Dear.

Dear.
34. Kembali ke rumah.


__ADS_3

š‚ššš„š„š¢š§š ...


"Siapa Shee? " Tanya Gea.


"Oma? " Gumam Sheena.


"Oma nelpon, gue angkat dulu. "


"Hallo Oma? " Jawab Sheena dengan lembut.


"Hallo sayang, kamu di mana? " Tanya Oma, Sheena menatap Gea di samping duduknya.


"Em.. Sheena di kampus Oma, Ada Apa?! " Tanyanya dengan penasaran.


"Oma kangen, kapan kamu akan pulang. Oma mau bicara sesuatu dengan mu. " Kata Oma, Sheena terdiam sesaat .


"Baiklah, setelah pulang dari kampus Sheena akan mampir ke Rumah. " Kata Sheena.


"Oma tunggu! Ohya, kamu mau di masakin apa? biar bibi Nai yang akan siapkan."Tanya Oma.


"Baik Oma, Sheena mau di masakin seperti biasanya saja Oma. Sudah yah Sheena mau masuk dulu, Sheena matikan yah? sampai ketemu di rumah. " Ucap Sheena.


"Iya, Sayang belajar yang baik ya. "


Tutt...


Sheena menutup telepon nya lalu memasukan kembali ke dalam tas.


"Ada Apa? "Tanya Gea.


" Oma kangen, dia mau aku pulang. "


"Oma pasti kesepian di rumah kalau nggak ada lo Shee. " kata Antika.


"Hmh! kita boleh nggak main ke rumah Oma.? " Tanya Gea.


"Boleh dong! kaya sama siapa saja kita kan best friend. " Kata Sheena, Gea dan Antika tepuk tangan kegirangan.


"Ya sudah, kita masuk dulu saja. "


"Oke?! " Kata Gea dan Antika bersamaan.


Sheena and the gengs keluar dari mobil, para maba melihatnya tanpa berkedip. Ada juga segerombolan Maba yang berbisik-bisik membicarakan mereka bertiga yang berjalan bersama.


Rara yang penasaran dengan Orang-orang yang sedang membicarakan Sheena dkk merasa penasaran.


"Ada apa sih? " Tanya Rara kepada teman mabanya.


"Tadi ada tiga kakak senior turun dari mobil mewah itu, lalu berjalan ke arah sana. " Jawab Lea menunjukkan ke arah di mana Sheena dkk lewat.

__ADS_1


"Oh.. gitu aja heboh banget. " Kata Rara dengan raut wajah yang tak suka.


ā˜™ā˜™ā˜™


šƒš¢ š¤šžšš¢ššš¦ššš§ š‘š®š¦ššš” šŽš¦šš..


Sheena and the gengs telah sampai di rumah Oma. Mereka langsung masuk ke dalam rumah yang sudah di sambut Oma di ruang TV.


"Hallo, Grandma How are you? . " Tanya Gea.


"Oma baik, kamu apa kabar Gea? " Tanya balik Oma.


"Gea baik juga. "


"Kenapa lu yang seperti cucunya sih! " Ucap Sheena dengan kesal.


Gea dan Oma menatap Sheena dengan tawa yang tertahan.


"Lu cemburu? " Tanya Gea.


"Nggak! minggir gue juga mau peluk Oma yah!? " Kata Sheena dan mendorong Gea ke samping.


"Oma.. Antika juga kangen! " Ucap Antika dengan raut sedihnya.


"Oh.. Sayang, Sini peluk Oma. " Oma merentang kan tangannya dan Antika mendekat memeluk Oma.


"Oma, Oma mau bicara apa? " Tanya Sheena.


"Ya udah yuk! Aku juga udah laper nih, tadi kita nggak sempet ke kantin. "


įƒ“įƒ“įƒ“


"Oma? boleh nggak aku nginep di sini. " Tanya Antika tiba-tiba membuat semua Orang menatap dia dengan heran.


"Boleh, Justru Oma seneng kalau ada yang mau nginep. Biar ada teman ngobrolnya. " Kata Oma.


"Memang nya papa sama mama lo nggak ada? " Tanya Gea.


"Lo tau sendiri mereka tuh orang paling sibuk sekali. Aku tuh jadi kesepian nggak ada mereka! di rumah cuma main handphone dan makan doang. " kata Antika dengan memanyunkan bibirnya.


"Gea juga ah! boleh kan Oma? "


"Iya, kalian boleh nginep di sini. "


"Thank you Oma. " Ucap Gea dan Antika bersama.


Sheena yang sedari tadi menyimak hanya terdiam dan terus menyuap makanan ke mulutnya.


"Lo nggak mau nginep Shee? " Tanya Gea, Sheena menatap mereka dengan bergantian lalu menggeleng.

__ADS_1


"Gue ada urusan, jadi nggak bisa nginep bareng kalian. lagian gue juga belum ngomong sama Barra .


" Kata Sheena.


"Oh.. yaudah kita berdua saja yang nginep. "


Sheena mengangguk..


Beberapa menit kemudian....


Oma membawa Sheena ke dalam kamar pribadinya. sedangkan Gea dan Antika berada di kolam renang dengan bibi Nai .


"Oma mau ngomong apa? " Tanya Sheena.


Oma menghela nafas dengan berat lalu mengelus tangan Sheena dengan lembut.


"Oma ingin mengadakan acara pengambil alih perusahaan. Dan Oma ingin kamu segera memimpin perusahaan Oma. " Ucap Oma.


"Kenapa begitu mendadak, Oma? " Tanya Sheena.


"ini waktu yang pas! dan masih ada waktu untuk Oma memperkenalkan kamu kepada dunia bahwa kamu adalah cucu Oma satu-satunya. Sudah cukup lama Oma menyembunyikan identitas kamu dan sekarang waktunya untuk kamu memperkenalkan diri sebagai Cucu Oma. "


"Kapan acaranya di adakan? " Tanya Sheena.


" Dua minggu lagi, Oma akan mempersiapkan semuanya dulu agar kamu tidak kesulitan untuk kedepannya. "


Sheena mengangguk.


"Dan satu lagi! " Oma menggantungkan bicaranya.


"Apa? "


"Kamu harus siap untuk berurusan dengan papa mu. Oma Harap kamu bisa bersikap baik dan kendalikan dirimu saat bertemu dengannya. " Kata Oma.


"Kenapa Oma masih ingin mendatangkan dia? "


"Karena papamu juga merupakan anak Oma. Sudah pasti dia akan datang bersiaplah dan tahan diri kamu. " Kata Oma memperingati cucunya agar tidak mempermalukan dirinya sendiri dan Keluarga besar.


"Baik Oma, Oma tidak perlu khawatir. Sheena tau harus bersikap seperti apa nanti. "


"Terima kasih, sayang. "


"Iya, Oma. "


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2