
𝐊𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐢...
Sheena pulang ke rumah Oma nya, dia segera naik ke lantai atas menuju kamar. Sheena terkejut apa yang ada di depan mata nya saat membuka pintu kamar.
“Kalian... “Ucap Sheena.
Gea dan Antika menoleh bersamaan, mereka dengan tak tahu malunya malah seenaknya di kamar Sheena.
“Apa? kenapa masih di situ cepat ke mari. “ kata Gea dengan nada perintah.
“Lo.. gila! kalian mau pindah ke rumah gue?.“Tanya Sheena dengan kesal, sebenarnya tidak masalah jika mereka tidur dikamarnya. tapi bukan berarti membawa pakaian dengan beberapa koper.
“Ya elah biasa aja kali Shee.. “Ucap Antika enteng.
“Lo kenapa pulang sendirian? kemana suami lo itu? “ Tanya Gea.
“Dia.. pergi ke Jepang selama tiga hari. So, gue pulang ke sini lah. “Kata Sheena lalu menuangkan air minum ke dalam gelas.
“Jepang? ngapain? “Tanya Gea lagi.
“Katanya sih urusan kerja. “
“Oh... udah dapat kabar dari dia? “Tanya Antika, Sheena menggelengkan kepalanya.
“Sampai sekarang? “Sheena mengangguk lagi.
“Lo yakin dia kerja? kok tiba-tiba dia pamit ke Jepang lalu belum ngabarin kamu sampai sekarang?“Kata Antika.
“Kok lu ngomongnya gitu? “Tanya Gea...
“Ya siapa tau di sana cari cewek cantik, mulus dan seksi. Hihi“Kata Antika dengan bercanda.
“Ah elah.. dasar kamprett lu! mana ada dia nyari cewek gila kali ya? “ Gea menimpali dengan kesel.
Sheena terdiam dan tak menyahuti candaan sahabatnya. Sheena hanya berharap suaminya memang benar-benar bekerja di sana seperti yang dia katakan seblumnya.
“Shee.. lu nggak apa-apa? “Tanya Gea, Antika yang merasa keterlaluan merasa bersalah.
“Shee.. gua cuman bercanda doang beneran! “Kata Antika tak enak hati.
“Gue nggak apa-apa santai aja. “Kata Sheena.
“Beneran Shee gue nggak maksud untuk meragukan lu kalau Barra di sana cari cewek. “Kata Antika lalu gesture tangannya membentuk peace dengan tersenyum sampai terlihat gigi-giginya.
“Gue nggak apa-apa kalian ini. “
Antika dan Gea terdiam dan tak membuka suara lagi. memberikan ruang untuk Sheena yang merasa galau karena belum juga dapat kabar dari Barra.
ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ
Setelah satu hari berada di Jepang atau lebih di kenal sebutan negeri sakura. karena bunga khas negeri itu adalah bunga sakura yang banyak bermekaran selama musim semi.
__ADS_1
Barra telah selesai meeting proyek besar di negara itu,jarum jam menunjukkan jam 22:00 malam Barra memutuskan masuk ke dalam restoran terkenal di Jepang.
Barra merasa lelah dan tubuhnya berasa pegal-pegal. Tapi, semuanya terbayar dengan memuaskan karena kali ini proyek yang ia jalani berjalan lancar.
Barra membuka handphone yang di matikan sejak ia memulai meeting. Menampakkan foto Sheena yang sangat seksi dan hot membuat Barra menjadi rindu dengan istrinya itu.
”Sedang apa dia?” gumam Barra,lalu tersenyum manis saat melihat satu foto yang ia sukai. Barra ingin menghubungi Sheena tapi..
”Hai..”Sapa seseorang wanita muda .
Barra mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang menyapa dirinya.
Barra memiringkan kepalanya dan mengingat-ingat siapa perempuan di depannya.
”Lupa? Aku yang kemarin kamu tolongin di bandara,ingat?”Kata perempuan itu.
Barra ternganga lalu tersenyum manis telah lupa dengan wajah perempuan yang dirinya tolong. Barra meletakkan Handphonenya dan melupakan keinginannya menelpon Sheena.
”Kamu di sini juga? ” Kata Barra.
”Hmh. Ohya kita ketemu lagi loh. Boleh duduk di sini?”
”Boleh dong ! Silahkan duduk.” Barra mempersilahkan perempuan itu untuk duduk di bangku depannya.
”Kita belum kenalan, namaku Clara.”kata perempuan itu dengan mengulurkan tangannya ke Barra.
