Dear.

Dear.
55.Diner


__ADS_3

Setelah pemeriksaan kandungan, Barra dan Sheena langsung pulang ke rumah apartment. Barra yang masih ada pekerjaan langsung pergi ke ruang kerja sedangkan Sheena langsung meminum obat yang di berikan dokter lalu mengerjakan tugas kuliah.


satu jam kemudian...


Barra membuka sebuah kotak kecil yang berisi cincin berlian ia tersenyum simpul saat melihatnya. menutup kembali kotak cincin itu lalu ia memasukan ke dalam saku.


Barra membereskan semua data-data yang sudah ia tanda tangani di atas meja. Setelah selesai lalu menutup laptop dan keluar Dari ruangan kerjanya menuju kamar tidur.


Barra masuk ke kamar dan melihat istrinya yang sedang mengerjakan tugas kuliah Barra melangkah Mendekati nya.


“Sayang?!” panggil Barra, Sheena menoleh mendapati suaminya yang sudah ada di sampingnya.


“Sudah selesai?!” Tanya Sheena, lalu ia memutarkan kursinya menghadap Barra.


Barra membungkukkan badannya, lalu mendarat kan ciuman di kening, hidung dan berakhir di bibir mungil Sheena.


Barra meraih rahang Sheena, dan langsung di serang dengan menggunakan lidah. Barra menyesap bibir nya dengan memaksa Sheena untuk membuka mulutnya, lidahnya langsung menerobos mulut Sheena yang mungil.


Barra yang sangat lihai memainkan lidah di mulut Sheena membuat istrinya kuwalahan. Barra menyentuh leher, lalu tubuh bagian kanan dan kirinya.


Meyesap lalu menggigit lehernya, mereka berciuman dengan sangat agresif saat di kursi belajar. Barra mengangkat tubuh Sheena, lalu kakinya membelitkan di pinggang Barra.


mereka melakukan french kiss, ciuman yang intens dan penuh gairah. Barra memberikan kecupan manis di leher Sheena. membawa Sheena ke atas ranjang membaringkan tubuhnya di lanjutkan dengan ciuman mesra masih berlanjut.


Barra membuka baju dan membuangnya ke sembarang arah. membuka celana dan pakaian yang melekat di tubuhnya. lalu beralih ke Sheena, dia membuka semua pakaiannya. mereka sekarang tak memakai kain sehelai pun di tubuhnya.


Barra *******-***** boba, kanan dan kirinya. membuat siempu mendesah keenakan, tak cukup di bagian atas Barra beralih ke bawah.


membuka lebar kaki jenjangnya, lalu menaikan ke atas. Phyton yang tak sabar membesar saat goa milik Sheena terpampang di depan mata.


Barra mencoba menggesek-gesekan di bagian biji kacangnya sehingga Sheena menggeliat ke kanan dan ke kiri. Barra menatap Sheena yang tak berdaya terus bermain di area itu, sehingga goa milik Sheena keluar muncrat an cairan bening.


Barra terkejut dengan keluarnya cairan itu, Barra tersenyum lalu menjilatinya dengan lidah tak hanya itu dia menciumi bagian bibir bawah Sheena menyesap dan menggigit.


Sheena mengerang, dan mendesah. tangannya menjambak rambut Barra menuntut lebih! gairahnya sudah memuncak tapi Barra belum juga menyudahi kegiatannya.


“Aahh... ” entah yang keberapa suara itu keluar Dari mulut Sheena. terus menggeliat lagi, dan mulai tak bisa menahan gerakan Barra.


Kcruttt~~~


Kedua kalinya Sheena mengeluarkan cairan bening hingga Barra tersenyum senang melihat istrinya merasakan kenikmatannya.


Tak sampai di atas ranjang Barra membawa Sheena ke kamar mandi, menurunkan di bawah guyuran shower.


Membalikan badan dengan posisi membelakangi nya. Barra langsung memasukkan phyton dengan satu tembakan.


“Aahhh... ehmmm.. ”


Sheena mengerang memenuhi kamar mandi.


Barra menekankan punggung Sheena agar lebih membungkuk.

__ADS_1


Barra menggoyangkan pinggulnya dengan dengan cepat entah kenapa Sheena seperti masih gadis rapat dan sempit.


“Ughhh... Ughhh...Oh my good!!!!


”Ohh.. Baeby..


Plakkk plakk plakk..


suara gesekan terdengar keras, Kali ini Barra bermain lebih kasar membuat Sheena tak bisa menyeimbangkan gerakannya.


belum juga puas Barra membalikan tubuh Sheena, mereka berganti posisi dengan berhadapan. Melakukan nya di posisi berdiri tegap, mengangkat satu kaki keatas memberi ruang untuk masuk phyton dengan leluasa.


Phyton langsung masuk tampa permisi lagi, tembakan-tembakan phyton sangat terasa sehingga kaki Sheena bergetar hebat.


Tak lama kemudian, phyton menyemburkan semua cairannya di dalam goa.


