Demi Sibuah Hati

Demi Sibuah Hati
kisah 5


__ADS_3

Dor...Dor..


Terjadi beberapa tembakan. Setelah satu peluru menewaskan satu pemuda. Dan yang lain meloloskan diri.


"Ssttt... Kita sudah dapat uangnya. Kalau kita kembali ke Kamalia. Sama saja bunuh diri. Kita harus kabur dari sini," ucap pemuda pertama yang selamat.


Pemuda ke dua manggut manggut tanda setuju. "Kita harus buat paspor. Siapapun yang menerima laptop itu lebih baik jangan sampai ketahuan. Semoga dia selalu berhasil," ucap pemuda ke dua.


"Iya saya setuju. Uang cukuplah untuk buat paspor dan kita kerja di luar negri," ucap pemuda ke tiga.


Selamat


Ketiga pemuda itu selamat keluar dari Pakistan. Hari ini keberangkatan mereka ke luar negri untuk mengadu nasib dan menyelamatkan diri.


Di lain tempat tuan Jamal sangat murka. Ternyata di Kamalia usahanya terbongkar. Dan polisi mulai menangkapi satu persatu kaki tangan tuan Jamal.


Akram tersenyum mendengar berita tuan Jamal mulai di curigai. Karena tidak tanggung tanggung kejahatan yang di lakukan beliau.


Di kediaman tuan Jamal.


Ya Ali....


Ya Ali....


Suara meneriaki Ali Husain bergemuruh. Ternyata tuan Jamal seorang imam Shiah. Yang memiliki pratek ibadah Shiah juga berbagai kejahatan. Ibadah Shiah untuk mengelabui masyarakat. Dengan sering membagi bagi makanan.


"Bagaimana sudah dapat?" tanya orang kepercayaan tuan Jamal.


"Belum tapi pasti akan ketahuan. Tiga kode pengiriman masih ada. Dan kita jangan terkecoh lagi. Kalau bisa kita yang ambil alih," ucap orang kepercayaan tuan Jamal tersebut memberi kode kepada temannya.


"Maksud kamu?" tanya teman karibnya.


"Kita bunuh tuan Jamal," ucapnya pasti.


Di balas senyuman oleh temannya.


Para hadirin masih tetap bersorak..


Ya Ali...


Ya Ali..


Ya Husain...


Ya Husain....


Lalu tuan Jamal mulai berpidato. Di hadapan para jamaah Shiah. Semua khusuk mendengar.


"Para hadirin. Saya sebagai Imam kalian. Tidak akan membiarkan harga diri kita di injak injak," ucap tuan Jamal.


Lalu spontan di sambut jamaahnya.


Ya Ali.....


Ya Ali....


Tuan Jamal mengangkat tangan memberi isyarat, lalu semua diam. Hening menunggu apa yang akan di beritahukan.


"Kita akan membuat pemakaman di Kamalia menjadi Dibar suci. Dan kita akan memberi makan orang orang miskin," ucap tuan Jamal lagi.


Tiba tiba datang orang kepercayaan tuan jamal membawa kotak. Sambil memandang ke arah tuan jamal. Lalu menggangguk. Dan tuan Jamal memberi isyarat agar segera di bagikan.


"Semuanya berbaris yang rapi," ucap pria kepercayaan tuan Jamal.


"Bagi saya."


"Saya juga," teriak yang lain.


Dan terjadi huru hara berebut pembagian kotak. Melihat itu semua tuan Jamal puas dan tersenyum. Tiba tiba.....


Dor..... Satu tembakan tepat mengenai kepala tuan Jamal. Seketika semua terdiam.

__ADS_1


Bruk..... Sekali hempas . Tuan Jamal tergeletak tak bernyawa.


"Imam kita di bunuh," teriak kaki tangan tuan Jamal.


Terjadi huru hara di kediaman tuan Jamal. Dan tentu saja semua sudah di rencanakan. Untuk ambisi sebuah kekuasaan sudah hal biasa saling menikam.


Kejadian yang spontan itu tidak ada yang tau siapa pelakunya. Keluarga tuan Jamal cuma ibu dan istri beliau yang tampak bersedih. Anak anak beliau tidak kelihatan.


Sesuai rencana tuan Jamal di kuburkan di pemakaman sunni. Dan itu di lanjutkan oleh kaki tangan tuan Jamal sendiri. Karena mereka ingin menjadikan kematian tuan Jamal sebagai pelampiasan dendam.


