Demi Sibuah Hati

Demi Sibuah Hati
Alasan 1


__ADS_3

Buat para wanita indonesia yang kesemsem sama Pakistani. Seharusnya kalian paham dulu budaya mereka. Jangan bermodal cinta buta. Di sini kalau sudah bersinggungan adat bisa yang benar jadi salah dan salah malah di bela. Bingung yah bingung. Di tambah kalian tidak mengerti bahasanya.


******


"Mbak Aini. Tolong online sebentar." Pesan singkat dari seseorang. Setelah di baca seksama tidak ada nama. Berarti nomor tidak di kenal.


"Mbak." Masuk pesan yang ke dua. Namun karena Aini hari ini masih sibuk kerja mingguan, pesan di acuhkan saja.


"Ah.. Cucian menumpuk," gumam Aini lirih. Tugas mulia seorang ibu. Mengurusi rumah tangga. Mulai dari pintu depan sampai pintu dapur. Nggak habis habis.


Setelah semuanya kelar. Berberes beres. Aini teringat anak anak yang akan pulang sekolah dan siap siap bikin makan siang.


"Mmhhhh mau bikin yang pedas berkuah ah. Musim dingin enaknya makan panas panas. Ada kentang, ada kacang polong, ada ayam cukup deh," gumam Aini.


Tidak berapa lama anak anak pulang. Serempak mereka mengucap salam. Dan berhamburan ke dapur karena aroma wangi masakan.


"Ami ji. Masak apa? Mmmhh wanginya aroma. Bikin perut lapar," ucap Akram sambil mengendus endus bau.


"Hei cuci tangan dulu. Seragam mu ganti dulu," cegah Aini pada Akram.


Mmmmmhh sambil mayun Akram patuh. "Ami ji seragam saya hari ini harus di cuci. Saya tarok dalam balti," ucap Akram. Balti dalam bahasa Urdu artinya ember.


"Nanti Ami cuci. Sekarang makan dulu," ucap Aini sambil membelai kepala Akram. Tak terasa anak itu sudah besar. Bahkan sepatu ayahnya sudah hampir muat di kakinya.


"Ami,"ucap Ali mengagetkan ibunya.


"Hah... Bikin kaget. Ini sudah ami siapkan. Makanlah dulu. Bagaimana sekolah mu hari ini?" tanya Aini.


"Mmh baik Ami. Cuma anak anak ada yang gangguin terus. Saya tadi marah saya pukul. Trus dia nangis melapor sama guru. Saya jawab dia yang mulai duluan," ucap Ali. Sambil makan. "Mmm yummi. Ami ini enak sekali. Saya mau lagi," jawab Ali.


"Baiklah makan yang kenyang. Setelah itu buat home work. Ami mau kerja lagi," ucap Aini pada Ali. Sambil kepala menengok ke kanan kiri. " Akram.. Kenapa belum datang? Cepat makan! Ami masih ada kerjaan," teriak Aini.


"Iyaa ami. Sebentar saya mau ke kamar mandi dulu," teriak Akram balik.


Setelah beberapa saat Akram datang. "Ami, minta makanan! Saya sangat lapar," ucap Akram.


"Ini tinggal ambil. Semua sudah Ami bagi bagi. Ambil saja. Kalau mau tambah sendiri ambil," jawab Aini.


"Baik Ami." Akram segera mengambil bagiannya. Dan makan dengan lahap.


Aini memperhatikan tingkah polah anak anaknya. Ada rasa rindu pada suaminya. Ya ampun belum lihat sms hari ini. Bergegas Aini membuka sms masuk.


"Sayang. Kenapa tidak lihat hp. Kalau kamu sibuk kasih tau, biar saya juga paham."


"Aduh kamu tidak mikir ya. Kamu tau saya kuatir dengan kamu dan anak anak."


"Jangan buat saya tention. Kamu sibuk apa pun setidaknya balas sms saya."


"Sayang. Kenapa ini..."


"Kenapa kamu buat saya pening."


"Jawablah sebentar...."


Ya ampun Aini buru buru menelpon suaminya. Sudah banyak sms dan call tapi Aini tidak jawab. Sudah pasti marah suaminya.


