Dear.

Dear.
53. Terbongkar kebusukan Rara


__ADS_3

Bastian tidak benar-benar pergi ke kantor, dia pulang ke rumah di mana Sania telah menunggunya semalaman.


“kamu sudah pulang, mas? ”Tanya Sania, lalu ia mengulurkan tangan untuk menyalaminya.


“Hmh.. ”


“Aku sudah masakin kesukaan kamu, bagaimana kalau sarapan lebih dulu. ” Tawarnya dengan lembut, Bastian hanya diam tapi ia menuruti ucapan Sania.


Dengan cekatan Sania mengambilkan makan nannya, dia tak bertanya semalaman dengan siapa dan melakukan apa. Sania tidak ingin pagi yang ia tunggu menjadi pagi yang merusak mood.


“Kamu menungguku?! ”Tanya Bastian, dia menatap wajah Sania yang begitu lesu dan mata yang sangat berat.


Sania hanya mengangguk kecil, dia tak berani menampakan wajahnya yang kurang tidur.


“Kenapa? ”


“Karena aku khawatir dan aku ingin menunggunya saja. ” ucapnya lirih.


Bastian merasa bersalah, tapi bagaimana pun ia juga mencintai wanita lain selain darinya. Entah kenapa, Rara begitu memuaskan hasratnya dan sangat lihai dalam men service di atas ranjang.


Dan itu tidak di dapati dari Sania, Sania begitu polos dan begitu-begitu saja tidak ada ke pikiran untuk menyenangkan hasratnya seperti Rara.


“Setelah sarapan kita ke salon, kamu cepat sedikit makannya dan bersiap. ”Ucapnya lalu ia memulai makan yang di siapkan Sania.


Sania menatapnya dengan heran, biasanya Bastian tidak seperti ini. Tapi hari ini Sania begitu terkejut Bastian mengajaknya kesalon.


Bastian yang merasa di tatap menatap Sania sehingga ia mendadak salting.


“Kenapa menatapku begitu Lama, bukankah aku sudah bilang di percepat makannya. ”


“M-maaf aku hanya bingung saja karena sudah lama kamu tak mengajak aku ke salon itu saja. ”


“Lupakan, sekarang makan! ” Sania mengangguk.


🍁🍁🍁


Rara begitu frustasi, semua fasilitas telah di sita. Dia begitu bingung karena tidak memiliki uang untuk sehari-hari.


“Bagaimana ini? ” Rara menggigit jarinya, berharap ada jalan keluar.


Calling..


Rara terkejut dengan suara telephone number yang berdering membuat lamunannya buyar seketika.


Dengan ragu-ragu Rara mengangkat telephone nya. “Ya? ”


“Temui aku di hotel biasanya, aku menunggumu di kamar biasa. ”Ucap seseorang.


“Aku tidak bisa!”

__ADS_1


“Apakah itu penolakan?! ” tanya pria di seberang sana.


“Aku belum bisa, Om.” Ucap Rara memelas.


“Kesini sendiri atau aku jemput ke sana?! ” Ancamnya.


Rara begitu frustasi, “apa lagi ini ya tuhan?! ” gumamnya.


“Aku yang akan ke sana, tunggu aku mandi dulu. ” Setelah itu ia matikan sambungan telephone nya.


Rara segera mandi dan menemui pria yang menelponnya.


Lain sisi, Bastian dengan sabar menunggu Sania perawatan dari atas sampai bawah ia setia menunggu tanpa mengeluarkan keluhan bosan di mulutnya.


Bastian begitu mencintai istrinya, sama seperti dulu. Tapi, dia juga terjebak di dua perempuan yang sangat penting dalam kehidupannya.


“Mas, aku sudah selesai. ”Kata Sania, Bastian menatap Sania dari atas sampai bawah. Istrinya begitu menawan dan terlihat seperti muda lagi.


Bastian mengangguk,“ Aku bayar dulu kamu duduk saja. ” Bastian langsung membayar dan pergi saat selesai.


“Hari ini kita menginap ke hotel ”


“Hotel? ”Tanya Sania memastikan.


“Iya, sudah sangat lama aku tidak memanjakan mu. kau tidak keberatan kan? kalau aku membawamu hanya ke hotel tidak liburan ke luar kota atau negara?”Tanya Bastian, ia menoleh ke samping menatap Sania.


“Aku tidak keberatan, di manapun kau membawaku. aku sangat bersyukur kamu masih ingat denganku. ”Ucap Sania, hatinya begitu senang.


