Dear.

Dear.
29. Tamu tak di undang.


__ADS_3

Barra dan sheena telah sampai di apartemen pribadi Barra. Mereka masuk kedalam Apartemen mewah, Kedua kalinya sheena masuk Apartemen Barra kini statusnya bukan lagi kekasih. tapi kali ini status nya sudah menjadi pasangan suami istri.


Bibi Mutia kaget dengan kedatangan Bos mudanya dengan Wanita yang kemarin dia bawa.


" Bi, hari ini bibi tidak usah bekerja. "ucap Barra tiba-tiba membuat bibi mutia menjadi kaget saat mendengar bos mudanya meminta tidak bekerja.


" Maksudnya, saya di pecat tuan? "tanya bibi Mutia.


" Bukan! hari ini bibi libur saja besok kerja seperti biasanya saja. Oke? " Jelas Barra, Bibi Mutia bernafas lega ternyata dirinya di minta libur saja.


"Oh begitu rupanya? Ya sudah bibi selesaikan ini dulu . "


"Baiklah."


Beberapa menit dengan kepergian Bibi Mutia, Di dalam Apartemen hanya mereka berduaan di sana. Ada rasa senang di hati Barra Akhirnya bisa merasakan ketenangan dengan sheena di dalam apartemen.


Tiada hari untuk berlibur bagi mereka yang sedang melakukan hari-hari awal pengantin baru. Barra begitu sangat bahagia tidak ada penghalang lagi di kehidupan nya. Sekarang ini dia merasakan kebebasan dari kekangan dan tuntutan keluarganya.


🥀🥀🥀


Di malam Hari, Sheena di bangunkan oleh bel pintu Apartemen Dia tidak melihat Barra di tempat tidur. Mungkin suaminya berada di dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena bertempur di atas ranjang dengan nya.


Sheena berinisiatif untuk membukakan pintu dengan memakai kemeja putih kebesaran milik suaminya dengan rambut yang masih acak-acakan. sheena tak sempat untuk merapihkan karena bel terus berbunyi.


Baru membuka pintu Sheena di kejutkan dengan tamu seorang wanita muda di depannya. Dia sangat hafal siapa wanita di depannya ini bahkan Sheena tersenyum sinis saat melihat wajahnya .


"Siapa kamu? " tanya Rara, Ya wanita itu mantan tunangan Suaminya Barra.


"Apakah penting siapa aku bagimu? " tanya Sheena, sambil bersender di tengah pintu.


"ini apartemen tunangan ku! siapa kamu beraninya masuk di dalam apartemen tunangan ku. Hah! " teriak Rara sambil mendorong Sheena ke dalam.


"Ini Apartemen ku. Apa sih! "

__ADS_1


"Kau! Siapa kamu beraninya mengusir ku. " ucap Rara.


"Sayang, siapa yang bertamu? " tanya Barra, Rara mendengar suara Barra yang memanggil sayang. Seketika Darahnya mendidih rahangnya mengetat dan giginya bergemelatukan, dia begitu sangat marah dan tak terima.


Sheena tersenyum jahat, dia berfikir untuk membalas dendam. ini waktu yang sangat pas untuk membuat Rara merasakan sakit hati yang begitu menyakitkan.


"Aku tidak tau! Apa kamu kenal dia? " ucap Sheena memancing.


Barra setelah mandi segera muncul, Dia masih memakai handuk yang dililitkan di pinggang nya. Rara melihat Barra yang hanya memakai handuk yang di lilitkan dipinggang lalu beralih melihat tampilan Sheena yang sangat seksi dengan balutan kemeja kebesaran milik Barra. Melihat mereka berdua dalam satu ruangan semakin ingin menangis. Mengetahui kedua orang ini menginap satu kamar di dalam Apartemen.


Rara memiliki darah panas di sekujur tubuhnya. Tapi ketika berdiri di depan orang yang dicintainya, Rara menjadi sebagai gadis yang lembut.


"Kamu! kenapa kamu datang ke sini untuk apa? cepat keluar! " usir Barra dengan tak berperasaan, membuat Rara terkejut prilaku Mantan tunangan nya ini begitu berubah dalam sekejap.


"A-aku. Aku.. " Rara begitu gagap saat berhadapan dengan Barra, dia sedikit takut karena suatu masalah di acara pernikahannya tempo lalu.


"Kau tidak di terima disini! "


Siapa wanita yang di maksud Rara ini? jadi Bukan Barra sendiri yang membatalkan pernikahannya. Lalu siapa wanita yang di maksud dia? apa wanita Barra yang tidak aku ketahui. (Batin Sheena.)


"Tidak perlu! cepat keluar, kau tidak di Terima disini. " Setelah mengucapkan pengusiran, Barra meraih pintu sebelum ditutup Sheena tersenyum meledek membuat Rara menatapnya dengan sorot mata yang tajam.


Blamm~


Pintu tertutup dengan kencang, Di luar Rara tak diam dia menggedor-gedor pintu Apartemen Barra begitu kencang. Barra menarik Sheena untuk masuk kedalam kamar dan tidak memedulikan Rara yang kesetanan di luar .


"Wanita sialan! kau merebutnya dariku lihat saja nanti kau akan hancur!


Brakk.. Brakk.. Brakk..


Rara menendang pintu dengan kakinya, merasa ucapannya tidak di gubris oleh Barra Akhirnya Rara memutuskan pergi dari apartemen dia.


***

__ADS_1


Di dalam Kamar, Sheena tidak berbicara atau pun bertanya membiarkan Barra yang sedang memakai pakaiannya. Seolah mengerti apa yang sedang difikirkan Sheena, Barra membuka percakapan dan menjelaskan apa yang terjadi di hari lalu.


" Sayang, jangan banyak berfikir kau tak perlu memikirkan ucapan dia. "


"Siapa wanita yang di maksud dia? "


"Wanita itu adalah sahabat mu! Aku tidak tau namanya tapi aku tau dia adalah sahabat mu. "


"Sahabat ku? Siapa? "


"Kau tanyakan saja salah satu sahabat mu itu. "


Sheena terdiam, Apakah wanita itu Gea atau Antika. Sheena ingin sekali berterima kasih dengan mereka yang selalu ada dan tau apa yang harus dia lakukan tanpa dirinya minta. Sheena begitu terharu memiliki sahabat yang begitu baik dan menyayangi dirinya.


.


.


.


.


.


..


Bersambung...


Hai Guy's, Yang selalu menunggu novel ini aku minta maaf karena up-nya sangat lama. Karena Author dan Anakku habis sakit jadi tidak bisa Up dalam beberapa minggu ini.


Novel ini akan lanjut up setiap hari inya Allah jika tidak ada halangan.


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2