Demi Ibumu, Kau Khianati Aku

Demi Ibumu, Kau Khianati Aku
Awal Yang Manis


__ADS_3

Reza melepaskan pelukannya lalu menatap tajam mata Zahra. Tentu saja hal itu membuat Zahra salah tingkah. "Ada apa, Mas? Apa ada yang salah?" tanya Zahra.


Reza menggeleng. "Tidak ada, hanya saja terlalu kurus," bisik Reza pelan.


Mata Zahra melotot mendengar ucapan calon suaminya itu. "Ya sudah tidak usah peluk-peluk mending aku pulang ketemu Sazhia," ujar Zahra untuk mencairkan suasana. Dia melangkahkan kaki ingin meninggalkan tempat itu.


Akan tetapi, dengan cepat tangan Reza segera menghentikannya. "Mau pergi kemana kamu? Acara belum selesai, kamu belum memotong kue dan meniup lilin yang sudah aku persiapkan," seru Reza. Setelah itu dia menepuk kedua tangannya untuk memanggil pelayan.


Tak lama kemudian, pelayan datang dengan membawa kue ulang tahun dan juga buket bunga mawar yang indah. Zahra tersenyum penuh haru dengan surprise yang disiapkan khusus untuknya itu.


Reza menuntun Zahra untuk duduk di kursi. "Berdoalah dan tiup lilinnya, semoga apa yang kamu harapkan dikabulkan oleh Allah," ucap Reza.


Zahra mengangguk kemudian memejamkan matanya. Dia berdoa dengan khidmat, setelah itu dia langsung meniup lilin yang ada di depannya itu.


"Selamat ulang tahun kesayangan, doa terbaik untukmu," ucap Reza dengan sangat manis. "Bukalah, kado yang kamu bawa tadi agar melihat apa isinya," sambung Reza.


Zahra mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah kotak kecil berbungkus kertas dia buka perlahan. Ternyata isinya adalah sebuah kotak perhiasan yang berisi kalung berlian yang indah.


"Apa ini untukku, Mas?" tanya Zahra sedikit terkejut.


"Ya itu hadiah ulang tahunmu, Zahra. Aku membelinya saat pulang bertemu klien. Aku melihat berlian itu sangat indah lalu aku pun membelinya untukmu," jawab Reza.


Reza mengambil kalung itu dan dia berdiri untuk memakaikannya pada Zahra. Selesai memakaikannya, Reza kembali duduk dan memandang lagi wajah Zahra.


"Tidakkah ini terlalu bagus untukku, Mas. Aku merasa, seperti tidak pantas memakai barang semahal ini," ucap Zahra pelan.


Reza menghela napas dalam. "Mulai sekarang aku tidak mau mendengar kata-kata itu keluar dari bibirmu. Apa yang aku berikan, apa yang aku belikan semuanya itu pantas dan kamu layak mendapatkannya, Zahra. Kamu sangat cantik dengan kalung itu. Entah kenapa auramu setelah melahirkan itu bertambah. Membuatku semakin cinta karena kamu terlihat sangat seksi di mataku," ujar Reza pelan.

__ADS_1


Zahra menunduk malu dengan sanjungan Reza. "Ingin aku pergi dari sini," gumam Zahra pelan.


"Apa kamu bilang? Aku tidak dengar, coba ulang sekali lagi!" sahut Reza penasaran.


Zahra cengengesan. "Tidak apa-apa, Mas. Kapan kita pulang? Aku khawatir kalau ...."


"Kalau selesai makan," sahut Reza memotong ucapan Zahra.


Zahra hanya bisa menuruti permintaan Reza. "Semoga Sazhia tidak rewel di rumah. Jadi sedikit khawatir," ucap Zahra dalam hati.


Tak lama kemudian, datanglah pelayan membawa makanan. Mereka meletakkan semuanya di meja, setelah itu Zahra dan Reza makan malam bersama.


