Dear.

Dear.
39. Bucin?


__ADS_3

Clara berbaring terlentang di atas ranjang tidur, menatap langit-langit kamar hotel yang sangat cantik. Pikirannya kembali menerawang tentang kejadian tadi. Dia begitu sangat senang telah bertemu kembali dengan pria yang telah menolongnya di bandara waktu lalu.


“Ternyata dia sangat baik dan juga tidak sombong. apa lagi dia sangat nyambung saat aku ajak bicara benar-benar pria yang aku idamkan. Apa lagi saat dia mendengarkan curhatan ku tak sekalipun dia mengabaikan nya. “ Gumam Clara berbicara dengan dirinya sendiri.


“Aah... Beruntung banget ketemu dia lagi. “ Dia lalu tertawa cekikikan di dalam hotel sendirian.


Dia masih tidak percaya akan bertemu kembali dengan Barra di sebuah restoran. Memang hari yang sangat beruntung bagi Clara.


ᰔᩚᰔᩚᰔᩚ


“Kalian kenapa pelukan mesra gitu? “ Kata Antika tiba-tiba, dia berdiri di tengah pintu membuat keduanya kaget dengan suara Antika yang sangat keras.


“Sialan! bikin jantungan aja sih lo! “Teriak Gea lalu melemparkan bantal ke arah Antika.


Antika yang sigap langsung menangkap bantal yang dilemparkan Gea.


“Tau? “ Kata Sheena, ia juga merasa deg-degan.


“Yee.. kenapa sih kalian? Ngapain coba pelukan di balkon tengah malam gini? “Tanya Antika.


“Lu kenapa bangun, Huh! “ Tanya Gea.


“Gue nggak nyenyak tidurnya. “Kata Antika, lalu duduk bergabung bersama Sheena dan Gea.


“Kalian belum menjawab pertanyaan gue barusan. Kenapa kalian pelukan segala di sini? “Tanya Antika masih dengan penasarannya.


“Nggak ada Apa-apa, gue hanya sedih aja sampai sekarang dia belum ngabarin gue? perasaan gue jadi nggak enak banget rasanya sesek banget disini. “Kata Sheena, ia menekankan bagian dadanya yang merasakan sesak.


“Lu sakit Shee? “Tanya Gea.


“Nggak! gue hanya sesek nafas aja mungkin faktor kehamilan kali yah? “


“Gitu? “


“Hmh! “


Mereka bertiga terdiam sejenak lalu menyenderkan kepalanya di kursi sofa sambil menatap langit di atasnya.


“Kalian ngerasa kaya gue nggak sih? kalau setiap ngeliatin bintang atau bulan di langit rasanya kaya hati ini merasa kesepian gitu? “Kata Sheena.


“Gue nggak tau sih bagaimana rasanya karena nggak pernah ngeliatin. Tapi, kadang suka ngerasa kalau Aku nggak ketemu kalian sehari aja rasanya berasa sangat lama. “Kata Antika lalu menujuk jarinya di atas langit.


Sheena dan Gea menatap Antika dengan bertanya-tanya.


“Gue ngerasa nyaman banget sama kalian berdua. Apa lagi kalian yang selalu ada dan paling mengerti satu sama lain. “Imbuhnya lagi.


“Tik? lu kenapa dah? “Tanya Gea.


“Gue agak sedih aja kalau aku jarang bersama keluarga. Hari-hari bersama kalian terus.“Kata Antika dengan raut wajah sedihnya.


“Yang sabar ya Tik, orang tua lo juga nggak mungkin lupain lo. Tau sendiri perusahaan bokap, nyokap lo? kan banyak cabang nya apa lagi ini menjelang akhir tahun mungkin banyak sekali urusan di perusahaan? “Kata Gea menenangkan Antika dengan mengelus pundaknya.


“Tapi Gea? mereka belum juga pulang sudah hampir 1 bulan ini. “

__ADS_1


“intinya gini, kita ini harus saling suport satu sama lain. Mungkin, kita ini harus bersabar lagi dan belajar dengan giat agar suatu saat nanti bisa sukses.


Antika, Gue tau lo ngerasa kesepian. Tapi.. disini bukan lo aja yang ngerasa begitu. Gue juga, Sheena apa lagi dia lebih parah dari kita. “Kata Gea.


Antika menatap Sheena yang masih terdiam mendengarkan mereka berdua bicara. Tiba-tiba...


“Lo kenapa Shee? “Tanya Antika.


“Ada apa? “Tanya Gea.


