
Ketika aku masih terpana dengan kekuatan dan pesona kharismanya, tiba-tiba Elgant menggendongku ala bridal style. *Hupppp
Mataku melebar menatap tak percaya ke arah Elgant, "Pa-pengeran Elgant, a-apa yang anda lakukan? a-aku bisa berjalan sendiri. Mo-mohon turunkan aku." Pintaku dengan sedikit tersendat-sendat.
Elgant hanya diam, ia tak mengeluarkan satu patah katapun dan tetap membawaku keluar dari aula istana dalam pelukannya. Aku menarik nafas pelan dan pasrah saja dibawanya.
Sepanjang perjalanan hanya heningnya malam yang menyertai langkah demi langkahnya menuju kamarku. Aku mengedarkan pandanganku pada sisi-sisi istana dengan pemandangan yang indah untuk mengalihkan detak jantungku yang tak karuan sekarang. Sesampainya di dalam kamarku, Pangeran Elgant membaringkanku diatas ranjang dengan gentle. Aku tersenyum manis melihatnya, "Terima kasih Pangeran Elgant."
Ia mengangguk pelan lalu duduk diatas kasur, matanya melihat ke arah pintu masuk. 2 menit.. 3 menit.. 5 menit... 7 menit.. 10 menit.. ia masih tetap terdiam dan termenung menatap pintu itu. Aku sampai ikut-ikutan menatap pintu kamarku yang ia lihatin terus daritadi.
Apa ada sesuatu di pintu itu? jangan bilang ia sedang memperhatikan makhluk tak kasat mata! Batinku. Aku bergidik ngeri, seram juga lama-lama. Malah aku tidur sendiri disini nanti.
*Gulp
Aku menelan liurku dan kutepis pemikiran tak masuk akal itu dari benakku. Aku menghela napas pelan, lebih baik aku ajak ngobrol dia aja daripada mikir yang enggak-enggak. Hufftt..
"Pangeran Elgant, apa anda baik-baik saja?" tanyaku. Dia menoleh ke arahku. "Kenapa?" tanyanya.
"Kenapa apanya Pangeran?"
"Kenapa kau bersedia menikahi pria penyakitan sepertiku? lama aku memikirkannya tapi tak kutemukan alasannya, biar kudengar langsung darimu, " ujar Elgant dengan wajah datar dan tatapan dingin. Aku menghela napas pelan, lalu kulayangkan sebuah senyuman hangat padanya. "Karena Pangeran membutuhkanku," ucapku.
__ADS_1
Elgant mengernyitkan dahi. "Membutuhkanmu?" Ia terkekeh lalu menatap tajam diriku. "Apa yang bisa dilakukan gadis 14 tahun sepertimu?" tanyanya sarkas kemudian ia mendekatiku. "Mungkin jika kau bisa melayaniku dengan tubuhmu, aku akan mengerti jika kau bilang aku membutuhkanmu, karena setidaknya aku membutuhkanmu sebagai pelampiasan hasratku," bisiknya seraya menyeringai.
Kata-kata setajam silet itu keluar dari bibirnya. Sekilas dia terdengar seperti seorang Pangeran bejat. Bohong jika aku tak marah mendengar perkataannya. Tapi hatiku mengatakan dia bukanlah orang seperti itu. Apa dia sedang mengujiku untuk melihat reaksiku seperti apa? Sepertinya aku harus mencoba cara ini, agak beresiko sih buat aku. Cuma ya udahlah, entar kalau berbahaya tinggal hajar aja.
Aku mendorong pelan tubuhnya dan tersenyum tipis membalas menatapnya dengan tatapan mengggoda, jemariku menyentuh dadanya perlahan hingga keperut. "Tentu jika itu yang Pangeran inginkan, " jawabku dengan mendekatkan wajahku padanya. Tiba-tiba ia menjauhkan wajahku darinya dan kulihat telinganya memerah. "Dasar gadis gila! kau itu masih dibawah umur, bisa-bisanya bertingkah seperti ink?!" pekiknya.
Ini gadis ga ada takutnya apa? Batin Elgant.
"Loh loh loh, bukannya tadi Pangeran yang menginginkannya?" tanyaku dengan tatapan intimidasi.
Sial! aku pikir dia akan menangis ketakutan, kenapa malah sebaliknya yang terjadi? Benak Pangeran Elgant.
Mata Elgant terbelalak kaget. "Kau ingin aku percaya dengan ucapanmu itu? jangan konyol!" ucapnya.
