
Zahra berangkat bekerja seperti biasa. Dai naik taksi menuju ke butik tempatnya bekerja. Sebelum sampai sana, Zahra berhenti di sebuah toko roti untuk membeli sarapan. Dia harus meminum vitamin yang diberikan oleh dokter.
Setelah mendapatkan sepotong roti, Zahra kembali melanjutkan perjalanan. Kurang dari sepuluh menit, Zahra pun sampai di butik. Dia berjalan pelan masuk ke dalam. Kedatangannya disambut ramah oleh semua orang.
"Selamat pagi, Zahra. Bagaimana keadaanmu?" tanya salah satu teman Zahra.
Zahra tersenyum ramah. "Baik seperti yang kamu lihat. Aku baru saja pulang dari rumah sakit, jadi agak terlambat," jawab Zahra.
"Kamu tetap harus hati-hati, jangan terlalu capek ya. Apalagi ketika hamil muda. Oh ya, adakabar bagus untukmu Zahra. Desain yang kamu kirim kemarin ternyata ada yang berani membelinya loh. Terus mereka akan menjadikan butik kita ini sebagai butik langganan desain baju mereka."
"Wah, syukur Alhamdulillah kalau begitu, berarti kerja kita ada hasil. Jadi lebih semangat bekerja kalau seperti ini, ya kan?" seru Zahra ikut senang.
"Tentu dong Zahra ini semua berkat kamu. Aku juga dengar kalau hari ini bos akan menaikkan jabatanmu. Terus di saat peluncuran produk terbaru nanti akan disiarkan secara langsung di televisi," bisik teman Zahra.
"Kalau memang seperti itu aku akan menerimanya dengan senang hati," jawab Zahra.
"Tentu dong, pokoknya kita harus semangat Zahra. Ayo kita mulai kerja."
__ADS_1
Zahra masuk ke dalam ruangan produksi untuk mulai bekerja. Dia sangat senang mendapatkan apresiasi atas kerja kerasnya.
Beberapa jam berlangsung, kini tiba saatnya untuk makan siang. Hari ini butik mengadakan makan bersama di sebuah restoran. Semua orang senang atas jasa Zahra yang mampu membuat butik menjadi terkenal.
"Zahra benar kan kataku tadi, lihat bos kita bisa sebahagia itu. Kamu tahu, baru kali ini bos tertawa lepas seperti sekarang," ucap teman kerja Zahra.
Zahra tersenyum tipis. "Bagus dong kalau gitu, jadi kita lebih santai kedepannya. Tinggal menciptakan inovasi terbaru agar terus berkembang dan maju," sahut Zahra dengan penuh semangat.
"Iya,iya kamu benar sekali. Sudah ayo kita berangkat, aku sudah lapar. Hari ini kita semua makan di restoran seafood yang terkenal di ujung persimpangan itu."
Zahra bersama teman-temannya pergi ke restoran untuk merayakan keberhasilan yang mereka capai. Kondisi Zahra pun normal setelah meminum vitamin dari dokter. Jadi dia bisa mengikuti kegiatan itu dengan baik.
Setelah semua duduk, pemilik butik segera memesan seluruh menu yang ada di restoran tersebut. Zahra tampak bahagia karena berhasil menampilkan bakatnya pada semua orang.
Lima belas menit menunggu, makanan yang dipesan pun jadi. Para pelayan langsung menyajikannya di atas meja. Ada banyak menu seafood yang menggugah selera.
"Zahra menu ini kelihatan enak sekali!" bisik temannya.
__ADS_1
Zahra mengangguk dan tersenyum. Setelah itu pemilik butik mengumumkan sesuatu. "Hari ini kita semua merayakan keberhasilan butik yang kita naungi beberapa tahun terakhir. Semua hasil yang kita capai ini berkat kerja keras kalian dan juga hasil karya yang sangat menakjubkan dari Zahra Verlita. Berkat karyanya butik kita bisa menembus pasar internasional, dan ini suatu pencapaian yang sangat fantastis sekali. Untuk itu saya sebagai pemilik dari Butik mengumumkan bahwa akan menaikkan jabatan Zahra Verlita sebagai manager utama di bagian desain karya. Tepuk tangan semuanya untuk Zahra."
Semua orang bersorak senang, mereka bertepuk tangan memberikan selamat. Hal itu membuat seorang wanita yang sedang duduk di sudut ruangan itu penasaran. Wanita tersebut berdiri dan melihat ke arah keramaian itu. Ia mencari celah dan ketika terlihat, matanya terbelalak kaget.
"Zahra, jadi dia mendapatkan penghargaan dari tempatnya bekerja. Sial, ini tidak bisa dibiarkan," ucap Viona kesal. Dia pun menguping pembicaraan yang sedang berlangsung.
Semua pekerja makan dengan lahapnya. Lalu, salah satu teman Zahra berkata, "Zahra, karena kamu sedang hamil jadi hindari makan kepiting dan cumi ya! Kata orang tua aku tidak baik kalau sedang hamil muda."
Perkataan itu didengar oleh Viona, dia sangat terkejut ketika mendengar kalau Zahra sedang hamil. "Zahra hamil? Sejak kapan dia hamil? Kenapa dia merahasiakan kehamilannya? Ini tidak boleh terjadi, aku harus melakukan sesuatu agar kehamilannya gagal lagi. Aku harus menjadi satu-satunya untuk Rizal. Ya, aku akan memberitahukan informasi ini kepada Mama," ucap Viona dengan sangat gugup sekali.
Viona segera pergi dari restoran itu. Dia sangat terkejut tentang Zahra yang hamil. Viona mengemudikan mobilnya menuju ke rumah. Dalam pikirannya sudah muncul bermacam pikiran yang buruk. Akhirnya tidak membutuhkan waktu lama, Viona sampai juga di rumah. Dia segera keluar dari mobil dan masuk ke dalam.
"Mama, Mama, ada kabar buruk Ma!" seru Viona dengan sangat panik.
"Ada apa? Kamu ini lagi hamil, Sayang. Jangan lari-lari seperti itu," jawab Bu Silvi.
"Kabar buruk, Ma. Zahra hamil, Ma. Dia hamil Ma, bagaimana ini? Kalau sampai Rizal tahu bisa gawat," ucap Viona sangat panik.
__ADS_1
Bu Silvi terkejut mendengar berita itu. "Apa? Kok bisa, kamu tahu dari mana Vio? Aku tahu dari restoran Ma, aku mendengarnya sendiri. Dia mendapatkan penghargaan dari tempatnya bekerja, bahkan dia naik jabatan menjadi manager," jawab Viona.
"Naik jabatan, itu mustahil. Bukankah dia baru beberapa hari bekerja? Memangnya dia berbakat dalam bidang apa?" sahut Bu Silvi. Dia terdiam dan memikirkan sesuatu. "Kamu tenang, Vio. Mama akan melakukan sesuatu. Kehamilan wanita itu tidak akan lama, dia mempunyai riwayat kandungan lemah. Jadi, Mama sangat yakin kalau kehamilan Zahra tidak akan bertahan dalam waktu 2 bulan. Kamu tenang jangan panik," ucap Bu Silvi menenangkan hati menantunya.