Makan malam itu terlihat sangat bahagia. Zahra sering tertawa karena Reza terus menggodanya. "Mas, aku tidak menyangka kalau sifat aslimu seperti ini," seru Zahra sembari tertawa.


"Kenapa? Apa sangat lucu dan menggemaskan?" tanya Reza.


"Iya, sangat menyebalkan," balas Zahra.


"Apa kamu sudah menentukan tangganya, Mas?" tanya Zahra ingin tahu.


"Tentu saja sudah, pernikahan kita 3 hari lagi. Kita langsung di KUA saja seperti permintaanmu sebelumnya. Nanti pengganti resepsi, aku akan mengajakmu liburan sebagai hadiah honeymoon kita. Bagaimana menurutmu?"


Mendengar kata honeymoon membuat Zahra langsung terdiam. "Maaf Mas, untuk itu sepertinya aku tidak bisa. Apa Mas Reza lupa kalau aku mempunyai 2 bayi sekarang?"


Reza menepuk jidatnya. "Astagfirullah, aku benar-benar lupa Zahra, karena sangat bahagia. Ya sudah, tidak apa-apa. Kita masih mempertahankan banyak waktu untuk melakukan itu. Cepat makan, setelah itu kita pulang," jawab Reza penuh pengertian.


Zahra mengangguk dan ikut tersenyum karena Reza sangat mengerti keadaannya.

__ADS_1


Lima belas menit kemudian, Reza da Zahra selesai makan. Mereka segera bersiap untuk pulang ke rumah karena pak Roni sudah menelepon. Kini mereka berdua sudah ada di dalam mobil.


"Zahra apa memang Keynara sering rewel seperti itu?" tanya Reza.


"Iya, Mas. Kalau Key, sudah menangis maka Sazhia juga ikut menangis. Kamu tahu betapa repotnya aku ketika mereka nangis bersamaan," jawab Zahra sangat khawatir.


Reza fokus dalam menjalankan mobil. Dia juga ikut panik karena tangisan Sazhia sangat keras sekali. Hanya dalam dua puluh menit, Reza dan Zahra sudah sampai di rumah.


Zahra langsung turun dan menuju ke kamarnya untuk mencuci tangan dan kaki. Baru setelah itu, dia menuju ke kamar putrinya.


"Sayang, bunda datang Nak! Cup ya, jangan nangis lagi!" Zahra langsung menimang Sazhia yang terbangun. Wajah mungil itu memerah karena sudah lama menangis.


"Alhamdulillah, kalian sudah datang. Papa bingung bagaimana menenangkan Sazhia. Kalau Key, dia nangis hanya sebentar tapi Sazhia hampir membuat papa menangis juga," ujar pak Roni kelelahan.


"Sayang, kamu sudah membuat kakek bingung loh. Maaf, Pa aku tadinya ingin cepat pulang, tapi Mas Reza melarangku," ucap Zahra.


Reza juga ikut masuk ke dalam kamar."Apa ada masalah dengan Sazhia, Ra?" tanya Reza. "Mbak Rini mana kok tidak ada di sini?" sambungnya.


"Tidak ada masalah apapun, Mas! Kebetulan mbak Rini sakit, jadi aku suruh dia istirahat dulu," jawab Zahra.


Reza berjalan juga menghampiri Keynara yang tertidur pulas. Setelah itu dia duduk di sofa untuk menemani Zahra.


Pak Roni berjalan menghampiri Reza. "Bagaimana tadi apakah lancar?"


Reza tersenyum sembari melihat ke arah Zahra. "Lancar dong Pa. Ya, 'kan Sayang?" tanya Reza.


Zahra menahan rasa malu di depan ayah mertuanya. Dia melotot dan tersenyum tipis kepada pak Roni. Reza justru tergelak melihat ekspresi Zahra yang menurutnya sangat menggemaskan.

__ADS_1


"Sudah, sudah. Papa mau ke kamar dulu istirahat."


"Selamat malam, Pa. Terima kasih sudah ikut membantu," ucap Reza.


__ADS_2