Destined To Be Empress

Destined To Be Empress
Chapter 20 - Perundingan Siasat I


__ADS_3

“Kakak, paman terlihat sangat terpukul dengan kematian paman Claimence. Aku jadi sedih melihatnya seperti itu.”


“Sebelum kita lahir, mereka berempat sudah berteman lama sejak bersekolah di royal akademi. Mulanya hanya Raja Alphonso, ayah, dan paman Claimence. Penampilan paman dirasa aneh saat itu oleh teman-temannya, sehingga paman sering di bully dulu.


Tak ada satupun yang mau mendekatinya, hingga suatu hari, paman Claimence mengajaknya mengobrol seperti anak lainnya. Dari sanalah, paman Claimence menjadi orang penting bagi paman Claimence.


Ia pun mulai mengenal Raja Alphonso dan ayah dari Claimence. Bagi paman, dialah teman manusia pertama yang ia miliki,” ujar Stanley dengan raut wajah sedih.


“Bagaimana mungkin kak Stanley mengetahui cerita tentang persahabatan mereka?” tanyaku penasaran.


“Dulu sebelum paman Ephraim pergi berhibernasi, ia sering kemari bermain bersama kami bertiga dan bercerita tentang persahabatan mereka. Masih terbesit jelas dikepala kakak, bagaimana ia terlihat begitu senang saat itu,” ujar Stanley.


"Benar sekali, aku masih ingat juga Jewel!" sambung Halbert.


“Malam dimana kau memberitahu ayah tentang pembunuhan Morgan dan keluarga kita, amukan ayah yang memukul meja hingga hancur itu bukan hanya karna keluarganya akan dibunuh saja Jewel. Tapi karena teman seperjuangan yang sudah seperti keluarganya sendiri itu juga sudah tewas,” sambung Arthur.


"Aku harus segera menjadi lebih kuat! lalu suatu saat nanti akan kubunuh semua iblis kekaisaran Demonic!!!" ujar Halbert seraya mengepalkan tangannya geram.


[Burgundy Treasure - Keesokan harinya]


“Ayah, bagaimana kita akan mencegah pembunuhan keluarga kita yang akan dilakukan Mamon?” tanya Stanley.


“Paginya, ayah akan membawa kalian semua kemari. Setelah Ella merapalkan mantra Adasha, ayah akan pergi beraktifitas seperti biasa hingga malam tiba dan akan melawannya."


“Tunggu apa ayah bermaksud melawannya seorang diri?” tanya Halbert panik.


“Bawa aku bersamamu juga ayah, aku sudah lebih kuat saat ini!” ujar Stanley.


“Iya bawa aku juga ayah, aku sudah melatih kemampuan berpedangku dengan Vince hampir setiap hari,” sambung Halbert.


"Bukan ayah tidak mau mengajak kalian, tapi musuh kita adalah panglima kekaisaran iblis Dominic."


“Kak Stanley, Halbert, kalian jangan mempersulit ayah seperti itu. Kelemahan terbesar ayah adalah kita semua. Jika kita disana, kita malah akan menghambat ayah untuk segera menghabisinya,” ungkap Arthur.


Duke tersenyum mendengar ucapan Arthur.


“A..ku hanya.. tidak mau terjadi apa-apa dengan ayah,” ucap Halbert dengan kepala tertunduk seraya mengepalkan kedua tangannya erat.


“Kak Stanley, kak Halbert, berat juga bagi Ella harus melihat ayah bertarung sendirian malam itu. Ella sangat takut akan terjadi sesuatu pada ayah. Tapi Lydia pernah mengatakan padaku, kalau ayah ialah penerus pengguna unique magic terkuat kedua dari kesebelas pengguna unique magic.


Bukankah ayah kita sangat hebat? bila kita disana, justru Ella takut malah kita akan menganggu ayah saat bertarung. Bukankah fokus ayah akan terbagi antara memikirkan keselamatan kita dan mengalahkan Mamon?” tanyaku.

__ADS_1


“Dan kemungkinan terburuknya, kita bisa dijadikan ancaman oleh Mamon, mati terbunuh didepan ayah, mati sebelum atau sesudah ayah mati, dan masih banyak kemungkinan buruk lain yang kita tidak ketahui jika kita gegabah dan terpancing emosi dengan mudahnya” tambah Arthur.


“CIhh.. aku mengerti! tapi mana bisa aku biarkan ayah bertarung seorang diri?” ucap Stanley dengan raut wajah kesal dan marah.


“Ada aku yang akan bertarung bersamanya, kalian tidak perlu khawatir.”


Mata kami berenam langsung tertuju pada suara itu. Aku dan ketiga kakakku melongo melihat paman Ephraim sudah berada didepan pintu burgundy treasure.


“Pa..man Ephraim!” spontan aku dan ketiga kakakku memanggilnya.


“Ba..gai..mana paman bisa mengetahui ruangan rahasia ini?” tanya Halbert.


“Ruangan ini kan ruang rahasia keluarga kami,” tambah Arthur.


