
Arya melangkah menuju kelas di mana Sheena and the gengs berada. Dia akan memberikan sedikit hukuman untuk ketiga mahasiswanya yang menurutnya keterlaluan. Setelah sampai, Arya berdiri di ambang pintu dan memanggil namanya.
“Gea, Sheena dan Antika ikut saya ke ruangan. ” Ucapnya, lalu dia pergi meninggalkan kelas tersebut membuat semua yang ada di dalam kelas menatap Sheena and the gengs.
Sheena menatap Dosen muda itu dengan malas, walaupun sedikit kesal dia tetap menurutinya. Sheena berdiri dari duduknya, Gea menatap Sheena yang tak menolak.
“Shee? ”
“Turuti saja Gea, dan cepat kemasi barang-barang mu itu. ” Ucap Sheena, lalu ia berjalan mendahului.
Gea dan Antika cepat-cepat beresin dan mengejar Sheena yang sudah duluan.
“Shee, tunggu! ” panggil Antika dan Gea.
mereka berjalan bersama menuju ruangan Arya, setelah sampai dengan santainya Sheena langsung duduk tanpa diberikan izin oleh Dosen di depannya.
“Ada apa dan Ada kepentingan apa? ”Tanya Sheena tanpa basa-basi.
“Bisakah kamu lebih sopan santun saat berhadapan dengan dosen? dimana tata kramamu ini? ”Tanya Arya sedikit kesal dengan gadis di depannya ini.
Sheena tersenyum sinis saat Dosen muda yang terlalu basa-basi dengan nya. Sheena yang tak suka dengan situasi ini menjadi panas.
“Aku dengar kalian telah mem-bully mahasiswi baru di kantin dan membuat lelucon di sana. terutama kamu! ” Arya menunjukan telunjuknya ke arah Gea.
Gea yang di tunjuk hanya menatapnya tanpa ekspresi apa pun. ’’Kalian ini seniornya, seharusnya kalian menjadi contoh yang baik untuk mahasiswa baru dan tidak bertindak seenaknya di dalam kampus! ” Ucap Arya.
“Dan lagi kamu! bertindak kekerasan kepada mahasiswa baru dan membuat nya dia menjadi trauma itu tidak di benarkan. Bapak akan memberikan hukuman untuk kalian. ”
“Ohyaa!? saya rasa anda tidak akan mengerti dengan masalah nya. mungkin jika aku memberitahu sebenarnya anda mungkin akan memberikan ucapan untuk kita. “Sheena menjeda ucapannya dan dia segera berdiri.
“Jika anda ingin memberikan hukuman sebaiknya dalami dulu permasalahannya. “Setelah mengatakan itu, Sheena menggiring kedua sahabatnya untuk keluar dari ruangan tanpa Dosen itu menjawab perkataannya.
Gea dan Antika tak bisa banyak bicara karena itu tidak akan menyelesaikan masalahnya. Sheena and the gengs berjalan ke arah parkiran mobilnya. mereka masuk dalam satu mobil, dengan di bawa oleh Gea.
__ADS_1
“Gue rasa dia nggak akan ngerti masalahnya, Shee. ”
“Hmh, si culun nggak mungkin traumatis kan? ” Tanya Antika.
“Wanita seperti dia tidak mungkin trauma, Antika. buktinya dia tidak punya malu untuk pergi ke kampus saat vidionya masih viral di sosial media. ”
“Ah.. mungkin dia sedang berfikir untuk balas dendam sama kita. ”
“Apa kau takut? ” Tanya Sheena.
“Sedikit, bagaimana kalau dia menyuruh orang lain untuk melukaiku?! ”
"itu tidak akan pernah bisa terjadi, Antika. Kau lupa? sahabat sejati kita satu ini akan melindungi kita. ” Ucap Sheena sambil melihat ke arah Gea yang fokus menyetir mobilnya.
“Aku lupa kalau sahabat kita ini tukang tinju profesional yang akan mencari samsak hidup untuk bahan pukul nya, Ha Ha Ha. “Tawa Antika membuat Sheena ikut tertawa.
“Sepertinya ucapan kalian akan terkabulkan!! ”Ucapan Gea, membuat Sheena dan Antika seketika diam dari tawanya..
" Apa yang kau katakan Gea?! ”Tanya Antika.
kita. ” Ucap Gea, Sheena menatap ke spion mobil benar saja jika dibelakang ada yang mengikutinya.
“Gea, bagaimana ini! tidak mungkin mereka cuma dua orang pasti banyak di dalamnya. tidak mungkin kamu bisa melawan mereka sendirian Gea!! “
“pakai pengamanan nya dan pegangan dengan kuat aku akan mengebut kali ini. ” Gea menambah kecepatan mobilnya dan benar saja mobil yang mengikutinya juga menambahkan kecepatannya juga.
“Aku rasa, sepertinya kau harus menghadapi mereka Gea. ” ucap Sheena.
“Aku akan menepi di tempat yang sepi, Antika hubungi seseorang untuk meminta bantuan. ”
“Oke.. “
Gea berhenti seperti yang ia katakan di tempat yang lumayan sepi dari kendaraan yang berlalu lintas. Gea membuka Siltbelt nya dan mentap mobil yang menghadangnya di depan.
__ADS_1
“Mereka tidak begitu banyak, hanya tiga orang saja Sheena. kamu jangan keluar dari mobil, mengingat kamu sedang hamil Aku takut mereka akan menyakiti janinmu.”
Begitu pintu mobil di depan buka menampakkan beberapa orang yang keluar dan melangkah mendekati mobil Sheena.
“Mereka tidak terlalu besar Gea, Aku rasa kamu mampu. ”
“Entahlah, Aku sudah lama tidak berlatih mungkin akan sedikit kaku untuk menghadapi nya. ”
Lain sisi, Dean yang buru-buru ke kantor merasa kesal karena jalanan yang macet parah dan kemungkinan akan terlambat menemui seseorang yang sudah menunggu nya sangat lama.
Melihat ke sekelilingnya, Dean melihat ke kanan yang tidak terlalu padat dengan kendaraan lalu ia membelokan mobilnya dan berjalan ke arah kanannya.
Di pertengahan jalan, Dean melihat Gea yang sedang bertarung dengan dua orang yang tak di kenal. melihat ke arah mobil, di sana ada dua orang di dalamnya.
“Bukannya itu, teman Sheena? ” Dean menajamkan matanya dan melihat Sheena juga ada di sana.
"Gawat! dia juga ada di sini. ” Dean melihat Satu orang yang berjalan ke arah pintu samping Sheena. dan terus mengemetuk kaca mobil dengan keras.
Dean yang sibuk mematikan mobilnya dan membuka Siltbelt dengan rasa kesal karena begitu ribet.
" Ah.. Sialan. ”
“Argghhh..... “
Dean berhenti bergerak saat teriakan kesakitan yang amat keras, dia menatap kedepan apa yang terjadi dengan orang di depannya.
“Apa yang terjadi? ”
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...