
Sudah dua hari berlalu sejak kematian asisten kepala Morgan. Kemarin malam aku mengatakan pada Duke, bahwa ada sesuatu yang hendak aku pastikan.
Melihat iblis yang membunuh Morgan bisa masuk dan keluar dengan bebasnya dari rumah keluarga kami, ada kemungkinan iblis sudah menyusup dan menyamar menjadi pekerja-pekerja di kediaman keluargaku. Adasha adalah naga suci, ia bisa merasakan aura hitam yang ada pada iblis.
Aku meminta Duke agar memanggil semua pekerja di kediaman Luksemburg hari ini. Duke langsung memerintahkan kepala butler Jeff untuk memanggil seluruh pekerja mulai dari pelayan hingga kepala butler termasuk pasukan white dan black knight untuk berkumpul di halaman belakang kediaman Luksemburg.
"Tuan, semua telah berkumpul di halaman belakang," ucap kepala butler Jeff.
Tanpa bersuara Duke, Duchess, aku dan ketiga kakakku pergi menuju ke halaman belakang. Saat kami tiba dihalaman belakang.
"Kakak, aku menemukan ada sepuluh orang iblis yang menyamar menjadi pekerja dirumahmu," ujar Adasha.
"Sebutkan padaku siapa saja Adasha!," pintaku.
Adasha sudah menyebutkan padaku siapa-siapa saja iblis yang tengah menyamar itu.
Dengan digendong oleh Halbert, Aku menandai pekerja dan kesatria yang sebenarnya adalah iblis dengan memberikan mereka permen lingkarku. Setelah berkeliling, aku kembali kedepan bersama Duke, Duchess dan ketiga kakakku.
Sepuluh menit kemudian kapten pasukan white knight, Whitman Christopher Rikkard dan kapten pasukan black knight, Goddard Christopher Rikkard sudah berada di depan dengan pedang yang berlumuran darah.
Disusul oleh para wakil kapten pasukan white and black knight, Grandy O'neil dan Vince Ragnar yang juga maju kedepan dengan pedang berlumuran darah. Semua pekerja terlihat ketakutan, bahkan beberapa pelayan wanita ada yang jatuh pingsan.
Para ksatria putih dan hitam membawa semua mayat iblis yang telah mati kedepan. Para pelayan yang melihat itu sangat terkejut.
"I..b..lis..!!!!!!" teriak salah satu pelayan.
"Bagaimana bisa iblis ada didalam kota seperti ini? bagaimana bisa mereka ada dalam kediaman Luksemberg?" tanya kepala butler Jeff ketakutan. Ia bahkan sampai jatuh terduduk.
"Aku memerintahkan agar mulai lusa hingga akhir bulan ini, kalian semua kecuali para ksatria pasukan white dan black knight akan diliburkan. Kalian harus kembali tepat di tanggal satu awal bulan depan untuk mempersiapkan keberangkatanku ke utara. Ini demi keselamatan kalian semua. Semua yang kalian lihat hari ini bersifat rahasia. Simpanlah hal ini dalam benak kalian. Apabila aku mengetahui ada yang membocorkan kejadian hari ini, maka tidak ada ampun. Kalian akan mati !!" perintah Duke tegas.
"Sebelum berkemas untuk pulang, kalian beritahukanlah tugas kalian pada para ksatria dari pasukan white dan black knight. Kalian bisa melakukannya disini sekarang juga," ucap Duchess dengan lantang.
Para kesatria berkumpul dan mendapatkan arahan dari para pekerja. Sementara mayat-mayat iblis yang telah mati, dibakar oleh para kesatria.
Iblis tidak bisa dibunuh dengan menggunakan pedang biasa. Mereka bisa dibunuh hanya dengan pedang aura. Di kerajaan Magentia ini, yang dapat memiliki pedang aura hanya mereka yang memiliki kekuatan sihir minimal level warrior.
__ADS_1
Duke sudah memberitahukan hal ini pada kapten white dan black knight kemarin. Tak ku sangka mereka bergerak secepat itu, benar-benar sangat hebat teknik berpedang mereka.
Duke memerintahkan Oriel, kesatria wanita dari pasukan black knight yang disebut-sebut sebagai ksatria hitam wanita terkuat dan Goddard, kapten pasukan black knight untuk menjadi pelayan pribadi dan pengawalku.
Sementara yang akan mengawal ketiga kakakku adalah Whitman, Grandy dan Vince. Duchess akan dikawal oleh Freya dan Fiona, pasukan kesatria wanita terbaik dari pasukan white knight.
****
Satu minggu kemudian, kakak pertamaku Stanley tengah mengikuti ujian masuk royal akademi kekaisaran Moncerrat. Ujian masuk ini hanya boleh diikuti oleh anak laki-laki bangsawan.
Royal akademi kekaisaran Moncerrat terkenal sebagai sekolah yang melahirkan lulusan-lulusan terbaik dalam bidangnya. Tidak sembarang anak bangsawan dapat masuk ke royal akademi, hanya mereka yang lolos seleksi yang dapat masuk.
