Destined To Be Empress

Destined To Be Empress
Chapter 39 - Keinginan Yang Sama


__ADS_3

Ada beberapa saat mereka semua termangu, sebelum tiba-tiba Aldiant menarik kuat tanganku. "Tidak bisa, aku telah memilihmu," ucapnya.


"Aww.." rintihku.


Asem!! sakit woi ditarik kuat gini! Dikira aku karung beras apa*! lagian kasar banget sih jadi cowok*. Umpatku dalam hati.


"Pangeran Aldiant, apa jawaban saya kurang jelas tadi? " tanyaku sambil kupaksakan wajahku untuk tetap bisa tersenyum ditengah emosi dan kesakitan yang kurasakan pada tanganku sekarang.


"Apa kau buta? kok mau-maunya aja sama dia? dia itu jelek, bau busuk, penyakitan, dan menjijikan!" pekiknya. Mendengar kata kata yang ia lontarkan membuat stok kesabaranku semakin menipis. Kucoba menepis setiap pemikiranku untuk langsung menghajarnya sekarang. Tentu aku tidak mau jadi anak yang membuat masalah dihari pertama menginjakkan kaki di istana Kekaisaran. Sabar.. sabar.. wahai diriku, yang waras yang ngalah.


"Jawaban sudah saya berikan tadi, keputusan saya sudah bulat Pangeran Aldiant," balasku datar.


"Tidak boleh! aku sudah memilihmu duluan! kau milikku," pekiknya lagi. Ini orang kesambet apaan sih sampe ngotot begini? Melihat Pangeran Aldiant yang bersikap kurang ajar terhadapku, Kaisar seketika murka. "ALDIANT! Lepaskan Zwetta!" perintah Kaisar.


"Tidak ayahanda, aku memilih Zwetta Ellaria Luksemburg untuk menjadi Permaisuriku. Dia tidak pantas dengan Elgant. Aku sahabat kakak pertamanya Stanley Aylward Luksemburg sewaktu di Royal Akademi dan dia sering menceritakan tentang adiknya. Ia pernah menunjukkan lukisan adiknya padaku dan saat itu aku menyukainya. Saat aku tahu dia terpilih, aku sangat senang dan berencana akan memilih dia menjadi Permaisuriku. Siapa sangka dia justru bersedia menikah dengan si buruk rupa ini. Aku.. aku.. aku tidak rela," terangnya dengan suara memelas.


"Elgant, lepaskan putri Zwetta untuk kak Aldiant. Lebih baik kau tidak usah menikah dan merusak hidupnya! dia akan lebih bahagia dengan kak Aldiant," ujar Belthrove.

__ADS_1


"Benar itu, kak Aldiant juga menyukainya. Kalau kau sadar diri, belum terlambat untuk itu. Aku tidak tahu kenapa Putri Zwetta bersedia menikah denganmu manusia terkutuk..." ucapan Pangeran Caeson dipotong oleh Kaisar. "Tutup mulutmu Caeson! atau kau akan kubawa ke Hellroom," ucap Kaisar dengan menatap tajam Caeson. Ia langsung bergidik ngeri, lebih tepatnya ketakutan mendengar perkataan Kaisar.


Aldiant mengenal Stanley? sepertinya mereka seumuran, sikapnya begitu kasar padaku tapi sekarang ia menatapku lembut. Aku hanya bisa terheran-heran melihat perubahan sikapnya yang cepat. Tapi mendengar dia menyatakan perasaannya dihadapan semua orang begini, aku jadi dirundung dilema.


Benarkah keputusanku untuk memilih Elgant? untuk kesekian kalinya kulihat dia masih hanya diam membisu ketika mendengar semua nyinyiran saudaranya. Entah kenapa aku kecewa pada dirinya. Kenapa disaat ada yang merendahkannya dia hanya diam? Apa dia tidak merasa perlu membersihkan namanya? Apa dia tidak keberatan jika aku membatalkan niatku? apa disaat ada yang mau memilikiku dia akan mengikhlaskanku begitu saja? disaat aku sudah memberanikan diri untuk memilih dia, tapi sekarang dia bahkan tetap diam.


Rasanya aku sudah salah karena memilih seorang pengecut. Padahal kukira dia berbeda dari keempat pangeran lain yang membuatku muak dengan bacotannya. Ternyata dia sama saja..


