
Dalam perjalanan menuju rumah, Barra terus mengembangkan senyum manisnya. Dia tidak bisa membayangkan hangatnya akan pelukan istrinya. beberapa hari tak melihat nya rasanya sangat lama dan menahan gejolak rindu yang ia tahan.
Sampai di rumah Oma, Barra mengambil kotak berisi cincin dan buket bunga mawar.
Sesampainya dia di ruang tamu, Barra mengerutkan keningnya saat melihat kedua sahabat Sheena sedang bermain handphone.
”Kalian, Apa yang kau lakukan di sini? Di mana Sheena.”
”Barra, kau sudah pulang?”
”Iya, dan di mana Sheena?"
”Dia.. ada di dalam kamarnya.”
”Kalian menginap di sini?”
”Ah..ya .Kami kangen dengan Oma. jadi, kita menginap selama kau pergi ”Gea menggaruk lehernya yang tak gatal.
”Oh.. aku akan ke atas menemui Sheena. Kalian? tidur di mana?”
”Kita.. tidur di kamar sebelah Sheena.” Barra mengangguk.
Barra melanjutkan langkah nya dan pergi meninggalkan kedua sahabat istrinya di ruang tamu.
Barra membuka pintu kamarnya dan melihat tubuh mungil istrinya yang meringkuk di atas ranjang.
Barra menutup kembali pintu dan melangkah mendekati Sheena. Duduk di samping dan membelai rambutnya lalu ia mengecup kening sangat lama.
Hingga Sheena yang tertidur pulas terbangun karena kecupan manis di keningnya. Sheena mengerjapkan matanya dan melihat wajah suaminya yang terlalu dekat.
”Barra, kau pulang?”
”Apa aku mengganggu tidur pulasmu?” Sheena menggeleng.
”Aku kangen.”
”ini.. ” Barra memberikan kotak cincin dan buket bunga. Sheena membuka mulutnya hingga ia menutupinya dengan tangan.
”Buat aku?” Sheena menunjuk dirinya sendiri .
”Iya, biar aku pasangkan.”
Barra memasangkan cincin nya ke jari Sheena lalu menciumnya.
”Thank you, sayang."
Mereka berpelukan dengan erat, Barra yang sangat rindu dengan Sheena membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
“Apa kau suka dengan cincinnya? “Tanya Barra.
“Aku suka. “
__ADS_1
“Ohya, bukannya kau bilang besok pulangnya? kenapa tiba-tiba pulang tak memberitahu Aku? “
“Apa kau tak suka jika suami mu ini pulang lebih awal? “
“Bukan, Bukan begitu. Aku pikir kau akan pulang besok jadi Aku .. “
“Ssttt .. Aku ini tidak bisa jauh dari kamu. Kau tau? Aku mempersingkat pekerjaannya agar kau di sini tak merasa kesepian. “
“Ah.. sosweet banget sih kamu.. "Sheena tersenyum, dia mendadak salting dengan gombalan suaminya itu.
“Ohya, temen kamu menginap di sini apa tidak di cari sama orang tuanya? “
“Mereka sudah terbiasa menginap di sini. dan juga orang tua mereka sangat sibuk dengan pekerjaannya sehingga membebaskan mereka kemanapun yang mereka mau. Tapi, bukan berarti mereka tidak di perhatikan oleh orang tua nya. "
Barra mengangguk.. Dia menatap mata Sheena tanpa berkedip membuat Sheena tak tahan dengan tatapan nya.
“Sayang.. “
“Hmh.. kenapa? “
“Kenapa kau menatap ku seperti itu? “Tanya Sheena, dia tidak tahan dengan tatapan mata nya.
“Kenapa kau semakin hari semakin cantik? Juga.. tubuh bagian ini menjadi lebih sangat besar? “Kata Barra, menunjukkan ke bagian dadanya yang sangat besar.
Sheena melihat yang di tunjuk suaminya, dia juga baru menyadari jika gunung kembar nya membengkak dan lebih besar dari sebelumnya.
“Kau selalu perhatikan ini? “
Mencium bibirnya yang merah merona, Sheena di serang dengan menggunakan lidah Barra. mulutnya penuh dengan lidah suaminya. Barra mencium bibir sheena, memaksa sheena untuk membuka mulutnya, lidahnya langsung menerobos mulutnya.
