Dear.

Dear.
13. Di tabrak..


__ADS_3

sheena dan Antika berjalan di lorong rumah sakit. handphone sheena Terus-terusan berdering, sheena yang kesal membuka tas nya lalu mencari handphone nya.


sudah puluhan panggilan dari Barra, saat ingin mengangkat nya.


Brukkk~~~


seseorang menabrak sheena, handphone keluaran terbaru itu jatuh terpental jauh.


seorang tersebut berhenti dan melihat sheena yang juga terjatuh.


"I'm Sorry.?? " ucap seorang tersebut, sheena menatap datar laki-laki di depannya.


Laki-laki tersebut mengulurkan tangannya. sheena menatap tangannya yang mengulurkan, sheena meraih tangannya lalu berdiri.


"Kamu nggak apa-apa shee.?? " tanya Antika.


"Aku nggak apa-apa ka. " ucap sheena. laki-laki itu mengambil handphone sheena yang terjatuh, membolak-balikan handphone nya yang sudah rusak parah.


"sepertinya handphone kamu sudah tidak berfungsi lagi.? "


Antika melihat laki-laki itu sangat geram.


"gara-gara kamu, handphone sahabat aku rusak.!! makanya jangan lari-larian di rumah sakit! lu kira ini lapangan bola." Ucap Antika dengan ketus lalu mengambil paksa handphone sheena di tangan laki-laki tersebut.


"Ahh.. Maaf sekali lagi, dan soal handphone saya berjanji akan menggantinya. Tapi, setelah urusan saya selesai, Ohh ya ini kartu nama saya. Kalian akan kemana? " tanya laki-laki itu.


"kita mau ke ruang VIP.!" ucap sheena.


"Baiklah! nanti saya akan mencari anda di ruang VIP. "


sheena mengangguk. "Aku sedang buru-buru, aku duluan yah! " laki-laki itu pergi meninggalkan mereka berdua. Antika sudah kesal dengan perlakuan laki-laki tersebut.


"Udah, jangan liatin kaya gitu nanti naksir lagi. " ucap sheena.


"Gila aja suka sama cowok modelan kaya dia.! " ucap Antika.


"Jangan marah-marah! nanti beneran suka apa lagi cinta. " sheena malah menggoda sahabat nya, bukan nya sedih malah terhibur dengan wajah Antika yang kesal.


"Apa sih!!! ayok, bibi nai pasti udah nungguin kita. "


"Ciee salting.??? "


"sheenaa!!!!... " Antika langsung menarik tangan sheena menuju keruangan, dia sudah kesal di dalam ruangan dokter yang cermah nya panjang lebar di tambah dengan laki-laki yang tak bertanggung jawab main pergi aja.


"Antika salting... Antika salting.. " ucap sheena menggoda sahabat nya.


"Sheena Udahhh.. "


"Iya.. iya salting salting. pipinya merah.. " sheena menambah ngeselin, Antika tak tahan dengan godaan sheena yang menjengkelkan.




Ruangan VIP.



Antika dan sheena masuk ke dalam ruangan. melihat Oma yang sudah mulai sadarkan diri, dan bibi Nai yang setia di samping nya.



sheena melangkah mendekati Oma, bibi nai berdiri memberikan ruang untuk nona sheena .



"Oma, baik-baik aja? " tanya sheena.



"pinggang Oma sakit! kaki juga terasa tidak bisa di gerakan. "



"Apakah sesakit itu? "



"Emm,... " Oma mengangguk.



"Oma,, kenapa bisa terjatuh. jika ingin ke toilet minta bibi Nai yang anterin yah? sheena kan jadi sedih kalau oma kaya gini. "



"Bibi Nai, mulai sekarang jika Oma ingin ke kamar mandi di anterin yah! jangan sampai Oma sendirian. "



"Baik, Nona sheena. "



"Oma sudah makan belum? " tanya sheena.



"Belum! Oma baru saja siuman Mungkin sbentar lagi akan datang makanan untuk Oma. "



"Oh.. Baiklah. "



pintu ruangan di buka~~



Gea masuk ke dalam ruangan, membawa banyak makanan di dua tangannya sehingga sangat susah untuk membawanya.



"Banyak banget Gea.. " ucap Antika..



"Nggak apa-apa, biar nggak bosan jadi aku beli makanan sebanyak ini. "



"Lu beli kaya mau jualan ge.!! " ucap sheena.