Hatiku sakit, kesedihan menyelimuti diriku melihat dan memikirkannya. Tanpa sadar aku terbawa perasaan sedih ini hingga air mata mulai jatuh membasahi pipiku. "Hei kenapa kau menangis? maafkan aku sudah kasar padamu tadi, mari biar aku antarkan kau ke kamar tamu. Akan kupanggilkan dokter untuk memeriksamu. Ayahanda, aku izin pamit untuk membawa Zwetta kembali ke kamarnya. Anggap saja Zwetta tidak menjawab tadi dan ketika giliranku memilih, aku memilih dia." Ucap Aldiant.


Kaisar belum menjawab tapi Aldiant sudah membawaku berjalan meninggalkan aula istana Kekaisaran. Aku menoleh kebelakang untuk menatap punggung Elgant yang mungkin akan menjadi yang terakhir kalinya. Setelah ini sepertinya aku akan menjadi Permaisuri Aldiant dan takkan melihatnya lagi. Aku bisa berbuat apa? toh yang aku pilih juga diam aja.


Mendadak Elgant melesat cepat ke arahku dan Aldiant. Ia melepaskan tangan Aldiant dari tanganku, meraih pinggangku dan membawaku masuk dalam dekapannya, "Ayahanda, aku memilih Zwetta Ellaria Luksemburg menjadi Permaisuriku dan aku mau pernikahan kami diurus secepatnya." ucapnya lantang. Aku kaget setengah mati, sama halnya dengan semua yang berada dalam aula ini.


Kaisar tersenyum bahagia melihat Elgant putra bungsunya untuk pertama kali mengutarakan keinginannya. "Baguslah kalau kau berubah pikiran El, ayah menyetujui permintaanmu," ucapnya sambil tertawa kegirangan.


Sementara Pangeran Aldiant langsung merengek lagi pada Kaisar, "Ayahanda tidak bisa berbuat seperti ini padaku, aku sudah memilihnya ayah."

__ADS_1


"Cukup Aldiant! sepertinya ayah terlalu memanjakanmu. Sikapmu ini benar-benar memalukan, sejak awal Elgant lah yang berhak memilih Permaisuri nya pertama kali. Kalau kau masih nekat juga, ayah akan membawamu ke Hellroom untuk mengajarimu tata kerama dan sopan santun lagi terutama pada perempuan," ucap Kaisar dengan tatapan mautnya. Aldiant pun terdiam dan ia hanya mengepalkan kedua pergelangan tangannya erat.


Ini bukan mimpi kan? dia bilang dia memilihku? aku tahu aku tidak salah dengar tadi. Kyaaaaaa... ternyata dia memilihku juga! Aku sedang berada dalam dekapan Elgant dan aku tidak merasakan bau busuk saat didekatnya. Ini aneh bukan? Meski kulihat tangan yang mendekapku itu penuh benjolan besar kecil ungu bernanah yang menggelikan, tak menurunkan level kebahagiaanku sekarang.


Benarlah seorang yang mengatakan Don't judge book by its cover, Don't judge man or woman by his / her looks. Perasaanku sekarang seseneng ini kayak dapetin sesuatu yang berharga. Aku merasa hatiku berbunga-bunga sampai si gila Aldiant itu kembali berulah lagi.


"Cih sialan! padahal tinggal sedikit lagi kau menjadi milikku! katakan kau memilihku!" pekik Aldiant dengan tangan yang berusaha merebutku lagi dari dekapan Elgant. Tiba-tiba iris mata Elgant yang bewarna biru berubah menjadi warna merah, seketika pangeran Aldiant terlihat ketakutan. Ia bahkan mundur 5 langkah kebelakang dengan posisi bersiaga menyerang.


Atmosfer menjadi sangat berat, aura membunuh dari tubuhnya terpancar ke satu ruangan dan kulihat semua yang berada dalam ruangan kecuali Kaisar mulai berjatuhan dan terduduk, "Kalau kau berani menganggu, menyentuh dan membuat sakit calon istriku lagi. Aku tidak akan segan membunuhmu," ancam Elgant.


"Pangeran Elgant, saya tidak apa-apa. Sudah hentikan ini ya, anda sudah menyakiti yang lainnya," pintaku lembut. Mendengar perkataanku, ia pun melepas aura itu dan matanya berubah kembali menjadi warna biru.


Wow, aku dibuat takjub dengan dirinya sekarang, ia memang punya pesonanya sendiri. Syukurlah kau bukan pengecut Pangeran Elgant, Syukurlah kau menginginkan bersamaku juga dan Syukurlah aku tetap bisa bersama denganmu.


- To be continued


_____________________________________

__ADS_1


Sorry rada telat updatenya, ini double update request-an kalian gengs! 💙


~ Happy Reading ~


__ADS_2