Dear.

Dear.
24. Minta restu.


__ADS_3

Di malam harinya ~


"Brengsek.!!! " teriak Haris melemparkan handphone nya di atas meja. dia sangat terpuruk dengan berita mengenai pernikahan putrinya. sekarang di depan rumahnya di kelilingi oleh para awak media dan para wartawan.


"Masalah di pesta pernikahan di buat onar oleh gadis tak di kenal, awak media dan wartawan juga mengabadikan masalah ini di tempat acara.


Semua gara-gara anak sialan itu tidak merasa bersyukur dengan kehidupan yang sudah aku berikan malah tidur bersama pria lain dan menghancurkan masa depannya sendiri. " Haris menjambak rambutnya begitu kasar, pikiran nya buntu.


"Aku juga belum membereskan masalah ini dan berdiskusi dengan keluarga Abrasam. jika masalah ini berlanjut, tidak hanya perusahaan saja tapi aku juga akan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota-kota.


pukul 22: 00 malam, ramai-ramai di depan rumah Haris.


" Eh. kenapa mereka belum keluar juga? kita sudah lama sekali berada di sini, dari pagi sampai sekarang tapi tidak ada tanda-tanda mereka akan keluar rumah!? "


" mereka pasti sudah sangat malu, masih ada muka untuk keluar rumah? HaHaHa.. "


"Aku sudah melihat videonya, ternyata gadis kecil itu sangat lihai dalam menggoyangkan pinggulnya. HaHaHa ..


Gelak tawa para wartawan dan ejekan-ejekan yang di lontarkan salah satunya benar-benar sangat pedas dan tak berperasaan. tertawakan keluarga Haris di depan rumahnya, benar-benar tidak ada rasa takut. keluarga Haris yang berada di dalam rumah terdengar jelas pembicaraan mereka yang telah mengejeknya.


Di dalam Ruang keluarga.


" Menangis saja terus!!! kamu bisanya hanya menangis-menangis saja! kamu memang tidak ada gunanya."teriak Rea, sangat kesal dan marah dengan putrinya.


" Maafkan Rara.. mah! " ucap Rara dengan sesenggukan, bingung akan berbuat apa lagi selain meminta maaf dan memohon kepada kedua orang tuanya.


"Maaf? para awak media dan wartawan sialan itu berada di luar sedari pagi buta dan mereka belum juga pergi! kamu sangat berani berhubungan intim dengan pria lain. Lihatlah, kekacauan yang kamu buat! bagaimana kamu akan menjelaskan kepada semua orang. Hah!!! "


Rara terdiam saat ibunya memarahi dirinya, dia merasa bersalah dengan ke dua orang tuanya sudah membuat kecewa dan malu atas prilakunya.


"Hal ini memang bukan sepenuhnya salah Rara, putra keluarga Abrasam. . Barra juga bersalah! "


"Papa..? " gumam Rara.

__ADS_1


"Pah... "


Haris melangkah mendekat ke arah mereka.


"papa, dalam hal ini sudah jelas-jelas jika Rara memang bersalah kepada keluarga kita dan keluarga Abrasam. Tidak seharusnya Rara melakukan Hal intim semacam itu, Hiks. " teriak Rea


sedih bercampur marah dengan permasalahan serius ini.


" Sudah, sekarang masalahnya sudah sampai begini. perjanjian pernikahan Rara dan Barra di batalkan, tidak mungkin juga keluarga Abrasam menerima Rara yang sudah tak suci lagi.


Cara satu-satunya untuk keluar dari bulan-bulanan awak media tentang vidio asusila Rara, Sekarang kita harus nikahkan Rara dengan pria yang di dalam video itu! Jadi, masalah ini juga bukan tanpa perubahan yang menguntungkan, Tapi aku ingin menutup masalah ini lebih cepat. " jelas Haris, Rea berfikir dengan alasan suaminya. Ada benarnya juga jika pria itu tidak mempertanggung jawab atas perbuatan nya pria mana yang akan menerima keadaan Rara seperti ini.


