
Seorang pengawal bayangan masuk ke dalam tenda, ingin membangunkan Zwetta yang masih tertidur. Namun saat ia masuk, Zwetta sudah bangun dan berdiri dengan memegang peralatan mandi ditangannya. Pengawal bayangan itu pun segera bertekuk dan memberi hormat depan Zwetta sebelum mulai berbicara.
"Tuan Putri, anda sudah bangun. Apa ada perintah untuk kami?"
"Tidak ada, kuberi kalian jam bebas. Silahkan mau istirahat, mandi dllnya. Pukul 4 subuh kita berkumpul di tenda lagi untuk berangkat." Jawab Zwetta seraya berjalan keluar tenda.
"Baik, Tuan Putri."
Ia mengambil lentera dan berjalan menuju bilik mandi sementara yang dibangun oleh royal knights didekat sungai. Untuk sampai kesana, dia harus berjalan masuk ke hutan.
Subuh-subuh begini, langit masih gelap. Disepanjang jalan hutan dipasang beberapa obor untuk menerangi jalan. Akan tetapi, tetap saja tidak menerangi jalan dengan sempurna.
Membuat suasana dalam hutan dekat perkemahan evakuasi terkesan menyeramkan, namun hal tersebut tak membuat Zwetta takut. Ia menganggapnya biasa saja, yang terpenting baginya sekarang adalah keramas dan mandi.
Zwetta sangat memperhatikan kebersihan dirinya, jika rambutnya lepek dan badannya bau, ia bisa marah-marah seharian karena badmood. Maka dari itu, ia tidak bisa tidak mandi sehari saja.
Sesampainya disana, ia bergegas mandi sambil sesekali bersenandung. Selesai mandi, ia segera mengenakan pakaian dalam dan baju ganti yang dibawanya. Saat berjalan kembali ke tenda, tiba-tiba Adasha berbicara dalam benaknya.
• Seorang royal knights, kalau tidak salah namanya Dandalion, ia sedang yang berjalan kemari kak.
"Oh, mungkin ia ingin menggunakan bilik mandi juga." Jawab Zwetta acuh.
Sejak mandi tadi, Zwetta tidak ada kegelisahan akan diintip atau diintai orang karena ada Adasha yang dapat mendeteksi sekelilingnya. Ia pun berjalan kembali menelusuri jalan setapak hutan yang ia lewati tadi untuk segera kembali ke tendanya.
Setelah beberapa meter berjalan, ia berpapasan dengan Dandalion.
"Nona Zwetta?!?!" pekik Dandalion kaget.
"Eh Tuan Dandalion?!" tanya Zwetta pura-pura kaget.
Dandalion terkejut melihat penampilan Zwetta dengan handuk menutupi kepala dan peralatan mandi ditangannya.
"Nona mandi subuh-subuh begini?!?!" tanyanya terkejut.
"Iya, kenapa memang?" tanya balik Zwetta santai.
__ADS_1
Dandalion menggelengkan kepalanya.
"Anda memang gadis bangsawan teraneh yang pernah saya ketemui," celetuknya.
"Aneh yang positif atau negatif?" tanya Zwetta penasaran.
"Positif.." jawabnya tersenyum lebar.
"Oh baguslah. Kalau begitu saya permisi dulu Tuan Dandalion." Jawabnya seraya berjalan pergi.
Dandalion tersenyum menatap Zwetta yang semakin lama sudah tidak terlihat lagi. Saat itu muncul sepasang sayap dari tubuh Dandalion dan rambut coklatnya memanjang.
"Aku akan mengamatimu sedikit lebih lama lagi," ucapnya menyeringai.
...****************...
Selesai mengemas bawaannya, Zwetta dan sembilan pengawal bayangan pun langsung berangkat menuju hutan Flame Oak. Di jalan besar kota Basteria, ia bisa melihat puing-puing bangunan dan asap bekas terbakar masih membumbung ke langit.
Hal itu membuatnya prihatin dan berharap surat yang ia kirimkan pada Arthur dapat segera diproses oleh ayahnya. Zwetta pun mengalihkan perhatiannya lagi ke jalan besar. Saat ini ia melaju cepat dengan balutan sihir air di kakinya, membuat para pengawal bayangan sedari tadi menatapnya tak percaya.
Sudah biasa jika penyihir angin dapat berlari sangat cepat. Maka saat melihat penyihir air bisa menyamai kecepatan berlari mereka, mereka tak bisa berhenti terpana. Dua setengah jam telah berlalu semenjak keberangkatan mereka.
Hingga dari kejauhan Zwetta memicingkan matanya dan melihat bangunan yang masih terbakar dengan api membara.
"Pastilah itu kuil naga odren.." gumamnya seraya mempercepat langkahnya menuju kuil. Sesampainya disana ia langsung merapalkan mantra, “Racj Water Wavee!”
