Destined To Be Empress

Destined To Be Empress
Chapter 55 - Flame Oak Fight (I)


__ADS_3

*Sretttttttttt


Sebuah pedang air emas dengan ukiran matahari melesat cepat dan menangkis sayatan yang sudah akan dilayangkan Agares pada Nikolai.


* Pranggggg


Kedua mata pedang itu saling bergesek dan beradu hingga menimbulkan percikan api.


"Destroy it, Viergo!" pekik Zwetta. Seketika pedang air emas itu bersinar dan langsung membelah dua tombak api hitam Agares.


*Slasshhhh


Sayatan bercahaya dari pedang viergo yang lebar, membuat Agares melompat mundur menghindari terkena juga sayatan pedang itu. Namun ketika kakinya menyentuh tanah, darah ungu keluar dari pipi Agares yang ternyata sedikit tergores.


Agares menyentuh darahnya dengan matanya yang melebar. 'Aku terluka?!' benaknya. Mata Agares, Telvon dan Mara langsung tertuju pada gadis cantik dengan rombongannya yang mengenakan jubah hitam semua. Mereka bertiga tidak dapat menyembunyikan raut keterkejutannya ketika tatapan mereka bertemu dengan tatapan dingin Zwetta.


Manik biru bagai permata sapphire itu menjadi pertanda kalau gadis mungil ini bukanlah gadis biasa, melainkan seorang gadis bangsawan. Bagaimana bisa seorang gadis bangsawan yang cenderung hidup berleha-leha dan berfoya-foya memiliki kekuatan sihir air level legend dan menyerang mereka di sarang naga odren?!


Zwetta tidak peduli dengan tatapan ketiga panglima iblis itu. Dalam benaknya Adasha sudah berteriak-teriak 'ayah' melihat naga api besar yang tengah dalam kondisi sekarat itu. Zwetta berjalan cepat mendekatinya. Matanya menatap nanar raja naga api dihadapannya ini.


Sementara Nikolai yang terkulai lemah, mengernyitkan dahi bingung saat melihat sosok Zwetta meskipun agak kabur. Entah mengapa ia dapat merasakan aura istrinya dalam tubuh gadis ini. Nikolai ingin menanyakannya, tapi dia sedang sekarat. Bernafas saja dia sudah kesusahan.


"Maaf, saya terlambat. Saya akan mengobati anda." ucap Zwetta lembut seraya merapalkan mantra penyembuhnya 'Helarenum Heal!"


•Selamatkan ayahku, selamatkan ayahku kak hiks hiks hiks..


"Sedang kulakukan Adasha, tenanglah! Jangan rusak konsentrasiku!" kata Zwetta sedikit keras membuat Adasha langsung terdiam dan hanya menangis melihat raja naga odren sekarat. Zwetta sedikit terkejut, tidak menyangka bila ikatan batin keluarga di ras naga begitu kuat. Adasha seolah langsung sangat dekat dengan raja naga odren dihadapannya ini, padahal bertemu dan berkenalan saja juga belum. Tapi ia sudah sangat takut kehilangan.

__ADS_1


Agares yang melihat itu langsung melesat hendak menyerang Zwetta. Namun sebuah tendangan mendarat ke pipi kanannya dan *bbbammmm. Membuat Agares terlempar jauh kedalam hutan namun masih dalam jarak yang dapat terlihat dari posisi Zwetta. Telvon dan Mara tercengang melihat itu. Agares meringis nyeri, namun segera bangkit dan meludahkan darah bercampur liurnya. Ia menatap nyalang sosok yang menendangnya itu.


"Kamu" ucap Megion menunjuk Agares. "Lawan aku!" sambungnya lagi menunjuk dirinya sendiri.


"Umm.. Megion.. kau tak perlu repot-repot menyerangnya tadi, aku bi-" Ungkap Zwetta yang masih fokus menyembuhkan Nikolai.


"Sudah. Tutup mulutmu dan fokus saja obati naga itu!! Aku dan pengawal bayangan yang akan mengurus cecunguk ini." Kata Megion dengan tampang tak berdosa yang berhasil menyulut amarah Agares, Telvon dan Mara. Zwetta hanya terkekeh seraya menggelengkan kepala. Mulutnya Megion memang mulut paling tidak ada filternya.


"Hahahahahahaha... hahahahahahaha....." Agares tertawa dengan kencang, membuat semua pasang mata melihatnya. Setelahnya dia berhenti dan menatap penuh kebencian ke arah Megion. "Apa kau pikir boncel sepertimu pantas melawanku?" ejek Agares yang masih tertawa terbahak-bahak.


Megion hanya diam. Diamnya sulit diartikan bagi siapa saja yang melihatnya. 'Apa dia marah dibilang boncel?!' pikir Zwetta. "Megion, jangan ambil ha-" belum selesai ucapan Zwetta, Megion sudah melesat duluan dan melayangkan satu bogeman dari bawah dahu ke ke atas wajah Agares.