"Imam kami di bunuh. Apa salah Imam kami? Dan kami akan mewujudkan keinginan beliau. Untuk di makamkan di sini," ucap kaki tangan tuan Jamal.


Sekalipun banyak warga tidak setuju. Namun mereka pengikut tuan Jamal tetap bersikeras, harus di kubur di situ. Dan akan di buatkan Dirbar di bangun bangunan special.


*****


Sudah seminggu kematian tuan Jamal. Namun di rumah almarhum masih di sibukkan dengan tradisi Shiah. Meratapi, menangisi, kematian Imam mereka. Dan tentu tidak lupa menjamu para hadirin dengan makanan.


Pengganti tuan Jamal adalah tuan Kazem. Yang mana tuan Kazem adalah kaki tangan kepercayaan tuan Jamal. Sekaligus yang membunuh tuan Jamal.


"Tuan Kazem. Ini ada telpon dari Busra bibi. Dia akan datang dari England," ucap pembantu tuan Kazem.


Tuan Kazem memberi isyarat agar telpon di serahkan. "Assalamualaikum Busra bibi," ucap Tuan Kazem.


"Saya akan datang hari ini. Tolong jemput saya di lahore," ucap Busra bibi anak satu satunya almarhum tuan Jamal.


"Baiklah," jawab tuan Kazem.


Tuan Kazem memerintahkan anak buahnya bersiap siap untuk menjemput Busra bibi. " Cepat sediakan mobil. Saya akan menjemput Busra bibi," perintah tuan Kazem.


"Baik tuan," jawab pembantu Kazem.


Mobil melaju menuju bandara. Menjemput putri almarhum. Sesampainya di bandara dan menuju tempat penjemputan penumpang, Kazem melambaikan tangan kepada Busra. Busra melihat membalas lambaian.


"Selamat datang Busra bibi," ucap tuan Kazem hormat.


"Terimakasih," ucap Busra dingin.


"Kita trus pulang. Saya mau ketemu ibu saya," ucap Busra


Dengan isyarat yang sudah di atur Kazem menyuruh pembantunya. Dalam perjalanan pulang Busra cuma banyak diam. Kematian ayahnya yang mendadak membuat dia shock. Namun dia tetap berusaha tegar.


Tiba tiba.... Busra tersadar. "Ini bukan jalan menuju rumah. Kalian mau bawa saya ke mana?" tanya Busra curiga.


"Anda akan kami bawa ke penginapan," ucap pembantu Kazem. Sedang Kazem justru tersenyum membayangkan apa yang akan di lakukan pada Busra.


"Apa?????? Berhenti!! Kalau tidak saya akan teriak," ancam Busra.


"Hahaha," silahkan ucap mereka.


"Bajingan kalian," ucap Busra sambil berusaha keluar dari mobil. Lalu tiba tiba mulutnya di bekap dengan kain yang sudah di kasih obat bius.


"Cepat selesaikan. Ambil foto fotonya. Lalu simpan dalam beberapa memori. Kalau hilang bisa ada simpanan," perintah tuan Kazem.


Ternyata untuk menguasai harta tuan Jamal, bukan membunuh saja tetapi harus menguasai Busra.


Setelah selesai mengambil foto foto vulgar Busra, lalu mereka membawa kembali Busra ke rumah orang tuanya. Sesampai di rumah orang tuanya, Kazem beralasan kalau Busra pingsan gara gara terpukul dengan kematian ayahnya.


Keluarga Busra percaya saja. Karena selama ini memang Kazem kepercayaan tuan Jamal.


"Ahkk... Aduh... Kepala ku pening," ucap Busra. Sambil memandang sekeliling. Dia sadar kalau sekarang dia sudah berada di kamarnya. Di rumah orang tuanya. Tiba tiba pintu di buka.


"Nak! Kamu sudah bangun," ucap ibu Busra.


"Ibu apa yang terjadi?" tanya Busra.


"Kamu pingsan Nak! Dan lama sekali sadar," ucap ibunya.


"Siapa yang bawa saya ke sini?" tanya Busra.


"Saya." Tiba tiba Kazem sudah berada dalam kamar Busra. Dengan tatapan jahat penuh penipuan.

__ADS_1


"Kamu?" tanya Busra.


"Kenapa? Sekarang kamu sudah berada di rumah mu," ucap Kazem sinis.


"Nak! Apa yang terjadi? Kenapa kamu ketakutan?" tanya ibu Busra


"Ada yang memanggil di luar anti," potong Kazem. Karena Kazem tidak mau Busra cerita.


