
Pagi Hari~
"Kamu mau kemana pagi-pagi sudah rapi? " Tanya Barra.
"Hari ini aku ada janji dengan sahabatku, aku akan pergi ke kampus. Tidak boleh tidak menepati janji bukan? Aku akan segera pulang jika sudah selesai. "
"Bukannya kamu sedang demam, mengapa masih mau pergi? " Tanya Barra.
"Sayang, Aku sudah janji akan datang hari ini bagaimana jika mereka sudah menunggu Aku begitu lama di sana? "
"Sheena, jika kamu masih bersikukuh untuk pergi Aku khawatir jika kau tidak akan baik-baik saja."
" Aku hanya sebentar, mungkin satu jam saja disana setelah selesai aku akan segera pulang."
Tak mau berdebat dengan Sheena yang keras kepala Barra menarik tangannya hingga tubuh Sheena terjatuh di atas tubuh Barra. Jantung Sheena berdebar-debar saat menatap mata suaminya yang begitu indah.
"Apa kamu pikir terbuat dari besi, sehingga kau tak mendengarkan ucapan ku? "
"Sayang, kamu lepaskan dulu. Biarkan aku berdiri dulu.. " Barra tidak melepaskan pelukannya justru dia mempererat pelukan.
"Hari ini tidak boleh kemana-mana. kamu harus istirahat agar cepat pulih. "
"Tapi.. Aku? "
"Jika kamu bersikeras untuk pergi, aku akan mencium mu dan memakanmu sampai kau patuh dengan ucapan ku. "
"Uhuk Uhuk! Aku sedang demam mana bisa melakukan itu? "
"Kenapa tidak? "
Sheena tak bisa berkata-kata dia kalah debat kali ini.
"Baiklah berhenti menggodaku! aku akan melakukan apa yang kamu katakan. "
"Sekarang kamu istirahat dulu, aku sudah menghubungi dokter untuk periksa. Nanti dokter akan datang beberapa menit lagi. "
"Bagaimana dengan janjiku? "
"Aku akan meminta kedua sahabatmu untuk datang kemari. Jadi, kamu tidak perlu pergi keluar menemui mereka. "
"Benarkah? " Barra mengangguk. "thank you baby. "
"Kamu jangan terlalu banyak bergerak, jangan sampai kamu kelelahan. " Ucap Barra mengingatkan.
10 menit kemudian...
"Nona ini memang demam, Demam saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai hal. Kondisi ini dapat mereda sendiri atau diredakan dengan mengonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter. Namun, selain itu, Anda juga dapat melakukan beberapa cara untuk meredakan demam saat hamil dengan cara alami di rumah." Jelas dokter.
__ADS_1
"Apa yang harus saya lakukan dok. Apakah perlu istri saya dirawat dok? " tanya Barra.
"Jika demam suhunya sampai 38˚C atau lebih, Anda perlu segera memeriksakan Nona ke dokter kandungan agar lebih jelasnya.
Demam saat hamil tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ketika suhu tubuh Nona naik, suhu tubuh janin juga akan ikut naik. Hal ini bisa menyebabkan detak jantung Si Kecil di dalam kandungan juga ikut meningkat. ini disebabkan oleh virus cukup diobati dengan banyak minum air putih, beristirahat, atau minum obat.
Saya akan berikan obat untuk pereda demam Nona, ini termasuk jenis obat yang aman dikonsumsi untuk ibu hamil. Jangan mengonsumsi sembarang obat tanpa anjuran dokter, karena tidak semua obat aman untuk ibu hamil." Jelasnya.
" Baik, Dokter. "
" Ingat Nona jangan banyak bergerak dulu sampai demamnya membaik. "
Sheena mengangguk. " Terima kasih, dokter. "
" Sama-sama, kalau begitu saya pamit dulu. "
Dokter membereskan alat pemeriksaan ke dalam tas setelah itu keluar dari kamar. Barra mengantarkan Dokter keluar tak lupa dia mengucapkan Terima kasih.
Setelah Dokter pergi, Barra masuk kembali ke dalam kamar. Berjalan mendekati Sheena yang terus mengelus perutnya yang mulai membesar.
" Minum Obat ini, sekarang yang harus kamu lakukan hanya beristirahat dengan baik. "
" Baik, Terima kasih. "
Setelah meminum Obat, Sheena menguap merasakan ngantuk. Barra membelai wajah Sheena, Sentuhan Barra begitu sangat nyaman sehingga Sheena tertidur lelap di dalam pelukannya.
❖❖❖
Jam 7 malam...
Sheena terbangun dari tidurnya yang begitu sangat lama, hingga tak terasa dia tertidur sampai jam 7 malam.
Barra yang menyadari Sheena yang telah bangun dengan sigap membantunya untuk duduk.
"Sekarang jam berapa? " tanya Sheena.
"Jam 7 malam. "
" Oh ya, Aku baru saja bikinkan bubur untuk kamu lebih baik makan dulu selagi masih panas. "
"Terima kasih. "
"Sayang, kamu tak perlu terus-menerus bicara Terima kasih karena ini memang kewajiban ku untuk merawatmu. " Ucap Barra.
Biasanya jika Aku demam Oma dan Bibi Nai yang selalu merawat ku. Tapi kali ini, Aku di rawat oleh suamiku sendiri bahkan Aku bisa tidur begitu nyenyak di kamarnya begitu lama.. *Batin Sheena.
" Demamnya sudah turun, sekarang bagaimana perasaannya apa masih tidak nyaman? " Tanya Barra.
__ADS_1
" ini sudah lebih baik. "
" Syukurlah, Aku sudah minta mereka untuk datang besok pagi saja untuk bertemu dengan mu. "
Sheena mengangguk, Barra dengan telaten menyuapi Sheena sedikit demi sedikit. Sheena menatap wajah Barra begitu lama, Dia merasakan perhatian yang telah lama hilang kembali lagi.
Sekarang aku merasa bersyukur telah memiliki nya, dulu memang haus kasih sayang dari orang sekitar. Kini aku tidak memerlukan perhatian bahkan untuk mengemis perhatian darinya.
" Melamun lagi? " Sheena tersadar dari lamunannya.
"Kamu tidak perlu memikirkan sesuatu yang tidak penting. "
"Tidak! aku hanya merasa bersyukur saja. "
"Sudah habis, minum dulu lalu minun obatnya agar cepat pulih. "
ꕥꕥꕥ
Dalam Caffe...
Revan dan Dean masuk ke dalam caffe berjalan mencari tempat duduk. Setelah mendapatkan duduk seorang pelayan Caffe datang memberikan menu hidangan.
" Aku pesen coffee dua. "
" Baik. "
" Barra ada menghubungi kamu tidak? " Tanya Dean.
" Tidak! aku dengar, dia pergi dari rumah entah kemana dia pergi aku juga belum tau. " Ucap Revan.
" Apa mungkin di apartemen? "
" Bisa jadi! bagaimana jika setelah ini kita kesana memastikan? "
"Ide bagus! "
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1