Dear.

Dear.
14. kehamilan Sheena.


__ADS_3

Rama mengantarkan sheena kembali ke rumah sakit. Rama menurunkan di depan, lalu dia pergi saat sheena sudah masuk ke dalam rumah sakit.


***


Di rumah Barra~~


Barra beberapa kali menelpon sheena dan mengirimkan beberapa pesan untuk nya. Tapi, tak ada satupun yang di balas oleh sheena. hatinya sangat kacau dan gelisah, Barra mondar-mandir di dalam kamarnya. Dia menjambak rambutnya dengan frustasi baru beberapa minggu menjalin kasih dengan gadis yang dia cintainya.


Arrrggghhh....


" sialan!!! gara-gara perjodohan sialan ini membuat gadisku kecewa. " Barra membanting vas bunga di lantai sehingga belingnya berserakan.


Barra mencoba lagi untuk menelpon, Sekarang tak di angkat setelah tadi di alihkan.


"Angkat sayang.. " Barra sampai melemah fikiran nya sangat kacau balau.


Tok tok tok..


"Barra? are you oke. " tanya Maureen.


Barra membuka pintu, menampakkan wajah yang lesu dan penampilan nya acak-acakan. Maureen sangat terkejut melihat anaknya yang kacau.


" kamu kenapa? ada masalah apa sayang? " tanya Maureen, tangannya membelai wajah sang putra.


"Aku ingin sendiri mi, dan aku akan pergi menenangkan fikiran. "


"Sayang, sebenarnya ada apa? coba cerita ke mami. " bujuk Maureen.


"percuma bercerita dengan mami, mami nggak akan mengerti dengan perasaan Barra. "


" sayang,, jangan pergi yah. pernikahannya kan akan di gelar beberapa hari lagi jangan kecewakan mami ya. "


Barra mengepal tangannya dengan kuat, dia tak suka dengan aturan-aturan mami nya. dia merasa di kekang walau pun usianya sudah sangat matang tapi maminya memperlakukan dirinya seperti anak kecil.


Barra tak menghiraukan omongan maminya, dia berjalan dengan langkah besar turun ke bawah. dan langsung menuju ke halaman depan, membuka kunci mobilnya. Barra keluar dari area halaman rumah dengan kecepatan tinggi, mengetatkan rahangnya gigi bergemelatukan sangat keras.


Argghhh... Barra memukul stir mobil dengan sangat keras.


"Di mana dia sekarang? "


"Apa aku samperin ke rumahnya? pasti dia sangat kecewa dengan ku. dia pasti tidak akan menemui ku dengan keadaan seperti ini. "


Barra menambah kecepatan, dia melaju ke apartemen Dean.


mobil sampai di parkiran dibawah. lalu langsung menuju lift, memencet tombol lantai 25 dimana apartemen Dean berada.


ting!!!


Barra langsung menekan sandi pintu terbuka.


Dean yang sedang makan, tercengang dengan keadaan Barra yang acak-acakan.


"Lu kenapa??? " tanya Dean.


"Hari ini sangat kacau Dean.!!! "


"lalu kenapa kamu sangat lesu seperti itu, tak biasanya kamu seperti itu? "


" lu tau kan, kalau aku sayang sama gadis itu? "


"maksud kamu Sheena?"

__ADS_1


"Emm,,, "


"lalu ada permasalahan apa sehingga kamu begini.? "


"masalahnya, aku sudah di jodohin sama mami dan papi sama permpuan asing.!!!"


"Terus??? " Dean menjadi serius mendengar kan cerita Barra.


" Saat aku di cafe bersama Rara, kebetulan sheena ada di sana bersama kedua temannya itu. aku harus gimana!! sekarang dia tak mau mengangkat telepon dan membalas pesan dariku. " jelas Barra, Dean menelan saliva dengan susah.


"Pasti lo sangat bingung memilih siapa kan! aku tak bisa memberikan solusi terbaik untuk mu. tapi kamu yang harus memilih salah satu darinya. kalau kamu memilih perjodohan tinggalkan sheena. jika lo milih sheena selesai kan masalah lo sama perempuan yang di jodohin. "


"jujur aku tidak bisa membantah dengan apa yang diinginkan orang tua. Tapi jika aku tinggalkan sheena itu sangat berat.. "


Dean menggaruk dahi, tangannya menyendokan makanan lalu dia makan dengan pelan.


Barra mengambil air minum Dean, meminum sampai habis tak tersisa.