Dikerajaan Magentia ini, para bangsawan sudah memberikan anak-anak mereka sejak dini. Pendidkan dirumah yang bersifat private, hingga usia mereka mencapai dua belas tahun. Setelah berusia dua belas tahun, anak-anak mereka akan mengikuti ujian masuk royal akademi.
Kakak pertamaku Stanley, hari ini mengirimkan surat padaku dan mengatakan bahwa ia telah berhasil diterima di royal akademi kekaisaran Moncerrat. Bangga sekali rasanya melihat ia bisa diterima di royal akademi.
Saat ini ia masih berada di kekaisaran Moncerrat bersama Duke, Whitman dan lima belas pasukan white knight. Perjalanan dari kekaisaran Moncerrat hingga ke kerajaan Magentia membutuhkan waktu kurang lebih satu minggu menggunakan kereta kuda.
Aku berpikir untuk memberikan Stanley hadiah sebagai ucapan selamat atas diterimanya di royal akademi saat ia pulang nanti. Aku memutuskan untuk pergi ke pasar melihat-lihat apa yang bisa dibeli.
"Oriel, Goddard, aku hendak membeli sesuatu dipasar. Oriel tolong gendong aku ya," ucapku.
"Baik nona," jawab Oriel.
"Aku kan tidak pergi sendiri Goddard. Ada kau dan juga Oriel. Lagipula, aku hanya mau membeli bahan untuk membuatkan kak Stanley hadiah atas diterimanya ia di royal akademi kekaisaran Moncerrat," balasku dengan nada kesal.
"Baiklah nona," jawab Goddard pasrah.
****
Ini pertama kalinya aku ke pasar. Aku sangat senang akhirnya bisa melihat-lihat hal yang ada didunia ini, hampir saja aku kembali seperti kehidupanku yang dulu, yang hanya gila belajar.
Sudah banyak kejadian menegangkan akhir-akhir ini, saatnya aku refreshing. Wahhhhh ternyata di kerajaan Magentia ini tidak seprimitif yang aku kira.
"Oriel, bawa aku ke pedagang kerajinan bunga tangkai itu," ucapku senbari menunjuk lapak pedagang kerajinan bunga itu.
__ADS_1
"Baik nona" ucap Oriel.
Aku membeli banyak tangkai bunga plastik kecil dan aksesoris bunga. Saat aku, Oriel, dan Goddard berjalan keluar. Terlihat seorang anak kecil tengah menawarkan dagangan kain kulit dan kain warna-warni milik tokonya ditepi jalan. Kulihat daritadi dia diabaikan terus oleh orang-orang yang lewat.
"Oriel, bawa aku ke lapak gadis itu," pintaku.
Oriel melihat gadis yang menjual bahan kulit kayu itu. Ia terlihat sangat terusik.
"Ada apa Oriel?" tanyaku bingung.
"Nona, apa nona yakin mau melihat bahan kulit itu? sepertinya bahan kulit dijual disana murahan nona. Apabila nona butuh bahan kulit yang lebih bagus, ada di toko sebelah sana," jawab Oriel sambil menunjuk lapak disebelah kanan jalan.
"Bawa aku ke gadis penjual itu Oriel! aku mau melihat apa yang dijualnya," pintaku.
"Baiklah kalau begitu nona," jawab Oriel.
Aku, Oriel dan Goddard berjalan mendekat ke arah gadis itu, ia terlihat sangat menantikan kedatangan kami. Saat kami tiba, ia menundukan kepala dan mengangkat gaunnya memberi salam hormat.
"Salam nona cantiikk, lihatlah kulit bahan kayu ini, ini di buat dengan menggunakan pohon beringin dari desa Narnia," ucapnya dengan mata berbinar.
"Oriel, turunkan aku. Aku hendak melihat-lihat," pintaku.
"Baik nona," jawab Oriel.
"Halo, siapa namamu ?" tanyaku pada gadis itu.
"Namaku Evelyn Baverly nona, nona bisa memanggil saya Evelyn," jawab Evelyn.
"Evelyn, aku hendak membeli beberapa bahan kulit kayu darimu. Aku lihat-lihat dulu," ucapku sambil berjalan melihat-lihat bahan kain kulit kayu itu.
Motif polosnya benar-benar membuat bahan kulit kayu ini elegan. Saat disentuh, kain ini seperti kain yang aku gunakan untuk membuat prakarya buku notes dikelas kesenian saat SMP dulu.
Sepertinya aku sudah mendapatkan ide hadiah untuk Stanley, kuberikan saja buku notes. Pasti berguna juga untuknya saat ia akan belajar di royal akademi nanti.
Siapa sangka pelajaran yang paling aku benci dulu, malah sangat berguna disini. Di kelas kesenian, kami mengambil nilai dari melukis, menyanyi, membuat prakarya, menari, paduan suara, dllnya..bukan apa, dulu aku hanya benci menghabiskan waktuku untuk hal yang tidak berguna.
__ADS_1
Arghhhhh !!! kenapa semua yang ku anggap tidak berguna itu sekarang justru sangat berguna bagiku di kehidupan ini? Sepertinya aku terkena karma pelajaran kesenian...**
-To be continued