Bastian dan Sania sampai di parkiran hotel, mereka turun dari mobil dan berjalan ke arah masuk hotel.


Setelah masuk, Bastian melihat Rara berada di hotel yang sama. Dia begitu terkejut, Bastian segera menoleh ke arah Sania yang masih melihat sekelilingnya.


“Sania, kamu duduk saja dulu di sana. aku akan pesan kamar dulu, nanti aku akan ke sini lagi setelah selesai. ” Bastian menunjuk di tempat tunggu.


Sania yang tidak mengerti hanya patuh saja apa yang di perintahkan suaminya. Melihat Sania sudah duduk di tempat tunggu ia segera mengejar Rara.


Bastian sangat penasaran dengan adanya Rara yang berada di hotel. Dirinya sudah berpesan agar tidak keluar, tapi Rara mengingkarinya.


Dengan langkah pelan dan waspada, Bastian terus mengikuti Rara hingga sampai tujuan kamar yang di tujunya.


Rara mengetuk pintu kamar beberapa kali, hingga pintu terbuka menampakan pria tua keluar dari kamar sana. Bastian begitu terkejut, dengan pemandangan di depannya.


Mereka tanpa malu berciuman di depan kamar hotel tanpa melihat di sekelilingnya. Bastian merasa sesak di dadanya melihat perempuan yang ia cintai berada di pelukan pria tua itu.


Setelah selesai, mereka masuk ke dalam dan menutup pintunya dengan rapat. Bastian segera kembali dan memesan kamar tepat di sebelah kamar Rara.


“Ayo, aku sudah mendapatkan kuncinya. ”Ajak Bastian, Sania hanya mengangguk dan mengekorinya dari belakang.


Bastian mendadak tidak mood, tapi juga penasaran apa yang akan di lakukan Rara di dalam sana.

__ADS_1


Bastian segera membuka pintu, lalu mempersilahkan Sania untuk masuk duluan.


“Aku akan keluar dulu sebentar, kamu tunggu di sini dulu. jika bosan kamu bisa menonton tv dulu. ”


“Kamu mau kemana? ”


“Aku pesan makan dulu dan kebutuhan yang lain. ya sudah aku pergi! ” Bastian meninggalkan Sania kembali dan bergegas ke ruang catering hotel.


“Permisi, apakah kamar xxx memesan makanan?! ”Tanya Bastian.


“Ah iya, sebentar lagi pesanan akan siap apakah kau karyawan baru?! ”


“Iya, aku belum mendapatkan seragam makannya seperti ini. ”Ucap Bastian.


“Kau ganti baju dulu, di sana sudah ada seragamnya. ” Bastian segera pergi dan berganti pakaian ia tidak mau membuang waktunya.


Setelah berganti, Bastian langsung membawa makanan yang di pesan kamar Rara. ia menyamar menjadi pelayan agar melihat langsung apa yang terjadi di sana. Bastian merapikan masker yang ia pakai untuk menutupi sebagian wajahnya.


Tok! Tok! Tok!


Beberapa menit kemudian pintu di buka menampakan wajah asli pria tua itu dengan jelas. Rahang Bastian mengetat melihat pria di depannya hanya memakai celana pendek saja.


“Masuk, kau taruh saja makanan nya di sina. ” ucap pria itu.


Bastian melihat Rara dan pria itu kembali bermesraan di atas ranjang. Rara begitu tidak tahu malu, bahkan ada orang lain pun masih berani melakukan adegan itu.


“Kamu mau berapa juta?! ”


Deg!


Bastian menajamkan pendenganrannya, dia berhenti menaruh makanan yang ia bawa.


“50 juta!? ”


“Oke, puaskan aku sampai pagi nanti akan Om tambahkan uang. ”


“Sialan! aku memberimu hati dan perhatian sehingga aku melupakan istriku. justru aku mendapatkan wanita sampah seperti ini?! ”


Tanpa Ragu, Rara memasukan pusaka pria tua itu ke dalam miliknya dan itu di lihat oleh Bastian tepat di depan matanya sehingga menampakan yang ia sukai. Dia begitu mual melihat pemandangan di depannya, Bastian merutuki kebodohannya karena mempercayai wanita sampah seperti dia.


”Yeah.. Ah! ” Suara meracau Rara begitu sakit di telinga Bastian, dia segera selesai kan lalu pergi meninggalkan kamar tersebut.


“Sialan!!! ”


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


__ADS_2