
Barra dan ke dua temannya berada di dalam mobil mereka menuju ke apartemen Dean. Barra tak ingin di bawa ke rumah sakit dan tak mau pulang juga ke rumah orang tuanya.
suasana hatinya sangat kacau hari ini, sudah di hajar habis-habisan sama sahabat kekasihnya, pernikahannya batal dan calon istrinya juga seorang gadis yang tak lagi suci. lengkap sudah karma yang telah di berikan oleh tuhan.
Dean melihat di kaca tengah, melihat Barra yang sedang merasakan kesedihan. Revan dan Dean hanya terdiam saja, memberi ruang untuk Barra yang sedang menerima kenyataan pahit.
ššš
Barra dan kedua temannya telah sampai di apartemen, mereka duduk di ruang tamu. Barra masih terdiam, menyentuh bibirnya yang mengeluarkan darah wajahnya penuh dengan lebam.
"Lo yakin nggak mau ke rumah sakit? " tanya Dean.
" Nggak usah! sstt Ambilin batu es.! " ucap Barra, mendesis.
Revan langsung mengambilkan batu es untuk Mengompres wajah Barra. Dan kotak obat untuk di oleskan luka-luka yang di wajah.
"Gadis itu, benar-benar seperti seorang petinju!? " ucap Dean, kagum dengan sosok Gea yang sangat berani merusak di tengah acara pernikahan Barra dan di lihat banyak orang di Ballroom Hotel.
"Aku rasa dia benar-benar gadis petinju! " ucap Revan tiba-tiba, Dean menoleh kearah nya.
"jika dia bukan sahabat sheena, sudah pasti aku akan membalas menghajar nya. "
"Hei! jangan salahkan dia, kau memang pantas untuk di hajar. "
" kenapa lo malah bela gadis itu? atau jangan-jangan lo suka dengan gadis itu? " tanya Revan.
Barra sibuk Mengompres wajahnya, dia merintih kesakitan. " sebenarnya ada apa dengan hubungan kalian? tidak mungkin kan kalau tidak ada masalah besar. kalau hanya meninggalkan sheena karena kamu menikah dengan Rara.!? "ucap Revan di angguki Dean, Dean setuju dengan pertanyaan Revan.
" Dan apa yang dia lempar? " tanya Dean penasaran.
"sheena hamil! dia sedang mengandung anakku. makanya gadis itu marah sampai meledak-ledak. "
"Damn it.!! "
"Lo gila?..." tanya Dean "Lo seperti laki-laki pecundang tau nggak!! " imbuhnya.
"Sekarang, bagaimana dengan gadis itu? aku nggak habis pikir dengan otakmu itu! " ucap Dean.
Barra langsung terpancing dengan omongan Dean, dia berdiri lalu menarik baju Dean.
"Lo kira gue mau nikah dengan gadis sialan itu hah? gue juga sudah berusaha menghindari tapi gue nggak ada kuasa untuk menolak! brengsek!"
"sudah!!!" Ucap Revan melerai mereka, Barra ingin melayangkan pukulan tapi Revan menahannya.
"Masalah tidak akan selesai kalau dengan otot Barra! seharusnya lo memikirkan bagaimana lo harus bertanggung jawab atas apa yang lo perbuat dengan anak gadis
orang! "
Barra kini tersadar dia duduk di sofa dengan lemas. Dean juga merasa bersalah telah berbicara keterlaluan dengan Barra.
" lebih baik lo datengin ke rumahnya dan temui dia. " Ucap Dean memberi saran.
__ADS_1
Barra menatap Dean, ada benarnya juga datangi ke rumah sheena. kalau hanya di telepon tidak akan mungkin di angkat oleh dia.
Barra berdiri ingin pergi kembali, tapi Revan mencekal tangan Barra. " obati dulu luka lu, jangan terburu-buru Bar. "
Barra menurut dia duduk kembali dan mengolesi salep di wajahnya.
ššš
Setelah menghajar Barra, Gea pergi ke sebuah caffe di mana sheena dan Antika berada. Gea merubah ekpresi nya, Gea menyembunyikan perasaan marahnya karena Barra, laki-laki yang telah menyakiti hati sahabatnya. Gea memang lebih gesit dari pada sheena, Gea langsung mencari tau siapa Barra dan latar belakang keluarga nya.
