
Sore Hari~
pukul 18.00
Sheena mengerjapkan matanya yang terasa berat, matanya terlihat bengkak akibat menangis.
wajahnya yang masih terlihat mengantuk saat bangun tidur. Sheena melangkah ke kamar mandi, menatap wajah di cermin. penampilannya sangat kacau Rambut yang acak-acakan, mata yang sembab wajah yang terlihat lesu.
Sheena mencuci muka dan menggosok gigi. duduk di closed membuang air kecil yang sudah tahannya.
splass~ air mengalir di bawahnya.
Sheena membuka semua baju yang melekat di tubuhnya. kaki nya melangkahkan di bathtub kamar mandi mewah. saat mandi, di dalam bathtub Sheena menjadikan kegiatan mandi sebagai relaksasi.
Setelah beraktivitas seharian, Sheena menghabiskan waktu di dalam bathtub untuk membantu tubuhnya melepaskan rasa penat.
Dan mandi dengan cara berendam dalam bath up merupakan salah satu cara ampuh untuk mengendurkan saraf-saraf yang tegang setelah seharian stres berkutat dengan kuliahnya.
Untuk memulihkan stamina tubuh dan menenangkan pikiran, Sheena coba berendam dengan menggunakan garam laut dan bunga-bungaan.
~
setelah satu jam berendam di dalam bathtub Sheena keluar dari kamar mandi dengan melilitkan handuk di tubuhnya.
lalu melangkah ke walk in closet, ruangan khusus untuk menyimpan barang pribadi dan perlengakapan pakaian, sepatu, dan aksesori semua ada di dalamnya.
Sheena mengambil mini dress warna hitam lalu memakai nya. memakai skincare di wajahnya dan serum bibir.
menyemprotkan parfum di seluruh tubuhnya. dia memilih tas mini, dan high heels yang tak terlalu tinggi.
Sheena ngambil kunci mobil dan jaket di tangannya lalu turun ke bawah menggunakan lift.
Oma yang sedang menonton TV menoleh, menatap cucu nya yang sudah rapi.
“Sheena, mau kemana rapi sekali sayang. ” tanya Oma.
“Oma, Sheena mau pergi main sama temen-temen, boleh yah? ”
“Tapi, Sheena pulang ke sini kan? ” tanya Oma, dia sangat khawatir jika cucu nya pergi lagi.
“Iya, Oma. Sheena nggak lama kok. ”
Dengan berat hati, Oma mengiyakan. membiarkan Sheena main bersama teman-teman nya. “Jangan sampai tengah malam ya dan hati-hati di jalan. ”
“Iya, Oma. Aku pergi dulu ya dadahhh” Sheena keluar, dia berjalan menuju mobilnya yang terpakir di depan rumah.
Membuka pintu mobil ~
Sheena meletakan jaket dan tas-nya di kursi samping. menutup pintu mobil kembali lalu memasang sabuk pengaman.
Sheena membuka handphone, lalu mencari nomor telepon Gea.
Tuttt.. Tuttt..
telepon di angkat~
“Hallo? ”
“Ge, aku otw jalan ke rumah lo! lo siap-siap sama Antika kita ke clubbing. ” tanpa basa-basi Sheena langsung berbicara ke intinya.
“Oke.”
Menyalakan mesin mobilnya, lalu berjalan keluar dari pekarangan rumah Oma.
mobil Lamborghini yang di kendarai Sheena melaju dengan kecepatan tinggi.
🍁🍁🍁
Sheena sampai di depan rumah Gea.
Gea dan Antika yang mendengar mobil Sheena yang berhenti di depan rumah langsung ke depan.
Gea masuk ke dalam mobil sheena, sedangkan Antika mengendarai mobilnya sendiri.
mereka langsung pergi lagi menuju ke clubbing.
Di dalam mobil Sheena...
“Lo baik-baik aja kan Shee!? ” tanya Gea.
“Gue baik-baik aja, kenapa? ” Sheena balik nanya ke Gea.
“nggak apa-apa cuma nanya doang. gue kan khawatir kalo lu kenapa-kenapa. ”
__ADS_1
“Lo kan bisa liat kalo gue baik-baik aja. Udah, aku ajak kalian ke clubbing hanya Nongkrong aja. malam ini aku nggak mau mabok! ”
“Ohya, gimana kabar Oma? semenjak lu kabur kan nggak pernah main ke rumah oma. ” tanya Gea menatap Sheena.
“Kabar Oma, Baik. hanya saja dia merasa kesepian setelah di tinggal gue. gue bersalah banget sama Oma.” ucap Sheena menoleh ke arah Gea.
“gue kalo di posisi lu juga akan melakukan hal yang sama. mungkin akan lebih parah sih dari lu. ”
“Udah ah.!! nggak usah bahas itu, malam ini aku mau menghilangkan stress.”