"Aku rencana mau nginep, jagain Oma. " ucap Gea. lalu meletakkan semua belanjaan nya di meja.

__ADS_1



Oma sangat bahagia melihat sahabat cucunya yang sangat perhatian dengan sheena.



"Gimana kabarnya Oma? " tanya Gea.



"Oma baik, gimana kabar gea. sudah lama Oma tidak melihat gea. " gea mendekat ke brankar lalu memeluk Oma.



"Gea baik, Oma. "



"Bibi Nai, tolong di bereskan barang belanjaannya."



"Baik, Nona. " Bibi Nai sibuk membereskan semua belanjaan nya.



Tok tok tok..



suara ketukan pintu...



mereka semua melihat ke arah pintu siapa yang berkunjung?.



Bibi Nai membukakan pintu, menampakkan sosok seorang laki-laki bertubuh tinggi.



"Siapa bi? " tanya sheena.



"Tidak tau? "



"Aden, mau cari siapa? "



"suruh masuk aja dulu bi."



"Baik, Nona. Mari masuk? " Bibi nai memberikan jalan untuk laki-laki itu.



sheena dan Antika melihat laki-laki tadi langsung bingung.




"Cari siapa? " tanya Gea.



"Sebelumnya perkenalkan saya Rama! " laki-laki itu mengulurkan tangan nya.



"sheena.. dan ini ke dua sahabat saya. Antika, Gea dan ini Oma saya. " ucap sheena.



Rama menjabat tangan mereka satu persatu.



"Ah,, iya aku kesini mau bertanggung jawab mengenai tadi di lorong. Bagaimana jika kita ke toko smartphone.? " usul pria tersebut.



sheena menatap ke dua sahabat nya. lalu menatap kembali ke Rama.



"Baiklah.. "



"Oma, aku pergi dulu sebentar yah. gea, Antika dan bibi Nai jaga Oma dulu. "



"Baik, Nona. "



"iya, lu hati-hati shee.. " ucap Antika.



" Hati-hati ya sheena.!! "



" Emm.. ya sudah aku jalan dulu. Ayokk.. " ajak sheena kepada Rama, Rama langsung mengekori sheena dari belakang.



"Oma kamu sakit apa? " tanya Rama basa-basi.



"Oma aku abis jatuh dari kamar mandi. "



"Oh.. Ngomong-ngomong, kamu masih sekolah? " tanya Rama.


__ADS_1


"Iya, aku kuliah. kamu kenapa tadi lari-larian?" ucap sheena.



"Ah tadi ya. Aku mau menjenguk teman. "



"Oh .. "



Di parkiran~~~



Rama dan sheena naik di mobil sport punya Rama. sheena memasang sabuk pengaman nya Rama pun sama. mereka keluar dari Area rumah sakit, melaju dengan kecepatan sedang.



beberapa menit kemudian~~~



mereka sampai di sebuah toko smartphone terbesar. sheena dan Rama turun dari mobil mereka berjalan beriringan seperti sepasang kekasih.



mereka masuk ke dalam, pelayan toko langsung menghampiri mereka.



"Ada yang bisa saya bantu? "



"Saya cari handphone keluaran terbaru. "



"Baik, mari ikuti saya. " pelayan langsung menggiring mereka ke handphone boba semua jenis ada dan komplit.



sheena melihat-lihat dia mencari handphone yang persis seperti handphone sebelumnya.



Sheena langsung mengambil satu handphone dan warna yang sama.



"Aku mau yang ini.! "



"bungkus kan untuk dia. "



"Baik, Tuan. " pelayan tersebut langsung membungkus kan handphone yang sheena mau Rama langsung membayar nya.



"Terima kasih.. " mereka mengangguk saja.



"Oh ya,, Boleh aku minta no handphone kamu? "



sheena menatap Rama yang duduk di sebelah nya. " Untuk??? "



" aku ingin kenalan aja! nambah teman lebih bagus dari pada nambah musuh kan??? " ucap Rama.



"Iya, Baiklah. aku pasang dulu kartu nya. " sheena memasukkan kartunya di dalam handphone baru, lalu mengaktifkan kembali.



"Mana handphone kamu? " tanya sheena.



Rama menyodorkan handphone nya. sheena mengetik nomor telepon di handphone Rama. lalu mencoba memanggilnya,,,



"ini.. sudah aku masukkan nomor aku. "



"thanks ya.. " ucap Rama..



"Sama-sama."



.


.


.


.


.



.


.



.


🌹🌹🌹🌹


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2