Dear.

Dear.
23. Benda yang meresahkan.


__ADS_3

Barra membelai wajah sheena dengan penuh perasaan, sheena menutup matanya merasakan sentuhan tangan Barra di wajahnya.


"aku mencintaimu sheena, aku janji akan bertanggung jawab dengan kehamilanmu. "


sheena terdiam, menatap mata Barra mencari kebohongan dari ucapannya. Tapi sayangnya, Barra mengucapkan dengan tulus. Dia ingin membina rumah tangga nya bersama sheena, gadis pemberani yang mendekati nya.


"Kenapa diam? "


"a-aku.. "


"Hari ini juga kita akan menikah! " ucapnya dengan lantang.


"w-what..!!! aku tidak bisa! "


"Kenapa tidak bisa! Apa kamu mengharapkan pria yang di caffe, Hah.!!! " Teriak Barra begitu keras.


Sheena menutup kedua telinganya, lalu memundurkan tubuhnya menjauh dari Barra.


Barra melihat sheena yang mundur, menarik kedua kakinya lalu membuka nya dengan lebar-lebar.


Membuka celana keramatnya sheena dengan paksa. Lalu membuangnya ke sembarang arah ke belakangnya. Sheena melotot kan matanya saat benda segitiga kesayangannya terbang dan nyangkut di atas korden.


"Celanaku... Ahh.. Jadi nyangkut kan!!! " Ucap sheena, lalu memukul dada bidang Barra .


Barra melihat ke belakang dan melihat di atas korden, benar celana keramat nya nyangkut di sana.


Sheena yang tadinya tegang menjadi histeris lantaran celana favoritnya nyangkut di atas korden yang di buang oleh Barra. Adegan sangat tegang menjadi konyol saat sebuah benda segitiga itu nyangkut.


sheena menyuruh Barra mengambilnya dengan menggunakan sapu, posisi korden yang agak tinggi agak susah untuk mengambil nya.


"Ayo! dikit lagi.. "


"susah! kayanya nyangkut di penyangga. "


"coba lagi tarik yang cepet! masa gitu aja nggak bisa!? " ucap sheena dengan sebal.


Barra mencoba untuk menariknya saat sudah masuk ke dalam lubangnya lalu tarik dengan sekuat tenaga...


srekkk..


sheena melototkan matanya sampai ingin keluar dari tempatnya dan mulutnya ternganga melihat celana keramatnya sobek. Barra mengedipkan matanya beberapa kali, lalu menoleh ke arah sheena. muka sheena yang sudah merah padam mengetatkan rahangnya dan mata nya melototi Barra. Barra menelan saliva dengan susah payah, dia sudah membuat masalah besar yang telah merobek celana segitiga itu.


Akhhhh.... celana keramatku... " sheena merebut sapu yang di pegang Barra lalu memukul Barra dengan sapu. Barra mengaduh kesakitan dengan pukulan sapu yang tak ada hentinya.


"ampun..! sayang.. stop!! " ucap Barra memohon, tapi.. sheena tetap memukuli nya. Celana segitiga itu adalah favoritnya sehingga dia sangat marah saat barang favoritnya sobek karna ulah kekasihnya.


setelah adegan pukul-pukulan itu sheena juga merasa kasian dengan Barra yang memegangi tubuhnya yang dia pukuli. Sebelumnya dia telah babak belur karena gea sekarang tambah bonyok karena sheena.


Aiihhstt pelan-pelan kenapa? sakit!!!" desisnya.

__ADS_1


sheena menekankan kapas yang sudah di kasih obat. membuat Barra berteriak karena lukanya di tekan dengan kuat.


"Sakit sayang!!! pelan-pelan. "


"Makanya jangan sok-sokan buang-buang celana segitiga aku! ini itu favorit aku tau? "


"Mana aku tau! lagian kan bisa beli lagi yang seperti itu apa susahnya!? " ucap Barra enteng.


lagi-lagi sheena memukul kepala Barra dengan kuat. "ini itu edisi terbatas! susah sekali untuk mencari seperti ini lagi!!! "


"Ya ampun.. ini hanya celana yang tidak peruntuk di lihat oleh orang selain aku saja sheena.! nanti aku akan beli untuk kamu sampai ke bapbrik-pabriknya sekalian. "


sheena memanyunkan bibirnya, sekarang dia tidak memakai dalaman sedari tadi dia merasa di bawah kedinginan.