“Sorry Shee, gue nggak bermaksud membuka luka lo. ” jelas Gea dengan menyesal.
“its Oke, I'm fine Gea. ‘’ ucap Sheena tak mempersalahkan pertanyaan nya.
Clubbing.
mereka masuk dalam clubbing, beberapa orang terutama warga kota besar masuk ke dalam diskotik atau klub malam mungkin hal yang biasa.
clubbing memang telah menjadi tempat rekreasi bagi pengunjung setianya.
Sementara bagi banyak orang lainnya clubbing adalah tempat yang tabu untuk dikunjungi. Dengan berbagai alasan, termasuk citranya yang lekat dengan kehidupan malam yang bebas, minuman keras hingga narkoba, clubbing menjadi tempat yang “terlarang” bagi banyak orang.
Suasana di sebuah clubbing di kota jakarta. Di sinilah akhirnya untuk pertama kali Sheena menginjak lantai clubbing bersama teman-teman nya.
Dan menyaksikan betapa kehidupan malam yang ramai di dalamnya. gelap dan riuhnya clubbing dengan segala hal yang ternyata benar adanya, orang yang berjoget hingga meng geleng-geleng kan kepala.
Hilir mudik orang dengan pakaian yang bermacam-macam gaya, mulai dari yang biasa hingga punggung terbuka, dari yang mengenakan jeans panjang hingga rok mini, semua melintas di depan mata.
Malam makin larut, suasana clubbing di malam hari Beberapa orang mulai turun dari duduknya, mereka melantai menari saling berhadapan antara yang laki-laki dan wanita.
Untuk beberapa saat mereka saling berangkulan dan ketika musik mengeras gerakan merekapun semakin menghayati.
Satu persatu orang menyusul ikut menari sambil membawa gelas berisi minuman, entah jenis apa.
banyak disuguhi pemandangan yang serba “wow”. Tampak mereka sedang terbahak-bahak entah apa yang ditertawakan.
“Shee, kita cari duduk di mana? ” tanya Gea. matanya mencari tempat kosong.
“Malam ini ramai sekali?! ”ucap Antika.
“Kiita kesana..” Sheena menunjuk tempat paling pojok, tempat yang banyak tamu VVIP.
mereka berjalan menerobos orang-orang yang sedang berjoget dan menari-nari.
Sheena dan dua temannya, ber celinguk kan tidak ada tempat kosong malam ini.
Seorang yang melihat ke tiga gadis itu kebingungan, berinisiatif untuk bergabung dengan nya.
__ADS_1
“Hai! ”sapa seorang.
“Why?? ” tanya Gea.
“Apa kalian mencari tempat duduk? malam ini sangat ramai, banyak pengunjung yang terus berdatangan. bagaimana jika kalian bergabung dengan kami? ”
Gea mentap Sheena, mencari Jawabannya Sheena hanya mengangguk setuju.
“Baiklah, Terima kasih sudah memberi kami tempat duduk.” ucap Gea.
“ sama-sama. ” mereka mengekori seorang tersebut di belakang.
seorang tersebut mempersilahkan ke tiga gadis itu duduk. ke dua teman pria itu menatap dengan bingung.
“Hai! ” sapa Gea dan Antika.
Sheena hanya terdiam, malam ini Sheena tak bersemangat berbeda dengan hari-hari biasanya.
“kalian kenapa bisa di tempat ini? ” tanya Revan.
“Kita di sini mau menghilangkan stress yang ada di otak.” ucap Antika dengan judes. gadis yang selalu diam membuka suara.
“Maafkan teman aku ya, emang rada judes orang nya.” ucap Gea.
“ it's Oke. ”
Ya seorang tersebut teman dekat Barra, yaitu Dean. Dean merasa kasian dengan ke tiga gadis itu yang tidak dapat tempat duduk.
Barra menatap gadis yang ia kenal kemarin malam. menatap Sheena yang lebih banyak melamun dan menunduk ke bawah.
Dia sangat penasaran dengan Sheena, gadis yang kemarin malam yang membuatnya lemas di atas ranjang. Jantung nya berdebar sangat kencang.
Matanya menatap Sheena dengan intens. penampilan Sheena malam ini membuat Barra travelling menjerumus ke atas ranjang.
Para pelayan membawa nampan berisi gelas-gelas kecil dan botol-botol minuman berukuran besar. Sementara bau minuman, asap rokok, dan parfum segala rupa telah bercampur membentuk atmosfer clubbing.
Musik keras dalam ruangan yang gelap dipenuhi aroma parfum, minuman dan rokok. Orang-orang, banyak di antaranya sepasang manusia, asyik berjoged mengikuti dentuman musik keras. Tawa mereka yang bercampur dengan kerasnya alunan musik membuat telinga menjadi makin pusing.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung....