Dear.

Dear.
17.Wedding 2.


__ADS_3

Semua Orang menoleh, Ucapan Akad terpaksa di tunda sementara.


Barra tertegun ~


Seorang wanita yang telah berani menghentikan acara akad yang sakral ini, gadis itu berjalan mendekati altar pernikahan di mana Barra dan Rara akan melangsungkan akad nikahnya.


jalannya yang angkuh membuat semua orang berbisik-bisik membicarakan gadis itu.


"Tunggu pak penghulu. "


"Gadis itu? ngapain dia ke sini? " tanya Revan, Dean mengedik bahunya.


Barra menatap gadis itu dengan bingung kenapa bisa masuk ke sini bahkan dia tak mengundangnya.


gadis itu melemparkan sebuah surat tepat di muka Barra. Barra mematung mulutnya tak bisa mengeluarkan suara sekata pun.


"Hei! Apa yang kau lakukan! beraninya merusak acara pernikahan anakku? " teriak Maureen dengan lantang, membuat semua orang berdiri dari duduknya.


Barra bingung dengan surat yang di lemparkan gadis itu, surat itu dari sebuah rumah sakit besar Barra memungut surat itu lalu membuka surat dan membaca isi surat.


Barra menatap kosong tangannya gemetaran memegangi surat itu.


"Anda ingin tau? kenapa aku datang ke sini? Aku ingin memberikan pelajaran untuk anakmu yang pecundang itu! "


Gea menghampiri Barra yang masih membaca surah itu lalu melayangkan satu pukulan di wajahnya.


Bugh!


Gea meniju dan menendang sampai Barra terjatuh di lantai. Gea memukul dengan tak henti-henti nya wajah Barra sampai babak belur dibuatnya.


Bugh! Bugh!


Semua Orang berteriak, Orang tua Barra dan yang lainnya memisahkan Gea dan Barra. Barra merintih kesakitan di sekujur tubuhnya, Gea benar-benar menghajar habis-habisan ke Barra. Gea yang notabenya seorang gadis petinju sangat mudah untuk melawan seorang laki-laki walaupun lawannya seorang pria dewasa.


"dasar gadis gila!!!" teriak Rara. lalu menghampiri Barra yang tertatih-tatih.


"panggil security! gadis ini membuat onar di sini! " ucap Maureen.


"Heh! kalian semua dengarkan baik-baik ucapan ku. laki-laki bajingan ini, dia telah meninggalkan sahabatku! dia mempunyai kekasih dan sekarang ingin menikahi wanita ****** ini? " teriak Gea dengan lantang semua orang yang di dalam aula terkejut dengan pengakuan gea.


kedua orang tua Barra shock mendengar gadis itu berbicara. mereka menatap Barra dengan tajam meminta penjelasan apa yang di katakan gadis itu.

__ADS_1


Tak kalah terkejutnya dari keluarga Abrasam. Haris dan Rea juga Rara sangat terkejut, mendengar calon menantunya telah memiliki seorang kekasih.


Rara menjadi emosi saat Gea berbicara seperti itu. Dia ingin sekali mencabik-cabik mulut gea yang keterlaluan.


"Hanya kekasih saja kan? itu tidak penting sekarang suruh gadis ini keluar dari sini. "


Ucap Maureen menyuruh security untuk mengusir gea.


"Barra! Apa yang di katakan gadis itu ? " tanya Abrasam, Barra terdiam membisu dia tak menjawab pertanyaan papi nya.


"sekarang di mana sheena? " tanya Barra.


Gea menghampiri Barra dan membisikkan di telinganya. " untuk apa? Heh..kau sudah tinggal kan sahabatku begitu saja! mulai sekarang, kau! tak akan pernah bisa melihat sheena dan anak yang di kandungnya sampai kapanpun, Camkan itu!! "


"Tunggu! siapa nama gadis itu? " tanya Haris.


Gea tak tak menjawabnya, dia berjalan tapi berhenti di tengah jalan dia berbalik badan menatap ke arah Barra dan Rara.


"Oh ya! aku mempunyai kado spesial untuk mu dan selamat atas pernikahannya.! "


setelah memberikan ucapan Gea langsung meninggalkan Ballroom Hotel.


semua orang ber bisik-bisik mengenai calon penggantin pria yang telah telah meninggal kan seorang kekasih.