"Ya ya ya.. sini biar aku lihat kondisimu," jawabku sambil menarik paksa pergelangan tangannya. "Helarenum Heal!" ucapku dan seperti biasa setelah mengucapkan mantra ini, tanganku akan diliputi air berwarna hijau. Elgant terperangah melihatku yang seorang penyihir air penyembuh. Ia menatapku layaknya melihat hantu sekarang. "Kau seorang penyihir air penyembuh?" tanyanya percaya tak percaya.
"Ya seperti yang Pangeran lihat," balasku singkat.
Seorang penyihir air penyembuh itu sangat langka di Irefria, bisa dibilang sihir penyembuh ini sejenis unique magic. Serupa tapi tak sama karna jika unique magic itu diteruskan dari pengguna sebelumnya, maka sihir penyembuhan itu dipelajari dan dilatih.
Untuk bisa menguasai sihir penyembuh air, seorang penyihir air harus menyerap beragam jenis tanaman obat dan menyimpan khasiat dalam sumber aliran sihirnya. Tanaman obat di Irefria itu tidaklah murah dan proses penyerapan dan pelatihan juga rumit, membuat tak banyak yang mampu memiliki kemampuan ini meski banyak yang ingin menguasainya.
__ADS_1
"Release!" ucapku sepuluh menit kemudian. Aku terdiam beberapa saat. Aku cukup syok setelah memeriksa kondisi Elgant. Darahnya kotor oleh racun bahkan warna darahnya sudah tidak lagi merah, tapi ungu gelap. Ini yang terburuk! aku menemukan ada semacam gumpalan dijantungnya dan itu berbentuk seperti bola berduri yang mengeluarkan cairan keunguan untuk mengotori darahnya.
Aku masih tak percaya jika dia masih bisa hidup sampai sekarang, harusnya dia sudah lama mati. "Kau terkena penyakit Kutukan Parasit Kematian," ungkapku pelan. Ia tersenyum tipis melihatku, "Ya, kau benar. Maaf aku telah berkata kasar padamu tadi." Ucapnya lembut. Aku tersenyum lebar melihatnya, "Tidak apa, aku tidak memasukannya ke hati. Tenang saja," balasku.
"Jujur aku tidak tahu kenapa Pangeran masih bisa hidup sampai sekarang, menurutku ini keajaiban. Darahmu sudah berwarna ungu gelap dan ketika meletup dipermukaan kulitmu, darah itu menimbulkan benjolan benjolan besar kecil yang mengeluarkan bau busuk, itu menandakan racun dalam tubuhmu sangatlah mematikan. Sumber racunnya bahkan menggerogoti jantungmu," terangku.
Mendengar penjelasanku, Elgant tersenyum sedih. "Kau sudah tahu kondisiku bukan? hanya gadis bodoh sepertimu yang bersedia menikah denganku! kau mau cepat-cepat menjanda?" ujarnya seraya bangkit dari duduknya.
Aku tertawa cukup keras. "Itu pertanyaan? ya mana mau aku cepat menjanda Pangeran. jangan pesimis dulu dong! aku akan mengobatimu dan membuatmu terus hidup," jawabku.
Elgant tersenyum melihatku, tiba-tiba ia memberikan sebuah pelukan hangat yang berhasil membuat wajahku merah merona.
Tiba-tiba saja aku merasakan tetesan-tetesan air mata jatuh membasahi pakaianku. Aku pun membalas pelukannya erat.
"Terima kasih." Dua kata yang ia ucapkan dengan bibir bergetar sanggup membuat kristal bening ikut terjatuh dari pelupuk mataku. "Sudah berbagai macam orang yang kutemui, sudah berbagai dokter aku datangi, sudah berbagai cara aku gunakan untuk menyembuhkan penyakit terkutuk ini. Namun hasilnya nihil, aku sudah tidak berharap sembuh lagi. Tapi terima kasih sudah mau mengobatiku dan membuatku memiliki setitik harapan lagi Zwetta," ungkapnya.
Aku mengangguk dan mengelus punggungnya, "Percayalah keajaiban itu ada asal anda yakin setitik harapan untuk sembuh masih ada Pangeran. "
Malam ini, Elgant menumpahkan beban hati yang tersemat dalam hatinya selama ini. Malam ini menjadi malam yang berkesan untuknya karna ia menemukan tempat bersandar dalam menghadapi keputusasaannya terhadap penyakit kutukan parasit kematian pada seorang gadis yang bahkan belum mencapai usia kedewasaan namun terlihat sangat dewasa dan menawan dimatanya.
- To be continued
__ADS_1