
"Leviathan membesarkan kedua belas anak itu untuk menjadi panglima-panglima perang kekaisaran Demonic. Ia memberikan darahnya untuk mereka minum dan membunuh para monster serta memberikan daging monster itu untuk dimakan mereka. Aku mengingat tadi kau bertanya makhluk apakah aku bukan? aku adalah monster.."
"Monster? kau tidak sedang bercanda kan Lydia?" tanyaku memotong penjelasan Lydia.
"Apakah aku terlihat seperti sedang bercanda?" tanya balik Lydia.
"Umm tidak..Maafkan aku." Jawabku pelan.
"Kau tidak takut padaku?" tanya Lydia.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dan menjawab, "Aku tidak takut padamu, karena instingku mengatakan kau bukanlah monster yang jahat".
"Hmmm..kau benar-benar aneh Zwetta..."
"Aku tidak bisa menyebutkan monster apakah aku ini sekarang, tapi satu yang pasti, aku adalah monster legendaris. Sebenarnya aku tidak mau ikut campur dengan urusan perang antara manusia dan iblis ini. Tapi para iblis kekaisaran demonic itu sudah sangat keterlaluan. Mereka begitu bengis memangsa para monster di hutan utara Galaea. Hutan utara Galaea, disanalah rumahku Zwetta...."
Penjelasan Lydia tiba-tiba saja terhenti.
"Lydia, apa kau baik-baik saja? tanyaku. Aku mendengar sedikit suara tangisan. Mendengar tangisan Lydia, aku ikut merasa sedih hingga tanpa sadar aku juga ikut menangis.
"Kau tahu, selama aku hidup, aku belum pernah merasakan memiliki teman dekat. Ini aneh bukan? padahal kita belum pernah bertemu langsung. Tapi aku merasa seperti sudah mengenal lama dirimu dan aku turut sedih dengan kesedihanmu. Leviathan memang bengis. sangat bengis.." ucapku sambil terisak menangis.
"Aku juga selama ini selalu merasa kesepian dan saat aku berbicara padamu, untuk pertama kalinya mungkin aku bisa merasakan apa rasanya memiliki seorang teman.." balas Lydia terharu.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa menyelamatkanmu atau tidak Lydia? kau tahu, aku hanyalah anak perempuan berusia dua tahun lebih, akan sangat sulit bagiku untuk menolongmu. Tapi aku tidak akan menyerah, aku janji akan meminta bantuan ayahku untuk menolongmu. Ayahku akan berangkat ke wilayah utara kerajaan untuk berperang. Meskipun aku tidak tahu ia akan berperang melawan siapa. Tapi aku akan berusaha untuk meyakinkannya membawaku kesana agar aku bisa menolongmu," ujarku sembari menghapus air mataku.
"Zwetta, kau benar-benar seorang gadis yang sangat baik. Aku ingin meminta tolong padamu untuk menjaga ini. Rapatkan tanganmu kedepan Zwetta, aku ingin kau menangkap ini." ucap Lydia
Tiba-tiba sesuatu jatuh dari langit-langit gua ke atas telapak tanganku.
"Apa ini Lydia?" tanyaku penasaran.
Tiba tiba....
*Crackkkkk "Crackkkkk *Crackkkkk
__ADS_1
Muncul sepasang sayap dan kaki bersisik berwarna putih yang memantulkan warna pelangi saat terkena pantulan cahaya.
"Apa ini telurmu Lydia?"
"Iya..ini adalah anakku satu-satunya dan mungkin akan menjadi yang terakhir yang tersisa dari kami," jawab Lydia.
"NA...GA..apakah kau seekor naga Lydia ?!?!?!" tanyaku kaget.
"Iya..aku seekor naga, tepatnya Naga Galaea" jawab Lydia.
"Kenapa tidak dari awal kau katakan padaku?! pada akhirnya kau sendiri yang mengatakannya padahal tadi kau mengatakan tidak bisa mengatakannya padaku sekarang? tanyaku dengan nada tinggi. Aku kesal karena Lydia seperti sedang mempermainkanku.
"Zwetta, maaf, aku ingin melihat kau orang seperti apa. Setelah berbincang denganmu, aku yakin dengan ramalan tetua naga Gale bahwa kau adalah orang yang telah dipilih oleh Dewa Yeshua untuk menjaga anakku," jawab Lydia.
"Hmmpphh..baiklah, aku maafkan," ketusku.
"Hai naga kecil, kau cantik sekali.."ujarku sambil mengelus kepala naga kecil diatas telapak tanganku perlahan.
"Berikanlah anakku nama Zwetta. Kau yang akan menggantikanku menjadi ibunya," ucap Lydia dengan nada sedih.