Req mengangguk. "Papa benar! papa atur saja acaranya dan paksa pria itu untuk menikahi Rara. "


"Tapi... pah, mah..? "


"Diam!!! kau sudah membuat malu keluarga besar dan aku kehilangan muka di depan publik. Saham anjlok begitu drastis, menjadi seperti sekarang ini aku bersusah payah anak sialan!.


" Apa? saham Anjlok? bagaimana bisa pa.. "ucap Rea terkejut dengan berita mengenai perusahaan Haris.


šŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒšŸƒ


Barra mengantarkan sheena ke rumahnya, sekarang luka Barra lebih baik dari seblumnya. Hatinya sedikit tegang saat mobilnya memasuki halaman rumah sheena. begitu juga sheena merasakan getaran jantung yang berdegup kencang. Ekspresi apa yang akan di tunjukkan oleh Oma nya saat ada pria yang ingin melamar dan menikahinya.


"Malam nona shee.. " ucap bibi nai yang telah berdiri di depan pintu rumah.


"malam bi, ohya Oma ada di mana? " tanya sheena.


"Oma ada di ruang kerja non, biar saya yang akan panggilkan Oma di atas. " bibi nai naik ke lantai atas masuk ke dalam ruangan kerja nyonya besar nya.


"Nyonya.. Nona sheena sudah pulang dan nona di antar oleh seorang pria lebih dewasa dari nya. "


Oma Riana terdiam, lalu meletakkan buku majalah nya di atas meja.

__ADS_1


"suruh mereka ke sini.! " ucap Oma.


"Baik, nyonya. "


Bibi Nai turun kembali dan menghampiri nona sheena dan Barra yang sedang duduk di ruang tamu.


"Nona, Oma bilang nona dan Aden untuk menghadap ke ruang kerja. "


sheena berfikir sejenak, lalu berdiri dari duduknya menarik tangan Barra untuk ikut naik ke lantai atas.


mereka berjalan bersama menaiki lift, beberapa menit saja lift sampai di lantai atas. sheena dan Barra berjalan beriringan, lalu mengaitkan jarinya menjadi satu.


saat di depan pintu sheena mengatur nafasnya, lalu mendorong pintu dengan pelan. melihat Oma yang sedang duduk menghadap ke arah jendela yang masih terbuka lebar. menampakkan langit cerah dan berkelip nya bintang-bintang yang menghiasi langit.


"Oma.. kenapa jendelanya tidak di tutup? " tanya sheena.


"Oma, ingin melihat bintang-bintang yang ada di langit. malam ini cuaca sangat cerah dan semilir anginnya yang Oma sangat rindukan. " jelasnya, lalu Oma membalikkan tubuhnya menghadap ke cucunya sheena.


"Oma.. kenalin ini Barra. " sheena memperkenalkan Barra ke Oma nya.


Barra langsung mencium tangan Oma, Oma menatap Barra begitu teliti. " Saya Barra, Oma. " ucap Barra memperkenalkan dirinya lalu Oma mengangguk.


"Ada apa mencari Oma.? "


Sheena menatap Barra, memberi penjelasan untuk Oma nya. "Mhemm.. jadi begini Oma, Kedatangan saya malam ini ingin melamar sheena. Dan aku ingin pernikahannya di adakan lusa aku dan sheena sudah membicarakan ini dengan matang-matang. "


Oma terdiam dengan penjelasan pria di depannya yang melamar cucu satu-satunya. " Kamu baru saja batal menikah dengan gadis lain, sekarang ingin melamar cucu kesayangan ku? "


Barra mematung, dia dan sheena tidak bisa berkata-kata dengan pertanyaan Oma. sheena menunduk lesu, pasti Oma nya akan menolak Barra malam ini. lalu sheena tiba-tiba berdiri dari duduk nya.


"Mau kemana? Oma belum selesai bicara, duduk! " perintah Oma Riana begitu tegas, membuat sheena menatap sendu ke arah Oma nya. Barra menarik tangan sheena untuk duduk kembali, dan mendengarkan Oma bicara selanjutnya.


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2