Saat mereka berdiam dan saling membelakangi tubuh, tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.


sheena menatap Barra, Barra berdiri lalu berjalan mendekati pintu membukakan pintu nya.


"Tuan, buah-buahan nya sudah siap! " ucap bibi mutia, dia terus menatap tuannya yang acak-acakan tapi tak berani untuk bertanya.


"Terima kasih bi, jika bibi capek istirahat saja yah.? "


"iya, tuan. saya pamit kembali ke belakang. " ucap nya lalu pergi dari depan kamar Barra.


Barra masuk ke kamar kembali.


"Ada apa? "tanya sheena penasaran.


"Untuk???


" Untuk kamu makan! makan buah bagus untuk wanita hamil! "


"Kata siapa? " tanya sheena lagi.


"Aku mencari tau, makanya aku tau? "


sheena hanya mengedikkan bahu, lalu berjalan ke arah pintu melewati Barra yang sedang berdiri.


"Mau kemana? " tanya Barra.


"Kamu bilang buah-buahan bagus untuk ibu hamil! Jadi... aku juga mau makan karena aku juga lapar!? " jawabnya lalu berjalan keluar kamar, di susul Barra di belakangnya.


sheena duduk di meja makan, memakan buah yang sudah di cuci bersih oleh bibi Mutia. Melihat buah-buah segar dan asam membuat sheena terus-menerus memakannya.


"Enak? " tanya Barra, yang ngilu melihat sheena memakan mangga muda dan stroberi yang segar.


"Emm.. bibi sangat pintar memilih buahnya. "


"Aku mau coba.. " Barra mengambil satu potong kecil buah mangga muda, lalu memakannya detik kemudian raut wajahnya berubah.

__ADS_1


"kamu kenapa? " tanya sheena.


"Asamm.. kata mu ini enak! ini tidak bisa di makan tau? "


"Ha Ha Ha.. siapa yang nyuruh kamu makan! " gelak tawa sheena terdengar, membuat bibi Mutia sangat penasaran dengan wanita bosnya itu.


"Kau senang sekarang! melihat aku seperti ini? "


"Yeah.. raut wajahmu sangat aneh! lucu sekali. " ucap sheena. Uhuks Uhuks.. sheena ter batuk-batuk sehingga Barra langsung memberikan minum untuk sheena.


"Makanya jangan ngetawain orang.. ini akibatnya. " sheena tak menghiraukan Barra, dia meminum air sampai habis.


Hiks.. suara cegukan sheena setelah minum.


"Pelan-pelan aja makannya, kasian bayi di perutmu nanti dia kenapa-kenapa. "


"Maaf.. "


"Baiklah.. sekarang minum dulu susu ini. aku sudah membelikan susu ini untuk kamu. "


sheena terdiam, perhatian Barra begitu besar sampai membelikan susu untuk dirinya. bahkan dirinya saja tidak terpikirkan untuk membeli nya sebagai nutrisi tambahan.


"Terima kasih. " Barra mengangguk, sheena meraih gelas yang berisi susu itu lalu meminumnya.


"Ohya.. setelah ini kita pergi ke rumah mu. "


"Mau ngapain? ''tanya sheena.


" tentu saja minta restu kepada kedua orang tua mu dan keluarga besar. sekarang tidak ada waktu untuk bersantai sheena semakin hari akan terlihat perut buncit mu. "


sheena tak menjawab, raut wajahnya berubah Barra menatap sheena yang terdiam. "Sayang! kamu kenapa diam.!? "


"Baiklah.. aku menurut saja aku juga tidak mungkin membiarkan anakku tidak mendapatkan kasih sayang seorang Daddy. "


"Ya sudah! kamu habis kan makanan nya dulu. aku akan mandi sebentar oke.. "


sheena mengangguk saja, Barra beranjak dari duduknya lalu berjalan ke kamar tidur. setelah kepergian Barra, sheena lanjut memakan buahnya kembali sambil melihat handphone nya.


Ada banyak pesan dari Gea dan Antika yang menanyakan keberadaan nya. Tapi, sheena tak memberitahu mereka ada di mana sekarang ini.


sheena sangat suka dengan suasana di apartemen Barra yang begitu tenang dan tak banyak pelayan yang berseliweran. Hanya ada bibi mutia saja yang sedang sibuk bekerja.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2