“Tentu saja paman tahu Halbert, kau pikir sudah berapa lama aku mengenal dekat ayahmu? nih, paman beritahu ya, tidak ada yang bisa memasuki ruangan ini kecuali keluarga kalian dan kesebelas pengguna unique magic.”


Mataku melebar dan menatap paman Ephraim tidak percaya, ketiga kakakku juga sama terkejutnya. Sekarang aku dan ketiga kakakku menyadari jati diri paman Ephraim yang sebenarnya, paman Ephraim tidak lain adalah salah satu pengguna unique magic seperti ayah. Selama ini, ayah tidak pernah sekalipun membicarakan hal ini pada anak-anaknya.


Melihat reaksi dari aku dan ketiga kakakku, paman Ephraim tampak sama terkejutnya dengan kami.


“Hei..hei..hei Ardolph! apa kau tidak mengatakannya pada anak-anakmu?”


Kemudian kami berempat menoleh ke depan melihat Duke yang tengah berdiri membelakangi kami semua.


Duke membalikkan badannya dan mengangguk iya.


“Burgundy Treasure dulunya merupakan markas pusat kesebelas pengguna unique magic saat terjadinya perang dunia kedua antara manusia dan iblis. Ruangan ini dibangun oleh pengguna unique magic kedelapan, kesembilan dan kesepuluh saat itu dengan menggunakan item sihir legendaris mereka yakni magic building, magic naturelf, dan ramuan anti sihir.


Sampai saat ini, ruangan ini dititipkan pada keluarga kita sebagai pusaka rahasia yang hanya boleh diketahui oleh kepala keluaga dan keluarga utama. Ini semua telah diteruskan dari buyut kalian hingga ayah sampai sekarang.


Sementara mengenai bagaimana ruangan ini terbuat dan identitas asli kesebelas pengguna unique magic semua harus dirahasiakan. Identitas asli kami, hanya boleh diketahui oleh para petinggi kerajaan dan kami saja. Ya, begitulah kesepakatan dari kami para sebelas pengguna unique magic.


Itu sebabnya ayah tidak memberitahu kalian anak-anakku. Tapi karena sudah terucap oleh pangeran yang banyak bicara ini, tidak ada pilihan lain bagi ayah,” terang Duke seraya menghela nafas panjang.


"Kalau rahasia, bagaimana paman Ron bisa tahu kalau ayah adalah pengguna sihir unik terkuat kedua? saat ia mengajariku, ia memberitahuku tentang hal ini," tanyaku penasaran.


"Ehem..ehem..ayah tidak bisa menjelaskannya sekarang Ella."


“Baiklah ayah," ucapku.


“Kami mengerti ayah, akan kami jaga baik-baik rahasia ini,” ucap Stanley. Arthur dan Halbert mengangguk setuju.

__ADS_1


“Apa paman sudah merasa lebih baik?” tanyaku pada paman Ephraim.


“Sudah Zwetta, maaf telah membuatmu takut kemarin,” ujarnya seraya mengelus kepadaku


.


“Kalau ada paman Ephraim yang menemani ayah bertarung, aku menjadi sedikit lebih tenang,” ucap Stanley.


“Benar kak Stanley, setidaknya ayah tidak bertarung seorang diri dan paman Ephraim juga pengguna unique magic seperti ayah,” sambung Halbert.


"Kalian tenang saja. Oh iya Ardolph, apa kemampuan si bangs** Mamon itu hanya membuat tidur lawannya?" tanya paman Ephraim.


"Paman, maafkan kelancanganku menjawab, kita sudah tahu kalau kemampuan Mamon ialah dapat membuat tidur lawannya baik yang kuat ataupun lemah. Kemampuan yang tidak begitu kuat, tapi tidak bisa diremehkan. Salah langkah dan justru bisa-bisa keadaan malah akan berbalik menyerang ayah dan paman," ungkapku.


- To be continued


****


Dari Author, untuk Para Readers :


Hai guys! terima kasih sudah baca dan memberikan likes untuk novel ini *saranghae banget pokok'e! 💙💛


Ada sedikit yang mau author share ke kalian..


Cerita ini secara garis besar isinya nanti akan tentang perjalanan Zwetta memenuhi takdirnya sebagai permaisuri dan jalannya ga akan cepat karena melalui novel ini, author ingin memperlihatkan proses yang membuat Zwetta suatu hari nanti akan menjadi permaisuri yang hebat.


Para sobat DTBE, mau juga dong comment dari kalian tentang setelah kalian membaca Destined To Be Empress sampai episode ke-20 itu gimana? seperti misalkan kalian seneng ga dengan cerita dan karakter-karakternya? atau mungkin ada saran dan masukan, monggo silahkan.


Membaca komentar kalian yang suportif, itu bisa menjadi suplemen pengisi ide dan semangat buat author 😊.


Hopefully, kalian enjoy baca dan ngikutin perjalanan Zwetta terus ya...(´∀`)


Semoga kita semua sehat selalu 🙏🏻


Stay safe, Keep Healthy!


#dirumahaja


HAPPY READING ✨-


Sincerely,

__ADS_1


Author


KT


__ADS_2