
“Sambutan terakhir yaitu menyambut kedatangan Nona Muda dan Akan serah terima pada ahli waris. Dengan melalui sambutan ini, saya selaku yang mewakili perusahaan terima kasih telah hadir di acara ini, terima kasih. ”
Setelah perwakilan perusahaan turun dari podium, seorang wanita tua Naik ke atas podium dengan di temani seorang Bodyguard. Barra terheran dengan adanya orang yang ia kenal yaitu Oma Sheena di atas sana.
“Oma? ” gumam Barra.
Tak hanya Barra, Yang mengenal Oma Riana pun terheran-heran.
“Selamat Malam, semuanya? ”
“Malam... ” Suara para tamu serentak menjawabnya.
“Sebelumnya, terima kasih telah hadir di acara besar ini. Saya tak menyangka jika hari ini telah tiba... ” Oma Riana tersenyum,
...perkenalkan saya Riana Maheswari istri dari Alm Ardi Hatton selaku pemilik asli perusahaan yaitu A.S Company. Terima kasih telah hadir dan akan menjadi saksi serah terima ahli waris yaitu cucu tunggal kesayanganku! ” Suara tepuk tangan memenuhi ruangan Aula perusahaan.
Ada hati yang terbakar, kesal dan marah bercampur aduk. Sekian lamanya, dia tak mengerti rahasia terbesar wanita tua itu?
“Aku akan bercerita sedikit tentang cucuku, dia sudah bukan lagi cucu kecilku. Tapi, aku akan menganggapnya seperti dulu cucu kecilku yang aku sayangi. gadis hebat, kuat dan berambisius itulah jiwanya.”
“Aku umumkan pada hari ini, semua aset dan peninggalan alm suamiku akan jatuh di tangannya. Perusahaan A.S company akan di pimpin Olehnya di keseluruhan. Antonio, yang selalu menjadi perwakilan perusahaan sekarang akan di pimpin Oleh Sheena Angelista. ” Oma mengitruksikan bahwa Sheena untuk naik di atas podium.
Sheena berjalan selayaknya pemimpin besar begitu tegas, dingin dan tentunya sangat datar. Barra melihat Sheena berjalan seperti itu seperti bukan istrinya yang ia kenal. Sheena seperti orang lain yang hanya mirip wajah dan bentuk tubuhnya.
“Sheena? ”
“Istrimu bukan sembarangan, Barra. ”Ucap Revan, dan di angguki Dean.
“Benar! kau belum mengenal sepenuhnya tentang dia?! ” Barra terdiam, Dia mengingat perkataan Sheena bahwa ia tak mau menceritakan sebelum waktunya.
“Apakah hari ini jawabannya, Sayang? ” gumam Barra, dia masih menatap Sheena.
Malam ini Sheena begitu beda, memakai dengan mini dress warna hitam legam untuk menyamarkan kehamilannya. tak hanya itu riasan pun seperti wanita mafia begitu elegant dan berani. Wanita bertubuh mungil itu sangat cocok sekali mengenakan mini dress dengan panjang di atas lutut.
Tak mau membuang kesempatan emas bagi wartawan. para awak media pun terus memotretnya di setiap gerakan tubuh Sheena.
Setelah naik di atas podium, Aura Sheena begitu dingin dan datar. Melihat wajah para tamu satu per satu mencari seseorang yang ia tunggu-tunggu sejak lama. Dan mata tertuju di sana sepasang suami istri yang mematung dan menatap dirinya dengan mata tak berkedip.
“Ini dia cucu tunggal ku, Sheena...” Ucap Oma.
“Langsung saja untuk serah terima aset. ” Assistant pun memberikan berkasnya.
Oma Riana memberikan satu berkas kepada cucunya lalu menjabat tangan Sheena tanda Sah pemindahan aset itu. Setelah memberikannya, selanjutnya sesi foto tanda bukti.
Oma pun turun dari podium, mempersilahkan Sheena untuk mengucapkan pidatonya.
Sheena hanya terdiam di atas sana mata pun menunduk ke bawah dengan lama. Orang-orang pun mulai bertanya-tanya kenapa dengan sikap pemimpin barunya ini.
“Kenapa dengan istrimu itu Barra? ”
“Entah, aku juga menunggu ucapan apa yang akan keluar dari mulutnya. ”Barra mulai penasaran dengan istrinya.
Setelah terdiam Lama, Sheena pun memulai percakapannya.
“Aku akan menceritakan kisah perjalanan kehidupan ku di sini. Mungkin kalian akan bertanya-tanya untuk apa? Aku ada satu tujuan di sini! tapi bukan karena aku adalah seorang cucu Ahli waris. ” Sheena menatap dua orang peran utama yang akan ia bicarakan.
__ADS_1
Riana pun mulai was-was apa yang akan terjadi selanjutnya. tapi ia tak bisa menghentikan cucunya yang berdiri di atas sana.
“Seumur hidupku, aku tidak akan pernah melupakan hari di mana aku terbuang. pada 11 tahun yang lalu oleh Orang yang aku cintai, yang selalu aku banggakan pada hari itu dia menikah dengan wanita lain di depan mataku sendiri..
Flashback...