Kringggggg..... Kringggggg...... Kringgg


Namun tidak ada jawaban. "Aduh kenapa ini. Apa jangan jangan dia marah beneran, ah coba lagi call. Mana tau di jawab. Atau tadi mungkin tidak megang hp," ucap Aini lirih. Berusaha menenangkan hatinya.


Kringgggg.... Kringggg....


"Halo. Ya saya tadi pergi keluar. Dan hp saya charging. Kamu kenapa tidak lihat hp. Kamu taukan saya rindu sama anak anak," jawab Furqan.


"Aduh maaf sayang. Tadi saya sibuk sekali. Dan baru ngasih makan anak anak. Bagaimana kamu di sana? Pekerjaan lancar nggak? Semoga di permudah urusan kita," ucap Aini penuh rasa bersalah.


"Alhamdulillah kerja jalan. Kalaupun gaji belum stabil. Karena banyak cuti hari raya. Kamu dan anak anak bagaimana? Uang masih cukup untuk dua minggu ke depan? Kalau tidak nanti saya kirim," ujar Furqan.


"Anak anak sehat kalau pun sering berantam. Uang cuma cukup tiga hari saja. Kalau bisa kirim lah. Besok mau bayar uang dudh. Soalnya tadi dia minta," jawab Aini.


"Baiklah besok saya kirim. Jangan seperti hari ini. Hp harus kamu lihat. Kasih kabar setiap hari kapan anak anak pulang sekolah. Paham?" tanya Furqan.


"Paham sayang. Besok setiap hari sms kamu saya jawab ok. Untuk hari ini maafkan saya," ucap Aini memohon di maafkan. Heran kok kalau jauh terasa rindu. Kalau dekat terasa bosan. Ternyata ini yang di namakan cinta setelah menikah. Setelah punya anak anak. Hidup berjauhan kadang di butuhkan.


Tiba tiba ada call masuk. Kringg. Aini menjawab panggilan masuk tersebut.


"Ya dengan siapa? Ada yang bisa saya bantu?" tanya Aini.


"Maaf Mbak mengganggu. Saya dari tadi sudah berusaha menelpon mbak. Tapi nggak di angkat. Perkenalkan nama saya Rina. Saya mau belajar bahasa urdu dengan mbak. Boleh?" tanya Rina berharap.

__ADS_1


"Siapa yang ngasih tau? Kalau saya ngajarin Bahasa Urdu?" tanya Aini lagi.


"Dari mbak Aisha," jawab Rina.


"Saya nanti akan buat group belajar bahasa Urdu. Itu kalau peminatnya paling sedikit lima orang. Langsung saya buat. Dan tentu saya mau bayar di awal sebelum masuk group, bagaimana setuju?" tanya Aini lagi.


"Ok mbak setuju. Nanti saya coba bilang ke teman teman bagi yang mau gabung. Ohya bayaran nya berapa mbak," tanya Rina.


"Seribu rupe perbulan. Pakai uang sini saja. Dan kirim pakai jaz cass. Ajak lah dulu nanti bagi tau saya ok," jawab Aini.


Setelah itu ternyata peminat ada. Tidak lain tidak bukan para istri istri pakistani. Atau yang sedang pedekate. Yah penting di bayar. Apa pun tujuan mereka itu biarlah urusan mereka.


********


Hari ini pekerjaan menumpuk sekali di group promo tour de Pakistan. "Aduhh. Kenapa begini. Kemana ini anak. Di hubungin nggak aktif. Mana lagi kerjaan numpuk," keluh Aini. Karena Ratna tidak ada kabar berita sudah lebih satu bulan.


"Halo ini pekerjaan bisa selesai sebelum jam 11 tidak," ucap suara pria di seberang sana. Tiba tiba ada telpon dari seseorang.


"Maaf ini dengan siapa?" tanya Aini.


"Saya pemilik promo tour de Pakistan," jawab pemilik suara itu lagi.


"Yah maaf Pak. Ini saya juga bingung. Mbak Ratna nggak ada kabar. Biasanya dia yang ngasih arahan ke sana. Baru saya bisa kerjakan semua. Kalau dia tidak ngasih arahan saya juga kurang paham," jawab Aini.


