Dear.

Dear.
36. Kantor part 2


__ADS_3

Setelah sampai di ruangan nya Barra melanjutkan kembali pekerjaannya. Membiarkan Sheena bebas melakukan apapun yang ia suka di dalam ruangan kerjanya.


Sesekali Barra mengawasi Sheena yang sedang nyemil sambil menonton film. Barra melanjutkan lagi hingga selesai, membereskan semua dengan rapi. Setelah selesai menonton film Sheena menatap Barra yang masih dengan berkasnya.


“Sayang.. “panggil Sheena.


“Emm... Ada apa? “Tanya Balik Barra tanpa melihat Sheena.


Setelah selesai, Barra melangkah mendekati Sheena yang duduk manis di sofa lalu duduk di sampingnya.


“Apa hmh? Bosan? “Tanya Barra.


“Ehmm.. “Sheena mengangguk, Barra menarik tangan Sheena hingga tubuhnya terjatuh di atas pangkuan Barra.


Mereka saling bertatapan muka, walaupun sudah menjadi suami istri tapi masih canggung saat bertatapan muka sedekat ini.


“Sayang.. “


“Aku ingin seperti ini sebentar saja.. “Pinta Barra dengan manjanya.


Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Sheena, Sheena yang diperlakukan seperti ini menjadi terangsang.


Entah kenapa hormon kehamilannya sangat sensitif sekali. Sheena terus menggeliat hingga menutup matanya.


“Sayang, kamu kenapa? “Tanya Barra.


“Pengen... “Bisik Sheena dengan manjanya, tangannya merayap ke dada Barra hingga Barra merasakan sentuhannya membuat dia merinding kemana-mana.

__ADS_1


“Kita masih di kantor! sebentar lagi pulang.“


“Aku pengen main di sini! “Kata Sheena tanpa penolakan.


Barra langsung menyingkirkan tubuh Sheena ke samping dan mengunci pintu ruangan hingga menarik hordeng di semua jendela. Merasakan sudah aman Barra melangkah mendekati Sheena dengan melonggarkan dasinya.


Membuka semua kancing kemeja hingga menampakkan tubuhnya yang sangat sexy. Sheena terus menatap Barra tanpa berkedip semakin hari suaminya bertambah tampan dan menggoda.


“Kau yakin mau bermain di sini? “Tanya Barra memastikan kembali. Sheena mengangguk sebagai jawabannya.


Barra membantu melepaskan pakaian Sheena dengan lembut. Menampilkan tubuh sexynya yang membuat pusakanya terus menari-nari.


Barra menelan saliva nya dengan susah payah beberapa hari tidak melakukannya berasa sangat lama.


Barra memulainya dengan mencium kening Sheena lalu turun ke hidung dan sampai berhenti di bibir mungil istrinya.


“Kau begitu sexy walaupun dengan keadaan hamil. “ Barra memujinya .


“Ohya? benarkah? “


“Hmh? kau sangat cantik dan berisi aku suka. “ Katanya lagi. Memang benar semenjak hamil Sheena begitu sangat menggoda apa lagi kedua gundukan kembar yang terus membesar.


.


.


.

__ADS_1


Setelah melakukan kegiatan panasnya Barra dan Sheena berpelukan di atas ranjang. Barra membelai rambut Sheena dengan gerakan lembut. Setelah beberapa saat terdiam, Barra ingin bertanya sesuatu tentang kehidupan istrinya yang belum ia ketahui.


“Sayang? “


“Hmm..? “


“Selama kita menikah aku belum mengenal kedua orang tua mu. Apakah mereka masih ada? dan di mana mereka sekarang?! “Tanya Barra dengan penasaran.


Sheena terdiam, moodnya mendadak kesal saat suaminya menanyakan keberadaan orang tuanya.


Melihat Sheena yang tak mau buka mulut Barra menjadi tak enak. Mungkin belum saatnya Sheena untuk bercerita tentang keluarga nya.


“Maafkan aku jika pertanyaan ku membuat mu sedikit kesal tak apa jika kamu tidak mau berbagi cerita dengan ku. lupakan saja! “ Kata Barra, lalu dia ingin beranjak pergi dari ranjang tidur nya.


“Maafkan aku jika aku belum siap untuk bercerita tentang keluarga ku. mungkin suatu saat jika aku sudah siap aku akan menceritakan semuanya. “Ucap Sheena dengan lirih.


Barra terhenti, lalu menatap Sheena yang masih berbaring di atas ranjang.


“Oke.. sekarang kita bersihkan tubuh dulu. setelah itu pulang sudah mulai gelap. “Kata Barra lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah Barra masuk ke dalam kamar mandi, Air mata Sheena menetes begitu deras. Hatinya mendadak sesak mengingat masa lalu yang begitu buruk yang membekas di dalam hatinya.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2