Dear.

Dear.
43. Rara di bully.


__ADS_3

Sheena menatap Rara dengan wajah santainya, Tak menghiraukan gebrakan yang di buat Rara Justru dia dengan Anggunly memakan makanan nya agar tetap Slay..


“What? ”


“Kau, beraninya kau membuat ku jatuh! ” Ucap Rara, dia menunjuk jarinya ke wajah Sheena.


Tak Terima dengan prilaku Rara, Gea menepiskan tangan Rara dengan kasar. Gea melotot kan matanya kepada Rara, lalu menunjukkan ke wajahnya.


“Jangan songong, lu di sini hanya mahasiswa baru. Gue bisa membuat jari-jarimu patah dengan bersamaan. ” Ancam Gea, lalu dia duduk kembali ke tempatnya.


Rara memiringkan kepalanya, lalu dia membalikkan tubuhnya menatap Gea.


“Lo! lo cewek waktu itukan? ” tuduhanya, Gea yang tak memperhatikan Rara, dan..


𝙋𝙡𝙖𝙠!!!


Gea di tampar oleh Rara dengan begitu kuat, sehingga membekas di pipi Gea yang putih bersih. Gea ternganga, dia tak percaya dirinya akan mendapatkan tamparan yang sangat kuat dari Rara.


Sheena berdiri, lalu membalikkan tubuh Rara dengan paksa. tak terima sahabatnya di tampar, Sheena juga memperlakukan nya dengan sama. Menamparnya beberapa kali, setelah itu Sheena menarik rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


Siska yang melihat Rara di perlakuan seperti itu oleh seniornya, mengurungkan niatnya untuk membantu. Semua mahasiswa yang melihat Sheena yang menjadi kejam, terdiam. Mereka tak percaya dengan Sheena yang anggun bisa menjadi singa, biasanya Sheena enggan untuk meladeni orang-orang yang tidak suka dengan nya.


Tapi ini? Rara di buat malu, di depan semua mahasiswa satu kampus.


“Jangan menjadi arrogant di sini, kau junior yang baru saja di Terima di Universitas terbaik dan tentunya sangat Elite. Jangan sampai aku mengeluarkan kamu dari kampus ini! ” Setelah membisikkan di telinga Rara, Sheena melepaskan tangannya dari Rara, lalu mendorongnya begitu kuat.


Rara yang tak seimbang, terjatuh tersungkur di lantai kembali. Para mahasiswa baik junior maupun senior yang melihat kejadian itu, merasa kasihan dengan Rara yang di bully habis-habisan oleh Sheena and the gengs.


“Ara,, sini aku bantu. ” Rara mendapatkan ancaman dari Sheena, dia bangkit kembali dan menatap Sheena dengan mata nyalang.


“Hei, dasar wanita perebut tunangan orang! gara-gara elo, gue batal nikah karena lo menggoda calon suamiku. Dengerin baik-baik, Dia? sudah merusak di hari pernikahan ku, menggodanya dengan tubuh untuk memikat calon suamiku. ” Teriak Rara dengan lantangnya.


Sheena menatap wajah orang-orang yang membicarakan dirinya sebagai perusak hubungan orang. Dia menjadi marah, wajahnya sangat merah dia begitu emosi dengan tuduhan Rara dan membicarakan nya di dalam kampus.


Gea langsung menarik tangan Rara, dia menyeret Rara seperti menyeret karung beras. Gea yang juga ikut andil dalam masalah ini, akan membuat Rara diam.


“Lepas! hei, jal••ng lepaskan tangannya. ”


Gea tak menghiraukan penolakan Rara, dia terus berjalan dan menyeret Rara menjauh dari kerumunan para mahasiswa yang sedang makan di kantin.

__ADS_1


Setelah berjalan jauh, Gea melepaskan tangan Rara dan membenturkan tubuhnya di wastafel.


“Kau belum kapok dengan ancaman ku? aku bisa saja membuatmu hancur berkeping-keping. Dan, aku bisa membuat orang tuamu malu karena ulahmu sendiri. ” Ancam Gea, lalu ia melepaskan cengkeraman nya dari dagu Rara.


“Kau! wanita sialan, apa urusanmu. Huh? ”


“Jelas! karena dia adalah bagian keluarga ku. ”


Brak.. Brak.. Brak..


Pintu toilet di gedor dari luar, Gea dan Rara menatap pintu toilet yang di gedor dengan kerasnya. Dengan pikiran licik Rara dia akan membuat Gea menyesal karena telah mengancam nya.


“Tolong! Tolong! ” Teriak Rara, Gea menatap tajam Rara yang berteriak meminta tolong dari luar.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2