Dear.

Dear.
47. Suruhan Rea..


__ADS_3

Gea yang sedang menghadapi kedua pria di depannya menoleh ke belakang melihat apa yang terjadi dengan sahabatnya yang ada di dalam mobil.


Gea yang tak fokus hampir saja terkena pukulan kayu yang hampir mengenai kepalanya. ”Krakk!!!”


”Bajiangan! ” Gea yang tersadar menatap kedepan dan melihat Dean yang menolongnya dari pukulan dua orang tak dikenal.


”Dia bukan lawanmu bung! ”


“jangan ikut campur urusan kita. “


“Hehehe... jelas urusan ku karena mereka adalah orang yang ku kenal. “ Tak banyak membuang waktu Dean langsung menyerang di bagian lehernya dan memukul bagian punggung hingga salah satunya terjatuh.


“Brengsek! “


“Gadis sialan!!!” Teriak salah satu pria yang berdiri di samping pintu mobil Sheena dengan terus mengerang kesakitan tangannya memegangi bagian alat vitalnya yang terasa amat sakit dan ngilu.


“Ah... aku benci dengan permainan si cupu itu? ” gumam Sheena.


“Sheena.. are you okey? ” tanya Antika cemas dengan Sahabatnya ini.


“Aku oke, Antika. “


Sheena membukakan pintu mobilnya dengan kekuatan ekstra sehingga pria yang masih mengerang kesakitan itu terjatuh di tanah.


“Ahh.. membuat ku mual saja. “ Sheena mencuci tangannya yang sudah meremas bagian milik si pria itu dengan air mineral.


“Kau! wanita sialan!“


Sheena yang tak mau mendengar suara kotor dari mulut pria itu langsung menginjakkan dada si pria dengan kaki jenjangnya.


“Bilang dengan bosmu, jangan coba-coba membuat masalah denganku. ” setelah itu ia menekankan kembali hingga pria itu merasakan sesak nafas di dadanya.


Sheena menatap Gea dan Dean. “ Cukup!!! “


“Gea, sudahi perkelahian nya dan kita pulang. “ Gea yang mendengar suara Sheena menyudahinya.


Gea langsung menarik lengan Dean agar menyingkir dari Ketiga pria itu, mereka langsung pergi meninggalkan tempat dengan keadaan babak belur.


“Kamu nggak papa? “ Tanya Dean kepada Sheena, Gea yang mendengar Dean khawatir langsung menatap Dean dengan perasaan aneh.


“Aku tak apa, jangan bilang Barra ada kejadian ini. “

__ADS_1


“ Tapi, bagaimana jika mereka melakukannya kembali di kemudian hari? ”


"tidak akan pernah karena aku tau siapa pelaku sebenarnya. . .


. . . Ayo, Gea. Dean aku pergi duluan dan Terima kasih sudah menolong Gea. ”


" Sama-sama, kalian hati-hati di jalan. “ Ucap Dean.


Sheena dan Antika masuk ke dalam mobil terlebih dulu. Gea menatap Dean dengan mata yang tak berkedip membuat Dean kebingungan.


“Terima kasih telah menolong ku. “


“Sama-sama, lain kali jangan melawan sendirian jika ada yang ingin menyakiti mu. “ Gea mengangguk pelan.


“Aku pergi dulu. “


“Iya.. “ Dean melambaikan tangannya saat mobil mereka berjalan dan meninggalkan tempat.


Dean tersadar jika dirinya juga ada janji dengan seseorang lalu ia bergegas pergi dari tempat dan menancap gas dengan kecepatan maksimal.


Selang beberapa menit, sebuah motor sport berhenti dimana Sheena and the gengs di hadang.


Calling...


“Lo di mana? ”


“Kita nggak butuh lo, kita udah mau sampai. ” Kata Gea.


” Tapi, lo nggak apa-apa kan? ''


“Nggak, lo pulang aja lagian tadi ada yang bantu kita sorry ya Hen. ”


”Nggak papa, yang penting kalian selamat. Yaudah gue mau balik lagi. ” Setelah itu Henri memutuskan panggilannya dan menyalakan kembali motornya.


✣✣✣✣✣✣✤✤✤✤✤✤✤✤✤✣✣✣✣✢✢✢✢✣✢


“ Gue yakin, kalau si cupu itu lagi ngamuk-ngamuk di rumahnya. ” Ucap Antika.


“Gimana kalau dia berbuat sesuatu lagi sama kita? ”


Tanya Gea.

__ADS_1


“Lo nggak usah mikirin yang nggak penting! biar gue aja yang urus dia. ” Ucap Sheena, lalu ia meletakkan gelas minuman nya di atas nakas.


“Lu yakin? Lu nggak lagi nyembunyiin sesuatu dari kita kan Shee? ” Tanya Gea, dia merasa ada sesuatu yang tidak ia ketahui dari pokok permasalahannya.


Sheena mendadak terdiam, mau bagaimana pun dia menyembunyikan sesuatu masalahnya dari ke dua sahabat suatu saat akan mereka ketahui walaupun dirinya tak menceritakan.


“Gea, untuk saat ini aku tak bisa menceritakannya dari kalian. Tapi, kalian akan tau jika sudah saatnya. tunggu dan bersabarlah dan jangan kalian mencari tahu sendiri. ”


“Baiklah, mungkin kali ini kita tidak bisa mencampuri urusanmu. Tapi aku yakin lo bisa menyelesaikan nya sendiri tanpa kita. gue dan antika pasti suport lo walaupun kita tidak bisa melakukan nya bersama. ”


“Thanks. . . ”


“Shee kita pulang duluan yah, lu juga istirahat kasian janin lo takut kenapa-kenapa. ”


“Iya, gue nggak papa. kalian Hati-hati di jalan.


𝐃𝐢 𝐥𝐚𝐢𝐧 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭....


“Mana bayaran kita! ” salah satu pria suruhan Rea meminta bayaran.


“ Bentar dulu, kalian sudah membuat mereka apa yang aku mau kan? ” Tanya Rea.


“Mereka bukan orang sembarangan! aku tak mau tau kamu harus bayar full. ”


“Hei.. kalian belum melakukan apa yang aku minta jadi bayaran mu hanya separuh saja. ” Rea begitu kecewa dengan rencananya yang gagal.


“Mana! ”


Rea memberikan amplop coklat kepada mereka. Usahanya tak membuahkan hasil yang memuaskan.


“Awas saja kalian! ”


Rea menggertak kan giginya dengan emosi, Rea yang tak begitu mengenal Sheena dan teman-temannya merasakan emosi yang memuncak Rea tak mengetahui jika ketiga nya tidak mudah untuk di tindas.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2