🌹🌹🌹🌹


Di rumah sakit..


sheena menatap handphone, ratusan telepon tak di angkat dan pesan masuk dari Barra. dia menghela nafas panjang, memijit dahi yang terasa pusing dan perut terasa enek..


dia berjalan ke kamar mandi, tangannya menutup mulut yang tak tahan dengan mualnya.


sheena memuntahkan semua isi perutnya, tenggorokan tak nyaman. sheena mencuci mulut lalu mencuci mukanya yang terlihat lesu saat mengeluarkan muntahan.


"kenapa aku akhir-akhir ini sangat aneh.! apa aku periksa aja kali yah? "


sheena keluar dari kamar mandi, melihat semuanya sudah tidur. Sheena keluar dari ruangan, lalu berjalan ke meja resepsionis.


"masih kak. "


"aku ingin periksa sekarang, rasanya sudah lemas sekali. "


"mari saya antar kak. " Sheena di antar ke ruangan dokter lalu Sheena di tinggal sendirian di dalam.


"Ada keluhan apa nona? " tanya dokter.


"Dok, akhir-akhir ini saya merasakan pusing dan mual-mual rasanya tak nyaman. "


"Apakah ada riwayat sakit magh? " tanya dokter.


"tidak ada.! saya selalu kontrol makanan, dan saya selalu makan yang sehat saat di konsumsi. "


"Apakah anda telat haid? "


"iya, seharusnya saya sudah datang bulan. Tapi, saya telat dua minggu ini. "


"Oke, saya sudah tau permasalahan nya. mari ikuti saya. "


Dokter dan Sheena keluar dari ruangan, Sheena sangat bingung dengan dokter. tapi Sheena hanya mengekori dari belakang dokter. sampai tiba di ruangan poli kandungan.


Sheena dan dokter masuk kedalam.


"Pak Agra. ada pasien tolong anda periksa yah. "


Dokter Agra melihat sheena, dia terpana dengan pesona sheena yang sangat cantik.


"Pak agra.??? "

__ADS_1


"Huh? iya.. " Dokter Agra tersadar, lalu memutuskan kontak mata dengan sheena.


"pak jangan diliatin terus, tolong periksa pasien yah. "


"Ah ya baiklah. "


"saya permisi dulu, nona dokter agra yang lebih tepat untuk anda periksa. "


dokter tersebut pergi dari ruangan.


sheena sangat gugup, di dalam ruangan yang hanya berduaan bersama dokter agra.


"Baik, kita mulai yah! anda bisa berbaring di brankar nona. "


"iya dok. " Sheena menurut, dia berbaring terlentang.


Dokter bersiap-siap dengan alat-alat nya. Pertama dengan Cek tekanan darah, lalu meraba perut sheena. mengukur tinggi perut dan lingkar lengan.


sheena merasa bingung dengan pemeriksaan dokter agra.


"Dok, aku sakit apa yah? " tanya Sheena dengan polos.


"sakit??? anda sangat sehat nona, oh ya selamat yah anda hamil. "


"Hamil? Apaa.. Hamil dok!!! " teriakan Sheena mengejutkan dokter agra dan bahkan sampai keluar ruangan.


"iya.. kenapa anda sangat terkejut. "


"Ahh.. hee hee maaf dokter aku sangat bersemangat tadi. "


"Oh.. kita akan cek usg ya. "Dokter Agra persiapkan gel untuk pemeriksaan USG sebelum dimulai.


Selanjutnya, dokter mengoleskan gel khusus guna mencegah terjadinya gesekan antara kulit dan transduser.


Saat pemeriksaan USG, transduser di gerak-gerakkan di bagian tubuh yang akan diperiksa. Gerakan ini diperlukan agar gelombang suara yang dikirim mampu memantul kembali dan menghasilkan gambar yang baik.


Sheena menatap di layar monitor menampakkan janin yang sangat kecil di perut dirinya.


" ini sekitaran dua bulan, nona. detak jantung janin bagus ketuban juga bagus. kehamilan anda sangat bagus nona. "


"Huh?? " Sheena ngeblank saat di tanya dokter agra. fikirannya kemana-mana hatinya juga sangat sedikit sedih.


"Oke, akan saya ambil gambar.. "


Sheena terdiam membisu, dia pasrahkan saja apa yang di lakukan dokter. lalu Sheena duduk kembali di kursi, dokter menuliskan catatan kehamilan di buku pemeriksaan.


.


.


.


.


..


.


.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2