Demi Sibuah Hati

Demi Sibuah Hati
Pembantu tanpa gaji


__ADS_3

"Trus."


"Ngerti nggak ngerti terserah, aku ngomong keras sambil kutunjuk tunjuk semua mereka ingat aku nggak berani lawan mereka."


"Lah suami kamu bilang apa?"


"Mahu bilang apa lagi dia, yang nggak bisa mengatasi permasalahan ini, ku labrak aja semua kutunjuk tunjuk barang yang di beli suami dan suami diam saja."


"Apa tanggapan ibu mertua mu?"


"Yah antara marah dan bingung."


"Emang perabotan yang beli suami kamu?"


"Dulu waktu masih pacaran aku malah sering bantu suami, sebenarnya bukan karena cinta sih waktu itu aku kasihan aja yah aku malah nggak ada niat mahu kawin beneran."


"kok gitu?"


"Mbak aku cuma temen aja ama dia nggak lebih dan kami temenan biasa aja cuma di telpon doang, ketemuan itu paling rame rame malah temen ku yang pada nikah ama temennya tetapi aku nggak ada niat malah, yah sering aku bantu dia malah itu sebelum nikah malah keluarga nya mana tau."


"Wah kalau kamu nggak berani lawan mereka bodoh lah kamu."


"Aku itu waktu kesini malah kasihan melihat mereka mbak eh malah ngelunjak sekarang aku malah di suruh suruh eh sekarang ngusir."


"Tadi kamu bilang ipar mu suaminya nggak ada kerja trus malah mahu tinggal di rumah itu?"


"Iya mbak mereka di usir sama keluarga suaminya."


"Lah suaminya nggak malu apa numpang?"


"Mana punya urat malu mbak malah dia cepat cepat mahu pindah kesini."


"Tapi nanti malah nyusahin kalian."


"Bukan nanti lagi sekarang sudah mulai dia."


"Aduhh ni orang Pak di mana mana sama aja yah, tapi bagus juga kamu lawan dari pada diem juga nggak ada gunanya tetap juga di injak."


"Aku ini sekarang mikir anak anak nggak punya kebebasan dalam rumah pun, kadang yah ingat menyesal nikah sama orang pak."


"Hahaha kok sadar sekarang."


"Hahaha iya sadar nya sekarang."


"Trus bisa di batal kan nggak?"


"Hahaha ya kagak mbaaak."


"hahaha."


Lucu memang nasib para wni di sini pada nekad kawin ama pakistani sekarang kebanyakan nelangsa. Tapi ada yang berani lawan itu yang bagus. Dan Aini jago tuh kalau melawan hehehe sudah yang penting hidup harus berjalan.


Setelah di telaah ternyata rata rata nasib sama, cuma ada yang diam dan melawan eh ini satu temen Aini mahu di ceritain simak yah...


"Mbak huhuhuhu."


"Kamu kenapa ?"


"Mbak aku di sakitin."


"Sama siapa?"


"Cerita nya begini aku kan masih tinggal serumah sama mertua dan ipar ku juga sering datang, padahal suami ku juga sudah bantu ipar dan suaminya eh ipar ku memang tak tau berterima kasih bukannya malah simpati dengan aku dan anak ku kami sering di bentak bentak."


"Ya ela kenapa nggak kamu lawan sih."


"Gimana mahu lawan?"


"Ambil pisau todongkan kedia bilang sekali lagi kau berani bentak aku dan anak ku ku cucuk kan pisau ini keleher kau."

__ADS_1


"Nanti malah aku yang di penjara mbak."


"Idih kamu ini lucu yah kalau begitu yah kamu terima aja perlakuan mereka."


"Mbak aku kan minta solusi sama mbak , aku sudah anggap mbak saudara aku yah tolong lah mbak."


"Lah kamunya aja yang diam di injak injak trus gimana aku mahu nolong?"


"Kayak nya harus ku coba saran mbak."


"Hahaha tapi ingat kamu cuma gertak aja jangan sampai beneran kamu cucuk kalau dia sudah takut kamu ya jangan lagi ngancam dia."


Aini teringat kembali percakapan dengan teman nya itu. Dan sudah lama tak terdengar berita. Semoga dia baik baik saja.


Yup sekarang mari kita berkenalan dengan mereka satu persatu


*****


Kembali ke cerita ipar Aini.


Sebut saja nama nya Yasmin dia adalah perempuan Pakistan yang super manja. Ternyata dari kecil Yasmin ini di besar kan oleh popo sebutan tante dari pihak bapak. Sementara suami Aini sebut saja Furqan dia dari kecil di ambil oleh kallanya sebutan tante dari pihak ibunya. Nah anak anak Aini namanya Akram yang sulung dan yang kecil Ali. Sementara ibu mertua Aini masih punya anak lagi ber nama Sana dan Samer.