Seketika gelombang air besar keluar dari telapak tangan Zwetta. Sihir gelombang air itu ia arahkan pada bangunan itu. Butuh waktu satu jam untuknya memadamkan semua kobaran api itu seorang diri.
Selesai memadamkan api, ia menyeka keringat di pelipisnya. Sementara para pengawal mendekat dan bertekuk dihadapannya menunggu perintah.
"Periksa kuil itu dan sekelilingnya, segera laporkan padaku bila kalian menemukan sesuatu." Perintah Zwetta yang direspon anggukan oleh para pengawal bayangan. Mereka langsung menyebar dan melakukan tugas mereka.
• Kau menciumnya kak?
"Bau busuk yang berasal dari perut Beatrice dan tubuh Elgant maksudmu?"
__ADS_1
• Enn, bau busuk itu menyegat seperti pada tubuh pangeran Elgant. Namun tak ada aura gelap sama seperti pada Beatrice. Bau ini sangat kuat disini, menjijikan.
"Pangeran Elgant mengalami penyakit kutukan parasit kematian, terdapat satu parasit berduri berwarna keunguan dijantungnya yang membuat darahnya bahkan berubah warna. Hingga memunculkan bentol-bentol nanah yang memiliki aroma busuk yang kuat. Sementara Beatrice, bau busuk tercium hanya saat ia kesakitan memegangi perutnya.." ucap Zwetta berusaha menemukan kepingan petunjuk pada bau yang selalu menganggu dia dan Adasha. Zwetta mencoba mulai menemukan sebuah benang merah antara bau busuk Elgant dan Beatrice dan satu hal pasti yang ia dapatkan dari kondisi kedua orang itu.
Parasit. Ya, pastilah bau ini ada hubungannya dengan parasit.
Pikir Zwetta yang membuat tubuhnya bergetar saat ia menyadari hal itu. Ia bergegas masuk kedalam puing kuil naga odren untuk mencari lebih banyak petunjuk dan bukti untuk lebih meyakinkan asumsinya.
Zwetta menutup hidungnya, saat bau gosong dari banyaknya jasad yang tergeletak menusuk indra penciumannya. Hatinya sangat miris melihat kebanyakan mayat dalam kuil naga odren adalah wanita.
Tiba-tiba matanya tertuju pada pojok ruangan kuil yang terbakar habis. Disana ia dapat melihat terdapat tiga mayat wanita hamil. Zwetta pun mendekati ketiga mayat itu.
• Busukkkk.. ini sangat menyengat.. huekkkkk
Mendengar perkataan Adasha dalam benaknya, Zwetta tertegun. Bagaimana bisa Adasha mencium bau busuk menyengat sementara ia tidak mencium bau apapun selain bau gosong dekat ketiga wanita ini? Mata Zwetta membola setelah sadar bahwa Kondisi ini sangat tidak asing bagi Zwetta
Ini seperti kondisi Beatrice!!!
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Zwetta pun segera membuat sebuah water blade di telapak tangan kanannya dan mendekati mayat salah satu wanita itu. Ia membuat sikap tangan berdoa.
"Semoga jiwamu mendapat tempat yang lebih baik. Maafkan aku." Ucapnya pada salah satu mayat wanita itu sebelum ia membelah dada hingga ke perut wanita itu. Zwetta kaget setengah mati saat melihat darah keunguan, dua orang bayi yang placenta mereka terhubung dengan sebuah bola duri yang bersarang di jantung ibu mereka. Dan tiba-tiba tubuh kedua bayi bertanduk itu mulai bergerak lalu mereka langsung bangkit duduk.
Kikikikikikikiki
Huarrrr kikikikikiki
Bayi itu menjalar dan terkikik saat keluar dari dalam perut ibunya, membuat Zwetta seketika merinding. Ketika kedua bayi itu menyadari kehadiran Zwetta, mereka membuka mulut lebar dan menatap Zwetta tajam.
Zwetta seketika menggigil karena ngeri dan jijik disaat yang bersamaan. Hingga tanpa sadar ia sudah berjalan maju mendekati kedua bayi itu dan menebas kepala keduanya dalam sekali tebasan.
Ia mengepalkan kedua tangannya erat dan menggigit bibir bawahnya. Kemudian ia berteriak mengeluarkan emosinya.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!"
Ia berteriak amat keras sampai-sampai jatuh terduduk dengan perasaan yang masih sangat marah. Teramat sangat marah dengan apa yang ia lihat sekarang. Karena hal itu membuatnya sudah yakin bahwa dalam perut Beatrice bukanlah anak Halbert. Tapi anak iblis. Lebih tepatnya parasit bayi iblis.
__ADS_1
- To be continued