
Setelah melepas rindu bertemu dengan Oma, Sheena pamit pulang ke Apartemen suaminya. Dan meninggalkan kedua sahabatnya di rumah utama Oma. Setengah perjalanan nya Sheena berubah fikiran untuk mampir ke kantor Barra. Sheena memutar arah menuju jalan ke arah kantornya.
Dia terus menambah kecepatan mobilnya agar tidak terkena macet. Karena Hari mulai sore, Sheena sesekali melihat jam yang melingkar di tangannya.
“Masih ada waktu! “ Gumam Sheena.
Selang beberapa menit mobil Sheena sampai di depan kantor Barra.
Sheena turun dari mobil dia melangkahkan kakinya menuju ke pintu lobby. Saat tidak fokus ke jalan tiba-tiba Sheena di tabrak oleh seseorang.
𝐁𝐫𝐮𝐤𝐤...!!!!
“Aduh! “Sheena meringis kesakitan.
“Maaf Nona, Saya tidak sengaja. “Ucap pria paruh baya.
“Nona, Anda tidak apa-apa? apa ada yang terluka? “ Imbuhnya. Sheena menatap pria tua itu tanpa beralih pandangannya.
“Saya tidak apa-apa pak! hanya saja saya takut jatuh. karena saya sedang hamil.“ Kata Sheena.
“Sekali lagi saya minta maaf, tadi saya buru-buru dan tidak melihat anda yang sedang berjalan. “ Pria tua itu terus memohon maaf agar Sheena memafkan dirinya.
“Saya maafkan, lain kali hati-hati pak! jika tadi aku jatuh dan kenapa-napa bagaimana? “ Kata Sheena lagi.
“Maafkan saya ya Non. “Kata pria tua melemahkan suaranya. Pria paruh baya itu sedikit ketakutan dan terus bertanya kepada Sheena keadaannya.
“Pak Zain, Ada apa? “Panggil seseorang wanita.
Pak Zain menoleh ke belakang, Bos besarnya telah memanggilnya.
“Hanya kecelakaan kecil saja, Nyonya. “Kata Pak Zain.
“Kalau sudah, Ayo cepetan! Aku sedang buru-buru.“ Kata wanita itu lagi.
__ADS_1
“Ya Nyonya?! “ jawab pak Zain,lalu beralih ke Sheena kembali dan terus berusaha meminta maaf kepada nya.
“Nona, saya sudah di panggil sekali lagi saya mohon maaf. “ Kata pak Zain lagi sebelum ia meninggalkan Sheena yang masih berdiri di sana.
Sheena melihat Pak Zain sudah pergi, dia melanjutkan jalannya dengan terburu-buru menuju ke meja resepsionis.
“Hallo, bisa saya bantu? “ Tanya resepsionis yang bernama Hasna.
“Ya, apakah tuan Barra Ada di ruangannya? “Tanya Sheena dengan sopan.
Hasna menatap Sheena dengan penuh tanda tanya.
“Apakah sebelumnya anda sudah membuat janji dengan beliau? “Tanya Hasna memastikan.
“Aku hanya bertanya kepada Anda apakah dia ada di ruangannya atau tidak? “ Ucap Sheena yang mulai kesal dengan pertanyaan perempuan di depannya.
Hasna yang mulai tak suka dengan cara bicara Sheena menatap Sheena dengan raut muka yang tak suka.
“Jika anda belum mempunyai janji, Anda tidak bisa bertemu dengan nya. silahkan anda membuat janji terlebih dahulu dengan nya.“ Ucap Hasna dengan sedikit arogan.
“Hallo? “Ucap Sheena.
“Iya, Sayang ada apa? kamu sudah pulang? “Tanya Barra tanpa Basa-basi.
“Kamu turun ke bawah, aku ada di bawah kantor kamu. “ Kata Sheena dengan kesal.
“Di bawah? Kenapa kamu tidak bilang kalau mau datang. kenapa tiba-tiba sudah ada di bawah?“Kata Barra.
“Kan biar surprise! Memangnya tidak boleh?“ Kata Sheena dengan cemberut.
“Boleh sayang, maksud aku kenapa ke sini kan sudah sore. kalau begitu kamu langsung naik ke lantai atas saja. aku sedikit sibuk belum selesaikan pekerjaan nya. “
“Masalahnya aku tidak boleh ketemu sama kamu. “
__ADS_1
“Astaga! baiklah Aku akan turun. “ Ucap Barra.
𝐁𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐭 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧...
Barra berjalan dengan langkah besarnya, karyawan yang melihat Bosnya menyapanya dengan sopan.
Sheena yang melihat Barra yang berjalan mendekati dirinya membuat Hasna tercengang melihat Bos besarnya turun menemui wanita yang ia tolak untuk bertemu dengan Bosnya.
“Kenapa ke sini hmh?! “ Tanya Barra tanpa Basa-basi.
“Aku sedikit bosan! tadi siang mampir di rumah Oma bareng teman-temankku. Tapi, aku pulang sendirian karena mereka mau nginep di rumah Oma. “kata Sheena dengan mengerucutkan bibirnya.
Barra tersenyum melihat tingkah manja Sheena yang imut.
“Ohya! tadi siapa yang tidak bolehkan kamu masuk? “Tanya Barra.
“Dia? “ Sheena menunjukkan jarinya ke arah Hasna.
Barra menggandeng Sheena mendekati meja resepsionis dengan wajahnya yang sedikit kesal.
Hasna yang melihat wajah bosnya yang kurang baik. menjadi ciut dan berusaha kuat mendengar kan omelannya.
“Bos.. “Ucap Hasna.
“Jika wanita ini datang ke sini biarkan dia masuk tanpa perlu bicara dulu atau aku yang menjemputnya ke bawah. itu merepotkan! Jangan ulangi kesalahan lagi ke depannya. "Ucap Barra dengan tegas. Hasna terus menundukkan kepalanya tanpa berani melihat wajah garang Barra.
“Baik, Bos. “ Setelah mengatakan peringatan untuk Hasna. Barra memeluk Sheena dengan mesra dan menjadi pusat perhatian para karyawan nya sendiri.
“Siapa gadis yang dipeluk pak Barra? “Tanya salah satu karyawan.
“Entah? karena dia baru pertama ke kantor cabang hari ini. Mungkin kekasih barunya? "
“Cantik! pantas saja pak Barra mau menjemput dia ke bawah. “ Masih banyak lagi bisikan-bisikan orang-orang kantor yang tak biasa ini.
__ADS_1
🥀🥀🥀🥀
Bersambung...