
Sebelum fajar tiba, Zwetta dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju hutan flame oak. Sepasang kaki Megion yang diselimuti oleh aliran sihir kegelapan yang pekat, sedang berlari disamping Zwetta yang memimpin didepan.
Penyihir level warrior dan diatasnya memang dapat lebih leluasa dalam memanipulasi aliran sihir. Aliran sihir bila dimanipulasi ke telapak kaki, akan membuat penggunanya berlari dengan cepat. Namun para penyihir di Irefria tidak berlari seperti ninja dalam anime naruto yang kakinya menyentuh tanah saat berlari dalam kecepatan tinggi.
Mereka berlari sedikit melayang di atas tanah. Dengan kata lain, mereka berlari di atas udara. Kemampuan tersebut dikenal dengan istilah running di Irefria. Berbeda elemen sihir setiap individu, berbeda pula cara berlari mereka.
Zwetta dan pengawal bayangan sesekali melirik kaki Megion. Bukannya apa, baru pertama kali mereka melihat running versi penyihir kegelapan. Dan itu terlihat sangat misterius, mengundang keingintahuan bagi siapapun yang melihatnya.
Megion yang menyadari setiap pasang mata menatapnya lekat pun merasa terganggu. “Apa lihat-lihat?! ada yang aneh?!” tanyanya risih dengan pandangan tetap mengarah ke jalan. Setiap pasang mata yang meliriknya kembali fokus ke jalan.
"Tidak aneh, hanya unik. Makanya diperhatiin.” Celetuk Zwetta santai.
“Kau..”
"Kenapa? tidak suka juga diperhatikan?" Goda Zwetta.
"...................................."
"Bila tidak suka diperhatikan, hidup di laut saja sana!" Timpal Zwetta lagi.
Belum sempat Megion menjawabnya, Zwetta mempercepat larinya mendahului Megion. Zwetta mulai senang mengganggu Megion, dia cepat dibuat kesal soalnya. Sementara Megion berdecak tak senang.
“Hei! Tunggu kau!” pekik Megion menyusul Zwetta.
...Skip....
Langkah cepat kesebelasnya, membawa mereka semakin mendekati tujuan. Namun, semakin dekat dengan hutan flame oak, semakin terlihat keadaan yang mengerikan. Tampak pohon-pohon yang terbakar dan mayat-mayat monster serta binatang hutan berserakan sana sini.
Zwetta menatap sendu sekelilingnya. 'Bukankah naga odren sudah keterlaluan?' pikirnya.' Bau hangus daging menyeruak menusuk indra penciuman Zwetta, ia pun segera menutup hidung dan mulutnya menggunakan telapak tangan. Zwetta kembali melanjutkan larinya. Ingin segera menemukan sumber bencana ini, sang naga api.
Namun hutan ini amatlah luas. Dalam buku panduan rute perjalanan hutan flame oak , dikatakan luas hutan ini lebih dari 30 juta hektare. Bisa butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk menjelajahi semua. Tapi Zwetta tidak khawatir karena ada Adasha bersama dengannya. Naga suci itu dapat merasakan energi kehidupan atau aliran sihir dari para makhluk hidup disekitarnya. Jadi, Zwetta dan rombongan akan mengikuti instruksi Adasha.
__ADS_1
"Adasha, katakan padaku bila nanti kau telah merasakan aliran sihir naga odren. Kau tahu bukan, kita tidak punya banyak waktu menjelajahi seluruh seluk beluk bagian hutan flame oak?" ujar Zwetta dalam benaknya.
• Iya kak. Baru saja aku hendak mengatakan jika aku merasakan adanya aliran sihir api yang besar dari arah utara hutan flame oak. Kita hanya perlu berjalan lurus terus ke utara..
Zwetta mangut-mangut mengerti. “Kau memang google maps yang dapat selalu kuandalkan." gumam Zwetta puas dan senang mendapati kegercepan Adasha.
• Apa itu google maps kak?
“Penunjuk jalan praktis,” jawab Zwetta singkat.
• Hmpph! Aku bukan penunjuk jalan! Aku ini naga suci agung, Adasha Luksemburg!”
Zwetta terkekeh mendengar kenarsisan Adasha. “Tunggu! apa kita kembangkan saja keahlianmu menjadi bisnis? sepertinya akan laku bagi para petualang. Lumayan kita bisa ikut petualangan dan dapat uang hmm? kira-kira dikasih nama apa ya bisnisnya? Adasha Peta Praktis? Adasha Penunjuk Arah? Peta Adasha Agung? Umm.. sepertinya aku harus meminta saran ketiga kakakku nanti..”
• KAK ELLAAAAA!!!!!!
