Dear.

Dear.
19.ke Cemburuan Barra.


__ADS_3

"Guy's! kenalin dia Rama, Dia waktu itu di rumah sakit. " ucap sheena memperkenalkan Rama kepada Gea dan Antika.


"Hai? kita bertemu kembali, aku Gea. " ucap gea memperkenalkan kembali.


"Rama."


"Aku Antika.. "


"Rama.. "


"kenapa kalian bisa bersama? " tanya Gea tiba-tiba.


sheena menatap Rama, lalu beralih ke Gea.


"Aku tidak sengaja menabrak dia tadi, dan Rama juga ingin bergabung dengan kita. "


"Ooh.. kamu mau pesen apa? biar aku pesenin. " tanya Antika antusias menawarkan.


"tidak usah, aku sudah makan tadi, dan aku juga sudah pesan minum. " ucap Rama. Antika mengangguk saja.


setengah jam kemudian~


"Guy's aku pulang duluan yah.? " Mereka menatap sheena, sheena menatap jam yang ternyata sudah sangat lama berada di dalam caffe.


" loh kok udah mau pulang aja? " tanya Antika.


"Kita berada di caffe dari jam berapa? aku harus pulang. "


"Ya udah deh, tapi kamu pulang naik apa? kan tadi di antar? "


"Naik taksi juga bisa, Antika. "


"aku antar ke rumah mau nggak? " ucap Rama menawarkan tumpangannya.


"Tuh,, dia mau antar kamu! kamu ikut dia aja shee? "


"Ah,, tapi a-aku ..? "


"Udah! Terima aja lagian nggak boleh nolak orang yang mau nolongin! "


"Bener tuh kata antika shee, tumben- tumbenan loh ucapan temenmu ini bener.!!


" Antika juga temennya lu juga kali. "


"kenapa sih.!!! aku itu orang nya memang gini kalian aja yang nggak nyadar. ''


" Ya udah iya! aku pulang duluan ya. " sheena memeluk kedua sahabatnya sebelum pergi.


"Hati-hati shee. "


sheena mengangguk, Rama mengikuti Sheena dari belakang. mereka berjalan ke parkiran di mana Mobil Rama terpakir.


"Tika, gua juga pulang lah nggak asik kalau nggak ada sheena. " ucap gea.


"Ah elah.! ya udah deh kita bubar aja. "


"lu bawa mobil? " tanya gea.

__ADS_1


"Bawalah, kenapa emangnya mau nebeng? "


"Nggak! aku juga bawa mobil sendiri. "


"ya udah! aku pulang, byeee gea. "


"Byee, Hati-hati antika. " Antika memberikan jempol tangannya.


šŸšŸšŸ


sheena dan rama sampai di luar gerbang rumah yang bergaya klasik Perancis itu. sheena turun dari mobil, yang disusul Rama juga turun dari mobilnya. sheena berjalan mendekati rama yang berdiri tepat di mobil nya.


saat mereka berhadap-hadapan, sebuah mobil terhenti tak jauh di belakang mobil rama. Barra melihat penampakan keduanya mengepal kan tangannya.


"Terima kasih. " ucap sheena.


"sama-sama, oh ya kapan-kapan aku boleh main ke rumah kamu boleh nggak? " tanya rama.


"Umm.. boleh! tapi jangan keseringan karena rumah ini bukan rumah ku. Tapi, rumah Oma ku.!? "


Tak tahan melihat kekasih nya bersama pria lain, Barra langsung turun dari mobilnya. menghampiri sheena dan Rama yang sedang berbicara berduaan.


Rama tersenyum melihat tidak ada penolakan dari sheena. " ya sudah aku langsung pu~"


Bughh..


Barra menghajar Rama dengan keras, membuat Rama dan sheena terkejut dengan serangan Barra yang tiba-tiba.


"Brengsek!!! " ucap Barra, pria tersebut bangkit lalu menyerang Barra dengan tangan kosong. dengan gerakan gesit Barra menghindari penyerangan Rama.


tindakan Barra mengejutkan rama yang tak siap dari serangan Barra, dia menyeimbangkan pertarungan. Barra mendaratkan pukulan yang kuat membuat Rama jatuh tersungkur di tanah.


"sialan.!!! " Rama mengusap darah di hidungnya.