Gea juga tau bahwa hari ini Barra akan menikah dengan wanita lain, karena gea sangat kasian dan sayang dengan sheena. Dia rela berbuat apa pun untuk melindungi sahabatnya itu. Merusak acara pernikahan Barra di tengah-tengah orang banyak dia tak gentar! dia bisa menghadapi semua orang yang telah menyakiti sahabatnya itu.
"Gea? kenapa lama banget sih? " tanya Antika.
"Oh,, aku tadi rencana mau beli buah-buahan tapi ketemu sama orang rese. "
"Di mana? " tanya Antika.
"toko buah.! "
"Toko yang mana? " tanyanya lagi.
"Ah.. lu kepo banget deh! udah di jawab juga. " kesel gea.
"Yee.. gitu aja sewot.. "
"Udahh! kenapa sih kalian selalu aja ribut.! "
"Tau tuh Antika udah di jawab masih aja tanya sampai ke akar-akarnya kesel gue... " ucap Gea dengan raut wajah masamnya.
"kenapa tuh muka kek gitu-gitu? "
"Apa sih!!!"
"Udah stop! Dieem,,sudah oke!?" Antika dan Gea terdiam saat sheena sudah berteriak kencang.
sheena berdiri~
"Mau kemana? " tanya Gea.
"Aku mau ke toilet. "
"Oh.. "
sheena berjalan menuju ke toilet di tengah-tengah perjalanan nya dia menabrak seseorang.
Brukk~~
"Aduh sorry..!? " ucap sheena lalu membersihkan baju pria yang dia tabrak. pria itu tak berbicara sedikitpun, dia asik menatap sheena yang sibuk membersihkan bajunya.
setelah di bersihkan sheena menatap pria yang tak sengaja dia tabrak. pandangan mereka bertemu sheena memiringkan kepalanya lalu tersenyum.
__ADS_1
"Kita bertemu kembali, Nona!? "
"Woahh.. ha ha. . pertama bertemu kamu yang menabrak ku? sekarang aku yang menabrak mu! " ucap sheena tertawa.
"tidak apa! mungkin kita berjodoh!? " ucap Rama, sheena hanya tersenyum tipis saat Rama berbicara seperti itu.
"Oh ya.. Aku mau ke toilet, aku tinggal dulu yah? '' ucap sheena..
" Oh iya silahkan. "Rama menyingkir memberikan jalan untuk sheena.
Rama menatap sheena sampai masuk ke dalam ruangan toilet wanita. Dia sengaja menunggu sheena di mana dia berdiri. Dia sangat penasaran dengan sosok sheena yang tidak terpana saat awal bertemu sampai sekarang. bahkan tidak menghubungi dia saat mengganti handphone.
Di Luar sana banyak sekali gadis-gadis muda dan para wanita di kantor nya mengidolakan dirinya bahkan selalu mencari perhatian dari nya. Tapi, sheena tidak terpesona sedikit pun bahkan seperti biasa saja terhadap dirinya.
" siapa sebenarnya dia? aku penasaran sekali dengan gadis satu itu. " Ucap Rama dengan senyuman manisnya. matanya masih melihat ke arah toilet.
selang beberapa menit sheena keluar dari toilet dia berjalan sambil merapikan pakaian nya yang agak berantakan.
saat pandangan nya kedepan sheena melihat Rama yang masih berdiri di tempat. sheena berhenti tepat di depan Rama.
"masih di sini? nungguin siapa pacarnya ya!? " tanya sheena, lalu melihat ke belakang siapa wanita yang di tungguin rama.
"Tidak! aku nungguin kamu!? "
"Aku?.. " sheena menunjuk diri nya sendiri.
"Emm.. boleh ngobrol-ngobrol sambil makan atau minum nggak? "
sheena menatap Rama dengan sedikit ragu.
"Umm.. aku di sini bersama kedua sahabatku. kalau ingin bergabung boleh aja kok. "
"ya udah nggak apa-apa. "
mereka berjalan beriringan Gea dan Antika yang melihat dari kejauhan merasa heran dengan dia. kenapa bersama pria yang waktu itu menabrak sheena di rumah sakit.
"Bukannya itu pria yang menabrak sheena!? " tanya Gea.
"pria itu? kenapa bisa sheena bertemu dengan dia? '' tanya Antika.
" Aku juga tidak tau.. "
.
.
.
.
Bersambung..
__ADS_1