Hmh.. Ah. ~ Adegan berciuman lidah, lalu detik berikutnya adegan berhubungan badan terpampang di layar.


Aghh.. Umm.. mhm..


"Bukankah itu calon pengantin wanita? kenapa bersama dengan seorang pria lain. "


"ini sangat mencengangkan sekali! calon pria telah meninggal kan kekasihnya, sekarang calon pengantin wanita berhubungan intim dengan laki-laki lain? Apakah ini karma?"


"Aku tidak menyangka bisa menonton video yang begitu mencengangkan di pesta pernikahan!? "


"pengantin wanita berselingkuh ck ck. benar-benar mencengangkan berita ini pasti laris manis di pasaran.. Ha ha ha " gelak tawa tamu memenuhi ruangan Aula, membuat Haris dan Rea sangat malu.


bisik-bisik para tamu ~


"ini.. tidak mungkin! tidak mungkin.. itu bukan aku! itu tidak benar ." teriak Rara tak Terima.


keluarga Abrasam terbengong melihat video itu.

__ADS_1


"Matikan layar proyektor nya! menjijikkan sekali.!? " ucap Abrasam.


Maureen melihatnya tambah shock berharap mempunyai menantu yang baik dan tentunya pilihan dirinya. Tak menyangka pilihannya salah! Barra juga tak bisa berkata-kata hari ini sangat kacau dan memalukan.


dia menyimpan surat itu di dalam jas nya, dia tidak mau jika orang tuanya mengetahui isi surat ini. dia tak peduli dengan vidio yang di putar, Barra memikirkan ucapan Gea yang mengancam dirinya.


"putriku tidak mungkin melakukan hal semacam itu, tidak mungkin! pasti gadis itu manipulasi vidio nya, pasti dia juga yang menjebak putriku. " teriak Rea dengan lantang dan menangis.


"Ada banyak orang yang melihat bahwa putrimu berselingkuh Rea! Aku tak menyangka jika Rara berbuat Hal yang tak pantas. di umurnya yang masih belasan tahun sudah berani melakukan hal semacam itu di luar nikah.! jika gadis itu tidak datang sudah pasti anakku Barra menjadi korban. "


"Maureen itu tidak benar! Rara gadis baik-baik, iya kan Rara.? "


"Tante, Rara tidak mungkin melakukan hal semacam itu. i-itu pasti dia yang mengedit vidio nya. " ucap Rara ingin memegang tangan Maureen, Tapi di tepis dengan kasar.


"Tak menyangka ternyata kau gadis ****** murahan! " ucap Maureen.


"Maureen! jaga bicara mu ya, semua itu tidak lah benar. kenapa kamu tak percaya dengan keluarga kami yang sudah lama kenal! gadis itu bisa saja ingin merusak acara pesta pernikahan Anak kita.? "


"Aku percaya dengan apa yang aku lihat Rea, jelas-jelas itu video Rara di dalam hotel bersama pria lain. menjijikkan sekali! "


"Kita batalkan pernikahan ini, ayo mami kita pulang! Aku sangat malu. "Abrasam mendekati Maureen lalu menarik tangannya untuk pergi dari Aula Hotel. Dia sangat malu dengan tontonan yang di putar.


Haris memijit pelipis nya, dia menarik Rea keluar dari Aula juga. Tak tahan dengan bahan tertawaan para tamu undangan. Haris membiarkan Rara di sana sendiri dia benar-benar sangat kecewa dengan putrinya itu.


Rara melihat orang tuanya pergi, menghampiri Barra yang masih terduduk di Altar, mencoba meraih tangannya. Tapi, di tepis oleh Barra.


" Jangan sentuh aku! kau benar-benar memalukan!? "


"Kak Barra, Itu bukan aku? tolong kak Barra percaya dengan ku. "


"Aku tak percaya dengan mulut busukmu itu. minggir! " Barra mendorong Rara kesamping, Revan Dan Dean memapah Barra yang kesakitan. dan meninggalkan Rara yang menangis sendirian di Aula.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


Hai jangan lupa like yang sebanyak-banyaknya ya ya ya.. Agar Author menjadi semakin semangat menulis Novel ini.


__ADS_2