“ingat, kesepakatan kita! aku tidak mau jika semua orang tau kalau kamu punya anak lain selain anak kita. tidak boleh sampaikan ke publik bahwa kamu sudah mempunyai seorang putri dari perempuan lain! ”
“Tapi kenapa, Rea? ”
“Kau belum memperkenalkan dia dan anaknya di public dan sekarang kita menikah apa kata orang nanti? ”
“Baiklah apa katamu saja. ” Rea pun tersenyum, Haris menuruti keinginannya.
Yang mengajukan permintaan ini adalah ibu tiri aku...
Rea dia adalah istri baru papaku, tidak hanya merasa wanita satu-satunya yang di cintai papaku. Dia juga menuntut semuanya agar tidak masuk di dalam keluarga barunya ini. tidak boleh sampai ketahuan orang lain, bahkan juga sering menyiksa dan mempermalukan aku dan mamaku pada waktu itu...
“Mari kita berikan restu pada pengantin pria, tuan haris dan pengantin wanita nyonya Rea!”
“Kenapa tuan haris tiba-tiba menikah lagi?” ucap karyawan perusahaan yang mengenal Haris.
“perusahaan miliknya merupakan perusahaan umk, tetapi cukup terkenal juga. ”
“ Begitulah laki-laki jika mempunyai harta sudah punya anak istri, malah menikah lagi dengan wanita lain berdalih cinta sejati. ”
“Sayang sekali, Anak dan istrinya di hianati. padahal istrinya belum lama menikmati kemewahan bersamanya.”
“Eh ?Kemana anak perempuan nya yang masih kecil itu?”
”Entah, ada apa mereka menyembunyikan sesuatu yang berhubungan dengan nya.sudah kita juga jangan bergosip.”
Heheheh ” Mereka tertawa kecil.
Di balik sana, Sheena melihat papanya menikah dengan wanita lain tanpa menghadirkan dirinya disana. Semuanya tertuju padanya tapi tidak dengan padaku!
Sheena kecil menangis di pojok tempat di mana orang lain tidak melihatnya. Tapi tidak dengan Rea, dia melihatnya di sana.
“Hei!! ”Dia terlonjak kaget saat seseorang menepuk bahunya.
“Kenapa kamu masih berada di sini? Sudah aku katakan berapa kali? jangan datang di hari pernikahan ku.jangan berkhayal untuk masuk dalam keluarga kami!”
Plak Plak Plak!!!
Rea menampar Sheena begitu kuat sehingga meninggalkan bekas tamparan. Sheena tak menangis, dia menahan tamparan yang di berikan ibu tirinya walaupun rasanya sangat perih. Tapi, bukan rasa tamparan tapi rasa hatinyalah yang sangat terluka begitu dalam.
“Kalau kamu masih mengganggu kebahagiaan kami, jangan harap ibumu masih bernafas! cepat pergi!! jangan sampai ada yang melihat keberadaan dirimu di sini.” Ancamnya dengan menjepit kedua pipi Sheena lalu membuangnya dengan kasar.
“ ...Ya, a-aku segera pergi!!”
Sheena segera berlari menuju pintu keluar, air mata terus berjatuhan ke lantai.
Sumur hidupku, aku tidak akan pernah melupakan kejadian hari ini. “Aku bersumpah kalian akan hancur di tanganku sendiri!!! ”
Papaku...
__ADS_1
Sejak hari itu...
Jadi milik orang lain..
🍁🍁🍁
1 tahun kemudian...
Bip Bip Bip
Alarm clock berbunyi..
Ting!!
Suara pesan handphone berbunyi.. Sheena melihat siapa yang mengirim pesan di pagi hari.
Papa
“Sheena, bagaimana kabarmu?”
Sheena tersenyum kecut di kala cinta pertamanya telah hilang di kehidupan nya kini bertanya kabar? sungguh tidak punya rasa malu.
“Cih! Bedebah seperti mu bertanya tentang kabar diriku? untuk apa? ”
Pada hari ini, aku tidak akan meratapi masa lalu lagi. Aku ingin berlayar sekali lagi, mengarungi kehidupan ku sendiri.
“Sheena? ”Panggil Angel, (mama Sheena)
“Iya, mah? ” Sheena berlari menuju kamar mamanya yang berdampingan.
“Tolong ambilkan mama minum sebelum kamu berangkat sekolah yah? ” Ucapnya dengan lirih Sheena pun mengangguk.
Dia segera ambil air minum untuk mamanya di dapur. Setelah kembali, Sheena kira mamanya tertidur jadi ia membangunkan dulu dan pamit untuk pergi kesekolah.
“Mah, mamah? ” Sheena menggoyangkan tubuh Angel tapi ia tak bergeming saat Sheena terus memanggilnya.
Sheena mencoba memeriksa, tapi sudah tidak terasa denyut nadi, Napas mamanya terhenti dan tidak ada ketegangan otot. Kelopak mata tertutup sebagian. Tidak ada respons sama sekali.
Mamanya benar-benar tidak ada respons atau reflek dari mata dan tangannya. Di detik-detik terakhirnya tidak ada ucapan untuk dirinya. Sheena begitu sakit menahan amarah dan sedih bercampur aduk.
Menggigit bibirnya dengan kuat, melihat papa menikah lagi sakitnya tak seberapa. Tapi, begitu mamanya meninggalkan dirinya untuk selamanya begitu sakit dan sesak di dalam dada.
“Aghhh ... ”
Teriakan Sheena memenuhi kamar, dunianya seketika runtuh mengenai tubuhnya.
“Arghhhh.... ” Tangisannya begitu memilukan.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1