Dear.

Dear.
28. Olahraga panas.


__ADS_3

Keesokan pagi~


Barra dan sheena masih tertidur lelap di atas ranjang keduanya keadaan tanpa memakai sehelai pakaian.


sheena membuka matanya, mengucek matanya agar terlihat jelas. melihat wajah tampan Barra yang damai membuat sheena tersenyum mengembang di pagi hari.


Setelah puas melihat wajahnya sheena mendekatkan wajahnya ke wajah Barra, satu ciuman mendarat di bibir suaminya.


"Kamu berani mencuri ciuman di pagi hari? "ucap Barra tiba-tiba.


sheena terlojak kaget dia seperti pencuri yang ketakutan setelah terpergok oleh pemiliknya.


" Kamu sudah bangun? "tanya sheena.


" Emm. .Aku terbangun karena ada seorang pencuri ciuman di pagi hari. "


"A-aku ~


Belum selesai dengan bicaranya, Sheena terdiam saat bibir Barra mendaratkan di bibir nya. Adegan kiss di pagi hari membuat gairah Barra begitu bersemangat.


"Aghh.. Aghh..


Barra menekankan kepala sheena agar lebih dalam lagi. setelah puas beberapa menit mencumbu sheena, Barra duduk berdiam. sekarang giliran sheena yang memberikan service kilat Agar Barra tak akan dapat melupakan momen manis bersama nya. sheena duduk tepat di atas pangkuan Barra dia merasakan di bawahnya seperti di tusuk.


"beri aku jeda sebentar. " pinta Barra.


Sheena tak mau mendengarkan pintanya, nafsu sudah memuncak. Sheena terus-terusan menggoyangkan pantatnya sehingga phyton kembali berdiri tegak.


Sheena mengeluarkan suara khas dan erangan yang begitu menggoda. Barra menatap istrinya yang sudah Orgasme dengan goyangannya Barra mendesis menikmati.


Sheena membuka lebar kakinya, dan mengangkat tubuhnya. memegang batang nya si phyton yang sudah membesar dan lebih keras lalu memasukkan lubang sempitnya sendiri.


Barra terkejut dengan Apa yang dia lihat istrinya sangat bersemangat dan lebih agresif, tak lagi malu-malu dengan nya.


" Kau ingin melakukan sendiri? " tanya Barra, sheena menatap mata Barra.


" ini sangat besar! kenapa susah sekali untuk masuk ke sini. " tanya alesha menunjuk bagian tubuh bawahnya.


Barra mengangkat tubuh sheena,memasukan phyton ke dalam lubang sempit istrinya. sebelum itu dia menggesek dulu bagian biji kacang sampai mengeluarkan cairan. Dengan satu hentakan phyton masuk ke dalam lubang.


"Akhhh.. ~


"Aaahh... baeby..!! percepat sedikit. " Sheena menggoyang kan pantatnya mempercepat. erangan- erangan Barra membuat gairah sheena bangkit menuntut lebih dan ingin mendapatkan kenikmatan yang lebih.

__ADS_1


Dia menggoyang kan pinggulnya dan tangannya merangkul bahu Barra.


"Umm.. Umm.. "


"Kau sangat lihai sekali, sayang. " ucap Barra.


"Kau suka.?? "


"Emm.. Ahhh. iya sangat suka. percepat lagi goyangnya. " tangannya menabok pantat sheena dan meremas dengan gemas.


"Ohh..Ohhh..


Mereka menautkan Tangannya..


sheena mempercepat lagi goyangan nya.


Tak lama dia merasakan lemas, Barra mengangkat tubuh sheena lalu berganti dia yang memaju mundurkan phyton.


"Aaahhhh.. Aaahhh..


sangking ganasnya Barra membuat sheena merasakan kenikmatan yang tak ada duanya.


Cairan kental memasuki bibir-bibir lubang sempit sheena. Mereka berdua merasakan lemas, sheena ambruk di atas tubuh Barra dengan nafas yang ngos-ngosan.


Di lantai bawah Oma dan Bibi Nai menunggu kedatangan sheena dan Barra untuk sarapan pagi bersama. Oma yang mengerti dengan mereka ingin sarapan duluan.


" Nyonya.. Apa nyonya tidak menunggu nona sheena dulu dan Aden Barra? "


"Nai.. mereka semalam baru saja menjadi pengantin baru. Kamu sudah tau lah apa yang sedang mereka lakukan? biarkan saja mereka nanti kalau lapar akan turun sendiri untuk sarapan. "


"Baik, Nyonya. "


Oma makan sarapan hanya di temani Bibi Nai. "Kamu sudah sarapan belom? " tanya Oma .


"Belum nyonya , saya nanti saja. "


"Duduk dan temani aku sarapan! kenapa harus nanti . " Bibi nai tak mau membantah perintah nyonya nya dan langsung duduk berdampingan dengan majikannya itu.


Oma dan Bibi nai mulai memakan makanan nya yang ada diatas meja makan. mereka berdua sangat kompak dan tak seperti Art dan Bos.


Tak lama kemudian Barra dan sheena turun dari lantai atas, sheena turun dengan begitu hati-hati.


Saat mereka sampai di ruang makan mereka langsung duduk di meja makan. Melihat bibi Nai dan Oma sarapan duluan.

__ADS_1


''Oma sama Bibi kok sarapan duluan? nggak nunggu kita. "tanya sheena.


Bibi nai menatap nona sheena lalu beralih menatap Nyonya nya. " Kau lama! Oma sudah lapar sedari tadi menunggu kalian turun. "


Sheena menatap Oma nya yang berbicara tanpa menatap dirinya. Tak mau berdebat di pagi hari sheena mengambilkan sarapan untuk suaminya Barra.


"Terima kasih, sayang. "


"Sama-sama, selamat makan. "


Beberapa menit mereka makan dalam diam, akhirnya mereka telah selesai makan.


"Oma? " panggil Barra.


"Ya? Ada apa. "


"Um.. Aku sama sheena ingin menginap di apartemen Nanti malam selama dua hari boleh nggak Barra ajak sheena untuk menginap di sana?. "


Oma sempat terdiam beberapa detik lalu mengangguk mengiyakan.


"Terima kasih, Oma. "


"Sama-sama, jaga baik-baik kalian yah. "


"Iya Oma. Ohya kita akan berangkat sekarang. Oma jaga baik-baik di rumah yah? "


"Iya sayang.. jangan lupa bikinin cicit untuk Oma."


"Siap.. Ya sudah kita pergi dulu ya Oma. " Sheena pamitan untuk pergi bersama Barra .


"Ya. jaga diri kalian baik-baik. "


sheena mengangkat jempol nya , mereka berjalan keluar menuju halaman rumah. saat mereka sudah berada di dalam mobil sheena tak lupa melambaikan tangannya. Oma pun membalas lambaian tangan cucunya dengan tersenyum.


.


.


.


.


šŸƒšŸƒšŸƒ

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2