
Sekarang Sheena dan Barra sudah sah menjadi suami istri, mereka berdua menikmati hari pernikahannya. Walaupun ada rasa yang kurang, sheena tetap bahagia dengan pernikahan sederhana yang di gelar oleh Oma nya sendiri.
melihat wajah keriput Oma nya, ada rasa bersalah pada diri sheena. walaupun pernikahan di awali dengan kesalahannya tapi sheena begitu banyak belajar dari masalah yang menimpanya.
"Oma.. " panggil sheena.
"iya? kenapa sayang? " tanya Oma.
"Terima kasih sudah merawat sheena dan membahagiakan aku selama ini. " ucap sheena dengan berkaca-kaca.
"Hei.. kau kenapa? itu sudah kewajiban Oma untuk melindungi dan menyayangi mu? "
"Oma.. jangan sampai bajingan itu tau kalau aku sudah menikah dengan Barra. " ucap sheena.
"Kau tak usah khawatir dengan itu, sekarang kau sudah menjadi seorang istri. perbaiki sikap dan prilaku yang kurang baik, kau kelak akan menjadi seorang ibu. Jadi.. berikan contoh baik kepada anak-anak mu nanti. " Ucap Oma.
"Baik, Oma. "
πΊπΊπΊ
Tak terasa malam sudah beranjak larut, Antika dan Gea sudah berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.
Hanya menyisakan Oma, Barra dan sheena di kolam renang.
"Oma mau istirahat dulu, hari ini begitu sangat lelah. " pamit Oma.
"Bibi Nai, antar Oma ke kamar tidurnya. "
"Baik, Non. " Bibi Nai langsung mengantarkan Nyonya nya ke kamar pribadinya.
meninggalkan Barra dan sheena di sana.
" Sayang, sebaiknya kamu juga istirahat! kamu pasti sudah lelah kan? "tanya Barra.
" Aku begitu bahagia, sampai-sampai lupa dengan kondisi tubuhku sekarang. "
"Ayo! kita juga harus istirahat, besok ke apartemen aku. "
"Apartemen? " tanya sheena memastikan.
"Ya! aku tidak membawa pakaian sheena, kita juga butuh waktu untuk berduaan. " Ucap Barra menaik turunkan alisnya.
"Dasar mesum!!! "
"Hei.. kamu juga merindukan belaian ku kan? " tanya Barra berbisikkan di telinga sheena.
__ADS_1
Sheena memukul dada Barra, dia sampai salting saat Barra membisikkan perkataan itu.
Barra tertawa melihat sheena begitu salah tingkah, dia senang sekali menggoda sheena. sheena melangkah pergi meninggalkan Barra sendirian di luar. berjalan menuju ke kamar pribadinya, sheena memegangi pipi nya yang malu.
"Sayang! tunggu! " panggil Barra, sheena tak menghiraukan panggilan suaminya itu justru dia memperbesar langkah jalannya.
sampai di depan kamar, Barra meraih tangan sheena dan memeluk nya dari belakang.
"kenapa buru-buru sekali? sudah tidak sabar untuk malam pertama pernikahan? kita kan sudah beberapa kali melakukannya kenapa kau tak sabaran sayang?! " bisik Barra.
"kita masih ada di luar! " bisik sheena memperingati Barra.
Barra segera membuka pintu kamar dan menarik sheena untuk masuk ke dalam kamar lalu mengunci pintu nya. sekarang bukan kamar milik Sheena pribadi, tapi sudah milik mereka berdua.
Barra memeluk tubuh sheena dengan begitu erat, mencium kening nya sampai menutup mata. Hati menjadi terasa lebih lega setelah menikahi pujaan hatinya.
Barra melepaskan pelukan nya, meraih wajah sheena dan menatapnya begitu dalam. wajah cantik sheena yang terbalut make-up dan gaun pengantin yang pas di lekukan tubuh sheena menjadi lebih sempurna.
"Kamu sangat cantik, sayang.!? " puji barra.
"kamu juga tampan! bahkan sangat-sangat tampan."
Barra mendekat kan wajahnya ke wajah sheena, menatap bibir mungilnya yang merah muda. mengecupnya beberapa kali, tak hanya itu tangan besar nya melepaskan resleting gaun yang ada di belakang tubuh sheena.