“Gue, barusan ngerasain tendangan di perut.“ Kata Sheena dengan wajah yang berseri-seri, dia baru merasakan tendangan baby nya dengan keras.


“Woahh.. serius? “Tanya Antika.


“Mana? “Kata Gea.


“Di sini.. “Sheena menunjukkan letak tendangan di perutnya.


Lalu mereka memegangi perut yang Sheena tunjuk. Mereka melototkan matanya, bahkan mulutnya sampai ternganga. mereka tak percaya apa yang barusan mereka rasakan yaitu tendangan janin yang di dalam perut sahabatnya.


“Hi, ini Aunty Antika kamu sedang ngapain? “Tanya Antika, Dia menirukan suara anak kecil.


“Aku sedang main Aunty. “Jawab Sheena juga menirukan suara anak-anak.


“Aku juga mau ngajak bicara! Hey, Aku Aunty Gea nanti kalau kamu sudah keluar kita shoping-shoping yah? “Kata Gea.


“Masih lama! “Kata Antika.


“Shee sakit gak? “Tanya Gea.


“Nggak! cuman Kaget aja tadi dia nendang-nendang. “Kata Sheena.


“Lu udah tau jenisnya apa Shee? “Tanya Antika.


Sheena menggelengkan kepalanya. “Aku belum USG, Harusnya bulan ini Aku periksa kehamilan. “Kata Sheena dengan lemah.


“Mau kita Anterin? “Tanya Gea.


Sheena menggelengkan kepalanya lagi.


“Gue mau periksa bareng suami gue aja. Biar dia juga tau perkembangan janinnya. “Ucap Sheena, menolak Ajakan Gea.


“Ya sudah.. “


ঞঞঞ


𝐏𝐚𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐢...


Barra meregangkan tubuhnya setelah bangun tidur dia melihat jam di handphone. Jam menujukan 07:00 pagi hari, dia meletakan handphonenya kembali.


Barra membersihkan diri di kamar mandi, selang beberapa menit dia keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang dililit kan di pinggangnya.


Memakai pakaian rapi dengan menggunakan jas lengkap. Lalu ia melangkah menuju meja, dia duduk menatap sarapan paginya.

__ADS_1


“Aku lupa belum ngabarin Sheena gara-gara wanita itu. “Gumam Barra, lalu mencari nomor kontak telepon Sheena.


Calling...


“Halo, Pagi sayang? “Ucap Barra.


Sheena terdiam tanpa menyapa kembali ke suaminya. Sheena kesal baru di hubungi setelah Barra dua hari berada di Jepang.


“Kamu ngambek? “Kata Barra.


“Maafin aku yah? dua hari kemarin sangat sibuk semalam aku ingin ngabarin kamu malah lupa.“Ucap Barra lagi.


“Memangnya sesibuk itu? sampai lupa telepon aku. Semalam aku nungguin kamu tau.. ihh nyebelin! “ Sheena terus mengeluarkan unek-unek nya.


Barra yang mendengarkan hanya tersenyum-senyum sambil memakan sepotong roti bakar.


“Iya, sekarang kan aku sudah telepon kamu. Masa kamu nggak mau maafin suamimu yang tampan ini? “Kata Barra dengan percaya diri.


“Iya, iya aku maafin. Terus, kamu kapan akan pulang ke Indonesia? “


“Mungkin besok? “


“Oke.? “


“Ya sudah, aku matikan yah? Hari ini terakhir di sini dan Aku akan pergi ke kontruksi. kemungkinan akan sibuk jadi kamu jangan menunggu aku untuk menelpon tunggu aku pulang saja, Oke? “pamit Barra


“Hmh! Hati-hati and I Love You Sayang. “Ucap Sheena.


“Love you too, muach.. “Balas Barra dengan ciuman di akhir telepon nya.


Tut..


Sheena mematikan telepon nya, lalu mencium handphone saat ia sudah mematikan panggilan.


Sheena berteriak bahagia suaminya telah mengabari setelah dua hari tak memberi kabar. Dia terus menciumi handphone dan tak menyadari bahwa kedua sahabatnya melihat kebucinan Sheena.


“Shee.. “Panggil Gea, Sheena mendadak terdiam lalu membalikkan badannya dan mendapatkan Gea dan Antika yang tengah duduk di atas kasur.


“Hehe,, kalian sudah bangun? “ pertanyaan konyol itu membuat Gea dan Antika bingung.


“Sudah dari tadi, kebangun mendengarkan orang yang kesel dan berakhir bucin. “Ucap Antika, membuat Sheena meringis malu.


“Sorry.. “Kata Sheena.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2