"Oh baiklah, ibu pamit dulu Nak," ucap ibu Busra.


Dengan tatapan bengis Busra bisa merasakan, kalau Kazem menyembunyikan sesuatu. Dan itu dia rasakan sejak pertama kali bertemu di bandara.


"Saya harap kamu jangan bikin masalah. Kalau tidak saya akan sebar foto foto kamu," ancam Kazem pada Busra.


"Kenapa kamu lakukan ini pada saya? Bukankah kamu orang kepercayaan ayah saya?" tanya Busra tak bergeming. Dan terus menatap tajam Kazem.


"Mungkin kamu tidak tau! Selama ini ayahmu selalu berbuat kejahatan. Dan sekarang dia mendapat karmanya," jawab Kazem enteng.


"Dasar iblis kamu," ucap Busra sambil berusaha menampar Kazem. Namun Kazem menahan tangan Busra. Dan memelintir Busra kesakitan.


"Ingat kamu jangan macam macam. Kamu cuma seorang perempuan murahan," hardik Kazem. Sambil mendorong tubuh Busra. Dan perempuan itu terhenyak menahan pilu. Baru saja di tinggal ayahnya. Dan sekarang di khianati kaki tangan ayahnya.


*******


Akram sedang mengambil air filter di tempat biasa. Dan tiba tiba ada seseorang menepuk bahunya.


"Hei lagi apa?" tanya pria itu tidak lain suruhan tuan Kazem.


"Ngagetin orang aja," gerutu Akram.


"Jangan marah. Cuma bercanda," ucap pria itu.


Akram masih kesal. Tiba tiba dia mendengar pria tadi berbisik bisik. "Sstt hari ini kita sudah tau tempatnya. Semua harus tepat waktu. Sebelum di krim lagi dana ke sana," ucap yang lain berbisik.


Rupanya mereka sengaja memancing Akram. Namun Akram pura pura tidak peduli. Akram beranjak pergi. Sambil saling memberi kode dua pria tadi.


"Oh kalian ingat aku akan terjebak. Silahkan kalian terus membuntuti aku tidak akan terjebak," gumam Akram dalam hati.


Di lain tempat. Terjadi kehebohan besar ada sumbangan dari orang kaya dalam jumlah besar. Tetapi itu bukan dari kiriman kode Akram. Itu adalah jebakan.


"Cari dia. Pasti masih di sekitar sini. Semua bukti menunjukkan ke daerah sini. Berarti ada di sini," ucap tuan Kazem kesal.


"Kenapa kalian lambat, cepat! Cepat periksa seluruh Bank atau tempat pengiriman uang. Saya mau uang itu kembali," bentak Busra.


Busra mengikuti permainan Kazem. Demi mencari celah untuk bebas. Dan kabur dari genggaman Kazem.


Semua ahli sudah di kerahkan. Tanda tanda menunjukkan ke sekolah, rumah sakit, perkampungan kumuh.


"Yap ketemu," ucap salah seorang ahli komputer.


"Di mana?" tanya Kazem.


"Tapi...." ucap ahli itu ragu ragu.


"Di mana?" bentak Kazem tak sabar.


"Tuan bukan kah semalam Busra bibi pergi ke salon. Dan di sana tertera uang belasan crore," ucapnya lagi.


"Cepat! Ikut saya. Semua naik mobil menuju salon itu," perintah Kazem.


Akram melihat dari kejauhan mobil itu melaju. Sambil tersenyum remaja itu kembali mengubah taktik. Dan ...


Klik..... Klik.... Anda sukses. Uang sudah terkirim. Tersebar di beberapa titik. Dan harap menghapus setiap transaksi. Terimakasih.


Sesampai di salon tujuan. Tuan Kazem menemui seorang pemuda. Dan tiba tiba dia terkejut tidak lain tidak bukan pembantu nya sendiri.


"Tu... Tuan. Maafkan saya, sa...saya ceroboh. Seharusnya saya dengan mudah menangkap pelakunya. Tu.. Tuan," ucap pembantu tuan Kazem ketakutan.


"Kamu harus terima resikonya," ucap tuan Kazem.


"Ta...tapi tuan tadi justru Busra bibi yang meminta saya ke sini. Dan sebelum saya sampai di sini sudah kosong," ucap pria itu ketakutan.

__ADS_1


"Apaa??? Tidak mungkin perempuan itu tau!


__ADS_2