"Stop!!! Apa yang kamu lakukan! " teriak sheena ke Barra mendorong Barra ke samping.


sheena membantu Rama berdiri dan melihat wajah yang babak belur. Barra mengatur nafasnya jantung nya berdetak lebih cepat.


" kamu nggak papa? " tanya sheena.


" luka sedikit, aku masih bisa berdiri kamu tak usah khawatir. "


"lebih baik kamu pulang aja. "


"tapi, pria itu.? "


"dia menjadi urusan ku, kau pulang saja. maaf membuat mu seperti ini. " ucap sheena, Rama mengangguk saja. Rama menatap tajam Ke Barra lalu masuk kedalam mobilnya, mobil rama berjalan pergi meninggalkan rumah sheena.


sheena melihat Barra yang menahan amarah bersikap acuh tak acuh. sheena berjalan melewati Barra dan akan masuk ke dalam rumah. Tapi, di pertengahan jalannya pergelangan tangannya di cekal oleh Barra.


"siapa pria itu? " tanya Barra.


"siapa pria itu bukan urusan mu!!! "


"jelas urusan ku! karena kamu kekasih ku sheena!!! "


sheena tertawa mengejek. "kekasih? aku tidak mempunyai kekasih! " ucap sheena dengan tegas.

__ADS_1


Barra semakin marah dengan pengakuan sheena yang tidak mempunyai kekasih. Barra menyeret sheena kedalam mobilnya, sheena berusaha memberontak. Tapi, Barra tidak peduli dengan sheena yang merasa kesakitan dengan cengkeraman tangannya.


"Lepaskan! Barra!!! "


Tidak peduli dengan teriakan sheena yang melengking, Barra mendorong sheena masuk ke dalam mobilnya dan dia mengitari mobil lalu naik ke dalam.


"Barra, lepaskan aku.! buka pintu mobilnya. "


teriak sheena.


Barra mencengkram rahang sheena sedikit kuat membuat sheena merintih kesakitan.


"Siapa pria itu, sheena! siapa!!! " teriak Barra kencang, sheena terdiam mata nya menatap mata Barra lalu meneteskan air mata.


"Untuk apa kamu peduli dengan ku? "


"jelas aku peduli dengan mu karena kamu kekasih ku sheena!? "


Sheena lagi-lagi tertawa mengejek. " hubungan kita berakhir saat kamu bersama dengan wanita lain dan sudah membohongi aku kalau kamu telah bertunang dengan wanita lain Barra.! ''


Barra melepaskan cengkeraman nya dengan lemah.


"Aku akan jelaskan! "


"Tidak perlu!!! "


'' kenapa kamu tak pernah mengangkat telepon ku bahkan tak membalas pesan dariku? "


"Untuk apa! bukankah kamu seharusnya menikah dengan wanita itu? menikahlah untuk apa kamu datang ke sini dan menghajar orang yang tak bersalah!." tanya Sheena.


"pernikahan ku di batalkan! sheena aku minta maaf telah membohongi mu. aku tidak mencintai wanita itu sayang. dan sekarang, aku ke sini akan bertanggung jawab atas perbuatan ku. apa lagi ada anakku di dalam perutmu? " ucap Barra, sheena menatap Barra dengan terkejut.


"kenapa kamu tau kalau aku sedang hamil? " tanya sheena heran.


"kenapa aku tau itu tidak penting! sayang aku benar-benar mencintaimu dengan tulus, aku sangat menyayangimu dari pada wanita itu. " ucap Barra lalu mempersatukan kepala nya dengan sheena.


"Aku sayang dengan mu sheena! "


sheena terdiam membisu, dia tak lagi sama seperti awal. sheena belum sepenuhnya mempercayai Barra saat ini.


"Aku mau pulang! buka pintu mobilnya!? "


"Sayang! aku benar-benar minta maaf, aku akan melakukan apa pun agar kamu mau maafkan aku. " sheena menatap Barra, tidak ada kebohongan dari bicaranya.


"Aku hari ini sangat lelah, apakah kamu tak khawatir dengan janin yang di dalam perutku? "


Barra menatap perut sheena lalu tangannya mengelus perut sheena dengan penuh perasaan.


"Maafkan aku sayang, tidak menyadari kehadiran mu. " ucap Barra mengajak ngobrol janinnya. sheena membuang muka ke arah jendela menahan tangisnya.


"sheena! apakah kau menangis? " ucap Barra melihat sheena yang menatap jendela, air mata nya yang sudah membasahi pipi sedari tadi.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2