Barra yang sangat lihai memainkan lidah di mulut sheena membuat lawannya terbuai. Barra menyentuh leher, lalu tangan satunya menyentuh tubuh bagian kanan dan kirinya. Dia merangkul tubuh sheena agar tetap dekat dengan dirinya.
Barra meyesap lalu menggigit lehernya, mereka berciuman dengan sangat agresif. Sheena berpegangan le bahu Barra, lalu kakinya membelitkan di pinggangnya.
mereka melakukan french kiss, ciuman yang intens dan penuh gairah. Barra memberikan kecupan manis di leher sheena membuat gairahnya bangkit.
Barra dan sheena menyudahi ciuman membaranya, dan sheena menetralisir kan nafasnya.
Mata mereka beradu pandang, barra menatap mata sheena dengan dalam. Barra membuka Bajunya lalu membuangnya ke sembarang arah. membuka celana dan pakaian yang melekat di tubuhnya. lalu beralih ke Sheena, dia membuka semua pakaian sekarang mereka benar-benar tak memakai kain sehelai pun di tubuhnya.
Barra mengawalinya dengan meremas gunung kembar Sheena kanan dan kirinya. membuat siempu mendesah keenakan, tak cukup di bagian atas Barra beralih memainkan ke area bawah.
membuka lebar kaki jenjangnya, lalu menaikan ke atas. Milik Barra makin membesar saat serabi lempit milik Sheena terpampang di depan mata.
Dia mencoba menggesek-gesekan di bagian biji kacang nya. Sheena menggeliat ke kanan dan ke kiri merasa geli. Barra menatap Sheena yang tak berdaya terus bermain di area itu, sehingga serabi lempit milik Sheena memuncratkan cairan bening.
Barra terkejut dengan keluarnya cairan itu lalu mengelap dengan tangannya. Dia mencium dan menjilati bagian bibir tebal serabi lempit menyesap dan menggigitnya.
Sheena mengerang, dan mendesah. tangannya menjambak rambut Barra menuntut lebih, gairahnya sudah memuncak tapi Barra belum menyudahi kegiatannya.
Dengan gila Barra mencoba memasukkan lidahnya ke lubang serabi, lalu memaju mundur kan gerakannya.
__ADS_1
"Aahh... yes baby.“ Sheena menggeliat lagi, dan mulai tak bisa menahan gerakan lidahnya.
Sheena di buat terbang melayang oleh Barra, dia begitu tegang dan tak bisa mengendalikan rasanya.
ᥫ᭡ᥫ᭡ᥫ᭡
Kedua kalinya Sheena mengeluarkan cairan bening. Barra tersenyum senang melihat istrinya merasakan kenikmatannya.
Belum juga puas, Barra membalikan badan Sheena dengan posisi membelakangi nya. Dia langsung memasukkan miliknya dengan satu tembakan.
"Aahhh... emmm..
Sheena mengerang memenuhi kamar, Barra menekankan punggung Sheena agar lebih membungkuk.
Barra memulai menggoyangkan pinggulnya dengan lebih cepat.
" Ughhh... Ughhh...
Barra menjambak rambut Sheena ke belakang, lalu tangan kanannya memegang pinggulnya.
"Ohh.. Baeby..
Plakkk plakk plakk..
suara gesekan terdengar keras, Kali ini Barra bermain lebih kasar. membuat Sheena tak bisa menyeimbangkan gerakannya.
Milik Barra langsung masuk tampa permisi lagi, tembakan-tembakan phyton sangat terasa sehingga kaki Sheena bergetar begitu kencang.
tak lama kemudian, phyton menyemburkan semua cairannya di dalam serabi lempit Sheena..
"Aahh.. Emm.. Emmm...
Barra mengeluarkan semua sisa-sisa cairan kental nya di dalam. Barra merasakan lemas di lututnya, tapi juga plong saat di keluarkan.
Barra melihat Sheena yang mengatur nafas dengan rakus, lalu mencium seluruh wajahnya.
Sheena menyandarkan tubuhnya di tubuh Barra, mereka sudah tak ada rasa canggung lagi saat bermesraan. Sheena memejamkan matanya, kerinduan dan hasratnya telah tersalurkan dengan baik.
Barra memang pintar dan jago memainkan peran hingga lawannya terkapar nikmat. Barra memeluk Sheena dengan mata yang terpejam. Dia memang lelah dan capek, tapi bukan berarti dia tak bisa melakukannya dengan benar.
Barra membelai rambut istrinya, dan terus mencium keningnya.
“Thank you, sayang.. “
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...