sheena meraih handphonya lalu menekan tombol Off.


Sepanjang Jalan Sheena hanya terdiam, menikmati jalanan yang sepi dengan diiringi sebuah lagu.


🌧🌧🌧


Rintik hujan pun turun ke bumi, Sheena memandang langit yang hitam seperti melihat kenangan yang tak akan terulang kembali. Seperti pepatah berkata, “Air hujan terbuat dari satu persen air dan 99 lainnya adalah kenangan. ”


Menatap hujan dari balik jendela mobil sembari membayangkan masa lalu, tanpa sadar membuat air mata turun kembali. Sheena seperti melihat kilasan momen di masa lalu yang indah, tetapi kini berakhir dengan pahit.


Entah kenapa membuat hatinya bak teriris pilu. Namun, itu adalah proses yang harus diselesaikan agar menjadi pribadi yang makin kuat.


“Aku berharap esok kau mengingat tentang aku, bahwa aku bukan Sheena yang dulu!”


Sekarang Sheena telah sampai di pinggiran kota di mana tempat yang tak bisa di jangkau orang lain. Sheena masuk ke dalam rumah yang ia bangun sendiri di mana rumah untuk ia menyendiri dan menghilangkan semua kesedihan di dalam hatinya.


Dia begitu merasa kesepian, sering kali terbayang dan merindukan adanya sosok seorang ibu di sisinya.


Malam semakin larut, Mata semakin bengkak dan merasakan lelah yang terus menangis. Sheena memejamkan mata dan tak sadar ia tertidur di atas sofa. malam yang bagitu sunyi tanpa ada yang menemani, meringkuk sendirian di atas sofa begitu malangnya kehidupan Sheena.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


Hallo apa kabar para readers🥰


Suka nggak dengan ceritanya? Monoton nggak dengan alur ceritanya? komen di bawah ya guys.


__ADS_2