"Apa?????? Kerja aja tidak becus????? Sudah sekarang kamu tidak usah lagi kerja. Kamu hari ini saya remove," bentak laki laki itu lagi.


"Aduh Pak. Jangan gitu dong. Memang biasanya saya nunggu arahan dari mbak Ratna," jawab Aini bingung. Karena memang kalaupun gajinya tidak besar tapi lumayan untuk jajan anak anak.


Yah Aini sudah di remove sama yang punya group. Intinya sudah di pecat. Aduh bagaimana ini keluh Aini. Sementara Ratna tidak ada kabar.


Kemana ini orang menghilang tanpa berita. Kasih tau kek. Ada apa? kenapa? Jadi bingung sendiri. Ratna di mana dirimu. Aku juga nggak di kasih pesangon. Gaji ku di bayarin dong. Kalau mau pecat ya nggak apa apa. Apa sih salahku. Aini semakin bingung dan sedih. Di coba ngirim sms minta gaji bulan ini. "Maaf pak gaji saya bulan ini bisa di kirim tidak? Bagaimanapun ini sudah genap sebulan. Tolong dong kirimin." Aini berharap.


*******


"Mbak ini aku Aisha," jawab suara di seberang sana. Pagi pagi sudah ada telpon masuk.


"Iya ada apa? Aku pagi pagi masih sibuk nih? Kalau bisa siangan dikit yah nelpon," jawab Aini.


"Iya deh. Nanti aku kirim nama nama yang minat belajar sama mbak ok," jawab Aisha.


"Ok," jawab Aini.


"Baiklah sudah ku kirim. Dan begitu uang sudah masuk besoknya langsung kita buka group," jawab Aini.


****Urdu Zuban****


Dewi


Rina


Aisha


Mira


Lia.


"Assalamuakaikum apa kabar semuanya. Selamat bergabung di group URDU ZUBAN / Bahasa Urdu. Saya sebagai admin berharap anda serius mengikuti setiap materi yang saya sampai. Di harap setiap materi di catat sediakan buku untuk menyalin materi. Ada pertanyaan?" tanya Aini.


"Tidak." balasan Dewi.


"Tidak." balasan Rina.


"Tidak." balasan lia.


"Tidak." balasan mira.


"Tidak." balasan Aisha.


"Oke. Kalau tidak ada pertanyaan. Kita langsung perkenalan. Dan di samping saya buatkan materi pelajaran, jawab perkenalan dalam bahasa Urdu. Silahkan menyimak baik baik." Aini mulai menulis materi awal.


(Mera nam Aini \= nama saya Aini).


(Ap ka kia nam he \= nama kamu siapa).


(Ap kaha rehti he \= kamu tinggal di mana).


(Me Lahore rehti he \= saya tinggal di Lahore).


"Oke Mbak mbak silahkan di ikuti . Nah tolong isi sesuai nama dan tempat tinggalnya. Yang sama dengan yang di atas tidak masalah. Tapi yang tidak harus sesuaikan. Saya akan tunggu sebelum saya masuk materi baru, jadi kerjakan sekarang," ucap Aini tegas.

__ADS_1


Setelah beberapa saat semua peserta sudah menyelesaikan tugas masing masing. Dan Aini memeriksa satu persatu. " Oh ya audionya jangan lupa. Bagaimana pengucapannya. Di kirim ke group. Akan saya periksa," tulis Aini lagi.


"Baik lah Mbak," balas semua.


Pekerjaan sampingan setelah di pecat tanpa pesangon dari group promo tour de Pakistan. Aini mengajarkan bahasa ke teman teman yang berminat. Di samping menjalankan tugas sebagai IRT.


Kringgg...... Kringggg...


"Assalamualaikum," ucap Furqan.


"Waalaikumussalam. Ya sayang. Apa kabar? Sedang apa?"tanya Aini. Rupanya telpon dari suaminya.


"Baik. Kamu bagaimana? Saya tadi baru pulang belanja. Beli banyak mie sedap," jawab Furqan.