Ringkas cerita dulu suami Aini Furqan di adobsi oleh kalla sewaktu kecil. Dibesarkan dan di sekolahkan. Nah kalla juga punya anak laki laki satu dan perempuan satu. Laki laki namanya Jafar dan yang perempuan namanya Bisma. Nah orang tua mereka memang menjodohkan Furqan dengan Bisma dan Jafar dengan Yasmin. Namun anak anak Kalla tidak suka. Malah Jafar menikah dengan pilihannya sendiri. Begitu juga Bisma setelah Furqan tau anak anak kalla sudah menikah dengan pilihan masing masing nah begitu Furqan bertemu Aini dia nekad menikah tanpa sepengetahuan kalla nya.


Akhirnya kabar sampai juga ke Pakistan dan keluarga besar jadi heboh. Nah desas desus ini ternyata orang tua kandung Furqan malah menyetujui pernikahan Furqan dengan Aini. Dan meminta Furqan membawa istri dan anaknya ke Pakistan.


Yah wajar lah orang tua Furqan menyetujui karena orang tua Furqan justru mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Begitu Aini dan anaknya sudah sampai di Pakistan ternyata Sana tinggal bersama Aini dan selalu berusaha menjauh kan Aini dengan kallanya.


Maksud nya apa kalau tidak ingin menguasai uang kiriman dari Furqan. Ternyata itu taktik orang tua kandung Furqan dengan alasan sangat sayang anak dan istrinya.


Setelah sekian lama bersama Sana ternyata hubungan dengan Kalla semakin buruk. Karena Sana selalu memutar balik kan fakta kalau bicara dengan Furqan. Sementara Aini yang tidak mengerti bahasa cuma mengerti dan merasakan kalau kehadiran Sana bersama nya justru membuat hidup nya susah.


Beberapa kali Aini memohon kepada suaminya untuk menyuruh Sana pergi saja dari rumah mereka namun justru Furqan mengatakan kalau Aini benci keluarganya.


Yasmin saudari Furqan yang di adobsi oleh popo dia sudah menikah. Tetapi seperti kebiasaan orang orang sini sebentar bentar datang ke rumah orang tua nya. Ini yang sering bikin Aini terganggu. Yasmin orangnya manja oleh popo dari kecil. Memang popo sayang sama Yasmin tetapi rasa sayang popo justru membuat Yasmin tidak sanggup menahan setiap perlakuan keluarga suami nya.


Dia selalu melakukan pekerjaan rumah. Dan juga mengurus mertua di tambah dewer sebutan adek laki laki dari suami.


Dan justru di sini lah Yasmin tertekan dia seperti tidak kuat menerima perlakuan keluarga suaminya. Memang dia sakit stress tertekan tapi kenapa dia balas kan kepada Aini.


Nah ini yang bikin Aini benci sama Yasmin. Setiap perlakuan keluarga suami nya kepada Yasmin dan setiap Yasmin datang ke tempat popo yang masih tinggal bersama dengan Aini yang jadi sasaran.


Rumah Aini masih bergabung dengan rumah popo. Namun Aini masak sudah asing punya kamar dapur wc ruang tamu sendiri cuma gerbang rumah saja yang masih satu. Kalau mahu keluar masuk gerbang masih sama.


Aini sering menasehatin Yasmin buat apa kamu sering sering datang kesini kamu sudah punya suami. Eh bukan di terima nasehat malah mencemooh Aini dengan mengatakan adat kami.


Setelah sekian lama menikah dan tidak kunjung hamil juga akhirnya suami Yasmin menikah lagi. Karena dokter sudah memvonis Yasmin tidak bisa punya anak lagi karena rahimnya harus di angkat.


Sebenarnya yang membuat suaminya menikah lagi bukan cuma alasan keturunan. Yasmin sering datang kerumah poponya meninggalkan rumah suaminya dengan alasan yang di buat buat.


Yasmin anak manja kalau di rumah popo tidak pernah membiarkan Yasmin kerja. Ini lah yang membuat Yasmin semakin susah menerima perlakuan keluarga suami. Karena di rumah suaminya dia benar benar di perlakukan seperti pembantu tanpa gaji.


Jangan kan mengurus anak dari rahimnya untuk minum segelas dengan suaminya saja sampai hati Yasmin tidak mahu dengan alasan bahteri.


Kadang Aini berpikir ini orang memang dungu apa terlalu pintar. Gimana dia akan di cium suaminya sedang bekas gelas minuman suami nya saja dia tidak mahu minum di situ.


"Yasmin saya heran lihat kamu, terlalu bersih takut bahteri. Bahkan gelas bekas minuman suamimu pun kamu enggan minum di situ. Trus bagaimana kalau kalian berciuman?"


"Ciuman itu lain", jawab nya.


Trus kalau ciuman apa nggak ketelan air liur. Bukan Aini benci ama iparnya itu tetapi pola pikirnya dirinya terlalu bersih harus jauh dari bahteri karena dari kecil dia sering sakit sakitan. Dia sangat menjaga kebersihan .


Tapi menurut Aini justru iparnya terlalu over dalam menilai arti kebersihan. Lah kalau memang iparnya memang menjaga kebersihan trus kenapa sering sakit sakitan.


Lebih tepatnya Yasmin dari kecil jadi ratu setelah besar jadi pembantu. Yah wajar dia nggak betah di rumah suaminya.