Zwetta tertawa cukup keras, membuat Megion dan pengawal bayangan mengernyitkan dahi heran. 'Bagaimana bisa dia tertawa ditengah kondisi mengerikan ini?' pikir mereka.
“Tidak.. Adasha lucu..” jawab Zwetta yang masih tertawa.
Megion yang melihat Zwetta bisa tertawa di tengah situasi mengerikan ini pun, hanya bisa menggelengkan kepala.
“Seperti tidak ada beban saja hidupnya..” gumam Megion pelan.
"Kau mengatakan sesuatu?" tanya Zwetta yang sekilas mendengar Megion seperti mengatakan sesuatu.
"Tidak." Jawab Megion singkat. Zwetta mengedikkan bahu tdan kembali fokus ke jalan. Zwetta pun mengubah haluan lari rombongan mereka ke arah utara sesuai dengan arahan Adasha. Mereka bersebelas masih terus berlari hingga tibalah mereka pada sebuah gerbang dari batu, dengan plang diatasnya yang bertuliskan, 'Area terlarang: Hutan Flame Oak Gerbang 5'.
• Kak?! waspadalah?! ada banyak aliran sihir besar dihutan ini! Aku juga mencium aroma busuk! pastilah para iblis keparat itu!Tapi.. tapi.. Aliran sihir api yang besar entah kenapa semakin meredup. Aku.. aku.. aku..cemas..
Zwetta menutup kedua matanya karena ia bisa merasakan kecemasan Adasha yang juga secara tidak langsung dirasakannya. "Tenang Adasha, tetap fokus. Semoga saja tidak terjadi apa-apa.." Benak Zwetta.
__ADS_1
• Umm.. semoga saja.. aku.. aku tidak sanggup jika harus kehilangan keluargaku lagi..
Meski belum pernah bertemu, tapi mengetahui dia memiliki ayah dan saudara membuat Adasha cukup gembira. Kalau terjadi apa-apa dengan keluarganya bahkan sebelum Adasha bisa bertemu, bukankah dewa agung sudah terlalu kejam padanya? Selama ini ada keluarga luksemburg yang selalu menemaninya. Namun jauh dari dalam lubuk hati Adasha, ia kesepian. Adasha ingin bertemu ayah dan saudaranya. Harus ketemu! itu tekadnya.
"Kuatkan hatimu. Selalu ingat, kau tidak sendirian. Selalu akan ada orang yang memegang belakangmu saat kau merasa tidak sanggup lagi. Dan dikehidupan kali ini, orang itu aku."
• Kakak...hiks.. hiks..aku.. aku..
"sshhhh..It's okay dear, it's okay to cry when you feel sad and afraid. Take your time."
Setiap Adasha down, Zwetta selalu memberinya waktu untuk menenangkan diri. Dia tahu, naga kecilnya perlu mengeluarkan kesedihannya. Dimasa awal kematian Lydia dan ras naga Galaea hampir setiap hari dia menangis diam-diam di gua sihirnya tengah malam.
Hingga suatu hari, Zwetta mengetahui hal itu dan selalu menemaninya, menghibur juga menguatkannya.
Namun situasi mereka sekarang tidak memungkinkan untuk melakukan itu. Kesedihan dan kecemasan Adasha sangat mempengaruhi suasana hati Zwetta. Apalagi ikatan batin mereka semakin hari semakin menguat. Zwetta menutup mata, menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya dari mulut perlahan. Matanya sudah mulai berkaca-kaca, ia siap menitikkan air mata kapanpun. Namun seusaha mungkin ia berusaha menguatkan diri.
Demi Adasha, dia harus kuat.
Perubahan mood dan sikap Zwetta, dapat dirasakan oleh Megion. "Hei, kau baik-baik saja?" tanya Megion agak cemas. "Kalau lelah, kita bisa berhenti dulu beristirahat sejenak?" usul Megion yang direspon Zwetta dengan menggelengkan kepala. Tidak ada lagi waktu untuk beristirahat sekarang. Mereka harus secepatnya menemukan naga odren.
"Aku tidak apa. Terima kasih sudah menanyakan." Jawab Zwetta sedikit memaksa tersenyum kecil.
"Tingkatkan kewaspadaan. Kita tidak tahu bahaya apa yang sewaktu-waktu muncul." Kata Zwetta mengingatkan rombongannya yang direspon anggukan oleh kesepuluh pengawal bayangan dan Megion. Zwetta, Megion dan kesepuluh pengawal bayangan pun masuk ke dalam area terlarang itu.
- To be continued
...****************...
Halo sobat DTBE, mon maap baru update lagi. Maap juga mood2-an updatenya. Kalau mau hujat, silahkan dikolom komentar atau masuk ke grup saya. wkwkwkwkwk..
Cus saya mau lanjut nulis lagi, ide lagi mengalir..
__ADS_1