“Aahaha ..Emm.. Emmm...


Barra mengeluarkan semua sisa-sisa cairan kental nya. Barra merasakan lemas di lututnya, tapi juga plong saat di keluarkan.


Barra menatap Sheena yang mengatur nafas dengan rakus, lalu mencium semua wajahnya dengan cinta.


“Thank you, Sayang. ”


Mereka beralih ke bathub untuk berendam bersama. Sheena menuangkan cairan sabun dan bunga-bunga mawar lalu menyalakan lilin-lilin di Sekeliling.


Setelah beraktivitas olahraga panas Sheena memakai baju kemeja putih kebesaran yang panjangnya hanya di bawah pantat.


Barra membuka kotak kecil yang berisi cincin berlian yang belum sempat di berikan ke Sheena. Dia Mendekati Sheena yang sedang memakai lotion. membalik kan badan Sheena agar menatap dirinya.


kotak cincinnya di buka tepat di mata Sheena. “Aku membeli ini khusus untukmu, bagaimana suka?! ” Tanya Barra. Sheena tercengang, mulutnya tak bisa berkata-kata. Dia menatap Barra yang memberikan sebuah cincin berlian dan memasang kan di jari manisnya. Sheena merasakan cinta yang sebenarnya.


“Cantik, aku suka!” ucap sheena, lalu mencium bibir Barra sekilas. Barra mendapatkan ciuman dari Sheena, menabok pantat nya.


“Jangan memancing.!!” Barra peringatkan istrinya agar tak memancing phyton nya.


Sheena yang jail malah memeganginya dan meremas . “Sudah! Nanti kau tak bisa berjalan” Sheena tertawa dengan ancamannya.


Sheena kembali lagi ke meja belajarnya, banyak sekali catatan yang harus di salin.


Barra mengekori Sheena dari belakang, melihat istrinya yang mulai sibuk dengan belajar nya.


“Kamu belum selesai? ”


“Belum! Aku mau menyalin catatan ini, malam ini harus selesai.”


Barra mengangguk-Angguk. ”kamu mau makan malam apa nanti?! ”


“Apa aja aku mau. ”


“Baiklah, kau selsaikan dulu aku akan memasak makan malam. ”

__ADS_1


“Oke.. ”


Barra pergi ke dapur, mempersiapkan bahan-bahan yang akan di masaknya Malam ini, dia akan memasak yang mudah dan tentunya enak.


Barra mengeluarkan dua potong daging wagyu berkualitas tinggi, tentunya dengan harga yang sangat mahal. Lalu mengeluarkan bumbu-bumbu yang di bawah laci. Dua daging wagyu di beri garam dan lada, dan di oleskan ke semua bagian-bagian daging.


taruh wajan di atas kompor listrik lalu menyalakan. memasukkan batter dan bawang putih geprek lalu masukan daging nya, tak lupa Barra memasukkan daun rosmeri di wajan menyirami daging dengan batter.


Daging sudah matang~


Tak hanya itu Barra juga memasak spaghetti untuk pendamping steak. Semua sudah matang, tinggal di plating.


Barra menata piring dan memotong daging steak hingga menjadi bagian-bagian kecil. steak daging sudah di plating di atas piring dilengkapi dengan sayur-sayuran dan Spaghetti yang berisi jamur cincang telah selesai.


Barra membawanya di atas meja makan, lalu menuangkan air minum dan susu ibu hamil sebagai penutup makanannya.


”Oke, good job!?” Barra bangga dengan hidangan yang dia buatnya.


Barra melepaskan celemek di tubuhnya, lalu pergi ke kamar memanggil Sheena untuk makan.


“Sayang.. ”


“...Apakah sudah selesai..? ”


“Sebentar lagi, ini tinggal di save aja. udah selesai masak?! ” Tanya Sheena.


“iya, ayo kita makan malam dulu.” ajak Barra.


”Oke,, selesai!!”


Sheena berdiri. ”Ayokk.!! ” Sheena memegang tangan Barra dan mengajaknya keluar dari kamar.


Di ruang makan....


“Woah.. Sepertinya enak?!” Sheena terpana dengan hidangan yang ada di meja makan.


Barra menarik kursi dan memberikan Sheena untuk duduk, mereka makan dengan berhadapan.


Sheena mengambilnya dengan memakai sumpit, lalu memakannya.


“Ehmmm... ini enak.!!” Sheena memakannya lagi. dagingnya memberikan sensasi yang lumer dan juicy ketika di makan.


“Gimana?! ”


“Kamu juga bisa masak? ”


“Hanya beberapa menu saja. salah satunya ini. ” jelas Barra, lalu memakan daging dan sayurannya.


“Aku suka! " Sheena tersenyum manis.


Barra juga ikut tersenyum senang, melihat Sheena makan dengan lahap. bahkan habis tak tersisa di piringnya. mereka menikmati malam yang sangat istimewa.

__ADS_1


__ADS_2