
Gea yang pening mendengar teriakan Rara langsung menampar mulutnya and..
𝙥𝙡𝙖𝙠!!!
“Anjing! lo nggak bisa diam? ” Gea yang emosi langsung menampar mulutnya tanpa pikir panjang.
“Hei, keluar! ” teriakan dari luar terus mendesaknya.
“Ingat! gue punya banyak video asusila lo dan semuanya gue tau siapa saja partner lo. Dan ya, ada salah satu anak partner lo kuliah di sini jangan sampai semua orang beramai-ramai membunuh lo, ngerti!? ” Gea mendorong tubuh Rara ke kembali, Rara merasa kesakitan di semua tubuhnya yang di benturkan ke ujungnya.
“Sialan! Awas lo gue balas nanti. ’’
Setelah mengancam Rara, Gea akhirnya membuka pintu toilet. Gea mendapati Dosen muda ada di depan pintu dengan menyilangkan ke dua tangannya.
“Kalian sedang ngapain di dalam? ” Tanya Dosen yang bernama Arya.
Gea menatap tajam ke arah Dosen itu, lalu ia melanjutkan Langkahnya tanpa menjawab pertanyaan yang di lontarkan nya.
“Mau kemana? ” Tanya Arya, dengan mencekal pergelangan tangan Gea.
“Bukan urusan bapak! lagian ini toilet cewek kenapa bapak ke sini? mau ngintip cewek yang ada di dalam ? ” Tuduh Gea, dengan mata yang melotot.
“Kamu! “ Ucapan Arya menggantung dan Gea melepaskan cekalan tangan Arya di tangannya dengan kasar.
“Jangan sentuh tangan orang sembarangan, bisa jadi pelecehan anda tau. '’ Gea langsung pergi meninggalkan Dosen Arya sendirian di sana.
__ADS_1
Arya hanya menatap kepergian Gea yang begitu cepat melangkahkan kakinya.
“Hei, apa ada orang di dalam? ” Tanya Arya memastikan.
Rara keluar dari bilik toilet, melihat dosen tampan yang berdiri di depan pintu ia merubah raut wajahnya.
“Hei, kamu kenapa? " Tanya Arya, lalu menghampiri Rara.
“Pak, Dia membully aku sampai seperti ini. padahal aku kan mahasiswi baru kenapa mereka jahat
sekali. ” Rara berakting menangis di depan Arya.
Arya yang melihat penampilan Rara percaya, karena tumpahan makanan masih ada di tubuhnya dan wajah yang lebam karena tamparan Sheena dan Gea.
“Siapa yang melakukannya? ”
“Ini tidak bisa di biarkan, mereka akan melakukan kembali jika tidak mendapatkan teguran. " gumaman Arya terdengar oleh Rara, dan dia menyunggingkan bibirnya mungkin ketiga seniornya akan cepat di depak di Universitas ini.
“Pak, apa aku boleh pulang duluan aku sangat malu dan bajuku kotor. ” Izin Rara dengan memohon.
“ Baiklah, kau boleh pulang duluan nanti bapak yang akan izinkan ke dosen kamu. ”
“Terima kasih, aku pulang ya pak. ” Rara pun pergi meninggalkan Arya.
“Kau masih seperti ini, kenapa masih menjadi cewek bar-bar? ” gumam Arya.
__ADS_1
☾ ⋆*・゚:⋆*・゚:⠀ *⋆.*:・゚ .: ⋆*・゚: .⋆
Rara berjalan ke arah mobilnya, sepanjang jalan dia mengutuk Sheena and the gengs sambil memunguti sisa-sisa makanan di rambutnya.
Setelah sampai di depan mobilnya dia ternganga melihat mobilnya yang di coret-coret bahkan sampai di bocorkan semua ban mobilnya.
“Aaa.. cewek sialan! mereka benar-benar brengsek.
Awas saja, kalian akan mendapatkan balasan yang setimpal. “ Rara yang sudah tak kuat dengan penampilan nya yang acak-acakan dia memesan taksi online.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Taksi yang di pesan datang juga. Rara buru-buru masuk ke dalam dan menyuruh supir cepat menjalankan mobil nya.
“Awas saja tuh cewek, nggak tau aja kalau bokap gue itu pengusaha juga kaya raya. ” gerutunya.
Rara mengambil cermin di dalam tasnya, menatap wajahnya yang lebam dan bengkak.
“Sialan! aku akan balas lebih dari ini, tunggu saja kamu pasti akan memohon-mohon di bawah kakiku. Ishh, kenapa banyak sekali sih... ”
Sepanjang perjalanan Rara terus menggerutu kesal, tak hanya itu dia juga mengeluarkan umpatannya untuk mereka bertiga.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.,.