Dear.

Dear.
52. Ancaman Sheena.


__ADS_3

๐๐š๐ ๐ข ๐‡๐š๐ซ๐ข ๐ƒ๐ข ๐Š๐ž๐๐ข๐š๐ฆ๐š๐ง ๐‡๐š๐ซ๐ข๐ฌ...


Entah setan apa yang merasuki Haris sehingga sepagi buta membuat semua orang menutup telinganya bahkan mengelus dada saat dia mengeluarkan suaranya yang membuat orang bergidik ngeri.


โ€œKemana anak setan, itu?! โ€ Teriak Haris.


โ€œRara pah, dia anakmu bukan anak setan yang kau katakan itu!?โ€


โ€œAhgh.. awas saja nanti kalau dia kembali ke rumah.โ€ Ancamannya, dia begitu sangat emosi.


Rea hanya terdiam membisu saat suaminya terus mengeluarkan kata-kata yang menyayat hatinya.


Dalam hati, ia juga khawatir dengan keberadaan anaknya di mana ia berada sekarang.


โ€œDi mana kamu, nak? โ€ Batin Rea, dia selalu berdoa dalam hatinya agar anaknya baik-baik saja di mana pun ia berada.


โ€œKamu kan? kamu yang membantu dia kabur? โ€ Tuduh Haris kepada Rea, Rea menatap wajah suaminya dengan hati yang sangat sakit.


โ€œCukup ya mas!!! Dari kemarin aku diam dan menuruti kemauan mu. kemarin seharian aku berada di dalam kamar. mana mungkin aku membantu nya, bodoh!? โ€ Teriak Rea tak Terima.


Dia begitu kehabisan kesabaran nya, sedari tadi menahan emosi melihat suaminya yang bak kesetanan.


Haris berdiri dan langsung menampar pipi Rea dengan kekuatan penuh. pipi putih nya merah merekah bekas tamparan Haris, Mata Rea memanas sampai mengeluarkan air mata kebenciannya.


Semenjak kejadian hari itu, perilaku Haris benar-benar berubah drastis. Tidak ada lagi kasih sayang yang seperti biasanya. Hari-hari harus mendengarkan umpatan dan cacian dari mulutnya.

__ADS_1


โ€œMulai hari ini, kau tidak boleh keluar rumah dan memakai fasilitas seperti biasanya. semua aku sita dan kau harus mengerjakan pekerjaan rumah mulai hari ini. โ€ Kata Haris, Mata Rea melotot saat suaminya ingin mencabut fasilitas yang dimiliki nya.


โ€œTidak bisa! apa gunanya pembantu? dia bekerja untuk mengurus rumah kenapa harus aku?! โ€ Rea menolak dengan keputusan Haris.


โ€œHari ini juga, semua pembantu aku pecat dan sekarang kau yang harus mengurus semuanya. โ€ Setelah mengatakan itu Haris pergi meninggalkan Rea yang terduduk lemas di ranjang tidur.


โœฏโœฏโœฏโœฏโœฏ


โ€œ Kamu jangan kemana-mana dulu, tunggu keadaannya sudah membaik kamu boleh keluar sesukamu. โ€ Ucap Bastian.


โ€œ Baiklah, Oh ya? setelah setelah selesai kerja kamu langsung pulang kan?!โ€ Tanya Rara dengan lembut.


Bastian mengangguk paham apa yang di rasakan kekasihnya ini. โ€œ Hari ini tidak terlalu sibuk, mungkin akan pulang cepat. . .


โ€œBaiklah kalau begitu aku pergi dulu, jaga diri kamu selama aku bekerja. โ€


Ciuman panas mereka telah diabadikan oleh seseorang tanpa mereka ketahui. dia tersenyum sinis saat melihat adegan itu di atas balkon rumah.


โ€œini hanya permulaan, aku belum memulainya tapi kalian sudah seperti ini. โ€ Sheena tersenyum jahat saat melihat foto yang ia abadikan itu.


Melihat Bastian sudah pergi meninggalkan rumah sewanya. Sheena turun dari mobil dan sekarang ia berdiri di depan pintu rumah Rara.


Sheena memencet tombol bel dengan beberapa kali, Rara yang ada di dalam merasa penasaran dengan siapa yang datang.


Jantung Rara begitu berdetak kencang, dia sangat ketakutan dengan siapa yang datang menemuinya.

__ADS_1


โ€œMau apa kamu ke sini? dan kenapa tau aku tinggal disini, Huh?!โ€ Tanya Rara dengan sedikit ketakutan.


โ€œTernyata anak orang kaya seperti ini? aku ke sini hanya mengingatkanmu. jangan macam-macam denganku untuk saat ini. aku bisa saja menghancurkanmu dengan mudah.โ€


Ucap Sheena dengan serius.


โ€œKau sudah menghancurkanku lebih awal, aku tak mengenalmu! tapi, kau telah menghancurkanku dengan merusak hari pernikahan ku dengan kak Barra!! โ€Teriak Rara dengan keras.


Sheena tersenyum sinis, awalnya ia tidak mau berurusan dengan siapa pun. tapi, melihat siapa lawannya ia berubah pikiran.


โ€œHanya waktu yang bisa menjawabnya! kau akan tahu siapa aku dan alasanku. kau? cukup menyiapkan mental dan tubuhmu itu untuk tetap berdiri!? โ€Ucap Sheena, setelah itu dia pergi meninggalkan rumah yang di tempati Rara saat ini.


Rara hanya diam membisu, โ€œApa maksudnya? apa yang di katakan wanita itu? aku tak mengerti!? โ€itu lah yang di pikiran Rara saat ini.


Rara berpikir keras, tidak mungkin wanita itu Melakukan ini tanpa sebab. Tapi, dia juga tidak tahu kesalahan apa yang membuat wanita itu terus mengancamnya.


Rara duduk di depan tv dia terus ke pikiran dengan setiap kata yang keluar dari mulut Sheena, apakah ada masa lalu yang ia tidak tahu?


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2