Dear.

Dear.
37. Kedatangan Maureen..


__ADS_3

𝐀𝐩𝐚𝐫𝐭𝐞𝐦𝐞𝐧..


Barra dan Sheena sudah sampai di Apartemen, semenjak Barra menanyakan kedua Orang tuanya. Sheena mendadak menjadi pendiam.


Barra yang tak mengerti masa lalu Sheena menjadi penasaran dengan kehidupannya. Kehidupan seperti apa yang di lalui istrinya sehingga menjadikan pertanyaan seharusnya membuat senang menjadi kesal bahkan tidak mau mendengarkan nya.


“Kamu, kenapa? “Tanya Barra.


“Aku..? “


“Hmh, masih marah sama aku? “Tanya Barra lagi, kini ia bertanya dengan lembut agar istrinya tidak tersinggung.


“Aku.. baik. Hanya saja Aku belum bisa berbicara atau pun menceritakan sesuatu dengan mu. “Kata Sheena ia menyibukkan diri dengan memilih baju untuk ia kenakan.


“Aku tau. Dan Aku tidak memaksa kamu untuk bicarakan masalah ini. Jika suatu saat kamu sudah siap untuk berbicara aku akan mendengarkan nya dengan baik. “


Sheena berhenti memilih baju tidurnya, lalu ia beralih menatap Barra. sejujurnya ia ingin bercerita tapi keadaan sekarang tidak bisa untuk mengungkapkan nya.


“Thank you baby. “ Barra mengangguk.


“Ohya? aku lupa. Besok pagi aku akan ke Jepang selama tiga hari. Kamu...tidak apa-apa aku tinggal? “


“Baiklah.. “


“Sementara kamu di rumah Oma dulu. “


“Hmh.. Besok aku masih mau di sini. mungkin lusa Aku akan ke rumah Oma. “


“Begitu? “ Sheena mengangguk.


“Ya sudah. “


***


𝐏𝐚𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐢...


Barra siap untuk pergi ke bandara internasional seperti yang sudah ia bicarakan dengan Sheena semalam. Sheena menjadi lesu saat suaminya akan pergi ke Jepang tanpa mengajak dirinya.


“Baik-baik di rumah, Oke. “


“Hati-hati yah, semoga selamat sampai tujuan. “


“Thank you, ya sudah aku berangkat dulu. Ingat! jangan pergi malam-malam sendirian.“ Sheena mengangguk lalu Barra menarik kopernya dan pergi meninggalkan Sheena di dalam Apartemen sendirian.


“Haish.. bete banget kalau nggak ada dia. “Kata Sheena, dia menyalakan TV untuk menghibur diri.


𝟏𝟓 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐭 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧...


Bel Apartemen terus berbunyi, Sheena yang fokus mendadak bingung siapa yang bertamu di pagi hari.


“Siapa pagi-pagi bertamu? “Gumam Sheena.

__ADS_1


“Tidak mungkin kalau Gea dan Antika pasti mereka akan menghubungi aku dulu? kalau bibi Mutia diakan tau pasword nya?.“


Beberapa menit untuk berfikir Akhirnya Sheena memberanikan diri untuk melihat siapa yang berkunjung di pagi hari.


“Ya.? “Ucap Sheena setelah membukakan pintu Apartemen.


“Kamu.. Siapa? “Tanya Maureen.


Maureen terkejut dengan apa yang ada di depannya. Berniat hati untuk menjenguk Anaknya Barra menjadi bingung dengan adanya Sheena di dalam Apartemen Anaknya.


Sheena yang belum mengenal Maureen tak kalah terkejutnya dengan kedatangannya. Sheena bertanya-tanya dalam hati menanyakan siapa perempuan setengah abad datang di pagi hari.


“Aku... “


“Kamu siapa? kenapa kamu berada di sini? “Tanya Maureen dengan keheranan.


