
“Emm.. Yes!! ” Ucap Sheena.
Barra lega dengan jawaban Sheena, dia meraih wajah Sheena lalu mencium nya.
Sheena yang di cium Barra langsung membalasnya. Barra sangat bersemangat saat Sheena membalasnya dengan agresif.
Barra mengulum bibir Sheena, ciumannya membangkitkan gairah. Barra merasakan punya nya telah bangun tegak, merasa kan sesak bahkan berkedut-kedut.
Barra beralih di tengkuk leher Sheena menghisap nya dengan kuat. Sheena merasakan getaran-geratan di bawahnya, saat Barra mengelus kaki Sheena.
Barra melepaskan ciumannya, lalu menurunkan kursi mobilnya. Tangannya mengendur kan sabuk dan membuka resleting celananya.
“ Sini! ” Barra menepuk pahanya, menyuruh Sheena agar beralih duduknya.
Sheena melepaskan sepatu, lalu beralih di kursi kemudi. duduk di atas pangkuan Barra, Sheena merasakan di bawahnya seperti di tusuk.
“Apa kita akan melakukan di sini.? ” tanya Sheena.
“Melakukan di dalam mobil lebih menantang. ” ucap Barra. tangannya meraih pundak Sheena lalu membuka pakaian nya.
menampakkan gundukan dua boba. Barra me remas- remas kedua boba tersebut.
Sheena mengeluarkan ******* dan erangan khas. Barra menatap Sheena yang menikmati remasan di boba nya.
“ Buka!” Barra menyuruh Sheena membuka celananya.
Sheena membukanya dengan kesusahan, dengan tempat yang sempit.
Tak lama, akhirnya Sheena bisa membukanya. Barra meraih tubuh Sheena agar lebih dekat lagi.
Sheena membuka lebar kakinya, dan mengangkat tubuhnya. Barra mengeluarkan si phyton yang sudah membesar dan lebih keras.
“Wow.. ” Mata Sheena berbinar melihat panjang dan ukuran bara yang super big.
“Kau ingin Memegangnya? ” tanya Barra.
“ini sangat besar!! Apakah sakit? ” tanya Sheena.
“Sakit jika tidak di masukan. ”
“Ohya? ” Sheena memegang phyton, lalu membelainya di bagian kepala.
Barra mendesah~
Sheena menatap Barra yang mendesah.
“Why?? ”
“kenapa berhenti? itu titik paling nikmat, lakukan kembali di bagian ini. ” suruh Barra dan menunjukkan di kepala phyton.
Sheena menurut, membelai kembali di kepala phyton. Lalu menatap Barra, Benar!! dia merasakan kenikmatan di bagian ini.
“Aaahh... baeby..!! percepat sedikit.”
Sheena mempercepat mengocok nya, erangan- erangan Barra membuat gairah Sheena bangkit. Sheena berhenti mengocok phyton.
“Hey!! kenapa berhenti lagi? ”
“Aku juga mau.!!! ” Sheena langsung menduduki phyton kakinya membuka lebar-lebar.
tangan Sheena memasukkan phyton ke dalam lubang nya sendiri. dia menggoyang kan pinggulnya dan tangannya merangkul bahu Barra.
“Umm.. Umm.. ”
“Kau sangat lihai sekali, sayang. ” tanya Barra.
__ADS_1
“Kau suka.?? ”
“Emm.. Ahhh. iya sangat suka. percepat goyangnya.” Ucap Barra, tangannya menabok pantat Sheena.
“Ohh.. ”
Mereka berpegangan Tangan~~~
Sheena mempercepat goyangan nya.
Tak lama Sheena merasakan lemas, Barra mengangkat tubuh Sheena lalu berganti dia yang memaju mundurkan phyton.
“Aaahhhh.. Aaahhh..”
sangking ganasnya Barra sampai mengeluarkan di dalam...
Cairan kental memasuki bibir-bibir **** * milik Sheena. Lagi-lagi Barra lupa mencabut phyton, Sheena yang tak mengerti tidak banyak berbicara.
Mereka merasakan lemas, Sheena ambruk di atas tubuh Barra.
Dinginnya Ac mobil tak membantu mereka yang merasakan gerah saat melakukan itu.
Barra mencium dahi Sheena, lalu mencium pipinya. walaupun ini sangat singkat tak menutupi perasaannya. Barra benar-benar tertarik dengan Sheena, wanita yang ia cari selama ini.
“ pakai kembali. ”
Sheena memakai kembali pakaian nya, lalu berpindah di kursi samping kemudi.
Barra mengelap phyton dengan tisu, lalu menutup resleting nya.
Barra membenarkan kursi, lalu menjalankan kembali mobil Sheena.
sepanjang perjalanan ke rumah Sheena, Barra selalu menciumi tangan Sheena.
Di rumah Oma...
Mereka telah sampai di luar rumah Oma. Barra mencoba menghubungi supir pribadi, menyuruh menjemput nya.
“Gimana, ada yang jemput nggak?” tanya Sheena.
“Ada, supir pribadi aku sebentar lagi sampai. ” Ucap Barra, menoleh ke Sheena. tadinya ingin menghubungi Dean tapi ia urungkan takut dia sudah istirahat.
“Kau tak apa masuk sendiri?”
“ nggak apa-apa. ”
Mobil jemputan Barra datang tepat di belakang mobil Sheena.
“Aku pulang dulu, sayang. jangan sungkan menelpon aku, Oke.” Ucap Barra.
“Iya, Hati-hati di jalan.”
Barra mencium kening Sheena dan tangannya, setelah itu dia turun dari mobil Sheena.
__ADS_1
Barra masuk ke dalam mobilnya, Mentlakson tanda dia sudah jalan.
Sheena beralih duduk nya di kursi kemudi, mobilnya masuk ke garasi rumah Oma.
Sheena turun dari mobilnya.
“Pak udin, tolong pagi-pagi mobilnya di cuci ya pak.” ucap Sheena.
“Baik, nona. ”
Sheena masuk ke dalam rumah, mendapati lampu yang mulai gelap banyak lampu yang di matikan hanya beberapa saja untuk menerangi nya.
Sheena langsung naik ke atas, malam ini sangat lemas.
Di dalam kamar~~
Sheena berbaring di atas kasur yang empuk. dua hari ini melewati hari-hari yang penuh panas.
Sheena tersenyum~~
“Aish.. baru kali ini aku menjadi gila karena seorang pria dewasa. ha ha.. oh Sheena kau sudah tepat untuk melakukan senam panas dengan Barra, pria yang tampan dan tegas.
Oh baeby.. kau buat aku candu.!! ” Sheena membelai memperagakan seperti ada wajah Barra.
Kau tidak akan terlepas dari ku.!! " ucap Sheena dengan sungguh-sungguh.
Sheena melepaskan sepatu dan dress lalu mengganti dengan pakaian tidur.
Sheena langsung tidur di atas ranjang. malam ini sangat melelahkan, Sheena benar-benar sangat lemas di lututnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung....