
Barra menyetir sambil menelpon Sheena, tapi telephone nya tidak tersambung juga. Barra memukul setir, “Shit!!” Umpatnya. jika akhirnya akan seperti ini aku akan menjegahnya kejadian malam ini.
“Kamu di mana Sheena! ” Dia sangat cemas, tak di pungkiri dia takut istrinya kenapa-kenapa.
Barra telah sampai di apartemen, dia langsung naik ke atas dengan langkah besarnya. tak sabar untuk bertemu dengan istri tercinta sepanjang di dalam lift Barra terus menatap ke atas melihat angka yang berjalan.
Ting.!!!
Lift terbuka, Barra langsung berlari menuju kamar apartemen. Barra memasukkan sandi dan pintu terbuka.
“Sheena? ”
“Sayang? ”
Barra mencari Sheena ke dalam kamar mereka tapi tidak ada. tak putus asa dia mencari ke semua sudut Apartment, juga tidak di temukannya Sheena, tidak ada tanda-tanda Sheena pulang ke Apartment.
“Astaga! Di mana kamu sekarang, sayang?! ”
Barra menjambak rambutnya, entah kemana lagi ia harus mencari istrinya. Dan sebuah ide pun datang ia menghubungi sahabatnya Gea, menanyakan keberadaan Sheena.
“Hallo? ”
“Iya, ada apa? ”
“Apa Sheena ada di sana? ”
“Aku berada di gym sedari sore, aku belum sempat bertemu Sheena hari ini. Ada apa? ”
“Apa dia bersama Antika? ”
“Aku kurang tahu, nanti aku coba hubungi
dia. ”
“Baiklah.. ” Barra mematikan telephone nya.
Barra mengganti pakaiannya sebelum ia mencari istrinya kembali. Setelah berganti pakaiannya dia pergi kembali meninggalkan apartment.
Dia berniat pergi ke rumah utama Sheena, yaitu rumah Oma Riana, dia berharap istrinya ada di sana.
🍁🍁🍁
“Oma? ” panggil Barra, saat melihat Oma yang duduk di atas sofa ruang keluarga.
“Kau mencari Sheena? dia tidak ada di sini. ”
“Kemana dia pergi Oma? ”
“Oma juga tidak tahu! ”
“Kenapa Oma dan Sheena merahasiakan ini dariku? ”
__ADS_1
Oma Riana menatap Barra dengan wajah yang sudah lesu dan lelah.
“Karena Sheena tidak mau semua Orang tahu siapa dia! jika bukan aku yang bertindak maka kau juga tidak akan pernah tahu siapa dia. .
. . Kau duduk dulu! Sebentar lagi Gea dan Antika datang. mungkin mereka tahu kemana biasanya Sheena pergi. ” Akhirnya Barra menuruti perintah Oma nya, Walaupun dia tidak bisa tenang.
Yang di tunggu-tunggu pun akhirnya datang, Gea dan Antika sampai dengan pakaian seadannya.
“Gea, gimana sudah tau kemana Sheena pergi? ”
“Aku belum tau, sebenarnya ada apa sehingga Sheena pergi? ”
“Hari ini Oma memperkenalkan dia sebagai ahli waris di perusahaan. di sana ada papa dan ibu tirinya. Oma berusaha memperingati agar tidak membongkar masa lalunya. Tapi semua di luar kendali Oma. ”Jelasnya.
Gea manggut-manggut, “Aku belum tau detail masa lalu Sheena. Dia hanya bercerita tapi tidak memberitahu siapa saja yang pernah menggores luka di masa lalunya. ”
“Sebelumnya Sheena tidak seperti ini, Oma. Dia akan datang ke kita untuk jika ada masalah. tapi sekarang pergi sendirian, pasti dia tak mau kita mencari dia Oma. Mungkin Sheena butuh sendirian, kita beri dia ruang agar tidak semakin tertekan. ”
“Antika benar! Oma, kak Barra sebaiknya malam ini kita tak perlu mencari dia biarkan dia meluapkan amarah nya jika sudah dia akan datang sendirinya. ”
“Apa kau yakin Sheena akan baik-baik saja? ”
Tanya Barra.
“Aku yakin dia akan baik-baik saja! sebaiknya kita istirahat malam semakin larut tak baik jika kita begadang. ”
“Kalian menginap di sini saja, tak baik jika kalian pulang selarut ini. ”
“Oma ke kamar dulu. ” Oma Riana pergi ke kamarnya. Sedangakan mereka masih di ruang tamu.
“Aku ngantuk, aku duluan yah? ” Antika pergi ke kamar tamu yang biasa ia tempati jika Menginap.
Saat Gea ingin menyusul Antika, Barra mencegahnya. “Aku mau tanya! ”
Gea menatap Barra dengan alis terangkat.
“Tentang? ”
“Masa lalu Sheena, dia belum sepenuhnya bercerita di sana. Apa dia masih menutupinya dariku? ”
“Kak, aku tidak bisa menceritakan masa lalunya. Biarkan Sheena yang akan bercerita sendiri! walaupun aku tahu rasanya tidak sopan jika aku mencampuri urusannya. ” Ucap Gea, lalu dia meninggalkan Barra di sana sendirian.
🍁🍁🍁
Kediaman Haris...
“Sudah berapa kali kamu menghianati aku Rea! kenapa kamu melakukan ini kepadaku Kenapa? ” Haris berteriak bak kesetanan dia sangat kecewa dengan Rea.
“Jawab pertanyaan Aku!!”
Rea hanya menatap kosong, sampai ia lemas hingga luruh ke lantai. Rea sudah tak ada tenaga lagi dia begitu sangat Hancur. Masa lalu yang ia simpan rapi ternyata hari ini di hancurkan oleh Sheena.
__ADS_1
“Kau begitu tega melukaiku berulang kali, Rea. bahkan aku sudah rela mengorbankan istri dan Anakku demi hidup bersamamu tak menyangka kau menipuku dan menghianatiku berkali-kali. ”
Melihat Rea tidak menjawab pertanyaan nya dan masih membungkam atas perbuatan bejatnya di masa lalu. Haris semakin membenci dan kecewa dengan nya.
“Rea, kesabaranku sudah habis menghadapi mu! Lebih baik kita pisah saja! ” Ucap Haris.
Bagai di sambar petir di siang bolong, Rea semakin lemas dan menangis histeris.
“Nggak, Nggak! apa kamu percaya dengan anak sialan itu? dia berbohong mas. ”
Plakkk! Plakkk! Plakkk!
Tiga kali Haris menampar sang istri, Rea merasakan perih di area sudut bibirnya dan menatap suami dengan mata nyalang yang memerah. Rea tak menyangka suaminya bisa berlaku kasar setelah ungkapan anak jahanam itu.
“Jaga ucapanmu Rea! jangan sampai aku berbuat lebih kasar dengan mu. ” Ancam Haris, Kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu menekan.
“Kamu menamparku hanya mendengar omong kosong anak sialan itu? Wah! kau memang laki-laki pecundang Haris!!!” Rea
tidak ada lagi rasa hormat dengan suaminya sampai-sampai ia hanya memanggilnya nama tanpa ada embel-embel Mas.
“Apa katamu? pecundang? kau wanita siluman yang sudah merayuku dengan berkata kau sedang mengandung anakku? tapi apa Rara benar anakku atau kau telah di buang oleh laki-laki yang telah menghamilimu?! ”
“Dan satu lagi, tentang anakmu itu Aku sudah tidak peduli! kamu urus saja sendiri dia.”
Entah Iblis mana yang telah memasuki Rea sehingga menjadi manusia tak berperasaan.
“Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi mas? Apa kamu tidak punya rasa kasihan denganku dan anak kita mas. Aku mengandung anakmu loh mas, Darah daging kamu! ” Teriakan Rea tak membuat Haris luluh kembali.
“Aku tidak peduli Rea, Sudahlah jangan membuat Statment yang membuatku muak. ”
Rea mendengar Haris tidak ada lagi rasa pedulianya, mengusap air mata dengan kasar. dia bangkit.
“Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang! jangan harap kau akan hidup tenang Haris. ”
Haris menyeret Rea keluar rumah, dan melemparkan ransel ke muka Rea.
“Pergi dari sini, kau tak layak hidup mewah di sini. Security seret dia keluar jangan membiarkan dia berkeliaran di rumah saya. ”
“Baik, tuan. ” Security dengan sigap membawa Rea keluar gerbang. Walaupun Rea terus memberontak tak bisa mengalahkan kekuatan dua security itu.
“Haris! lepaskan! Haris tolong jangan usir aku. Haris ku mohon!!! ”
Teriakan Rea tak membuat Haris terketuk hatinya, Semenjak ia bertemu kembali anak semata wayanganya dia menjadi sadar bahwa wanita yang ia nikahi puluhan tahun itu bukanlah yang terbaik.
Penyesalan pun tidak ada artinya lagi, dia telah menggores luka begitu dalam dengan orang-orang terdekat. Dulu ia menentang ucapan orang tuanya demi menikahi Rea sekarang dia menghianatinya hanya ingin hidup mewah dengannya saja.
.
.
🥀🥀🥀
__ADS_1
Bersambung....