"Heiii Lydia, kau jangan membuatku kesal lagi!Aku bukan ibunya, mau sampai kapanpun dan dimanapun kaulah ibunya. Dia akan kubesarkan sebagai saudaraku. Aku akan menyayangi dan merawatnya," ujarku kesal seraya mengelus-elus lembut kepala naga kecil itu.
"Iya Lydia, tenangkan dirimu. Aku sedang memikirkan nama untuk naga kecil ini..Hmmmm..A..A..A...Adasha..!!!! bagaimana kalau Adasha? nama yang cantik untuk naga kecil yang lucu ini.."
"Nama yang indah, aku setuju Zwetta," jawab Lydia.
"Balikkan tangan sebelah kirimu Zwetta" ucap Lydia.
"Seperti inikah?" tanyaku seraya membalikkan tanganku yang disebelah kiri. Tiba-tiba Adasha terbang dan menggigit tanganku.
"Ouchhhhhh..!!!!"
Muncul sebuah simbol lingkaran kecil berwarna hitam berbentuk salju dengan simbol bunga mawar berwarna ungu ditengahnya.
__ADS_1
"Simbol apa ini Lydia?"
"Ini adalah simbol bahwa kau terikat sehidup semati dengan anakku Zwetta," jawab Lydia.
"Dia adalah seekor naga yang kuat. Dia akan selalu melindungimu," tambah Lydia.
"Tu..tung..tunggu Lydia..bagaimana suatu hari kalau aku meninggal? manusia tidak bisa hidup lama seperti kalian.." tanyaku panik. "Bukan apa-apa, aku hanya tidak mau Adasha mati sia-sia karena aku lebih dulu mati," sambungku.
"Tidak ada cara untuk melepaskan ikatan ini, kecuali suatu hari kau mengoleskan darahmu diatas kepala Adasha dan memerintahkannya untuk terus hidup dan itupun disaat kau sekarat Zwetta," jawab Lydia.
"Syukurlahh..setidaknya masih ada cara," jawabku lega.
"Zwetta, waktumu tidak lama lagi. Aku harus segera mengembalikan kesadaranmu ke tubuhmu atau kau akan terus berada di gua sihirku selamanya," ucap Lydia dengan terburu-buru.
"Baik Lydia...."
"Zwetta dengarkan aku, saat ini salah satu panglima Leviathan bernama Mamon, sedang mengincar untuk membunuh keluarga kalian. Ia adalah panglima keduabelas iblis dari Kekaisaran Demonic.
Kemampuan para kesebelas pengguna Unique Magic yang mengalahkan kaisar iblis kekaisaran Demonic dua ribu tahun yang lalu telah diturunkan dari generasi ke generasi. Aku hanya mengetahui dua penerus unique magic kedua dan kesebelas saat ini.
Yang kesebelas adalah Claimence, ia adalah penjaga hutan utara Galaea dan telah terbunuh saat iblis menyerang hutan Galaea.
Ayahmu adalah penerus pengguna Unique Magic kedua dari kesebelas manusia penggunai Unique Magic saat ini. Meskipun Mamon panglima kedua belas, bukan berarti dia lemah.
Dia memiliki kekuatan untuk membuat tidur siapapun entah seberapa kuat atau lemah lawannya. Sihir yang sangat merepotkan bahkan untuk pria sekuat ayahmu.
Entah sudah berapa banyak orang yang telah mati percuma ditangannya, termasuk pengguna Unique Magic kesebelas Claimence. Ayahmu tidak sadar akan kehadiran Mamon pada saat nanti ia akan terbunuh.
Maka dari itu, beritahu dan yakinkanlah semua keluargamu terutama ayahmu. Saat malam itu tiba, anakku Adasha sanggup membentengi kalian dari serangan Mamon. Sebutkan saja mantra pelindung ini, "Rach Tarh Adasha". Adasha akan melindungi keluarga kalian dari efek sihir tidur itu."
"Baiklah, aku mengerti. Terima kasih banyak Lydia, aku akan berusaha keras menyelamatkan keluargaku. Lalu aku akan menyelamatkanmu dan ras naga galaea juga. Kumohon bertahanlah sampai saat ayahku ke utara," ucapku seraya mengepalkan kedua tanganku erat.
Lydia tertawa pelan mendengar ucapanku. "Kau menggemaskan sekali! Aku berharap kau dan keluargamu selamat."
"Adasha anakku, ibu sangat mencintaimu. Tumbuhlah menjadi anak yang kuat, hiduplah dan lindungi Zwetta. Sekarang aku akan mengembalikan kesadaranmu Zwetta. Aku senang bisa berkenalan denganmu. Tolong jaga dan rawatlah anakku, Adasha......"
__ADS_1
Secerca sinar perlahan muncul dari hadapanku. Sebelum sinar itu hilang aku berkata, "terima kasih Lydia, akan ku rawat Adasha. Sampai jumpa.."
- To be continued