Barra menjabat tangan sebagai formalitas.
”Barra .”
”Aku sudah pesan, dan sudah membayar nya juga tadi. kamu pesan saja biar aku yang bayar, tidak usah sungkan.”Kata Barra.
Clara tersenyum lalu mengangguk sebagai persetujuan. Clara terus menatap Barra yang terlihat sangat tampan. Dalam hatinya terus menerus mengagumi keindahan wajah dan tubuhnya yang sangat seksi.
****
Setelah mereka selesai makan, Clara meminta Barra untuk mengantarkannya ke hotel. Karena Barra tak enak hati dan hari sudah malam akhirnya Barra mau mengantar Clara ke Hotelnya.
”Sudah sampai.”Kata Clara .
”Di sini?” Tanya Barra.
”Hmh! Terima kasih ya sudah mentraktir aku dan mau nganterin aku ke hotel.”Ucap Clara lalu mengeluarkan handphone nya lalu menyodorkannya ke Barra .
”Apa ini?”kata Barra .
”Boleh minta nomor teleponnya? Karena aku pertama kali ke Jepang jadi aku sangat kesulitan untuk beradaptasi. Karena kamu satu-satunya orang yang aku kenal dan satu negara juga. pleace.”Clara memohon kepada Barra dengan wajah yang di imut-imutin.
Barra mengangguk lalu mengetikan nomor teleponnya di handphone Clara.
“Thanks ya. Dan selamat malam. “Kata Clara.
__ADS_1
“Kalau begitu aku pamit pulang dulu. “
“Oke.. “
Barra berjalan meninggalkan kamar hotel Clara dan tak sadar ia tidak menghubungi Sheena karena asik ngobrol dengan Clara.
Setelah sampai di hotel, Barra membersihkan diri lalu tidur dengan nyenyak. Tak merasa bersalah Barra melupakan Sheena yang telah menanti kabar darinya.
“Kamu sedang ngapain sih! “ gumam Sheena. Dia terus menggigit jarinya dan matanya tak lepas dari layar handphone.
“Apa jangan-jangan yang dikatakan Antika benar? “
“Nggak! Enggak boleh berfikiran seperti ini dia pasti benar-benar kerja mungkin di sana nggak ada sinyal? “ Sheena terus menerus meyakinkan hatinya sendiri bahwa Barra akan baik-baik saja.
Gea yang mendengarkan suara Sheena yang terus menguatkan dirinya memberanikan diri untuk mendekati.
“Shee.. lu kenapa? “Tanya Gea.
“Gea? kenapa lu ke sini. “Tanya Sheena dan mengusap pipinya yang basah air mata.
“Gue nggak papa kok! Hanya sedikit sedih aja kenapa kamu belum tidur? “Tanya Sheena mengalihkan perhatian.
“Gue belum ngantuk juga nggak asik sendirian di kamar. Antika tidur duluan soalnya. “
“Oh... “ Sheena menundukkan kepalanya masih menatap layar handphone dan bolak-balik ke menu berharap ada notifikasi dari Barra.
“Lu lagi nungguin Barra telepon? “Tanya Gea.
“Kira-kira dia lagi ngapain ya Ge di sana? Gue jadi khawatir dengan dia Ge. “Ucap Sheena dengan sedih.
“Mungkin dia benar-benar sibuk dan nggak sempet ngabarin lu. Udah, jangan khawatir dia nggak akan berpaling darimu kok percaya deh sama gue. “
“Thanks ya Ge, udah nenangin gue? “
“Santai aja kali, lagian nggak mungkin kan suami lo selingkuh? Ya kali dia berani selingkuh udah abis sama gue Shee.. “Kata Gea.
“Lu jangan seenak udel hajar dia yah! Awas lu kalau diam-diam nekat. “Kata Sheena memberi peringatan.
“Gue nggak janji Shee.. Kalau dia sampai berani selingkuh udah gue Bejek-bejek jadi rempeyek dah. “ Ucap Gea dengan memperagakan tangannya.
“Sadis amat lu ah. “
“sudah ya jangan sedih lagi. Gue ikut sedih tau kalau lu kaya gini. “ Kata Gea, lalu memeluk Sheena dengan erat.
“Lu sahabat yang paling mengerti gue Ge, Thanks banget udah jadi sahabat gue. “Kata Sheena.
“Kita ini sahabat sejati juga nggak akan terpisah Shee.. “Kata Gea, mereka memeluk satu sama lain dan saling menguatkan.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...