Gaun terlepas dari tubuh istrinya, sekarang hanya menampakkan pakaian dalamnya. Barra meraih wajah sheena kembali, mengecup semua yang ada di tubuh sheena.
membuka paksa kaki sheena dengan lebar-lebar, dia mengangkat kaki sheena keatas. menampakkan lubang sempitnya, memainkan MR. phyton terlebih dahulu sehingga ukuran nya lebih besar dan berurat.
sheena melihatnya dengan mata yang ingin melompat dari tempatnya. sebelumnya Mr. phyton Barra sangat lah besar sehingga menampakkan urat-urat nya, walau pun sering melihat nya tapi sekarang berbeda ukurannya lebih panjang dan sedikit lebih besar lagi.
Barra meraih pinggul sheena lalu dekat kan di tubuhnya. memasukkan phyton yang besar menerobos paksa goa yang sempit.
AAAH.!!!
sheena merasakan sakit saat phyton telah masuk sempurna. Barra memainkan di bawahnya, jarinya memutar di area biji kacangnya. membuat sheena mendapatkan kenikmatan yang dia rindukan setelah beberapa hari berhadapan dengan masalah.
"Umm..Ughh..
Ughh..!!!
sheena merangkul pundak barra dengan erat, gerakan kuda-kudaan sangat cepat membuat sheena mengeluarkan suara aneh yang membuat barra semakin menegang.
Barra memutarkan tubuh sheena, lalu berganti posisi dengan membelakangi tubuhnya.
memasukkan kembali phyton ke dalamnya.
__ADS_1
Ughh.. Ughh..
"Oh.. Beaby.!
sheena menoleh kebelakang, melihat gerakan maju mundur yang nikmat. dia menggigit jarinya lalu memainkan selayaknya seperti lolipop.
sheena meremas ujung kain sprei, kakinya membuka dengan lebar memberikan ruang phyton agar masuk dengan mudah. sheena merasakan di bawah perut terasa penuh dengan phyton.
Barra membuka boba besar yang ada di belakang punya sheena, memasukkan kembali si phyton dengan hentakan pelan tapi pasti.
AAAKH..!!
Barra mendorongnya sampai terasa penuh, pinggulnya menggoyangkan dengan sekuat tenaga.
Eumm.. Umm. ~
satu jam telah di lalui tapi belum ada tanda-tanda Barra akan mengeluarkan nya. mereka melakukan adegan mesra yang seperti ada di film-film. mereka melakukannya begitu banyak gaya, hawa dingin Ac tidak mempan pada tubuh mereka yang menikmati panasnya gairah dan hangatnya tubuh pasangan.
Mereka melakukan sambil berdiri, angkat kaki sheena untuk memberi celah kepada Barra untuk melakukan aksinya. sheena bersandar di dinding lalu berpegangan saat melakukan posisi the Razor edge ini.
sheena membungkukkan badan pada dinding, lalu Barra dapat beraksi dengan memegang pinggang Sheena dari belakang.
gairah di tengah malam membuat Barra lebih semangat. Barra lebih percepatkan gerakannya kembali, hingga titik kenikmatannya akan keluar.
Barra menyemburkan cairan bening nya di pantat sheena. Kali ini Barra tak lupa mencabutnya karena kenikmatan. sheena yang merasa lemas hanya berdiam, mengatur nafas saat gerakannya begitu cepat.
phytonnya terasa lega hingga terasa sampai lemas, dia mengurutnya pelan dengan sisa-sisa cairan keluar yang masih menetes.
Barra ambruk di samping sheena, mata mereka saling menatap satu sama lain. Barra memeluk tubuh sheena dengan erat lalu mengelus perut sheena dengan pelan-pelan.
Entah kenapa rasanya lebih nikmat setelah sheena hamil, Barra menyadari jika tubuh sheena lebih berisi dan montok membuat gairahnya lebih besar saat melakukannya.
" Thank you, baby. "
sheena hanya mengangguk rasanya lelah bahkan matanya juga sudah terasa ngantuk. sheena memejamkan matanya sampai tertidur di pelukan Barra.
Barra yang menyadari Sheena yang terdiam melihat wajah sheena, ternyata sudah terlelap dari tidurnya. Barra menutupi tubuh sheena dengan selimut lalu menyusul sheena untuk tidur juga.
.
.
.
πΉπΉπΉ
__ADS_1
Bersambung....