Kali ini Agares sudah meningkatkan kekebalan tubuhnya. Ia menyeringai saat pukulan Megion hanya terasa seperti sebuah tepukan nyamuk yang pelan. Megion membolakan matanya melihat bogemannya kali ini tidak mempan. Sebelum dia segera mundur, Agares lebih dulu membalas menghajarnya juga dan sontak membuat Megion terpental. Namun tidak terlalu jauh karena Megion menghentikannya dengan shield bone.


"Sihir itu! kau!" Agares nampak terkejut lagi. "Necromancer bersaudara, Megion!" ujar Agares lagi. "Nakal sekali main kabur-kabur ya boncel. Aku akan membawamu kembali ke markas. Bersiaplah!" ujar Agares menyeringai. Sudut bibir Megion terangkat, ia tersenyum jahat. "Lebih baik aku mati, daripada harus tertangkap lagi." Batin Megion. Agares dan Megion memulai pertarungan keduanya.


Telvon tertawa terbahak-bahak. "Mereka tahu siapa yang lebih kuat Mara. Hahahahaha.."


"Apa kalian meremehkanku?" tanya Mara dengan seringaiannya yang menakutkan. Ia sangat kesal melihat Telvon mentertawakannya. Namun dia jauh lebih kesal ketika menyadari jika orang-orang berpakaian serba hitam dihadapannya itu tahu siapa mereka dan membagi anggota mereka lebih sedikit untuk melawannya.


Semakin kecil angka pangkat panglima iblis, maka semakin kuatlah kekuatannya. Mara memiliki pangkat 6, yang berarti secara pangkat dia memang lebih rendah dari Telvon yang peringkat 5. Tapi dari segi kekuatan, dia tidak kalah hebatnya dengan Telvon.


"Kalian hati-hati!!!" pekik Zwetta yang masih sibuk mengobati Nikolai.


"Baik, Tuan Putri." Jawab ketua dari para pengawal bayangan, kode A1. Semua para pengawal bayangan Arthur diberi kode A dari huruf depan nama Arthur. Yang mengawal Zwetta adalah pengawal bayangan terbaik Arthur dengan kode A1 sampai A10.


Zwetta agak cemas dengan rekan-rekan seperjalanannya sekarang, dia tidak ingin siapapun dari rombongan ada yang mati dalam pertarungan ini. Dia tahu ketiga panglima iblis itu sangat tidak bisa diremehkan. Mereka setara dengan para pengguna sihir tingkat legend bahkan mungkin lebih.

__ADS_1


"Aku harus cepat! Adasha alirkan energi sihirmu padaku agar bisa cepat melakukan sihir penyembuhan ini." Ucap Zwetta terburu.


• Baik kak.


...• A/N •...


...Para pengawal bayangan grup A - melawan Tavlon (5 orang)....


...Para pengawal bayangan grup B - melawan Mara (4 orang)....


Grup pengawal bayangan A dan B, masing-masing segera berlari mengepung Telvon dan Mara. Belum sempat Telvon dan Mara menelaah situasi, mereka bersembilan mulai melancarkan serangan dengan sihir mereka masing-masing yang dengan mudahnya dapat ditangkis dan dihindari oleh Telvon dan Mara.


Mara tersenyum meremehkan, "hanya ini saja kekuatan kalian?" ejeknya. Melihat tidak ada satupun serangan mereka yang mengenai Mara. A5 merapalkan mantra pamungkasnya "Tornado Ordello!!!" pekiknya. Ditubuhnya muncul pusaran angin tornado dan menyatu dengan tubuhnya segera menyerang Mara.


*BBooommmmm


"Akkgghh..." rintih Mara.


Semua pasang mata rekan-rekan satu timnya melihat bagaimana serangan pamungkas A5 itu mengenai Mara. Selesai sudah pikir mereka. Namun sesaat kemudian mereka melongo melihat tangan Mara mencengkram kuat leher A5. A5 nampak menahan sakit dan berusaha mengambil nafas. Ia menggeliat dalam cengkraman Mara.


Mara menjilati bibirnya sendiri. "Aliran sihir yang besar," gumamnya sebelum mendadak mencium bibir A5. Mata A5 membulat dan dia meronta-ronta berusaha melepas diri dari ciuman Mara. Mara menghisap bibirnya dengan penuh kenikmatan. Yang dinikmatinya bukan bibir A5, melainkan aliran sihirnya yang begitu manis membuat ketagihan.


Perlahan tubuh A5 memucat dan semakin pucat bahkan mengurus. A5 tahu mungkin ini sudah akhirnya. Namun mendadak Mara menghentikan hisapannya. Ia merasa tubuhnya terlilit dengan sangat kuat. Tapi oleh apa?! Matanya berusaha melihat apa yang sedang melilit tubuhnya dengan sangat erat, namun ia tidak melihat apapun. "Sial!" umpat Mara. "eukhhh..."


- To be continued


...****************...

__ADS_1


Anw terima kasih banyak untuk kalian yang selalu semangatin dan sabar nungguin saya update. Sehat2 yah kalian, stay safe. (∩_∩)


__ADS_2