Dear.

Dear.
48. Pertengkaran Haris & Rea.


__ADS_3

Haris menatap layar handphonenya dengan raut wajahnya yang menahan emosi. Notifikasi pengeluaran uang yang begitu banyak membuat Haris ingin sekali memaki-maki istrinya Rea.


“Wanita sialan satu ini juga tidak mengerti kondisi keuangan yang sedang sangat sulit. “ Haris langsung berdiri dan pergi meninggalkan kantor dengan keadaan tersulut emosional.


Brakk!!!


“Harus Bagaimana lagi aku mendidik ibu dan anak itu! semuanya kacau dan hancur seketika dengan ulah Anak sialan. “


Haris menambahkan kecepatan mobilnya dengan di atas rata-rata. Dia mengendurkan dasinya yang terasa mencekik di leher dan membuangnya ke sembarangan arah.


Lain tempat~


Rea duduk dengan ber selonjoran an di sofa ruang tamu. Pikirannya juga tidak baik-baik saja semuanya karena gagal membuat Pembully anaknya hancur, mereka telalu susah untuk di tindas.


“Ambilkan aku segelas air. ” perintah Rea kepada Asisten nya.


Asistennya meletakan air minum di depan Rea, Dia langsung meminumnya tanpa ada sisanya.


“Siapa mereka sebenarnya, kenapa para preman itu takut dengan mereka yang hanya seorang gadis muda. ” Rea bertanya dengan dirinya sendiri, dengan berpikir jika ke tiganya seorang yang berada.


Saat Rea sedang berfikir dan melamunkan sesuatu tiba-tiba pintu rumah di banting keras oleh Haris membuat Rea langsung terlonjak kaget dengan dentuman pintu yang begitu keras.


“Mas.. kamu kenapa? ” Tanya Rea dengan jantung yang masih berdegup kencang.


Haris melangkah lebarnya mendekati Rea yang berdiri di sana.


Plak!!! Plak!!! Plakk!!!


Tanpa ada rasa kasihan Haris terus menampar wajah Rea dengan kekuatan hingga meninggalkan bekas di pipinya.

__ADS_1


“Kau belum juga mengerti apa yang aku katakan kan? sudah ku bilang jangan menghamburkan uang untuk saat ini. perusahaan sedang kesulitan dan kamu memakai uang dengan jumlah yang banyak! untuk apa!? ” Tanya Haris dengan menjambak rambut Rea dengan kasar.


“A-aku. . “


“Untuk apa!! ”Teriak Haris lagi dan lebih kasar lagi memperlakukan Rea.


Rara yang mendengar keributan di bawah segera keluar kamar dan melihat ada apa di bawah. Rara melihat Papa dan Mama nya yang bertengkar segera berlari ke bawah .


“Aku gunakan untuk membayar orang, Rara dibully di kampusnya. Dan aku tidak Terima jika Rara diperlakukan seperti itu dan aku membalasnya tapi gagal. ” Ucap Rea dengan suara yang bergetar menahan takut.


Haris langsung menarik rambut Rea dan menyeretnya untuk masuk ke dalam kamar. Sampai di depan pintu, Rara menahan papa nya dan memintanya untuk tidak berbuat kasar kepada mamanya.


“Pa, jangan sakiti mama aku mohon.. ”Rara berlutut di bawah kaki Haris dengan berderai air mata.


Bagaimana pun tak ada kesalahan dari ibunya, jadi dia membela nya. Haris yang muak langsung menendang Rara hingga terjatuh.


“Semuanya gara-gara kamu! anak pembawa sial. ” Setelah melontarkan kata-kata yang menyakitkan. Haris melanjutkan kembali menyeret tubuh Rea.


”Mamah. . ”


Rara hanya mampu mentap Mamanya tanpa bisa menolongnya. Semuanya adalah kesalahannya, semuanya tidak akan pernah terjadi jika wanita itu tidak merusak di hari pernikahannya.


Rara kini menyadari kesalahannya begitu besar dan membuat keluarga yang ia sayangi begitu hancur seketika.


Harapan sudah tidak ada lagi utuh, Tiba-tiba Rara berfikir untuk menghubungi seseorang yang ia selalu menghibur nya.


"Aku harus menemuinya, aku tak mau menjadi bulan-bulanan orang-orang yang menindas ku. ”


Rara bangkit dari lantai dan segera berlari ke kamar nya menghindari amukan dari Haris adalah tindakan yang tepat.

__ADS_1


Bagaimana pun ia takut dengan papa nya yang sekarang menjadi berubah setelah hari itu. dengan tertatih-tatih Rara berusaha berjalan menuju ke kamar. sesekali ia menatap ke belakang takut papa nya mengejar dirinya.


”Rara!!! ” Teriak Haris.


Rara langsung berhenti lalu melihat ke bawah, papa nya melihat nya dengan penuh amarah. Rara segera berjalan kembali dengan susah payah dia merasakan ketakutan yang luar biasa.


”Diam di sana Rara! ”


”Aku tidak boleh tertangkap oleh papa! ”


Sedikit lagi menuju pintu kamar, Rara bergegas masuk dan mengunci pintu kamar nya. jantung nya begitu berdegup cepat rasanya sangat takut di amuk oleh Haris.


Brakk!! Brakk!! Brakk!!!


" Buka pintunya Rara! ” Rara langsung melangkah mundur dan melihat sekelilingnya.


bagaimana dia akan berlindung dan melarikan diri dari papanya.


"Ya Tuhan, bagaimana ini papa begitu menakutkan. ”


Rara kebingungan melihat seisi kamarnya dan melihat ke arah jendela kamar nya.


”Tidak mungkin aku melompat dari sini!? ” Rara melihat ke bawah yang begitu tinggi dan di bawah banyak sekali bebatuan kecil.


”Jika aku lompat, kemungkinan aku akan cacat karena ketinggian. ” gumam Rara.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2