Saking hebat sandiwaranya dia pergi kerumah sakit dan bilang dia tidak bisa makan dengan baik.

__ADS_1


Lalu dokter bilang kalau kamu tidak bisa makan dengan baik cuma satu penyebab nya ada masalah dalam keluarga mu.


Artinya dia stres gara gara keluarga suaminya. Namun lagi lagi dramanya selalu dapat simpati dari keluarga kandungnya baik dari Furqan popo kalla dan saudara saudari yang lain.


Namun Aini justru tidak. Karena itu korban adat mereka. Wajar saja karena mereka menggunakan adat sebagai pembenaran.


Nah yang di alami ipar Aini ini juga lebih kurang begitu. Akhirnya suami Yasmin menikah lagi.


Aduhhh yang lebih miris nasib iparnya sudah lah di madu malah sekarang ngurusin anak madunya.


Apa nggak bodoh itu. Dulu di bilangin kamu harus kuat sabar namun kamu jangan sering kesini. Eh malah ngeyel.


Sekarang sejak suaminya menikah lagi justru dia jarang ke tepat popo. Karena pertama mesti iri lihat suami sama madu. Dan yang kedua di suruh ngasuh anak madu. Dulu jadi pembantu tanpa gaji cuma ngurus suami dan keluarga suami.


Eh sekarang jadi pembantu tanpa gaji ngurusin anak madu. Dulu sering jijik kalau melihat orang kurang menjaga kebersihan. Sekarang malah mencuci mandiin nyeboin anak madu.


Kalau Aini itu sudah pergi aja dari rumah itu. Buat apa ngurusin anak madu. Jadi intinya ipar nya itu korban adat dan tradisi sendiri tapi tidak berani melawan.


Mereka dengan Aini kan dulu sering menjadikan adat sebagai pembenaran. Nah sekarang justru termakan adat sendiri.


Oh ya pemirsa masih banyak lagi nih yang akan di perkenalkan semoga pemirsa nggak bosan bosan yah dengan cerita Aini.


Ini memang murni Demi sibuah hati. Yah nggak mahu lah mengganti pasangan hidup semudah ganti mainan. Lagian kehidupan yang di jalanin Aini ini bukan kehidupan biasa. Ini kehidupan luarr biasa.


Memang cocok negri ini di juluki antah berantah. Memang aneh bin ajaib. Aini aja sampai sekarang nggak habis habis bingungnya. Namun perjuangannya untuk mempertahan kan rumah tangga nya masih banyak cobaan.


******


"Aini tolong jaga anak ku," kata Yasmin.


"Kenapa saya harus jaga anak mu?", jawab Aini.


"Tolong lah! Pinta Yasmin.


"Emang kamu pernah jaga anakku? Lagian ini bukan anak mu anak madu mu," Aini memang kesal sekali dengan iparnya ini.


Setiap datang selalu nyusahin. Sekarang di suruh pula ngurus anak madunya.


"Sebentar saja," saya ada urusan ke pasar, nanti repot bawa dia.


"Saya juga sibuk ngurus anak saya," elak Aini, dalam hati Aini berguman enak aja kamu bawalah dia sekalian.


"Tapi kan dia sudah besar bisa main sendiri," jawab Yasmin lagi.


"Enak aja , kalau dia sudah besar bisa main sendiri bukan berarti aku harus jaga anak mu."


Ngomel ngomel sendiri iparnya di buat Aini. Memang Yasmin sering datang kadang membawa Umer anak madunya yang di anggap anaknya sendiri.


Aneh pikir Aini dulu anak dari rahimnya aja dia tidak kuat. Sekarang ngurus anak madu kuat. Berarti benar lah selama ini dia cuma drama saja.


Drama sakit sekarang siapa yang peduli. Mahu sakit kah atau tidak. Suaminya cuma tau jaga anaknya. Kadang suaminya juga bilang kamu nggak sayang anak saya.


Ya jelas saja suaminya sekarang mana peduli sekalipun sakit. Karena yang suaminya mau Yasmin harus mengurusi anaknya.


Iya lah sekarang dia semakin dilema. Terpaksa bertahan dari pada di cerai. Terpaksa jadi pembantu tanpa gaji dari pada membiar kan suaminya bersama madunya.


Namun lagi lagi iparnya menganggap Aini malah senang atas nasib yang di alaminya.


"Kamu pasti senangkan lihat nasib saya," Yasmin curiga sama Aini.


"Buat apa saya senang lihat nasib kamu, itu kan kemahuan kamu sendiri dari dulu saya sering nasehatin kamu tapi kamu malah anggap saya memusuhi kamu"


Pernah iparnya nanya Aini begitu malah di jawab iparnya lagi.


"Saya tidak mau tapi nasib saya beda dengan kamu."


"Kamu itu selalu melihat ke atas jadi wajar kamu stress dan tidak bershukur."


"Saya sangat bershukur tuhan bagi semua."

__ADS_1


"Lah kalau bershukur kenapa masih stres emang kamu ingat tuhan nggak tau kamu bersandiwara wajar kamu manja"


__ADS_2