Maureen menatap Sheena dari Atas sampai bawah. Maureen melototkan matanya saat melihat ke arah perut Sheena yang membuncit. pakaian Sheena yang terlalu tipis dan pas ditubuhnya membuat perutnya terlihat.


“Tante siapa yah? “Tanya Sheena dengan lembut.


“Tante cari siapa? “Imbuhnya lagi.


“Kamu.. Kamu siapanya yang punya Apartemen ini.? “Tanya Maureen dengan penasaran.


“Aku? Aku istrinya. “Ucap Sheena.


Maureen yang mendengar bahwa Sheena istrinya Barra jawaban yang Sheena ucapkan membuat Maureen lebih terkejut lagi.


“K-Kamu.. istrinya? “ Tanya Maureen memastikan .


“Itu.. bukan! suami kamu bernama Barra? “Tanya Maureen memastikan kembali bahwa Sheena benar-benar Istri Barra.


“Iyaa.. kok tante tau suamiku? kalau boleh tau tante siapa kok tau nama suami aku? .“Tanya Sheena.


Maureen mendadak membisu tidak menyangka akan bertemu dengan Sheena dalam keadaan seperti ini.


Maureen tidak mengerti harus berbuat apa, ia tidak tau dengan kenyataan ini dia bingung mau berbicara apa.


“Tante, sebenarnya anda mau mencari siapa? “


“Ah.. Tante mau cari Barra apa dia ada di dalam? “Tanya Maureen.


“Kebetulan suamiku hari ini pergi ke Jepang katanya ada satu pekerjaan di sana baru beberapa menit yang lalu dia perginya. Apa ada yang mau di sampaikan? “Tanya Sheena.


“Begitu yah? Kalau begitu tante akan ke sini lagi kalau Barra sudah pulang. Kira-kira kapan dia akan pulang? “


“Dia bilang akan pergi selama tiga hari, Tante. “


Maureen mengangguk.


“begitu? “

__ADS_1


“Mhm! “


“Ngomong- ngomong kita belum kenalan, siapa namamu nak? “Tanya Maureen.


“Aku Sheena, tante. Sheena Angelista . “


“Nama yang sangat cantik. sama kaya orangnya juga cantik. “Puji Maureen.


“Thank you. “


“Ohya,, panggil tante Maureen saja. “ Maureen memperkenalkan diri kepada Sheena. Tapi, ia tidak berani untuk memperkenalkan diri sebagai ibunya Barra.


Maureen menahan diri untuk tidak memperkenalkan sebagai ibu. Biarkan Barra sendiri yang memperkenalkan istrinya nanti kepada nya dan papinya.


Maureen melihat ke jam di tangannya lalu menatap Sheena.


“Tante ada sedikit urusan, sampai ketemu lagi. “Pamit Maureen.


“Oh, iya tante. “ Maureen berbalik badan, saat ingin melangkah ia menatap kembali ke Sheena.


“Boleh tante peluk sebentar? “Pinta Maureen.


Sheena teridiam sejenak, lalu menyetujuinya dengan mengangguk. Maureen tersenyum senang lalu memeluk Sheena dengan erat.


“Terima kasih, tante pergi dulu. “


“Hati-hati tante. “


Maureen mengangguk.


Setelah kepergian Maureen, Bibi Mutia sempat melihat adegan pelukan Nona mudanya bersama Nyonya besar. Bibi Mutia hanya melihat dari kejauhan Maureen dan Sheena.


“Tumben, Nyonya datang? “Gumam Bibi Mutia.


“Bi? “Panggil Sheena, Sheena mencari siapa yang Bibi Mutia lihat.


“Ya, Nona. “ Bibi Mutia langsung bergegas menuju ke Arah Sheena.


“Bibi lihatin siapa? “ Tanya Sheena.


“Tidak ada Nona. “


“Oh... “ “Ohya Bi, besok aku akan pulang ke rumah tidak usah masak untuk aku ya. “


“Baik Nona Shee.. “


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2