"Yah.... Bikin orang ngiler aja. Tega dirimu," jawab Aini pura pura sewot.


"Kenapa sewot diri mu?" tanya Furqan.


"Habis kamu enak menikmati mie sedap sendirian," jawab Aini. Tanpa terasa air liurnya di telan. Habis memang Aini suka begitu juga anak anak.


"Ah.. Tidak sedap lah makan sendiri. Kalau ada bini baru sedap! Ini makan satu orang ingat anak anak saya. Juga kamu," jawab Furqan.


"Yang benar. Saya jadi terharu. Mudah mudahan kamu kerja lancar yah. Dan kita bisa pergi jumpa kamu. Bawa anak anak sekali. Amiin," jawab Aini berharap. Ya Allah mudahkan lah rezki kami, batin Aini.


********


Sungguh alasan ku mengapa milih dia. Bukan karena tampang cakep. Justru sikapnya yang bertanggung jawab. Perhatiannya. Dan di tambah dia tidak perokok. Royal pada keluarga.


Dan ini alasan pertama aku masih bertahan sampai detik ini. Jujur lebih baik suami jauh dari pada dekat. Kalau suami di sini, ada ada saja gangguan dari keluarganya. Kalau jauh tentu uang aman. Dan fokus kerja cari uang untuk anak bini.


Ini yang rata rata di alami teman yang lain juga. Memang sih ada juga yang keluarga suaminya baik. Bahkan sangat perhatian. Namun justru harus tunduk pada adat yang memuakkan


"Bagaimana pelajaran sebelumnya," tanya Aini di group Urdu Zuban.


"Yah ok Mbak. Saya langsung pratek," jawab Mira. Begitu juga dengan Lia, Aisha, sedangkan yang dua orang lagi belum online.


"Maaf yang dua lagi ke mana? Kenapa tidak di jawab?" tanya Aini. Karena Aini sudah buat peraturan setiap hari di saat group di buka harus online.


"Mbak mau nanya boleh?" tanya Lia.


"Mau nanya apa? Kalau bahasa Urdu ok. Dan kalau masalah adat boleh. Di luar itu tidak ada pertanyaan," jawab Aini tegas.


"Ini loh semalam ipar ku bilang /Saman/ apa itu mbak?" tanya Lia.


"Oh itu barang bawaan pengantin wanita. Kalau kita yang dari luar negara apa yang mau di bawa? Baju doang paling," jawab Aini.


"Trus ada yang bilang begini/Baqoas/ apa artinya mbak," tanya Mira serius.


"Itu artinya sejenis omongan meracau. Tidak bermanfaat. Misal dia bicara ngawur. Orang sini kalau sudah bertengkar kan, suka mengada ngada. Lebih tepat egois menang sendiri. Jadi arti dalam bahasa indonesia kira kira begitu. "Misal /Baqoas kiu he/ artinya ngomong tak karuan kenapa? yah intinya tidak suka dia bicara.


"Maaf telat online," ucap Aisha.


"Iya saya juga nih maaf telat," ucap Rina.


"Kenapa lambat hari ini?" tanya Aini.


"Saya tadi jadi cleaning servise dulu baru kelar," jawab Rina.


"Dan saya baru selesai mijitin mertua," jawab Aisha.


"Ok untuk kali ini cukup interaksi aja sesama anggota. Kira kira kesulitannya dalam memahami bahasa urdu apa," tanya Aini.


"Mbak di mulai dengan kata kata cinta dulu deh," jawab Mira.


"Iya biasanya kalau sudah cinta cintaan cepat nyambung hehe," jawab lia dan ratna barengan.


"Setuju," jawab yang lain.


"Baik lah jawab pertanyaan saya nanti saya buat Urdunya,


-Apa yang buat kamu suka suami?


-Apa yang buat kamu tidak suka?


-Bagaimana hubungan dengan ipar?


-Bagaimana pendapat keluarga suami kalau anak cewek?


-Terakhir. Kenapa milih Pakistani? Jujur jawabannya.

__ADS_1


"Jawabnya pakai bahasa indonesia nanti setiap jawaban saya buat Urdunya.


__ADS_2